
Berbagai macam vitamin dan makanan juga terkontrol oleh dokter spesialis kandungan dan juga dokter Miranti sang ibu. Bahkan dokter Miranti tidak mengizinkan dulu dokter spesialis kandungan. Jika putrinya minta pulang sampai benar-benar dalam kondisi bagus, yaitu kondisi ibu dan janin.
"Aamiinn. Terima kasih mas sudah mau memperjuangkan rumah tangga kita. Dan mengikhlaskan Asifa, untuk bahagia bersama laki-laki lain."Ucap Salsa, Ada rasa bahagia ketika mendengar jawaban suaminya yang sekarang hanya memikirkan dirinya dan calon anaknya.
"Iya sayang, makan siang dulu itu makanan sudah di antar. Atau mau makan yang lain, biar mas carikan di luar?" Ardi ingin istrinya makan yang banyak, supaya keadaan bayi yang di kandung istrinya tumbuh kembang sehat.
"Ini saja mas, tapi aku lagi pengen juga apel."Jawab Salsa.
"Ya sudah, sekarang makan dulu setelah itu mas carikan jus apel nya ya." Kata Ardi, yang sudah siap untuk menyuapi Salsa. Dengan senang hati Salsa menerima suapan dari suaminya.
...****************...
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kini usia kandungan Asifa sudah memasuki bulan tujuh. Kini perut yang begitu besar, membuat Asifa susah untuk bergerak. Karena Asifa mengandung bayi kembar tiga, dan hari ini jadwalnya untuk kontrol ke dokter kandungan.
Fahmi menjadi suami siaga, di jadwal kontrol ke dokter kandungan. Selalu menemani sang istri, bahkan ia sudah pasang jadwal di ponselnya. Di setel sehari sebelum jadwalnya untuk ke dokter kandungan. Kini Asifa sedang bersiap untuk pergi ke dokter kandungan. Fahmi membantu bersiap, kini ia memasangkan kaos kaki sang istri.
"Sudah siap, yuk kita berangkat sayang."Ajak Fahmi yang sudah membawa tas selempang istrinya dan menggandeng tangan istrinya.
"Iya mas, terima kasih ya mas sudah bantu aku dengan sabar."Ucap Asifa.
"Itu sudah kewajiban mas sayang, untuk membantu istri mas. Yang sekarang sedang kerepotan juga karena mas. Dan seharusnya mas yang banyak-banyak berterima kasih padamu sayang. Karena sayang sudah berjuang untuk putra-putri kita, bahkan ini sangat menyulitkan mu." Ucap Fahmi sambil mengusap perut Asifa yang besar itu.
"Kan ini juga yang aku inginkan mas, dan ini kita belum tahu laki-laki semua atas perempuan semua. Atau salah satu dari mereka laki-laki atau perempuan. Sebab kemarin pas kontrol belum bisa di lihat, saat di USG."Kata Asifa, mengatakan bahwa mereka belum tahu jenis kelamin nya.
"Semoga sayang, di dalam sini salah satunya laki-laki atau perempuan. Jadi pas lengkap, jadi sayang tidak perlu hamil lagi. Supaya cukup sekali hamil saja, mas tidak tega melihat sayang seperti ini."Kata Fahmi, yang mengatakan bahwa dirinya tidak tega.elihat Asifa yang kesulitan di setiap mau beraktifitas.
__ADS_1
Sehingga ia minta Andik mencarikan asisten pribadi Asifa, untuk menjaganya di saat di rumah sendiri. Sedangkan dirinya masih haru ke kampus, dan restoran. Kadang juga mendadak pergi ke Jakarta atau Surabaya untuk melakukan pertemuan dengan klien. Yang di dampingi oleh Andik, sebab sekarang Zaki sudah fokus dengan perusahaan milik mertuanya. Yaitu perusahaan milik orang tua Yosi, yang kini di serahkan padanya.
Kini Asifa sudah sampai di rumah sakit, duduk di kursi antrian menuggu di panggilan. Ada beberapa wanita yang kenal ada yang tidak. Karena Asifa pakai masker, begitu juga dengan Fahmi. Sehingga mereka tidak tahu jika Asifa dan Fahmi ada bersama mereka.
