
Setelah itu Fahmi berbalik badan dan mengulurkan tangannya untuk di sambut istrinya. Dengan senyuman manisnya Asifa menyambut uluran tangan suaminya. Ia mencium tangan suaminya cukup lama, lalu mendongak menatap suaminya dengan senyum bahagia.
Kemudian Fahmi mencium kening istrinya dengan kasih dan sayang. Lalu menatap wajah cantik nan manis di hadapan nya itu.
Fahmi memperhatikan wajah itu begitu sempurna cantik yang alami tanpa mike up.
"Sayang boleh mas buka mukena dan hijab nya?"tanya Fahmi, ia sangat ingin melihat Asifa tanpa hijab.
"Boleh mas," jawab Asifa dengan senyum manisnya ia berikan pada suaminya.
Setelah mendengar jawaban istrinya, Fahmi dengan perlahan membuka mukena yang di kenakan Asifa. Lalu ia melipat dan meletakkan di atas meja rias. Berganti dengan hijab instan yang Asifa kenakan itu lepas dari kepalanya.
Tampak cantik dengan rambut yang di cepol asal. Karena Asifa saat mandi tadi tidak keramas, sebab pagi tadi sudah keramas. Supaya tidak basah maka ia ikat dengan di cepol asal.
Fahmi tersenyum melihat Asifa yang lebih cantik jika tidak berhijab. Meski pun kini ia laki-laki ketiga yang melihat aurat istrinya. Tapi ia bahagia sebab ia berharap dirinya laki-laki yang terakhir yang melihat aurat istrinya.
Kecuali Allah memberikan ia kepercayaan untuk memiliki keturunan. Dan Allah juga memberikan mukjizat untuk memiliki anak laki-laki. Dengan begitu ia akan berbagi dengan putranya kelak.
Kemudian ia mengangkat badan dan bertahan dengan lututnya. Kedua tangannya ia angkat untuk melepaskan ikat rambut istrinya.
Asifa berada di dalam lingkaran tangan Fahmi, sehingga ia bisa menghirup aroma khas tubuh suaminya yang maskulin. Dadanya kini semakin berdebar kencang, dengan perlakuan lembut suaminya.
Fahmi sudah selesai melepaskan ikat rambut istrinya itu. Lalu ia mengambil sisir milik nya di meja rias. Dengan lembut Fahmi menyisihkan rambut istrinya yang panjang hampir sepinggang. Sesekali Fahmi mencium rambut panjang Asifa, yang masih wangi shampoo kesukaan Asifa.
Rambut itu terlihat indah, lurus dan lembut. Setelah selesai dengan menyisiri istrinya, Fahmi mengangkat Asifa di pangkuan nya.
"Sayang boleh.... "Belum selesai mengucap.
__ADS_1
Namun Asifa yang sebagai istri faham maksud suaminya. Yang mana ia juga pernah menjadi seorang istri sebelum dengan suaminya. Tanpa ragu Asifa langsung saja menjawab dengan lembut dan senyuman manis.
"Iya mas, apa pun milik ku kini sudah menjadi milik mas seutuhnya. Jadi kapan pun, mas menginginkan aku akan menerima dengan senang hati."Kata Asifa dengan lembut dan senyuman manis.
Tanpa menunggu lagi, setelah mendengar ucapan istrinya. Fahmi mencium kening, pipi kanan dan kiri lalu bibir ranum Asifa dengan lembut. Melu**t dengan lembut bibir Asifa itu, namun tidak lama ia menyudahi.
"Sayang menginginkan lebih dari ini apa sayang sudah siap?"tanya Fahmi.
"Asifa siap mas, ini juga kewajiban ku melayani suami ku. Maka lakukan lah mas, sampai mas bisa melepaskan hasrat mas." Jawab Asifa dengan senyum manis.
Fahmi tersenyum bahagia dengan jawaban istrinya. Tanpa menunggu lama ia mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. Lalu melepaskan baju istrinya satu persatu, dan miliknya sambil di iringi doa melepas pakaian.
"Bismillaahil Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwa.” “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya.”
Agar kita terlindungi dari godaan setan atau jin yang melihat kita tanpa tertutup pakaian sehelaipun.
