APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
57.Asifa vs Erna


__ADS_3

Keesokan harinya Asifa izin pada kedua orang tuanya membeli sayur, di tukang dekat taman.


"Assalamualaikum bang,"Ucap Asifa.


"Wa'alaikumsalam dek Asifa bukan ya?"tanya Abang sayur.


"Iya bang saya Asifa,"jawab Asifa dengan wajah bingung.


"Hehehe sedikit pangling, dek Asifa sedikit tembem pipinya."ucap Abang sayur dengan hati-hati takut Asifa tersinggung.


"Iya nih Asifa tidak di sini malah terlihat adem gitu. Maaf saja ya Asifa, di mana-mana orang habis perceraian itu. Kebanyakan badan akan kurus, karena beban pikiran. Apa lagi sampai masalah perceraian itu tersebar di semua media." Timpal yuni.


"Benar apa yang di katakan mbak Yuni. Saya memang sampai depresi, karena perceraian itu. Dengan dukungan orang tua dan kakak sahabat-sahabat kakak ikut mendukung saya untuk bangkit dan jangan. Saya di ajak ke berbagai tempat panti, sejak saat itu saya tidak mau larut dalam masalah perceraian itu. Dan saya lampiaskan dengan makan, hehehe."Jawab Asifa dengan panjang lebar dan cengengesan.


"Selama ini Asifa pergi ke mana?"tanya Yuni.


"Saya di Jogja mbak."Jawab Asifa.


"Enak dong di sana, buktinya kamu bisa melupakan masalah yang sedang kamu hadapi. Dan sekarang kamu kembali ke sini, dalam keadaan baik-baik saja."Kata Yuni.


"Alhamdulillah meskipun sulit untuk awal mula di sana." Jawab Asifa, sambil tersenyum.


"Bang saya mau sayur lodeh ya, kelapa parut, ikan mujair 2. Cabe rawit merah seperempat kg, bawang merah setengah kg, bawang putih seperempat kg. Jangan lupa bubu dapur 5 ribu ya bang, tempe 2, jadi total berapa." Kata Asifa.


Abang sayur langsung mengambil semua pesanan Asifa. Lalu semua di hitung berapa jumlah yang harus di bayar Asifa.


"Dek, total 215 ribu."Jawab Abang sayur.


Asifa langsung memberikan uang pecahan, seratus ribu 2, sepuluh ribu, dan lima ribu.


"Terima kasih ya Bang, mbak Yuni saya duluan..."Ucap Asifa.


"Oh ya"jawab Abang sayur dan Yuni.

__ADS_1


Asifa langsung pergi dari tempat Abang sayur.


Tepat di depan rumahnya Asifa bertemu dengan bu RT, juga Erna dan lainnya. Asifa yang terkenal ramah pun menyapa lebih dahulu sebelum di sapa.


"Assalamualaikum bu RT juga ibu-ibu,"Sapa Asifa, namun ada yang salah paham.


Siapa lagi kalau bukan Erna, karena merasa tidak di sebut namanya.


"Wa'alaikumsalam A-Asifa,"jawab mereka sedikit gagap.


"Asifa kapan pulang?"tanya bu RT.


"Karena siang bu." Jawab Asifa.


"Asifa, kamu itu kemana saja kemarin? kirain aku kamu sudah terjun ke jurang."Kata Erna dengan nada tak suka dan tatapan sinis pada Asifa.


"Astaghfirullah...."Ucap para ibu-ibu yang kaget dengan ucapan Erna.


"Erna kamu itu punya mulut cabe sih boleh, tapi kalau mau ngomong itu di pikirkan dulu. Seperti orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan saja kamu ini." Tegur bu RT.


"Diam karena tekanan batin ngadepin kamu Erna."Ujar ibu-ibu pada kompak.


"Tidak apa-apa. Saya merasa di antara kita ini, hanya saya saja yang belum jadi ibu. Kenapa kamu marah Erna, apakah anak yang di rumah mu itu bukan keluar dari rahim mu?"tanya Asifa.


"Nah betul sekali yang di ucapkan Asifa, kenapa kamu marah?"tanya bu RT dan di angguki oleh ibu-ibu yang lain.


"Bukan begitu bu, saya kan masih muda kali cantik lagi tidak seperti Asifa." Ketus Erna dengan tatapan mengejek Asifa.


