APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
78.Sedang bahagia


__ADS_3

Saat Asifa sedang asik menyaksikan anak-anak pada main di halaman rumah seberang. Ya itu di rumah Kartika ibunya Fitri, mereka sampai seru Atifah, Fitri dan Saena main boneka Barbie.


Asifa merasa sedikit karena selama 7 tahun menikah belum bisa menjadi ibu. Apa lagi sekarang ini di cap sebagai perempuan mandul. Yang artinya tidak ada lagi kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Di saat seperti ini Asifa, sendiri dan sepi, sangat terasa.


Terasa bahwa dirinya adalah perempuan kesepian. Saat ini Asifa membutuhkan teman, dukungan dan support. Untuk memperjuangkan masa depan yang masi panjang. Tidak mungkin jika dia berhenti di sini sementara yang maha kuasa. Masih memberikan waktu panjang untuk menjadi yang lebih baik.


Tapi hari ini terasa hampa, sepi sendiri terus dari pagi. Papa lagi pergi mengurus surat pindah, dan ada keperluan lain. Mamanya dari pagi sibuk mengurus rumah, siangnya pergi ke toko kue AZ ZAHRA. Toko milik nya, sudah mulai ramai dengan banyak pengunjung.


Karena kehadiran pak Herman dan bu Hafsah di hari dukanya keluarga Dinata. Sehingga membuat pelanggan yang membicarakan bahwa beliau owner toko kue AZ ZAHRA. Secara tidak langsung hal itu membuat orang yang belum tahu menjadi tahu.


Apa lagi dari rasa kue yang di jual di toko kue AZ ZAHRA. Sesuai dengan harapan mereka, selain namanya cantik dan ramah. Kuenya sangat enak, apa lagi di toko kue AZ ZAHRA bisa request jika tida ada di ekstalase. Nilai plusnya, para karyawan baik dan ramah tamah pada pelanggan.


Asifa menyangga dagu dengan tangan kanan, mata masih menatap anak-anak. Tiba-tiba ada mobil sport masuk ke halaman rumahnya.



Keluar lah seorang perempuan cantik modis tinggi badan 175 cm. Berkulit putih, Banda langsing, dengan dress warna pink panjang di bawah lutut. Bagian leher bulat, dengan lengan pendek sesiku. Rambut panjang lurus terurai, Mike up natural bibir pink.


"Assalamualaikum nona Asifa."Siapanya seorang perempuan cantik nan seksi.


"Wa'alaikumsalam, Mbak Yosi."Raut wajah berubah gembira. Hilang sudah segala bosan yang sejak pagi hinggap.


"Aduh saya kira siap yang datang ke sini, gimana kabarnya mbak?" tanya Asifa dengan senyum manisnya menyambut Yosi.


"Alhamdulillah baik nona, kalau tidak maka saya tidak akan ke sini." Jawab Yosi membalas senyuman manis Asifa dengan senyum manisnya.


"Eh bisa di rubah dengan panggilan nama saja tidak perlu ada embel-embel nona lagi."Ujar Asifa.


"Memang usia nona berapa, maaf kalau memanggil nama saja takut malah tidak sopan."kata Yosi.


"Saya 27 tahun dan bulan depan insya allah jika masih berumur panjang, 28 tahun." Kata Asifa.


"Berarti kita seumuran dong, bagaimana kalau no eh Asifa juga panggil nama saja."Kata Yosi.

__ADS_1


"Baiklah Yosi, terima kasih atas kunjungannya ke sini."ucap Asifa.


"Oke, sama-sama. Mari kita berteman, pasti bete ya tidak ada teman?"tanya Yosi, melihat Asifa melamun jadi teringat pada diri sendiri. Sebab Yosi tidak suka berteman jika pertemuan pertama tidak nyaman.


"Baik kita teman. Apa dosen cantik ini juga kesepian seperti saya saat ini?"tanya Asifa.


"Betul sekali, kita memiliki status yang sama."jawab Yosi, lalu mereka berdua ngobrol dengan bertukar cerita. Mengenai kehidupan mereka berdua hingga dikagetkan lagi dengan mobil sedan hitam mewah.


Penumpang turun yang ternyata mamanya bersama seorang anak kecil usia 4 tahun. Di susul dengan seorang wanita yang cantik berhijab modern.


