APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
27.Lagi lihat rembulan malam kok


__ADS_3

"Aku pergi ya salam untuk tante dan om. Assalamualaikum"ucap Asifa.


"Akan ku sampaikan, semoga dapat kakak kebahagiaan baru."Ucap Lira.


"Wa'alaikumsalam" jawab Lira dan Rendi.


Asifa langsung naik ke atas motor, den ojek pun langsung menjalankan motor nya. menyusuri jalan yang sepi karena malam semakin larut.


Tak jauh dari gerbang ada taksi yang menunggu kedatangan Asifa. Dan pak Herman yang sudah melihat Asifa keluar gerbang segera meminta supir mengikuti.


"Pak tolong ikuti motor itu jangan sampai ketinggalan dan kehilangan jejaknya." Pak Herman sengaja mengatakan itu pada sang supir agar tidak santai.


"Baik pak akan saya usahakan, tapi kalau boleh tau, siapa yang bapak ikuti. Bukan apa-apa agar saya juga bisa waspada dengan situasi."Ujar supir taksi itu, karena melihat kecemasan pada penumpangnya.


"Gadis itu adalah putri saya, dan putri saya lagi ada masalah. Saya tidak ingin keputusan putri saya, berujung bahaya padanya."kata pak Herman.


"Baiklah pak semoga kita dalam lindungannya Allah, sehingga selamat sampai tujuan." Ujar pak supir.


Si supir taksi mempercepat lajunya sehingga tinggal beberapa meter jaraknya dengan ojek yang di tumpangi Asifa.


Sementara supir ojek ketar ketir, karena dia memperhatikan mobil yang berada di belakangnya dari keluar komplek.


"Mba kok sepertinya ada yang mengikuti kita ya? mana jalanan sepi, jadi ngeri-ngeri sedap ini." Ujar tukang ojek yang masih muda itu.


"Bang yang tenang jangan panik, pura pura tidak tahu saja. Berpikir positif saja jangan mikir yang tidak-tidak, mungkin mobil itu searah dengan kita. Jadi terlihat mengikuti kita, semoga saja memang searah. Jika kita berprasangka baik insya allah baik juga untuk kita bang."kata Asifa panjang lebar, padahal dia sudah tahu itu kedua orang tuanya. Namun dia memilih untuk pura pura tidak tahu, demi keamanannya.


Setelah beberapa menit perjalanan yang mereka tempuh sampai alamat. Yang di mana alamat yang di tuju adalah perkampungan padat penduduk bahkan daerahnya sederhana.


Ada perkumpulan pemuda yang sedang memperhatikan Asifa. Supir ojek tambah panik takut penumpang kenapa-napa, karena penumpangnya perempuan muda dan cantik. Dia jadi kepikiran jika ini adalah posisi adiknya bagaimana. Kalau dirinya memang masih lajang, tidak ada yang tidak tertarik jika melihat Asifa. Gadis cantik, manis, berpakaian syar'i, tampak anggun dan mempesona.


"Mba apa di sini sendiri atau sama keluarga, maaf saya kepo. Karena sepertinya daerah ini tidak aman untuk mba jika sendiri." Tanya supir ojek.


"Insya allah aman bang ada kedua orang tua saya juga nanti." Jawab Asifa.

__ADS_1


Lalu sang supir ojek celingak-celinguk, dia melihat mobil yang tadi mengikuti berhenti agak jauh dari mereka.


Sang supir taksi pun berjalan menuju ke Asifa, dan pura pura tanya dan memang sudah tau daerah kampung itu.


"Maaf kalian mencari apa di sini?" tanya supir taksi, yang usianya tidak jauh dari pak Herman.


"Begini pak saya cari rumah pak Yanto."Jawab Asifa.


"Oh pak Yanto," lalu supir taksi itu menoleh pada rombongan pemuda yang sedang kumpul. "Fahmi ini ada tamu!!"teriak pak supir. Ya kebetulan supir taksi menerima order yang searah dengan rumahnya. Dan jarak rumahnya dengan tujuan pak Herman hanya beda gang namun masih satu RT.


"Iya bang sebentar!" teriak pemuda yang bernama Derry.


"Yang mana tamunya bang?"tanya Fahmi, namun matanya terus menatap Asifa dari atas sampai bawah.


"Adik ini, bapak mu kemana?"tanya supir taksi.


