
Ke esok kan harinya, Yosi pergi ke Mall di temani oleh mbok Win. Dan sopir pribadi papinya lah yang mengantar kan. Karena masih baru, dan pikiran belum stabil pak Yuda tidak mengizinkan Yosi membawa mobil sendiri.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah Mall yang ada di Yogyakarta. Yosi tidak hanya mengajak mbok Win saja, pak Harto pun di ajak oleh Yosi.
Di toko pakaian Yosi berhenti, apa lagi itu pakaian untuk orang tua seperti pak Harto dan mbok Win. Tanpa pikir panjang yosi mengambil beberapa potong baju atasan dan bawahan. Untuk mbok Win dan pak Harto, melihat body mereka. Yosi sudah tau ukuran nya, maka tanpa bertanya lagi. Lalu ia juga mengambil lagi untuk para pekerja di rumah. Seperti tukang kebun, satpam,dan Art di rumah nya.
Tapi untuk di sendiri ia tidak membelinya sama sekali. Setelah belanja Yosi mengajak mbok Win dan pak Harto ke restoran. Karena sudah waktunya makan siang dan ia pun merasa lapar.
"Mbok,pak kita masuk restoran ini ya, aku lapar sekali."Ajak Yosi, pada keduanya.
"Boleh non, ini juga sudah waktunya makan siang." Ucap mbok Win.
Mereka memilih restoran cepat saji, karena Yosi belum terbiasa masuk restoran yang khas Indonesia. Kalau restoran cepat saji itu bebas orang masuk, terutama orang asing. Mau milih restoran Jepang, takut tidak cocok dengan lidah pak Harto dan mbok Win. Makanya Yosi memilih restoran yang bisa di sukai oleh siapa saja.
"Saya mau pesan tiga ayam krispi bagian dada ya plus nasi, minum air mineral saja." Pesan Yosi pada pelayan restoran.
"Baik Miss, mohon di tunggu ya." Ucap pelayan tersebut,
"Oke," jawab Yosi dengan ramah.
Yosi langsung membagikan paper bag tersebut pada pak Harto dan mbok Win. Lalu memberikan pesan pada mbok Win, untuk memberikan bagian para pekerja yang lain.
"Terima kasih non, nanti akan saya berikan pada mereka." ucap mbok Win.
"Ya mbok, saya terima kasih sudah di temani untuk keluar rumah." Ucap Yosi pada mbok Win.
__ADS_1
"Apa saja yang non inginkan insya allah saya akan menemani dan ikuti non Yosi. Yang penting non tidak murung lagi, itu sudah membuat kami ikut senang." Ucap mbok Win, sedangkan pak Harto hanya mengangguk dan tersenyum.
Mereka bertiga makan dengan hikmat tanpa memperdulikan pandangan orang di sekitarnya. Setelah itu mereka menuju musholla untuk melaksanakan sholat dzuhur. Walau pun Yosi lahir dan di besarkan di negara Jepang. Yosi selalu di ajarkan untuk taat beragama Islam. Meski pun Yosi belum bisa menutup aurat, tapi sholat tak pernah ia tinggal.
Setelah itu lanjut keliling Mall sebelum pulang ke rumah, karena Yosi sudah merasa cukup lelah. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, karena sudah cukup banyak yang di beli barang-barang branded.
Setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah. Yosi langsung ke kamar, lalu membersihkan diri dan sholat ashar. Setelah itu Yosi merebahkan diri di tempat tidur untuk istirahat karena sangat lah lelah.
Malam hari nya kini Yosi sudah berada di meja makan bersama papinya. Pak Yuda senang melihat putri semata wayangnya sudah terlihat ceria kembali.
"Honey, besok kita ke kantor ya kamu harus belajar mengelola perusahaan kita." Ujar pak Yuda pada putrinya.
"Maaf Pi, aku tidak bisa dan tidak siap jika harus pegang perusahaan. Apa lagi aku ini kan perempuan, gak lucu rasanya jadi CEO. Papi carilah orang kepercayaan untuk mengurus perusahaan kita." Kata Yosi dengan nada malas jika membahas tentang perusahaan.
"Lebih tepatnya mertua dan istri, bukan orang tuanya." Ketus Yosi. Mengingat kisah cintanya yang kandas yang di dasari oleh pengkhianat. Dan kebohongan serta kebodohan mantan suaminya.
"Iya itulah, ya sudah lalu rencana mu bagaimana honey?" tanya pak Yuda pada putrinya.
"Aku ingin tetap menjadi dosen Pi, selama aku belum memiliki keluarga. Karena aku kalau sudah berkeluarga lagi dan memiliki anak aku akan berhenti dan fokus pada keluarga saja." Jawab Yosi dengan gamblang.
"Baiklah jika itu keinginan mu, papi doakan semoga cepat dapat tempat kerja atau kampus yang menerima mu sebagai dosennya sesuai dengan bidang mu. Papi heran kenapa kamu itu bisa tahu semua materi bisnis, tapi tidak bisa menjalankan bisnis." Ujar pak Yuda.
"Praktek itu lebih sulit Pi, aku menjadi penasehat saja. Hehehe," ujar Yosi sambil cengengesan.
"Baiklah honey, papi harap sewaktu waktu papi butuhkan kamu harus sigap." Ucap pak Yuda.
__ADS_1
"Siap tuan," ucap Yosi sambil memberi hormat pada papinya.
"Sudah pintar ya sekarang, semakin lancar bahasa Indonesia mu." Ucap pak Yuda,. senang putrinya banyak kemajuan. Memang sejak di Indonesia pak Yuda menghilangkan bahasa Jepang di dalam rumah nya. Hanya di waktu tu tertentu saja mereka gunakan, agar tidak di ketahui oleh para pekerja di rumahnya. Jika itu adalah hal yang penting dan tidak ada yang boleh di ketahui oleh orang lain.
"Harus dong putrinya siapa?" tanyanya dengan nada bangga nya.
"Yuda Chandrawinata." Jawab pak Yuda, dengan senyum bahagia. Melihat putrinya sudah ceria kembali,. dan tidak lagi murung seperti kemarin.
"Ayo kita makan ini makan sudah mulai dingin. Kasihan mbok Win kalau harus panasin lagi." Ujar pak Yuda.
"Ye dari tadi yang ngajak Yosi ngobrol kan papi. Yo ah dah lapar banget nih." Timpal Yosi, yang langsung mengambil makanan ke piring miliknya. Setelah itu ia mengisi piring milik papinya, beserta lauk pauknya.
Setelah makan kedua sibuk dengan urusan masing-masing. Pak Yuda masuk ruang kerjanya, untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Sedangkan Yosi mencari informasi tentang pekerjaan yang ada di kampus universitas Yogyakarta. Ia hanya ingin mengajak di kampus universitas Yogyakarta yang tidak jauh dari rumah. Sebab ia juga belum tahu di wilayah Indonesia ini, untuk sementara ia akan di temani supir pribadi papinya untuk berangkat ke kampus.
"Semoga bisa masuk di universitas Islam xxxx Yogyakarta ini. Bismillah bisa masuk dan bisa hidup lebih baik dari sebelumnya, aamiin." Gumannya Yosi.
Setelah mengirim CV melalui Imail Yosi memilih untuk istirahat. Karena waktu juga sudah malam, ia juga merasa lelah karena dari pagi hingga sore berada di Mall besar xxx Yogyakarta. Tak butuh waktu lama Yosi sudah berada di alam mimpi.
*****Bersambung.....
Hai ... teman-teman maaf ya baru nongol ni author...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya biar author tambah semangat update terbaru besok.
Insya Allah besok update lagi....
__ADS_1