
"Mau makan sendiri apa mas suapin?"tanya Fahmi.
"Aku mau makan sendiri aja mas." jawab Asifa dengan senyum bahagia. melihat makanan yang menggugah selera di depan matanya.
"Baiklah makan yang banyak ya biar sehat terus." Kata Fahmi.
"Amir pimpin doa sayang." Perintah pak Herman.
"Baik kek." Jawab Amir cucu pertama pak Herman.
Langsung saja Amir memimpin doa makan, lalu semua makan dengan hikmat. Dalam suasana yang penuh dengan kebahagiaan yang tiada tara. Membuat kedua keluarga ini selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan pada keluarga mereka.
Apa lagi melihat Asifa yang makan dengan sangat lahap membuat yang melihat ikut senang. Bahkan minta nambah pada Fahmi, dengan senang hati Fahmi mengambil kan semua apa yang di mau istrinya.
"Ini sayang,"Fahmi memberikan sepiring penuh untuk istrinya.
"Iya mas, terima kasih," langsung memakan makanan itu.
Setelah selesai makan Asifa, Fahmi mengusap bibir istrinya dengan tissue kering. Sambil tersenyum manis pada istrinya, yang kini menatap wajah nya.
"Sudah bersih," ucap Fahmi.
Asifa sangat bahagia ketika diperlukan seperti ini, sehingga ia merasakan kasih sayang nya Fahmi hanya untuk dirinya saja. Dan itu memang benar adanya, tidak akan ada yang dapat menggantikan posisi di hatinya.
"Makasih ya mas selalu perhatikan aku." Ucap Asifa.
"Itu sudah menjadi kewajiban seorang suami harus memperhatikan istrinya. Supaya nanti tidak ada yang memberikan perhatian pada istri ku ini. Bisa berantakan lagi rumah tangga kita ini, apa lagi segera sudah ada kehidupan baru di sini. Yang sangat membutuhkan perhatian juga dari ayah nya, tidak cuma bunda nya yang harus di perhatikan."Kata Fahmi penuh dengan kelembutan, sambil mengusap perut istrinya yang masih rata.
"Iya ya, mas itu ponsel kok pada kompak sih bunyinya. Punya aku apa juga akan seperti itu, tapi aku tidak bawa." Keluh Asifa.
__ADS_1
"Biar saja lah sayang paling juga berita tentang kebahagiaan kita yang lagi jadi bahan perbincangan para netizen. Secara istriku ini selebgram, yang selalu membuat orang lain iri, saja." Ujar Fahmi.
"Betul, betul, betul. Hahahaha." Semua kompak tertawa, setelah mengikuti kata-kata yang sedang viral film.
"Tapi aku pengen lihat mas," rengek Asifa.
Tanpa bicara Fahmi memberikan ponsel miliknya pada istrinya. Dengan senang Asifa langsung melihat isi berita tersebut. Dari berita sang suami marah saat di restoran, dengan pengunjung yang memang ia kenal orang tersebut.
Asifa menatap wajah suaminya yang tersenyum, yang ia kira suaminya tidak bisa marah. Ternyata serem juga jika marah, itu yang pertama ia cerna. Lalu ia mencerna ucapan pak Djohar, yang meminta maaf pada suaminya dan keluarga Dinata dan keluarga Hermansyah melalui Irgi.
"Memang siapa perempuan itu mas kenapa ia mengatakan seperti itu pada mas?" tanya Asifa.
Walau Fahmi sudah menceritakan tentang kisah hidupnya dulu di masa lalu. Namun tidak pernah tau siapa nama mantan istrinya dari suaminya ini.
"Dia Lasmi mantan istri mas, sayang." Jawab Fahmi dengan santainya.
"Pantas ayah juga ingin aku mengundang mereka ke acara tersebut, itu pasti dengan maksud untuk membuat mata perempuan itu melek. Dan secara tidak langsung ayah mengingatkan pada pak Djohar, harus hati-hati pada jika tidak ingin gulung tikar karena ulah istrinya."Lanjut Asifa.
"Apakah ada kata-kata buruk Lasmi pada mu sayang?" tanya Fahmi menatap serius pada istrinya.
"Iya, saat itu aku lagi telpon pak Djohar, untuk jual perhiasan yang dari ibu. Itu juga atas rekomendasi dari ayah, kalau aku harus menghubunginya. Tapi yang angkat istrinya, bahkan Asifa di tuduh merayu suaminya. Karena sudah jadi miskin setelah di ceraikan oleh Ardi Kusuma Dinata. Dan mengatakan bahwa aku pelakor, yang sedang mengincar suaminya yang kaya raya."Cerita Asifa yang apa adanya dan tanpa terasa air matanya mengalir di pipinya.
