
"Kok kakak ipar?"tanyanya pada Asifa.
"Bukan kah anda menikah dengan mantan suami ku yang tidak lain kakak angkat ku?" tanya Asifa balik.
Ini lah sifat Asifa yang sesungguhnya, jika sudah bisa melupakan segala masalah. Dia bisa beramah tamah kembali dengan orang yang memberi masih.
"Ah sahabat ku sudah kembali lagi." Diana langsung memeluk Asifa di susul Arsila.
Arsila dan Diana menyerahkan bayinya pada suatu mereka. Karena ingin leluasa bersama sahabatnya, hal itu tidak membuat para suami mereka kesal. Karena jarang mereka dapat berkumpul seperti ini.
Yosi maju bersama dengan perempuan berhijab cantik, dengan perut sedikit buncit. Asifa menatap nya dari atas ke bawah, tapi tidak mengenali nya sama sekali. Karena Anisa saat ini berbadan besar dan berkaca mata. Sedangkan suaminya menatap wajah Asifa yang bingung itu, merasa lucu.
"Asifa apa kamu tidak mengenali ku?"tanya Anisa. Tadi sahabat nya yang lain juga, tidak mengenalinya sama dengan Asifa.
"Memang kamu siapa ya?"tanya Asifa, dengan mengingat siapa yang ada di depannya ini.
Anisa menoleh pada suaminya, kemudian menggandeng tangan suaminya.
"Kenalin aku Anisa dan ini suamiku Henry, teman SMP mu Asifa." Anisa mengulurkan tangannya, di sambut oleh Asifa.
"Ya Allah... Anisa uh pantas lah aku tidak mengenali mu. La kamu sekarang sudah jadi emak-emak sudah mau punya dua lagi."Kata Asifa dengan senyum menggoda.
"Iya aku emang emak-emak, makanya badannya juga bengkak. Beda lah sama kamu yang kembali jadi perawan."Dengan bibir manyun.
"Tapi Henry itu siapa?"Asifa mengalihkan pembicaraan dengan Anisa.
"Saya yang duduk di belakang mu, waktu dia kelas."Jawab Henry, membuat Asifa membelalak.
__ADS_1
"Astaghfirullah si kutu buku, kamu berubah 180° ya. Pantas Anisa makin cinta aja." Kata Asifa, secara tidak langsung membuka kartu Anisa.
"Asifa kenapa buka kartu ku sih."kesal Asifa sambil menunduk dan menyendar pada Asifa. Tapi karena lupa jika Asifa masih sakit kakinya. Sehingga keduanya terhuyung ke samping, untuk ada Arsila dan Diana.
Henry pun langsung menarik lengan istrinya, dan mendekapnya. Ia tau kalau istrinya malu ketahuan, jika mencintai dirinya sejak masih SMP dulu.
"Tidak apa-apa sayang, aku juga sudah tahu kalau kamu itu mencintai ku. Makanya aku memilih mu untuk menjadi istri ku, karena aku tidak ingin hanya mencintai tapi juga di cintai."Mendaratkan kecupan di kening istrinya.
"Kamu tahu dari mana? kalau aku mencintaimu?"tanya Anisa, dengan menatap suaminya.
"Dari sini,"jawabnya sambil menunjuk mata Anisa.
"Aduh... So sweet banget sih, kami ini jomblo lo. Apa gak kasihan gitu," Kata Yosi sambil merangkul pundak Asifa.
"Eh kamu yang jomblo bukan Asifa. Lihat tu calon suaminya sudah tegang." Kata Diana.
"Hehehe,"Yosi nyengir kuda.
"Nanti juga tahu, Salsa kamu tidak pergi bulan madu gitu?"tanya Asifa, ia mengalihkan pembicaraan pada Salsa. Dan ingin mencairkan suasana canggung pada mereka.
Salsa bingung mau jawab apa, masa mau jawab pertanyaan dari mantan istri suaminya.
Mau jawab seadanya malu juga, dan takut kalau Asifa masih menyimpan rasa pada suaminya. Yang ada nanti menyakiti perasaan Asifa, dan suaminya.
"Dek itu kuenya di potong dan di cicipi dulu. Itu Fahmi yang bikin lo tadi." Kata Aisyah, tahu jika Salsa masih canggung.
