APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
"141. Respon dari mereka


__ADS_3

"Iya alhamdulilah tadi sudah terlihat sepasang yang terlihat kelamin nya, yang satu akan menjadi kejutan nanti. Sebab malu di lihat oleh bu dokter. "Asifa dengan ramah dan senyum.


"Waaah, selamat ya nona, tuan. Semoga mereka ini menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Lahir dengan sehat dan selamat semua ibu dan bayinya. Aamiin ya rabbal allamin." Ucap salah satu ibu hamil yang gemas mendengar bahwa Asifa hamil kembar 3 apa lagi sudah ketahuan jenis kelamin nya. Tidak lupa tangannya mengusap perut Asifa tanpa ia sadari.


"Aamiin ya rabbal allamin." Jawab semua yang ada di sekitar Asifa dan Fahmi, begitu juga dengan yang bersangkutan.


"Eh, maaf nona saya gemes banget lihatnya perut nona. Tapi saya senang dapat respon dari mereka yang di dalam." Tersadar ketika merasakan pergerakan dari dalam perut Asifa.


"Iya bu, karena mereka senang ada yang menyapa. Benar kan sayangnya ayah?" tanyanya Fahmi sambil mengusap perut istrinya. Fahmi pun di respon oleh anak-anaknya, yang ada di dalam perut Asifa.


Dan itu tak luput dari perhatian semua orang yang ada di sana. Bahkan ada yang merekam, dan mengajak foto bareng dengan Asifa. Mereka juga izin share di Instagr*m mereka masing-masing. Tak lupa mereka mengtek Instagr*m Asifa dan Fahmi.


Asifa dan Fahmi pun berfoto dengan pose yang romantis. Fahmi tersenyum bahagia dengan memeluk Asifa dari samping, tangan kanan berada di perut Asifa. Tangan kiri berada di pundak Asifa yang kiri. Lalu di unggah di Instagr*m dengan menambahkan sebuah judul menanti kelahiran mereka.



Setelah itu Asifa dan Fahmi pulang ke rumah, karena Asifa sudah kelelahan. Bahkan di dalam mobil Asifa sudah tertidur pulas. Fahmi yang melihat istrinya tertidur pulas pun tersenyum. Dia hanya menggeleng kepala melihat istrinya mudah sekali tidur ketika kelelahan. Dari awalnya kehamilan sampai sekarang istrinya tidak pernah merepotkan sama sekali. Paling dalam hal makanan, sekali waktu itu Asifa minta rujak di jam 10 malam. Syukurnya Fahmi sudah antisipasi dengan buah yang untuk rujak di simpan di kulkas. Dan dari bumbu ia sudah belajar dari ibunya yaitu bu Fatimah.


Sekarang mereka sudah sampai dirumahnya, Fahmi membangun istrinya. Dengan mengusap perut istrinya, itu cara ampuh saat ini. Sebab dengan respon putra putri mereka Asifa bangun dari tidurnya. Karena ada pergerakan dari dalam perut, Asifa bangun mengucek matanya.

__ADS_1


"Sudah sampai ya mas?" tanya Asifa sambil melihat sekeliling, ternyata mereka sudah di halaman rumah.


"Sudah sayang, yuk lanjut di dalam tidurnya." Yang mendaratkan ciuman di perutnya istri dan kemudian keningnya.


"Yuk turun, pelan-pelan sayang."Fahmi membantu sang istri untuk turun dari mobil dan menuju ke dalam rumah.


"Iya mas,"Kata Asifa yang berusaha untuk turun dari mobil dan berjalan masuk. Dengan tubuh yang sudah menjadi dua kali lipat Deri yang sebelumnya. Pergerakan Asifa tidak lagi leluasa saat tubuhnya ramping, di tambah lagi ada tiga nyawa di dalam perutnya.


"Lian, tolong bawakan makan istri saya ke kamar." Perintah Fahmi pada asisten pribadi Asifa.


"Baik pak, saya akan siapkan." Lian segera berjalan ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman yang majikannya.


...****************...


Di ruang kerja AD grup.