"Hai princess .... aku merindukan mu." Ujar Arsila, sangking senangnya lupa ucap salam. Malah langsung memeluk Asifa, dengan sangat erat sampai orang yang dipeluk sesak nafas.


"Hai... assalamu'alaikum," ucap Asifa.


"Wa'alaikumsalam hehehehe, lupa sangking senangnya ke temu dengan mu. Sejak SMP sekarang baru ketemu temen lama."Jawab Arsila.


"Iya maaf ya aku pun sangat kangen sama kamu, boleh pelukan lagi?"tanya Asifa yang sedang bahagia, karena kedatangan teman lama sekaligus sahabatnya saat SMP. Dan mendapatkan teman barunya yaitu Yosi.


"ASIFA..... Aku datang untuk mu."Teriak Diana, membuat kaget semua orang yang ada di halaman. Dan langsung membuat dua bayi menangis.


"Diana,"ucap Asifa dan Arsila bersamaan.


"Oeek oeek."kedua bayi menangis.


"Oh..... sayang... maafkan ibu ya, sudah kebablasan." ucap Diana, berusaha menenangkan bayi nya.


Sementara Fahmi dan orang tuanya sudah turun dari taksi. Langsung berjalan menuju teras bersamaan dengan datangnya pak Herman.


"Astaghfirullah saya sampai lupa, maaf ya mas Fahmi tadi saya bayar berapa ongkos taksinya?"tanya Diana.


"Tidak usah mbak kan tadi kan saya yang menawarkan untuk bareng."Jawab Fahmi.


"Ibu kenapa aku di tinggal?" tanya Aulia, yang sudah berdiri di samping ibunya.

__ADS_1


"Kalian saling kenal atau bagaimana mana nih?"tanya Asifa.


Diana menggeleng kepala sambil menjawab "tidak,"


"Tidak kami ke temu di bandara, dan mbak Diana," Fahmi langsung menceritakan pada Asifa saat mereka di bandara "begitu dek Zahra."Cerita Fahmi.


"Oh ya pak Herman, ini kenal kan kedua orang tua saya. Pak ini pak Herman dan ibu Hafsah." Ucap Fahmi.


"Daryanto," Ucapnya pak Daryanto.


"Herman,"balas pak Herman.


"Fatimah," ucap sambil menangkupkan tangan di depan dadanya.


"Hafsah," melakukan hal yang sama pada pak Daryanto. Lalu saling berjabat tangan dengan antara bu Fatimah dan bu Hafsah.


"Saya Asifa bu," sambil tersenyum manis pada bu Fatimah, tidak lupa mencium tangan bu Fatimah. Menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Oh ini teman baru Asifa, Yosi, kalau mas Fahmi sudah kenal karena teman kerjanya. Dan yang ini teman sekaligus sahabat waktu SMP dulu, Arsila."Ucap Asifa.


"Yosi - Arsila," mereka bersamaan dengan menangkupkan kedua tangannya di dada. Lalu saling salaman dan cipika cipiki dengan Diana.


"Arsila ya Allah, dari tadi anteng aja. Aku sendiri mau tanya belum ada kesempatan untuk bicara." kata Diana dengan kehebohan khas Diana yang memang paling ramai dan kocak di antara teman-temannya.


"Ih aku itu bukan dirimu, yang heboh dan teledor. Untung itu anak mu sama bu Fatimah, coba kalau sama supir taksi saja. Pasti akan di bawa pulang, hilang Deni bocah yang imut ini."Kata Arsila, setengah ngomel pada sahabatnya yang satu ini ia geregetan campur gemes banget.


"Hehehehe maklum kalau sudah menyangkut princess Asifa suka lupa."Ucap Diana, mengatakan yang sejujurnya, memang kalau urusan dengan Asifa suka lupa.


"Kenapa jadi aku yang di jadikan kambing hitam. Itu dirimu sendiri yang masih muda namun sayangnya pikun."Ucap Asifa yang tidak mau di jadikan tempat kesalahan.


"Sudah jangan debat kita masuk saja dulu, lanjut ngobrol di ruang tamu."Ajak pak Herman pada tamunya yang sangat banyak ini untuk pertama kalinya dia tinggal di Jogja ini.


*****Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2