APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
119. Sudah halal sayang


__ADS_3

Asifa kina sudah sampai di sebuah hotel bintang lima yang sudah di pesan oleh Fahmi. Sepasang pengantin baru itu di sambut ramah oleh pegawai hotel bintang lima tersebut.


"Selamat datang Nona Asifa, Tuan Fahmi, di hotel kami. Mari kami antar kan ke kamar anda."Sambutan dari pegawai hotel tersebut.


"Terima kasih." Ucap sepasang pengantin baru ini.


Asifa dan Fahmi mengikuti pegawai hotel yang membawa koper milik keduanya. Menuju lift yang akan mengantarkan mereka sampai di kamar pengantin yang mereka pesan.


"Silahkan ini kamar anda Tuan, Nona. Semoga nyaman dengan kamar nya."Ucap pegawai hotel itu, sambil membuka pintu kamar tersebut.


"Terima kasih mas, ayo sayang kita masuk."Ajak Fahmi pada istrinya, setelah berterima kasih pada pegawai hotel tersebut.


"Sama-sama Tuan." Mereka berdua langsung pergi meninggalkan sepasang pengantin baru tersebut.


Setelah memastikan istrinya masuk Fahmi pun segera mengunci pintu kamarnya. Lalu memeluk Asifa dari belakang, yang kini Asifa sedang memandangi dekorasi kamar mereka.


~Gambar hanya pemanis~



Dekapan hangat yang Fahmi berikan membuat debaran jantungnya semakin kencang. Hingga Fahmi pun dapat merasakan debaran jantung Asifa. Fahmi tersenyum bahagia, karena dekapannya bisa membuat Asifa berdebar.


"Suka tidak dengan dekorasi kamar kita?"tanya Fahmi dengan memberikan kecupan hangat di pelipis istrinya.


"Su- suka mas," jawab Asifa dengan gugup.

__ADS_1


"Alhamdulillah..., jika tidak mas minta pegawai hotel ganti sesuai dengan pilihan mu sayang." Ucap Fahmi dengan membalikkan badan istrinya.


Asifa mendongak untuk menatap wajah tampan suaminya itu. Kini keduanya saling pandang satu sama lain. Asifa tersenyum lembut sebelum ia berbicara pada suaminya.


"Asifa suka mas, jadi tidak perlu mas ganti. Lagian anti mubajir, uang bisa untuk yang lainnya. Apa lagi Allah sangat tidak suka dengan orang yang suka mubajir."Ucap Asifa dengan senyum lembut pada suaminya.


"Baiklah. Sayang kita belum sholat dzuhur, ayo kita membersihkan diri. Apakah sayangnya mas mau mandi bersama?"tanya Fahmi, berharap istrinya mau dengan ajakannya.


Mendapatkan ajakan tersebut Asifa membelalak, bukan asing lagi baginya. Sebab keduanya memang sudah pengalaman dalam hal tersebut. Namun ia masih malu jika menerima ajakan suami barunya ini. Asifa yakin jika Asifa mau pasti akan berujung dengan adegan suami istri akan terjadi di antara mereka. Dan yang ada bukan ingin ibadah sholat dzuhur, tapi ibadah surga dunia.


"Mas yakin itu cuma mandi, bukan yang lain? Bukan apa-apa ini kita sudah lewat waktu sholat dzuhur lo?"tanya Asifa dengan hati-hati.


"Eem tidak janji sih. Apa lagi kita sama-sama berpuasa, kalau pun terjadi juga kita sudah halal sayang."Jawab Fahmi dengan senyum menggoda pada istrinya.


Sebagai istri punya kewajiban mengingatkan suami jika salah atau keliru. Bahkan wajib menegurnya jika suaminya lupa, akan kewajibannya untuk beribadah kepada Tuhan sang pencipta.


"Iya ya, maafkan mas yang khilaf ini. Terima kasih sudah mengingatkan di saat mas terlena akan nikmatnya surga dunia ini. Baiklah kalau begitu mas duluan yang mandi, setelah itu adek." Ucap Fahmi, sambil tersenyum an mengusap kepala Asifa. Kemudian mendapatkan kecupan manis di kening istrinya sebelum ke kamar mandi.


