APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
145.Belanja perlengkapan bayi


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu sejak Asifa pergi untuk mengecek kandungan nya. Kini Asifa, Fahmi dan asisten pribadi Asifa, yaitu Lian juga sang supir. Sedang menuju sebuah Mall besar, di salah satu Yogyakarta. Sebab Asifa yang bosan di rumah, minta jalan-jalan ke sebuah Mall.


"Radit nanti setelah parkir di busman, kamu langsung cari kami ya." Perintah Fahmi, pada sang supir.


"Baik pak nanti saya akan menyusul, bapak kasih tahu saja berada di mana dan lantai berapa."Kata Raditya.


"Ya nan saya chat kamu," kata Fahmi.


Tidak ada obrolan lagi, untuk di katakan pada Radit. Fahmi malah senyam-senyum sendiri dengan tangan terus saja mengusap perut Asifa. Ya dia lagi bermain dengan baby yang masih di dalam kandungan istrinya itu.


Asifa juga tidak bisa menahan rasa nikmat, antara sakit dan geli saat si kembar main di dengan sang ayahnya. Ia bahagia bayi di dalam perut nya ini sangat aktif, bahkan mudah sekali di pancing dengan sentuhan tangan siapa pun. Di respon dengan cepat, ketika ada yang menguap perutnya. Sehingga hal itu membuat siapa pun yang mendapat respon tersebut bahagia.


"Sayang, sudah dulu ya mainnya, bundanya sudah capek. Kan kita mau jalan-jalan jadi istirahat dulu ya." Ucap Fahmi pada si kembar, dan menyudahi sentuhannya di perut istrinya.


Lalu memeluk istrinya dan memberikan kecupan hangat di pelipis Asifa. "Maaf ya sayang kalau sudah membuat mu capek dengan tingkat si kembar." Ucap Fahmi pada Asifa.


"Tidak ada yang harus di maafkan. Karena mas itu tidak sepenuhnya bersalah, sebab kita main dengan si kembar. Masih di dalam perut saja sudah seru main dengan mereka ya mas. Apa lagi kalau sudah berada di luar, pasti kita akan di sibukkan dengan kelucuannya si kembar." Ucap Asifa dengan senyum bahagia sambil mengusap perutnya yang besar.


"Iya benar itu, mas jadi tidak sabar untuk bisa bermain dengannya." Ucap Fahmi menimpali ucapan istrinya.

__ADS_1


Tidak terasa mereka sudah sampai di Mall yang mereka tuju. Mobil berhenti di lobby utama Mall tersebut. Fahmi menunggu Asifa turun dari mobil sedan miliknya. Setelah itu ia berjalan menuju dalam Mall yang mereka tuju itu.


Fahmi, Asifa dan Lian sampai di depan sebuah baby shop. Matanya Asifa menangkap pakai bayi perempuan dan3 laki-laki cupple. Tampak lucu dan imut jika di pakai oleh ketiga putra putrinya.


"Mas bagaimana jika kita belanja perlengkapan baby saja." Ujar Asifa dengan menunjukkan arah baby shop.


"Baiklah, kita belanja sekarang." Fahmi setuju dengan yang di inginkan oleh sang istri.


Mereka menuju perlengkapan bayi dari baju setelan yang tadi 3 pasang, dengan model dan warna warni yang sama. Lalu baju laki-laki dan perempuan yang warna biru kuning dan hijau. Sehingga nantinya jika anaknya laki-laki yang dua atau perempuan yang dua baju bisa di gunakan bersamaan.


Kemudian mengambil handuk, bedongan, gendongan, lalu bak mandi. Lalu kereta bayi warna hitam, box bayi dengan warna coklat muda, masing-masing tiga. Fahmi melihat banyaknya barang yang ia beli itu.


"Bisa pak bisa di catat nama dan alamat di sini. Agar nantinya memudahkan pihak pengantar barang-barang bapak dan ibu." Jawab SPG cantik tersebut.


"Baik mbak," lalu mengisi buku nota pengiriman barang, lalu membayarnya barang yang di beli.


"Untuk ongkos kirim berapa mbak?"tanya Fahmi, karena ingin langsung melunasi semuanya.


"Karena bapak sudah belanja banyak barang di toko kami. Maka gratis ongkos kirim pak, insya allah sore ini bara sudah sampai di rumah bapak dan ibu." Jawab SPG tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih kalau begitu. Kami permisi ya." Ucap Fahmi di angguki oleh Asifa.


"Sama-sama pak bu." ucapnya


Kemudian Asifa mengajak ke sebuah restoran yang berada di Mall tersebut. Karena merasa haus dan lapar.


...****************...


Satu bulan berlalu Asifa kini merasa sangat lelah, mata mengantuk namun tidak bisa tidur. Miring kanan salah, miring kiri sama saja tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan Fahmi sudah membuat Asifa tidur setengah duduk dengan tumpukan bantal.


Sudah susah tidur malah di tambah dengan rasa panas. Sehingga kamar AC sudah di setel oleh Fahmi, seperti berada di luar negeri. Yang musim dingin, sebab berbicara saja mulut seperti keluar asap.


Fahmi memakai baju tebal dan baju hangat, layaknya orang yang sedang berada di Korea yang sedang musim dingin. Sedangkan Asifa memakai lingerie, masih bilang panas dan gerah.


Karena istri tidak bisa tidur maka ia dengan sabar dan telaten. Membaca Al-Qur'an, surah Yusuf, Maryam, Ar Rahma, Al Waqiah, Al Mulk. Sampai sholawat untuk menenangkan bayi yang di dalam kandungan istrinya.


Setelah itu baru Asifa tertidur dengan pulas dan nyenyak. Fahmi melirik jam dinding menunjukkan pukul 01:30 WIB, istrinya baru bisa tidur. Lalu Fahmi ikut merebahkan diri di samping Asifa untuk menyusul ke alam mimpi.


*****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2