"Oh, bapak dan ibu lagi mudik ke Surabaya itu mba Yuni lahiran."Jawab Fahmi.


"Mba Asifa, ternyata benar apa yang mba ucapkan. Kalau begitu saya permisi ya mba."Kata supir ojek.


"Iya bang terima kasih ya. Saya kasih bintang lima dan tips ya bang hati hati di jalan." Kata Asifa.


"Terima kasih mba, semoga di lancarkan rejekinya, Assalamualaikum"ucap supir ojek, langsung melajukan mobilnya.


"Aamiin, Wa'alaikumsalam." Jawab Asifa.


Setelah melihat supir ojek pergi pak Herman dan bu Hafsah keluar dari mobil taksi online. Dan langsung melangkah putrinya karena ada rasa khawatir.


"Saya adalah tetangga pak Yanto dan sekaligus yang membawa bapak sebagai penumpang saya."Kata pak supir taksi yang bernama Komarudin sering di panggil bang Komar.


"Pak Komarudin terima kasih yah, ini ongkosnya sisanya untuk bapak."Ucap pak Herman.


"Ah.. ini kebanyakan Pak ongkos cuma seratus dua puluh ribu. Ini bapak ngasih saya tiga ratus ribu."Kata Komarudin.

__ADS_1


"Saya sangat terbantu oleh pak Komar, jadi ini saya kasih tips seratus ribu. Itu rejeki bapak, malam begini bapak masih narik driver."Kata pak Herman.


"Alhamdulillah pak terima kasih, karena saya lagi butuh uang untuk beli buku pelajaran sekolah anak bungsu saya. Jadi malam kebetulan tadi dekat dengan tempat bapak naik tadi. Pas arah pulang muncul pesan bapak tadi langsung saja klik. lumayan sekalian pulang, ternyata inilah rencana Allah." Ujar Komarudin panjang lebar.


"Pak itu masih kurang tidak biayanya?" tanya Asifa.


"Alhamdulillah dek ini lebih karena dari bapak saja sudah lebih."Jawab Komarudin.


"Fahmi cepat buka pintu ini sudah larut kasihan mereka sudah lelah kok malah bengong!"Dengan nada sedikit tinggi.


"Siapa yang bengong bang, saya lagi lihat rembulan malam kok."Kilah Fahmi, namun matanya masih terus menatap wajah Asifa.


"Tidak usah modus lu cepat, kalau cuma lu liatin aja tu capek nya kagak bakal hilang."Tahu pikiran Fahmi yang terpesona dengan Asifa. Dan Asifa jadi salah tingkah, karena mendengar ucapan Fahmi dan Komarudin.


"Bang, sudah sono pulang mpo Yati, tar kemalaman pulangnya di kunci kamarnya."Kata Fahmi.


"Kagak bakal lah, apa lagi nih pulang bawa kertas warna merah sama biru. Pasti yang namanya perempuan denger yang beginian buru-buru dah tu buka pintu. Tanpa di suruh pun langsung tu nanti buka baju. pak Herman terima kasih, assalamualaikum." Langsung pergi dengan senyum penuh kemenangan.


"Wa'alaikumsalam" jawab pak Herman dan keluarga.


Wa'alaikumsalam, dasar lu tukang pamer."Kesal dia saat mendengar ucapan Komarudin.


Bagaimana tidak, kini dia jadi duda gara-gara dia lagi tidak kerja bahkan belum dapat kerjaan yang pas. Sehingga dia hanya ngojek dan bawa pulang uang yang tidak pasti. Istrinya selingkuh dengan pria yang lebih kaya, setelah ketahuan akhirnya minta cerai.


Kini berdiri seorang janda yang masih muda dan cantik mempesona di hadapannya.


"Maaf pak saya malah bercanda sama bang Komar. Mari masuk sudah malam, sini koper dek Asifa biar saya bantu."Langsung menarik dan di bawa masuk ke dalam. Tidak hanya milik Asifa yang dia bawa tapi milik bu Hafsah.


"Begini pak rumah saya, anggap rumah sendiri dan semoga betah. Tapi maaf kamar juga sempit, tidak seperti di rumah bapak." Ujar Fahmi.


Ya di sini kamar hanya ukuran 3x3 meter persegi. Dia mengantar pak Herman dan bu Hafsah ke kamar kedua orang tuanya dan Asifa di kamarnya. Dan dia akan tidur di ruang tamu dengan kasur lantai.


*****Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2