
Fahmi tersenyum bahagia melihat perlakuan manis istrinya, lalu ia pun mencium balik tangan dan kening istrinya. Tanpa ragu atau sungkan pada kedua mertuanya, karena ia juga ingin menunjukkan. Bahwa dirinya memang senang dengan tingkah polah istrinya yang manja itu.
Bu Hafsah dan pak Herman pun bahagia bisa melihat Asifa manja pada suaminya. Tidak sungkan atau malu saat di depan orang tua nya.
"Pa, mama jadi di peluk tidak ya?" bisik bu Hafsah pada pak Herman.
"Sabar sayang, kamu bisa lihat bukan putri kita lagi bahagia dengan kehidupan baru."Jawab pak Herman dengan berbisik juga.
"Iya mas, tapi aku kangen mas sama putri kita."Kata bu Hafsah.
Belum sempat pak Herman balas ucapan istrinya, Asifa sudah beranjak dari pada duduknya. Menghampiri bu Hafsah dan berhambur memeluknya dengan erat. Keduanya saling melepaskan rindunya yang dua hari tidak bertemu.
"Maaf ya, sudah membuat mama rindu berat."Ucap Asifa pada mamanya.
"Ya sayang, tapi rindu yang mama rasakan tidak seperti yang Dilan rasakan." Ucap bu Hafsah.
"Hahaha," tawa semua yang ada diruang keluarga.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Asifa kembali duduk di antara suami dan papa. Kemudian Asifa menatap papanya dan menanyakan apa yang akan di katakan.
"Pa, apa yang ingin papa sampaikan pada kami?" tanya Asifa.
Pak Herman meraih sebuah k kotak kado yang lumayan besar itu. Lalu memberikan pada putrinya, dan menyampaikan pesan pemberinya.
"Ini kado dari mas Arya, setelah keberangkatan mu ke hotel. Dan beliau tidak terima penolakan apa pun, ini ada hak mu. Yang sama halnya dengan Haris, yang sudah di anggap putranya sendiri juga." Katanya pak Herman.
"Terima kasih pa,"kemudian menoleh pada suaminya "mas di terima tidak ini jika tidak harus bagaimana?" tanya Asifa, pada Fahmi.
Ada perasaan tidak enak pada suaminya, Asifa takut jika suaminya tersinggung dengan pemberian dari keluarga Dinata. Yang jelas ini hadiah dari ayah angkatnya yang tidak lain keluarga mantan suaminya dulu.
"Saya mas tidak tersinggung dengan pemberian dari ayah. Bukan kah ini hadiah dari ayah, yang di berikan untuk hadiah pernikahan kita. Insya Allah mas terima sayang. Biar kita tahu apa isi nya, dan harus kita apakan ya." Ucap Fahmi sambil tersenyum manis yang ia berikan pada istrinya.
"Iya, terima kasih, mari kita buka."Ucap Asifa langsung meraih kado tersebut dari paparnya. Kemudian ia membuka dan melihat isinya, yang ternyata sertifikat rumah dan toko untuk buka usaha di tempat nya di Surabaya. Bahkan ruko tersebut bersebelahan dengan restoran BERKAH BERSAMA milik Fahmi.
Ya pak Arya sengaja mencari ruko di dekat restoran BERKAH BERSAMA. Agar Asifa dan Fahmi bisa bersama-sama maju dari perekonomiannya. Karena pak Arya tidak ingin Asifa menderita karena perekonomian.
__ADS_1
"Ini ruko nya di sebelah restoran BERKAH BERSAMA yang di Surabaya sayang. Dengan begini kita bisa mendatangi usaha kita sama-sama sayang." Ucap Fahmi.
"Jadi mas sudah buka cabang di Surabaya juga?"tanya Asifa memastikan, dan mendaratkan jawaban Fahmi dengan anggukan ke pala.
"Baiklah, lalu kalau rumah ini bagaimana mas?" lanjut Asifa pada suaminya.
"Ya Alhamdulillah ini adalah hadiah pernikahan kita sayang. Kebetulan mas belum beli rumah di daerah ini, baru melihat saja di sana beberapa hari lalu. Jadi kita tempati saja ya. Sayang jika di kosongkan, yang penting ini rumah sesuai dengan keinginannya mas." Ucap Fahmi pada istrinya.
"Baiklah, Asifa ikut saja." kata Asifa.
Fahmi tersenyum dan menarik Asifa ke dalam dekapan hangat nya. Lalu memberikan kecupan hangat di puncak kepala istrinya dengan kasih sayang.
Pak Herman dan bu Hafsah pun tersenyum melihat tingkah kedua pengantin baru itu. Mereka juga bahagia bisa melihat Asifa ceria kembali. Bahkan Asifa terlihat lebih bahagia dari pada dengan Ardi dahulu.
Kemudian pak Herman menyuruh mereka untuk istirahat ke kamarnya Asifa. Agar mereka bisa menyalurkan rasa bahagianya di dalam kamar. Keduanya pun mengangguk.
Mereka melanjutkan dengan memadu kasih, sebagai luapan rasa bahagia. Dengan kenikmatan yang tiada bisa di keluarkan dengan kata-kata. Apa lagi keduanya ini pasangan pengantin baru, hanya jalan ini yang membuat mereka sama-sama mendapatkan kenikmatan dan kepuasan.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, mas benar-benar bahagia bisa merasakan kepuasan dari sayang yang pandai menyenangkan suami." ujar Fahmi, sambil memeluk Asifa yang terkulai lemas. Karena baru selesai dengan penyatuan yang membuat keduanya merasa lelah.
"Sama-sama mas, aku ngantuk nanti aja ke kamar mandi." Kata Asifa dengan nada manja.