APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
22.Sudah seperti buronan


__ADS_3

"Sayang dapat salam dari menantu kita."Kata pak Herman.


"Wa'alaikumsalam"jawab bu Hafsah.


"Apakah mas jadi merubah rencana?"Tanya bu Hafsah.


"Jadilah sesuai permintaan mu sayang" mencium kening istrinya "karena saya juga ragu untuk keselamatan putrinya kita, kalau tidak, saya merasa jadi sangat berdosa karena melibatkan banyak pihak."Jawab pak Herman.


"Ya karena banyak kebohongan dalam rencana itu, kalau untuk kebaikan ya harus dengan yang baik pula kan mas."Kata bu Hafsah.


"Benar sayang, ini sudah malam lebih baik kita istirahat besok kita perjalanan jauh." merebahkan tubuh istrinya dan menarik selimut hingga ke dada, lalu mematikan lampu utama. Dan ikut merebahkan diri di samping istrinya, sambil memeluknya. mereka akhirnya terlelap masuk dalam mimpi indah.


...****************...


Di pagi hari Asifa sudah berkutik di dapur membuat nasi, telur ceplok, tak lupa kerupuk.


Saat sedang masak pak Herman dan bu Hafsah menghampirinya di dapur. di meja sudah tersedia teh hangat tiga cangkir, kerupuk, telur, kini ia sedang menunggu masak nasi gorengnya. sangat asik dengan mengaduk-aduk nasi goreng, hingga tidak menyadari ada kedua orang tuanya.


"princess papa buat apa sih, asik banget perlu bantuan?"tanya pak Herman, sambil memegang pundak, lalu mendarat ciuman di pelipis Asifa.


"Ini pa lagi bikin nasi goreng, papa dan mama tunggu di meja makan saja ya."Kata Asifa.


"Apa princess papa ini sudah sholat subuh, jam segini sudah masak semua makanan."Tanya pak Herman.


Asifa lagi absen pa, makanya Asifa langsung ke dapur. Lagian Asifa sudah lapar sekali, dari tadi jam 03:30 lebih baik masak."Jawab Asifa.


"Alhamdulillah berarti princess tidak terpengaruh dengan masalah kemarin. Dan sekarang kamu sudah sehat betul, karena makan mu sudah banyak. Sini papa bantu bawa kemeja, dan segera santap nasi goreng ala princess Asifa Az Zahra."Canda pak Herman pada putrinya. Dan berjalan ke arah meja makan, lalu duduk dan menikmatinya.


"Papa ini bisa saja bikin seperti sedang berjalan di hamparan bunga sakura. Kenapa princess bawa piring dan hasil olahan, itu sih lebih tepatnya chef papa bukan princess."Dengan tertawa kecil.


"Kalau papa tidak mau di masakin chef, mau sama princess gimana?"itu pak Herman, jika sudah bertemu dengan Asifa yang ceria, tidak ingin ada yang membuatnya murung lagi.


"Sudah pa kita makan dulu, nanti keburu dingin."Bu Hafsah berkata pada suaminya.


Akhirnya semua sarapan dengan tenang, tidak ada suara selain piring dan sendok.

__ADS_1


"Sayang hari hari ini kamu siap-siapkan barang yang penting saja dan baju beberapa setel. Hari ini kita pergi tapi mama dan papa akan berangkat dari toko dan nunggu kamu di gerbang komplek. Jam 10 malam kamu pesan ojek online, ke alamat yang di kirim kak Taufiq."Kata pak Herman pada putrinya.


"Kenapa kita berangkat secara terpisah pa? dan kenapa harus nunggu jam sepuluh malam?"tanya Asifa, yang bingung dengan arahan rencana papa dan kakak iparnya.


"Karena jika tidak jam sepuluh, kita tidak akan lolos dari pantauan keluarga Dinata sayang."Jawab pak Herman.


"Serasa seperti orang yang takut tertangkap, sudah seperti buronan saja kita ini pa."kata Asifa.


"Memang kita buronan keluarga Dinata!, sebut apa yang pantas untuk orang yang selalu dalam pengawasan yang ketat. Papa itu yang di sebut buronan cinta keluarga Dinata, hahahaha."Tertawa lah pak Herman dan di ikuti istri dan putrinya.


"hahahaha"


"Siap suruh dia berkhianat bilangnya saja sayang sama Asifa." kata Asifa, rasanya jengkel banget dengan Ardi.