"Iya mas, aku akan siapkan bajunya mas." Yang di angguki oleh suaminya itu, sebelum menghilang di balik pintu kamar mandi.


Asifa berjalan ke arah koper milik Fahmi, lalu ia membukanya. Nampak paling atas sajadah, baju koko dan sarung. Asifa tersenyum melihat itu, sebab ia tahu semua sudah di atur sesuai jadwal mereka. Kemudian ia mengambil perlengkapan sholat itu, lalu ia juga mengambil kaos oblong polos warna biru navy. Di tambah lagi dengan celana pendek warna senada, tidak lupa dengan kain segitiga untuk suami. Sesuai dengan susunan suaminya di dalam koper tersebut.


Ya Fahmi sudah menyiapkan semua, sesuai dengan keinginan keluar atau tetap di kamar. Tertata rapi sesuai dengan warna dan gaya nya, sudah seperti model saja.


Asifa meletakkan di di atas sofa yang ada di kamar tersebut. Kemudian ia mencari baju untuk dirinya, di koper miliknya. Ia mengambil baju tunik warna biru muda, lalu bawah celana kulot senada dengan bunga-bunga. Tidak lupa dengan daleman nya, dan kerudung yang instan. Yang di gunakan di dalam, bukan yang untuk keluar.

__ADS_1


Tidak lama pintu kamar mandi terbuka, keluar lah Fahmi dengan handuk melingkar di pinggang menutupi puser sampai lutut. Asifa tersenyum melihat suaminya keluar dengan handuk melingkar di pinggang nya. Terlihat seksi, meski pun Fahmi tidak berotot. Karena Fahmi memang bukan laki-laki yang suka olahraga pembentuk otot.


"Sayang sama mandi mas tunggu, kita sholat berjamaah ya." Perintah Fahmi pada Asifa istrinya.


"Iya mas, aku mandi dulu." Langsung buru-buru masuk kamar mandi. Karena dzuhur sudah lewat satu jam, mereka belum melaksanakan nya. Tidak lupa ia membawa pakaian gantinya itu ke kamar mandi.


Fahmi tersenyum melihat pakaian untuk dirinya sudah siap dua setel untuk santai dan sholat yang memang sudah di siapkan oleh nya. Ia tidak menyangka istrinya tanpa di beritahu pun, sudah paham.


Beberapa menit kemudian Asifa keluar dari kamar mandi. Dengan wajah yang putih mulus dan cantiknya alami. Membuat Fahmi tidak berkedip, melihat perempuan yang di depannya ini bak bidadari yang turun dari kayangan.


"Mas istighfar, kita masih harus melaksanakan sholat lo." Tegur Asifa mendapati suaminya tidak berkedip sekali pun. Saat melihat dirinya keluar dari kamar mandi, dan sampai sudah siap pakai mukena.


"Astaghfirullah...., Masya Allah cantiknya istri mas. Membuat mas tidak dapat berpaling untuk melihat yang lain. Baiklah mari kita laksanakan kewajiban kita, maaf ya gara-gara mas jadi tertunda.


Asifa hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian bersiap di sajadah yang sudah di siapkan oleh suaminya. Tidak lagi menjawab sepatah kata pun, karena tidak ingin menunda-nunda waktu ibadah mereka yang sudah terlambat itu.


Setelah sholat selesai, Fahmi memanjatkan doa kepada Allah SWT. Untuk keutuhan rumah tangga yang mereka bina ini.


"Ya Allah jadikanlah pernikahan ini sebagai ibadah ku pada mu. Jadikanlah kami pasangan yang saling mengingatkan diri dalam beribadah. Berikan lah kami mukjizat mu ya Rabb, kami ingin memiliki keturunan. Dan jadikan kami pasangan yang sakinah mawadah warahmah sampai jannah mu. Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaaban-naar. Aamiin ya rabbal allamin."


Setelah itu Fahmi berbalik badan dan mengulurkan tangannya untuk di sambut istrinya. Dengan senyuman manisnya Asifa menyambut uluran tangan suaminya. Ia mencium tangan suaminya cukup lama, lalu mendongak menatap suaminya dengan senyum bahagia.


Kemudian Fahmi mencium kening istrinya dengan kasih dan sayang. Lalu menatap wajah cantik nan manis di hadapan nya itu.


*****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2