Ardi berkutat dengan banyak sekali berkas, hingga ia beberapa hari ini lembur terus. Sedangkan Salsa juga sedikit bawel, tidak mau mengerti keadaan suaminya. Itu menurut Ardi, Salsa terlalu banyak menuntut dirinya. Sehingga tidak bisa memahami suaminya yang sedang banyak pekerjaan di kantor. Malah menuduh dirinya yang tidak-tidak, yaitu membuat dirinya tersudutkan.


Padahal itu semua juga bukan murni kemauan Salsa, karena orang lagi hamil. Sudah pasti orang yang hamil itu akan bawel, manja dan rewel. Sebab itu semua atas kemauan Salsa, melainkan atas kemauan janin yang ada di dalam kandungan.

__ADS_1


"Tuan kenapa terlihat murung, apa ada masalah dengan nyonya Salsa?"tanya Haris, yang melihat Ardi sahabat sekaligus bosnya.


"Iya, pusing sekali saya. Pekerjaan banyak begini dia tidak mau mengerti. Pagi-pagi sekali sudah ribut minta di temani di ke taman belakang. Dan kamu tahu saya di minta jadi tukang kebun. Membersihkan pohon bunga yang daunnya pada mulai kuning, sedangkan kamu tahu sendiri. Mana pernah saya mengerjakan pekerjaan itu, lagian itu sudah ada tukang kebun."Ardi menceritakan masalah yang di alami pagi tadi.


"Lalu tuan tinggal nyonya begitu saja atau bagaimana?" tanya Haris, asisten pribadi Ardi.


"Tadinya mau saya tinggal, belum sempat melangkah ia menangis sejadi-jadinya. Bahkan menuduh saya yang sudah tidak sayang lah, yang mau nikah lagi dengan perempuan yang lebih cantik dan menarik. Sedangkan yang di tuduhkan itu tidak ada semua di pikiran saya. Memikirkan dirinya yang sedang hamil, saja pusing saya. Kalau sampai saya nikah lagi, bisa-bisa pecah kepala ini punya istri hamil seperti itu semua."Jawab Ardi, yang mengeluarkan unek-unek di hatinya.


"Setiap orang hamil itu tingkat kerewelan nya berbeda-beda tuan. Kalau menurut saya nyonya Salsa itu masih tergolong wajar. Berbeda dengan nyonya Asifa, yang mana suaminya sampai mencari asisten pribadi untuk nyonya Asifa. Sebab nyonya Asifa harus di jaga dengan ekstrak, karena sulit melakukan apa pun sendiri. Meski pun nyonya Asifa bisa sendiri, namun tuan Fahmi tidak membiarkan itu semua. Bahkan tuan Fahmi memperlakukan nyonya Asifa bak seorang ratu." Haris menceritakan tentang Asifa yang di perlukan seperti seorang ratu. oleh suaminya.


"Apa Andik bercerita pada mu?"tanya Ardi, yang menebak Haris tahu kehidupan mantan istrinya dari Andik.


"Iya, tapi kalau saya tidak tanya tentang nyonya Asifa juga tidak akan bercerita pada kami." Jawab Haris.


"Ya iyalah, sekarang kan dia juga sibuk dengan tugas yang ia jalani. Membantu mengurus toko kue AZ ZAHRA dan restoran BERKAH BERSAMA. Meski Irgi sudah urus restorannya tetap Andik masih harus pusing. Tidak jauh berbeda dengan mu, yang harus mengetahui semuanya." Kata Ardi, yang tahu itu dari ayahnya.


Ardi tidak lagi memanjakan Salsa, sebab ia yang iri dengan kehidupan mantan istrinya. Yang di manjakan oleh suaminya, bak seorang ratu dari awal pernikahan hingga sekarang. Kalau menurut Ardi itu semua wajar Asifa dapatkan dari suaminya. Tanpa di minta seorang suami akan memperlakukan istrinya yang sedang hamil seperti itu. Namun Ardi merasa perjuangan dirinya sebagai seorang suami tidak di hargai oleh istrinya.


Menurut Ardi istrinya itu cemburu dengan kehidupan Asifa mantan istrinya. Padahal ia juga sudah menjadi suami yang memahami perasaan istrinya. Namun Salsa yang selalu mendapat kan berita tentang Asifa. Selalu membanding-bandingkan dirinya dengan Fahmi, yang mana mereka memang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2