"Oh Asifa, mungkin Erna itu merasa ada saingan. Tidak sadar, kalau dirinya tidak ada apa-apanya, di bandingkan Asifa."Ucap salah ibu itu.


"Iya secara setelah menyebarkan berita tentang perceraian kamu itu. Dia pun di cerai dengannya suaminya, sebab Rusli malu punya istri macam Erna."Timpal ibu sebelah bu RT.


"Ibu kenapa malah omongin orang sih." Kata bu RT.

__ADS_1


"Maaf ya bu, kami hanya membantu Asifa. Yang selalu di tindas oleh Erna ini. Lagian tidak apa-apa kan bu, kita ngomong di depannya bukan di belakangnya."Kata ibu yang berada di kanan Asifa.


"Tidak di apa bu RT. Lagian ya, saya ini janda juga tidak akan di ragukan. Oleh laki-laki yang ingin memperistri saya. Karena saya ini selain cantik dan seksi, tidak mandul."Kata Erna yang bangga akan dirinya yang cantik dan seksi.


Memang tidak bisa di ragukan lagi soal body yang aduhai. Sudah pasti banyak laki-laki yang terpesona, saat jumpa dengan dirinya.


Asifa tersenyum menyambut ucapan Erna, yang berusaha merobohkan benteng pertahanan Asifa.


"Kamu tahu tidak Er, berlian di simpan oleh penjualnya karena apa?" tanya Asifa, sambil tersenyum manis.


"Ih, pakai mengalihkan pembicaraan."Jawab Erna, tidak suka jika pembicaraannya di alihkan.


"Tidak Erna. Tapi jawaban akan nyambung dengan apa yang kumu bicarakan."Bantah Asifa.


"Oke, karena berlian itu mahal. Sudah pasti akan di simpan di dalam dan tempat yang aman. Jika ada yang mencari berlian, baru akan di keluarkan. Kalau perhiasan biasa dan murah, akan di pajang dan terpampang. Supaya ada peminat nya, untuk membeli barang yang di pameran kan."Jawab Erna dengan panjang lebar dan gamblang.


Bu RT tersenyum saat mendengar jawaban Erna, yang di minta Asifa. Sudah pasti maksudnya Asifa, adalah perbedaan dirinya dan Erna.


"Ya itu perbedaan saya dan kamu, saya akan terlihat cantik. Jika sudah ada pemiliknya, dan tidak perlu terpampang. Semua mata orang berakhlak dan beriman tahu jika terjamin. Berbeda dengan dirimu, meski sudah di percantik tampilannya. Dan terpampang oleh semua mata laki-laki. Namun belum pasti di pilihnya, terlebih melihat sifat mu. Walau pun saya mandul, bukan berarti tidak ada jodohnya. Perkara jodoh itu saya tidak ambil pusing. Karena jodoh saya sudah Allah SWT yang tentukan. Terima kasih atas jawaban mu hari ini Erna assalamualaikum."Kata Asifa panjang lebar, dan segera masuk rumahnya.


"Wa'alaikumsalam,"jawab ibu-ibu kecuali Erna yang masih terpaku.


Erna masih bengong memikirkan ucapan Asifa. Dan mencerna setiap ucapan dan setia kalimat. Sampai dia paham dengan semua ucapan Asifa, begitu sadar sudah tidak ada orang lagi.


"Si*lan Asifa," geramnya Erna pada Asifa "bisa-bisanya dia menyamakan dengan barang."Masih belum bisa menerima semua ucapan Asifa.


Dengan kekesalannya, Erna menuju ke tukang sayur di ujung taman komplek. Sudah kesal dengan Asifa, di tambah lagi di tinggal ibu-ibu.


"Ibu-ibu mah tega tinggalkan saya di pinggir jalan, sudah seperti orang gila."Kata Erna dengan nada kesalnya.


"Siapa yang suruh bengong, sudah di panggil-panggil gak denger juga." Elaknya salah satu ibu itu dan di angguki oleh ibu-ibu yang lain.


Padahal tidak ada yang manggil dirinya sama sekali. Ibu-ibu juga males sama Erna, namun karena Erna selalu menyapa duluan. Mereka tidak mau di bilang sombong dan demi kebaikan bersama. Tetap mau ngobrol dengan Erna selagi masih dalam normal. Jika tidak, ya seperti tadi saat selesai ngobrol dengan Asifa.

__ADS_1


*****Bersambung.....


__ADS_2