"Jadi papa dan mama rencana ke mana buat mengecoh mereka?"tanya Asifa.


"nanti kamu bilang, 'hati-hati ya ma pa salam buat kak Aisyah ya' gampang kan."Ucap pak Herman.


"Siap pak bos!"ucap Asifa sambil meletakkan tangannya di pelipis, seperti hormat upacara.


"Dada....., hati-hati ya ma pa, salam buat kak Aisyah dan keluarga."Ucap Asifa sambil melambaikan tangannya.


Setelah selesai Asifa masak ayam, capcay, setelah masak di masukkan ke rantang susun stainless. lalu ia berangkat ke toko, untuk membawa makanan untuk kedua orang tuanya dan untuk lira. Asifa berangkat lebih pagi dari kemarin, yaitu jam 10:45. Tapi ia urungkan karena ada paket datang, akhirnya buka paket dulu. Dan isinya ponsel terbaru yang indentik dengan bahasa jawa yang berinisial O. Pembaca tahu lah tanpa ku sebut mereknya.


"Masya allah ini aku suka cantik pasti kakak yang pilih."memeluk ponsel barunya, dan segera memasang kartu baru, segera ia download aplikasi ojek online. Dan segera memesan ojek mengunakan ponsel lama.


Tak lama ojek yang di pesan datang, segera Asifa tepat jam 11:00, tidak lupa mengunci pintu.


Di sudut jalan ada mata yang terus memantau, bahkan mata-mata itu mengikuti Asifa. Hingga sampai di depan toko bertemu lira yang akan membeli makan siang.


"Lira kamu mau ke mana?"tanya Asifa.


"Mau beli makan siang kak, aku sedang ingin makan capcay kak."Jawab Lira.


"Kebetulan ayo makan bersama kakak buat capcay dan ayam goreng." Asifa langsung menggandeng tangan Lira dan jalan masuk ke dalam toko kue.

__ADS_1


"Baik kak Alhamdulillah makan gratis sayang dari tante Asifa."Ucapnya dengan mengelus perutnya yang masih rata.


mereka sampai dalam langsung menuju ruang pak Herman. ternyata di dalam ada rendi yang sedang berbicara dengan pak Herman.


"Assalamualaikum pa ma, eh Rendi."Sapa Asifa saat mendorong pintu.


"Wa'alaikumsalam sayang"


"Wa'alaikumsalam kak"menjawab secara bersamaan.


"Sayang kok cepat emang sudah beli capcay nya."Tanya Rendi pada Lira.


"Tidak jadi mas, aku di tarik sama kak Asifa. Katanya kakak masak capcay, dan akan makan bersama dengan kita."Jawab Lira pada Rendi.


"Ya untuk hari kalian temani aku makan ya, ayo kita makan dulu toh sudah setengah 12, boleh lah kita makan, aku sudah lapar."Kata Asifa, hal membuat bumil kegirangan, karena rasa capcay sudah di lidahnya.


"Yeee ayo kak aku sudah tidak sabar makan pakai capcay. Dengar namanya saja sudah di lidah ku..."Lira yang sudah tidak sabar lagi.


"Duh..., yang lagi ngidam kasihan. pa makan dulu yo nanti keburu dingin ini."Bu Hafsah mengambil makanan untuk pak Herman.


"Lira mengambil pula untuk Rendi lebih dulu, saat akan mengambil untuk dirinya sendiri. Asifa langsung meminta piringnya, dan memberikan piring yang sudah terisi oleh makanan di beri banyak capcay.


"Nih buat bumil, sini piring mu untuk ku."Sambil menyerahkan piring dan merebut piring kosong itu


"Wah kakak emang terbaik, tahu saja kalau aku sudah ngiler nih."Lira kegirangan.


"Pasti karena aku tidak mau ilermu itu menetes di makan kita. Bisa-bisa aku tidak jadi makan karena mu, aku kan lapar dari tadi."Ucap Asifa sambil tersenyum menggoda.


"Iiih kakak tidak bisa apa kalau tidak menggoda."Tersenyum malu.


Mereka makan bersama dengan makanan sederhana, sambil membicarakan rencana mereka dan toko kue di serahkan pada Lira dan Rendi.


"Kalian nanti pulang kerumah hari ini, jadi tidak usah ngontrak lagi. kalian tempati rumah itu, kami akan tinggal bersama Aisyah."Permintaan pak Herman pada Lira dan Rendi.


"Baik om.....

__ADS_1


*****Bersambung....


__ADS_2