Fahmi langsung menarik ke dalam pangkuan memeluknya erat dan sesekali mencium kepala istrinya. Membiarkan istrinya menangis sesenggukan itu sampai tenang, matanya menatap Andik yang juga menatap nya. Memberikan isyarat pada Andik, untuk mengawasi Lasmi agar tidak sampai bertemu dengan istri dan dirinya.
Pernyataan Asifa membuat kedua orang tuanya kaget, kenapa baru bicara setelah sekian lama. Dan itu karena di tanya oleh suaminya, jika tidak maka mereka tidak pernah tahu jika Asifa di maki dan di hina oleh mantan istri menantunya itu.
Orang tua Fahmi pun sama kaget nya ketika mendengar menantunya merendahkan dan menghina menantu barunya ini. Biar bagaimana pun waktu itu mereka belum bertemu dengan Asifa. Tapi dengan semua cerita putranya ia yakin Asifa putri yang baik di masa yang akan datang.
Andik yang sudah yakin hal itu akan terjadi pada adiknya ini. Andik sangat menyayangi Asifa seperti ia menyayangi Sifana adik kandung nya. Ia segera memerintahkan seseorang untuk mencari tau tentang pak Djohar. Tindakan apa yang di ambil setelah istrinya membuat ulah di tempat umum dengan suaminya Asifa.
__ADS_1
Iya paham akan tatapan mata Fahmi yang meminta dirinya untuk berjaga-jaga agar Fahmi dan Asifa tidak sampai bertemu dengan mereka lagi. Untuk menghindari perdebatan di antara mereka yang akan berdampak buruk untuk mereka. Karena dari pertemuan itu akan menambah rasa sakit hati dan kebencian di kedua belah keluarga.
Bukan berarti tidak suka dengan Lasmi dan suaminya. Tapi menghindari hal yang menimbulkan sesuai yang tidak dapat di prediksi. Apa lagi Fahmi sudah hafal tabiat mantan istrinya itu
Setelah beberapa saat Asifa tenang, Fahmi pun baru membersihkan air matanya. Setelah itu ia mencium kening, mata dan kedua pipinya.
"Mulai sekarang tidak akan mas biarkan siapa pun bikin sayang ku ini menangis lagi dengan air mata kesedihan. Cukup menangis dengan air matanya kebahagiaan. Ingat ya sayang, di sini sudah ada buah cinta kita. Ia adalah sumber kebahagiaan kita kelak, jadi jangan lagi mengingat yang buruk dan memicu kesedihan ya. Kasihan nanti baby akan ikut bersedih dan itu akan berdampak buruk untuk baby sayang." Fahmi berbicara dengan penuh kasih sayang pada istrinya.
"Iya mas, tapi nanti mas kalau jangan kayak gitu ya aku."Pinta Asifa, membuat yang lain tersenyum lebar melihat tingkahnya.
"Kalau istrinya model kamu ini mana ada suami yang bisa marah sayang. Kalau di rumah ini sepi pasti mas sudah hukum kamu di kamar."Kata Fahmi dengan senyum menggoda.
"Eh emang aku salah apa mau di hukum di kamar?"tanya Asifa.
"Lihat jam dinding itu, sebagai istri harus bisa mengingatkan suami untuk sholat. Ini karena momen kebahagiaan kita, semua sampai lupa belum sholat dzuhur sayang." Menunjukkan ke jam dinding yang sudah pukul 12:15 WIB.
"Astaghfirullah ya sudah kita sholat berjamaah saja di ruang keluarga. Tapi kalau tetap mau masjid pasti telah. Soalnya di sini tidak seperti di perumahan xxx, dek masjidnya."Kata Asifa yang mengatakan yang sebenarnya, keberadaan masjid di sekitar rumah nya agak jauh dari rumah.
"Ya sudah sekarang sayangnya mas duduk di sini jangan ke mana-mana. Sampai mas keluarga dari kamar, buat ambil alat sholat kita semua." Kata Fahmi sambil memindahkan istrinya dari pangkuannya ke kursi.
"Baiklah, yang lain boleh mulai ambil wudhu dulu sambil menunggu alat sholat yang saya
saya ambil boleh ambil antriannya." Ucap Fahmi, sambil tersenyum manis.
"Ya sayang, lebih cepat lebih baik." Ucap bu Fatimah.
Yang lain langsung bergantian wudhu, dan Asifa hanya mengangguk dan duduk manis. Fahmi ke kamar untuk Ambil mukena dan sajadah saja, sebab yang laki-laki pada pakai celana panjang.
*****Bersambung.......
__ADS_1