Fahmi juga tidak lupa untuk membaca doa sebelum melakukan hubungan intim dengan istrinya. Karena ia melakukan itu juga bukan hanya sekedar memenuhi hasrat atau hawa nafsunya. Ia melakukan nya untuk kewajiban dan ibadah agar menjadi pahala di dalam pernikahan nya. Terlebih lagi untuk istrinya yang sudah melayani dirinya dengan baik.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami."
Tujuan doa ini supaya Allah memberikan rezeki berupa keturunan dari hubungan intim suami istri. Serta diharapkan anak keturunan bisa dijauhkan dari setan dan terhindar dari hal-hal buruk.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda apabila ditakdirkan memiliki keturunan, maka ia (anak tersebut) tidak akan diganggu (dibahayakan) oleh setan selama hidupnya.
"Aak.... mas." Teriak Asifa, saat miliknya Fahmi menerobos miliknya.
"Maaf ya, mas terlalu semangat." Lalu Fahmi melembutkan permainan nya.
__ADS_1
Maka siang menjelang sore ini, sepasang pengantin baru itu menikmati surga dunia. Fahmi tersenyum bahagia setelah ia selesai melepaskan hasrat nya pada istrinya. Ia sangat puas dengan pelayanan istrinya yang baginya begitu sempurna.
"Terima kasih sayang." Yang langsung melepaskan diri dari penyatuan. Lalu memeluk istrinya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Fahmi pun mencium kening istrinya cukup lama, sebagai tanda sayang nya pada istrinya tercinta.
"Iya mas," dengan senyuman manis pula ia berikan pada suaminya.
"Sayang, kok milik mu masih sempit ya? padahal ini yang entah ke berapa kali adek melakukan nya. Apa karena sudah lama tidak melakukan ini, sehingga kembali sempit? Jujur mas bahagia dan puas bisa merasakan kenikmatan ini dengan mu." Fahmi mengeluarkan unek-unek nya yang ia rasakan sensasi itu saat masih bermain tadi.
Pertanyaan itu membuat Asifa merasa malu, dan bersembunyi di dalam dekapan hangat suaminya. Yang menyembunyikan wajahnya di dada bidang Fahmi. Setelah beberapa saat Asifa pun menjawab, tapi tetap dalam persembunyian nya.
"Mungkin itu juga yang milik mas aja yang jumbo." Jawab Asifa tidak mau memperlihatkan wajahnya.
"Iya kah? berarti adek juga puas dong, tidak hanya mas saja yang merasa puas?" tanya Fahmi memastikan apakah istrinya puas dengan miliknya.
Asifa hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan suaminya. Sebab ia memang merasakan itu, karena ia bisa akui. Jika Fahmi lebih perkasa dari Ardi, dari durasi waktu pun Fahmi lebih panjang. Namun ia juga berfikir mungkin karena Fahmi usianya yang lebih muda dari Ardi.
Atau mungkin pola hidup mereka yang berbeda, sehingga itu juga mempengaruhi. Dan satu lagi, miliknya Fahmi lebih besar dari mantan suaminya. Hal itu ia merasakan seperti baru merasakan yang pertama kali. Namun sudah tidak berdarah lagi, sebab dirinya memang bukan perawan lagi.
Fahmi tersenyum senang dengan jawaban istrinya, kalau miliknya lebih jumbo. Itu artinya bahwa miliknya lebih besar dari mantan suaminya. Dan dirinya pun senang karena istrinya juga merasakan kepuasan seperti dirinya.
Apa lagi ia bisa merasakan saat penyatuan tadi, istrinya berteriak. Serasa sedang melakukan hubungan suami istri yang pertama kali. Dan seperti mendapatkan istri yang masih perawan. Namun tidak ada darah perawan nya, sebab istrinya memang bukan perawan.
"Terima kasih ya sayang, mas juga merasa seperti mendapatkan istri yang masih perawan." Ucap Fahmi dengan mendekapnya mesra dan penuh kasih sayang ke istrinya itu.
"Mandi yuk, ashar sudah lewat. Setelah itu kita makan di luar, di restoran dekat sini saja atau mau di kamar saja?" tanya Fahmi.
"Iya mas. Makan di kamar saja aku masih capek. " Jawab Asifa, karena memang ia merasa lelah.
__ADS_1
Tanpa aba-aba Fahmi duduk, dan langsung mengangkat Asifa ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Lalu melaksanakan kewajiban nya sholat ashar, yang sudah lewat setengah jam.
*****Bersambung.....