"Nyonya Asifa Az Zahra." Panggil suster.
"Iya saya sus," jawab Asifa, yang berusaha untuk bangun dari duduknya.
Fahmi dengan sigap membantu sang istri dengan mengulurkan tangannya untuk membangunkan istrinya dari duduknya.
"Ayo sayang," ucapnya dengan penuh kasih sayang ia membantu.
"Nona Asifa, Masya Allah tidak menyangka dari tadi bersebelahan." Ucapnya perempuan hamil muda yang di sebelah Asifa.
"Iya mbak, saya duluan ya."Kata Asifa dengan senyum ramah, di balik masker.
Asifa dan Fahmi masuk dengan bergandengan tangan, membuat semua mata yang berada di sana memandangi mereka hingga tertelan pintu.
"Benar-benar tidak menyangka ya kita bisa kontrol bareng nona Asifa. Dan kini saya percaya kalau nona Asifa benar-benar tidak mandul. Itu tuan muda Ardi saja yang tidak sabar, untuk memiliki keturunan." Komentar orang yang duduk tidak jauh dari Asifa tadi.
"Iya, faktanya sekarang hamil besar sekali, apa jangan-jangan kembar ya?" tanya yang tadi menegur Asifa.
"Eh gimana kalo mereka keluar kita tanya langsung. Sepertinya nona Asifa itu baik, begitu juga suaminya. Setidaknya kita tahu langsung dari sumbernya, bukan lagi katanya." Usul dari yang lain, dan di angguki oleh yang lainnya.
Sementara yang di dalamnya ruangan, Asifa kini sudah berbaring di branker. Sang dokter pun sudah siap dengan alat untuk mengetahui apa jenis kelamin, bayi yang di dalam kandungan Asifa.
__ADS_1
Kini ayat tersebut sedang berputar-putar di perutnya Asifa. Ke kanan-kiri atas dan bawah, hingga berhenti di beberapa titik.
"Semua bagus ya bu. Dari detak jantung bagus, berat badannya juga berkembang dengan baik. Dan untuk jenis kelamin nya juga sudah tampak ya bu. Yang ini perempuan dan ini laki-laki, yang satu lagi sepertinya akan menjadi kejutan untuk ibu dan bapak." Ujar sang dokter cantik yaitu dokter Tsaniyah Zulaikha.
"Alhamdulillah,,,,, kan sayang benar pasti di antara mereka ada yang perempuan atau laki-laki."Ucap Fahmi yang senang karena harapan nya benar di dengar Allah SWT.
"Ya alhamdulilah mas," ucap Asifa juga senang, yang sudah tidak sabar dengan kehadiran mereka.
"Suster tolong di bantu bu Asifa ya, untuk bersihkan jell nya." Perintah dokter Tsaniyah.
"Baik Dok," jawab suster.
Asifa di oleh suster untuk membersihkan jell tersebut. Kemudian membantunya untuk turun, yang juga di bantu oleh Fahmi. Dokter memberikan resep vitamin untuk Asifa, keduanya keluar setelah mengucapkan terima kasih.
Saat sampai di luar Asifa langsung di hadang oleh para bumil lainnya. Yang jelas mereka ingin tahu tentang Asifa dan kandang Asifa.
"Nona, saya mau tanya sedikit boleh?"tanya yang tadi duduk di sebelah Asifa.
Asifa bertanya pada Fahmi dengan tatapan matanya. Fahmi yang faham hanya mengangguk sebagai jawaban, setuju.
"Kalau boleh tahu ini hamil biasa apa kembar ya? Maaf soalnya besar sekali perut nona?"tanyanya.
"Iya mbak, ini kembar tiga. "jawabnya, Asifa dengan senyum manis pada mereka.
"Wah selamat ya nona, semoga lancar ya saat melahirkan nanti. Apakah sudah terlihat jenis kelamin nya?" tanyanya.
__ADS_1
"Iya alhamdulilah tadi sudah terlihat sepasang yang terlihat, yang satu akan menjadi kejutan nanti. Sebab malu di lihat oleh bu dokter. "Asifa dengan ramah dan senyum.
*****Bersambung.......