
"Baik bu, saya akan berusaha untuk yang terbaik. Dan saya akan belajar belajar dari masa lalu. Maafkan saya jika sering membuat ibu kecewakan dan belum bisa membahagiakan ibu. Ibu harus bertahan, sampai saya bisa memberikan kebahagiaan untuk ibu."Ucap Ardi, berharap ibu masih bertahan sampai ia bisa bahagia dengan Salsa. Tentu saja bisa memiliki keturunan dengan Salsa.
"Sayang..., ingat lah kehidupan setiap manusia sudah di tentukan oleh Allah. Bahkan dari manusia itu belum lahir ke dunia ini. Ibu bersyukur jika masih bisa melihat mu bisa menjalankan perjodohan ini. Jika kamu datang salsa bisa bahagia, tanpa kehadiran ibu. Tapi percayalah ibu bisa merasakan kebahagiaan yang kalian rasakan."Ujar bu Gina, dengan suara yang semakin lemah, dan nafas yang semakin sesak.
Ardi menatap iba pada ibunya, lalu di cium kening ibunya. Kemudian tangan bu Gina di genggam dan di ciumnya.
"Mohon doa restu mu bu untuk melaksanakan keinginan mu. Untuk menikahi perempuan pilihan ibu, agar saya bisa membahagiakannya."Ucap Ardi.
"Pasti sayang, tanpa kamu minta ibu akan selalu mendoakan mu." Lalu bu Gina menatap penghulu "Pak bisa di mulai se- karang," kata bu Gina, sudah mulai sulit untuk berucap.
Pak penghulu itu maju bersama dengan pak Gunawarman, di sisi kiri branker Bu Gina.
"Bisa kita mulai Tuan?" tanya pak penghulu pada Ardi.
"B-Bisa pak,"Jawab Ardi, tiba-tiba gugup. Padahal ini bukan lagi pernikahan yang kedua.
"Pak Arman mau sendiri atau di wakilkan?"tanya pak penghulu, dengan memanggil nama belakangnya pak Gunawarman.
"Saya sendiri saja pak."Jawab pak Gunawarman.
"Baiklah kita mulai dengan mengucapkan Basmalah, dan tuan Ardi bisa menjabat tangan pak Gunawarman."Perintah pak penghulu pada Ardi.
"Baik pak," Ardi langsung menjabat tangan pak Gunawarman calon mertuanya.
Dengan tangan gemetar, dan berkeringat dingin karena gugup.
"Jangan tegang tuan ini bukan yang pertama bukan." Kata pak penghulu, dengan senyum menggoda Ardi.
Ardi tidak menjawab atau berkata apa pun, dia hanya tersenyum tipis dan kaku. Karena dia berusaha mengingat nama calon istrinya. Supaya tidak gagal dalam mengucapkan ijab qobul nanti. Dan akan mengecewakan ibunya dan keluarga calon istrinya.
__ADS_1
"Baiklah, bisa di mulai pak."Kata pak penghulu.
Bu Gina pun fokus menatap pada putranya. Setelah mengabsen semua orang yang ada di sekeliling branker nya.
"Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Saudara Ardi Kusuma Dinata, saya nikahkan dan kawinkan engkau, Dengan putri saya Salsabila Gunawarman binti Gunawarman. Dengan maskawin emas 500 gram, di bayar tunai."Ucap pak Gunawarman dan menyentak tangan Ardi.
"Saya terima, nikah dan kawinnya Salsabila Gunawarman binti Gunawarman, dengan maskawin tersebut."Ucap Ardi, saat ijab qobul dengan lantang dan lancar.
"Bagaimana para saksi?"tanya pak penghulu.
"SAH...."Ucap para saksi.
"Alhamdulillah," lanjut pak penghulu membaca doa untuk kedua mempelai.
"Silahkan nona Salsa untuk mendekat pada suaminya."Perintah pak penghulu.
Salsa berjalan memutari branker bu Gina, dan mendekati Ardi yan beberapa menit ini sudah sah menjadi suaminya.
Selesai dengan sesi foto dengan buku nikah, lalu pemasangan cincin nikah. Yang di mulai dari Salsa yang memasang cincin perak pada Ardi. Lanjut dengan mencium punggung tangan Ardi, sebagai penghormatan pada suami.
Kemudian Ardi memasang cincin emas putih, pada jari Salsa. Lalu mengangkat tangan kirinya, dan meletakkan di ubun-ubun Salsa.
“Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa jabaltaha alaihi, wa a'udzubika min syarriha wa syarri maa jabaltaha alaihi.(Ya Allah, aku memohon darimu kebaikan istriku dan kebaikan dari tabiat yang kau simpankan pada dirinya. Dan aku berlindung kepadamu dari keburukan istriku, dan keburukan dari tabiat yang Kau simpankan pada dirinya.)”
Setelah itu Ardi mencium kening Salsa, mereka merasa ada rasa bahagia. Meski pun belum ada cinta di antara keduanya, namun terpancar raut wajah bahagia di sana.
Kemesraan itu di saksikan dengan Asifa, Asifa kini merasa sesak di dadanya. Tidak dapat di pungkiri, rasa sakit di hatinya kini terbuka lagi. Sebisa mungkin Asifa menahan tangisnya dalam diam.
Kini Ardi menatap wajah ibunya yang pucat pasif. Namun terpancar kebahagiaan di wajah itu, terukir senyuman manis nan bahagia.
__ADS_1
Ardi mencium tangan ibunya, "bu, sesuai permintaan ibu saya sudah menjadi suami lagi saat ini. Dan ibu sudah memiliki menantu lagi, sesuai pilihan ibu. Doakan kami bahagia hingga akhirnya hayat." Ucap Ardi, pada ibunya.
"Do-a i-bu ber-sama ka-lian sa-yang."Tetap tersenyum walau susah berbicara, karena sudah melemah semua.
Salsa menggenggam tangan ibu mertuanya, dan menciumnya dengan tulus. "Terima kasih ibu sudah memilih saya untuk menjadi menantu keluarga Dinata."Ucap Salsa.
"Iya sa-yang se-mo-ga ka-lian ba-ha-gia."Ucap bu Gina, lalu mengangkat tangan menarik kepala Salsa. Dengan sekuat tenaga yang tersisa saat ini.
Salsa yang merasakan ada tekanan di kepalanya pun, berinisiatif. Mendekatkan kepalanya pada bu Gina, sesuai arahan tangan itu. Kemudian merasakan hangatnya ciuman di keningnya, yang dilakukan oleh mertuanya. Walau hanya beberapa detik saja, ia mendapatkan rasa kasih sayang ibu mertuanya ini.
Lanjut pada pak Arya dan pak Surya, Ardi dan Salsa mendapat nasihat dari keduanya.
"Berbahagialah dengan menata masa depan bersama. Belajar menerima dan menutup kekurangan masing-masing." Ucap pak Arya untuk keduanya, kemudian pak Arya mengusap kepala dan mencium kening keduanya.
"Ardi jaga dan sayangi istri mu, dan belajar lah dari masa lalu mu. Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya."Ucap pak Surya, dan melakukan hal yang dengan putranya Arya. Yang saat ini Ardi berjongkok dengan kaki satu. Karena pak Surya kini duduk di kursi roda.
"Insya Allah opa,"hanya itu yang terucap dari mulut Ardi.
"Selamat datang di keluarga Dinata, semoga kamu bahagia bersama cucu opa."Ucap pak Surya pada cucu menantu barunya ini.
"Terima kasih sudah menerima Salsa di keluarga Dinata. Insya Allah opa, Salsa akan berusaha semampu Salsa." Lalu mencium tangan opa mertuanya ini, yang sedang duduk di kursi roda. Dan lagi-lagi ia dapat merasakan kehangatan kecupan manis keluarga Dinata.
Kemudian mereka pindah pada kedua orang tuanya Salsa. Yaitu dokter Miranti dan pak Gunawarman, untuk meminta doa restu dan kebaikan.
"Mami saya mengucapkan banyak terima kasih, karena mami mau menerima saya sebagai menantu mami."Ucap Ardi.
"Iya Ardi, mami minta padamu bahagiakan Salsa, melindungi dan menyayangi nya. Mami harap kalian bisa saling menerima kekurangan kalian berdua."Ucap dokter Miranti.
"Insya Allah mi, saya akan berusaha untuk yang terbaik untuk Salsa."Ucap Ardi kemudian mencium punggung tangan mertuanya. Yang di balas oleh dokter Miranti, dengan mencium kening Ardi. Sama dengan yang di lakukan oleh bu Gina.
__ADS_1
Dokter Miranti memeluk putrinya semata wayangnya. "Berbahagialah dengan masa depan mu sayang, lupakan masa lalu mu yang pelik itu." Kemudian mencium kening putrinya.
*****Bersambung.....