"Benar tuh kamu harus cicipi kue spesial buatan mas Fahmi." Timpal Diana.
__ADS_1
Asifa menoleh ke arah Fahmi sebentar untuk memastikan. Sedangkan yang di toleh, memberikan senyuman manis untuk Asifa.
Kemudian Asifa berjalan menuju meja, dengan di papah oleh Diana dan Arsila. Kemudian memotong kue yang berbentuk love itu. Potongan pertama untuk mama dan papanya, potongan kedua ia berikan untuk Fahmi.
Fahmi menerima kue dari Asifa, sebenarnya malu dengan suasana ini. Namun ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Momen yang sangat romantis ini, kapan lagi. Dan ia ingin menunjukkan pada semua orang, bahwa dirinya menerima Asifa sepenuh hati.
Di potong nya itu kue pemberian Asifa, kemudian ia menyodorkan potongan kecil itu pada Asifa. "Dek Zahra, ini untuk mu." ketika sendok sudah siap di depan Asifa.
Asifa tidak menyangka, jika Fahmi memperlakukan dirinya dengan romantis. Hal ini membuat dirinya hanyut dalam suasana yang romantis dan membuat bahagia. Tanpa sadar Asifa membuat mulutnya, untuk menerima suapan dari Fahmi. Tanpa ragu juga Fahmi menyuapkan pada dirinya sendiri. dengan senyum bahagia.
"Ciiieeeee..., so sweet banget,"para sahabat Asifa dan Zaki ikut bersorak.
Ardi panas dingin melihat perlakuan Fahmi pada mantan istrinya. Jujur saja masih ada rasa sakit hati saat melihat mantan istrinya. Bahagia dengan orang lain, Ardi juga bisa melihat. Kebahagiaan Asifa dan senyuman nya, sungguh sangat berbeda ketika sedang bersama.
Mungkin ini yang di sebut jodoh dunia akhirat, memang mereka berdua belum sah. Bahkan tidak saling bersentuhan, tanpa ada paksakan mereka saling menjaga jarak. Fahmi ketika mendekap tubuh Asifa pun, sama sekali tidak menyentuh kulit putih Asifa.
Hanya saja mereka secara tidak langsung berciuman bibir tanya bersentuhan. Lebih tepatnya Fahmi yang mencium bibir Asifa. Secara sendok bekas bibir Asifa ia pakai makan kue yang di berikan Asifa.
Kini baik Asifa dan Fahmi sama-sama malu. Tanpa sadar mereka menjadi tontonan, semua orang yang hadir. Sehingga Asifa langsung bersembunyi di balik punggung papanya. Sedangkan Fahmi berubah cool untuk menutup rasa malunya.
Aisyah melanjutkan memotong kue tart berhias coklat dan putih itu. Dan di bagikan pada mereka yang di mimbar. Namun pak Surya dan pak Arya menolaknya, dengan alasan kesehatan lebih penting.
Setelah mendapatkan kue semua turun dari mimbar, kecuali pak Surya, pak Arya dan kedua orang tua Asifa dan Fahmi. Karena di tahan oleh pak Arya, kemudian meminta mic pada MC.
Dari kejauhan tampak dua pasang tiga pasang mata menatap bingung. Yaitu Sarah, Lasmi mantan istrinya Fahmi, dan tentunya Ardi.
Lasmi yang menghianati Fahmi pun ternganga, saat melihat Fahmi membawa kotak perhiasan yang harganya tentu lebih dari 5 jt. Dengan Lion bermata biru, berbentuk love, dan kue tart berbentuk love juga. Di tambah lagi adegan romantis, yang membuat semua mata menatap iri pada Asifa. Karena mendapatkan perlakuan manis dan hangat, ia merasa iri. Karena selama bersama Fahmi dulu, Fahmi tidak pernah melakukan hal itu.
__ADS_1
Ardi tidak jauh berbeda dengan Lasmi, karena Asifa tidak pernah sebahagia itu. Meski pun Ardi merayakan ulang tahunnya di hotel bintang lima dan restoran mewah bintang lima. Satu tahun lalu, tapi melihat senyum manisnya Asifa jauh berbeda dengan saat ini. Dengan pesta rakyat sederhana, tapi kebahagiaan Asifa sangat terpancar sempurna.
*****Bersambung.....