
Yang tadi terlihat sedih, kini tidak di tampakkan di depan Fahmi. Sebab ia juga ingin Fahmi semangat untuk kesehatan dan keselamatan putrinya yang di dalam ruangan ICU itu.
Sampai di ruangan mereka harus mengenakan baju khusus. Supaya tetap steril dan aman untuk pasien. Fahmi kini berada di samping brankernya Asifa.
Fahmi meraih tangan istrinya lalu ia menciumnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Sungguh ia tidak tega melihat istrinya berada di dalam ruangan tersebut. Namun ia mengingat pesan-pesan bapaknya, bahwa dirinya harus lebih kuat jika berada di hadapan istrinya.
"Sayang cepat sembuh ya mas dan si kembar menunggu bundanya. Mas kangen sama senyum manis mu, manja mu, keluh kesah mu. Semua itu adalah semangat buat mas untuk membahagiakan mu. Apa lagi sekarang ada si kembar yang manis-manis dan lucu. Kemarin kita berdua menanti kelahiran nya bukan? sekarang mereka sudah lahir itu semua berkat kerja keras mu sayang. Yang berjuang untuk melahirkan mereka bertiga, sekarang mereka ingin di susui oleh bundanya. Karena bundanya berada di sini mereka jadi menunggu mu sayang." Ujar Fahmi, sambil mengusap kepala Asifa dan tangan kanannya yang terus menggenggam tangan Asifa.
"Sayang mas ke ruang rawat si kembar dulu ya karena mas juga kangen dengan mereka. Dan di sini tidak boleh lama-lama mas, Sayang istirahat ya." Ucapnya lalu berusaha untuk berdiri dan memberikan kecupan hangat di kening istrinya.
"Dek, cepat sehat ya. Kakak dan yang lainnya rindu bercanda dengan mu. Apa lagi main bersama dengan bayi kembar mu yana menggemaskan itu. Mirip sekali dengan mu dan Fahmi dek, ku rasa kamu juga sangat merindukan mereka ya kan? Ya sudah kaka dan suami mu mau ke kamar mereka dulu ya. Adek cepat sembuh ya sampai jumpa kembali." Ujar Andik yang mengusap kepala Asifa yang tertutup kerudung itu.
__ADS_1
Setelah itu ia keluar dari ruangan dan pergi ke ruangan si kembar. Yaitu ruang VVIP yang sudah ada keluarga Daryanto, keluarga Hermansyah, dan keluarga Dinata. Di tambah lagi sudah ada Zaki dan Yosi yang menjenguk si kembar.
"Assalamualaikum," ucap Fahmi dan Andik.
"Wa'alaikumsalam," jawab yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Waah selamat ya bos. Sekarang sudah menjadi seorang ayah. Bahkan tiga sekaligus, mana imut dan cantik sangat mengemaskan." Ucap Zaki sambil menyalami tangan sahabat nya itu.
"Ini istri ku yang tidak sabar pengen ketemu si kembar. Apa boleh buat aku antar saja ke sini, bisa merajuk." Kata Zaki.
"Oh begitu, ya sudah. Awas minggir aku Meu lihat anak-anak ku." Kata Fahmi menyuruh Zaki minggir.
__ADS_1
"Lah emang lu bukan nya sudah ketemu tadi, pelit kamu Mi." Kata Zaki setelah bercanda.
"Aku belum menyentuh mereka apa lagi mencium mereka. Karena sejak dia keluar dari rahim bunda nya aku tidak bisa lihat mereka." Kata Fahmi mengungkapkan apa yang ia rasakan.
Mendengar ucapan Fahmi baru Zaki sadar dengan tangan Fahmi yang sudah terpasang infus. Kini ia bisa menyimpulkan bahwa terjadi sesuatu pada Fahmi. Sehingga Fahmi benar-benar sedang tidak baik-baik saja.
"Apa yang terjadi Mi?" Zaki, tangan langsung menyentuh keningnya Fahmi. Dan ternyata Fahmi sedang panas dan itu yang membuat Fahmi belum bisa bertemu si kembar.
"Ya Allah Mi, kamu lagi sakit mana boleh menyentuh mereka. Kamu lagi sakit, kasihan mereka, nanti dia jadi ikut sakit. Sebab mereka masih rentan terhadap virus yang kita bawa.
*****Bersambung.....
__ADS_1
Maaf bisanya segini....🙏🙏🙏