
Auman keras harimau kecil dalam pelukan Chriss yang terkejut karena terkena lemparan gelas kosong itu behasil menggegerkan orang-orang di sekitar Chriss. Pria itu menjerit histeris tanpa sadar. "Tygraaaa!"
Tygra mengaum marah sambil melompat dari pelukan Chriss hingga menimpa beberapa orang yang ada di sekitarnya. Tentu saja orang-orang seketika geger, histeris dan bahkan ada yang sampai pingsan karena ketakutan.
"Ada harimauuu!" Seseorang menjerit disertai kepanikan yang luar biasa.
Yang lainnya bertanya, "Harimau putih?"
"Dari mana datangnya hewan ini?" Seorang lelaki setengah tua justru merasa penasaran dengan hewan belang hitam putih yang terlihat belum begitu kuat. "Adakah seseorang yang membawanya?"
"Entahlah! Aku hanya melihat dia lari ke mari dan tidak tahu siapa empunya," jawab orang yang menjadi lawan bicaranya.
"Ayo kita tangkap diaaa!" teriak orang lainnya.
Melihat hal itu, tentu saja Chriss menjadi sangat panik dan segera berlari untuk menangkap Tygra sebelum bayi harimau itu menjadi bulan-bulanan masa. Pria itu menyeruak dengan paksa barisan orang-orang yang sedang mengepung hewan tersebut. Tampak sekali, Tygra secara insting akan melakukan perlawanan dan menyerang siapa saja yang mendekat kepadanya.
Saat melihat Chriss pun, hewan itu tetap waspada diserti geraman suara khas binatang sejenis kucing yang akan menjadi liar dan juga sangt ganas jika terkejut dan merasa terancam. Namun sebagai orang yang telah dipercaya untuk merawat Tygra, Chriss pun tetap berusaha melindungi binatang tersebut serta berani mengambil resiko terburuk sekalipun.
"Hentikaaan! Jangan sakiti diaa!" Chriss berteriak dengan suara keras saat melihat berberapa orang hampir saja mengeroyok Tygra. "Tenang semuanyaa! Dia hanya terkejut saja!"
"Ha-harimau itu seperti akan menyeraaang!" Seorang lelaki setengah tua berteriak histeris disertai kepanikan yang luar biasa saat melihat ada seekor harimau kecil di dekatnya.
"Tenang! Tenang semuanya. Biar saya yang menjinakkannya!" seru Chriss sambil mendekati anak harimau yang sekarang bersikap waspada. Sesekali pula dia menggeram dan bersiap untuk melawan siapa saja yang mendekatinya.
Jessey Liu sendiri menjadi terkejut dengan hewan miliknya yang melompat dan berlari ke arah lain hingga menimbulkan satu keributan lagi. Namun pria itu sengaja membiarkan Chriss saja yang mengatasinya, sedangkan dia sendiri masih ingin memeriksa para anak buahnya yang juga mengalami luka lebam membiru di tubuh mereka akibat pukulan dari pihak lawan.
__ADS_1
"Master!" Salah seorang anak buah Jessey Liu yang juga murid Elang Emas memanggilnya dan memperlihatkan sebuah luka memar yang ada di lengannya.
"Mengapa bisa seperti ini?" Jessey Liu terkejut melihat luka selebar telapak tangan terdapat di lengan anak muda yang sedang merasa sangat kesakitan.
"Ini akibat pukulan dari mereka, Master!"
"Akibat pukulan? Benda tumpulkah?" Jessey Liu masih belum mengetahui tentang luka yang diderita oleh para anak buahnya.
"Bukan sebuah benda yang mereka pakai untuk melukai kami, tetapi pukulan telapak tangan yang sangat kuat. Kami seperti dihantam oleh palu godam besar yang baru saja dipanaskan." Pria muda itu bercerita sambil masih meringis kesakitan. "Sakit sekali dan juga panas!"
"Benar, Master!" sahut yang lainnya. "Kami benar-benar merasa tidak kuasa menahan sakitnya!"
"Jadi, mereka terkena suatu jurus pukulan?" tanya Jessey Liu dalam hati. "Tapi, pukulan macam apa ini yang meninggalkan bekas hitam dan menjalar seperti motif akar pohon?"
Jessey Liu masih memperhatikan luka yang diderita oleh anak buahnya hingga dalam hati ia masih bertanya-tanya, "Apa yang harus aku lakukan? Aku takut ini akan membahayakan mereka semua."
"Aku sendiri masih belum mengetahui solusinya," sahut Jessey Liu dengan nada khawatir. "Atau begini saja. Kalian semua kembalilah dan temui Rubby untuk mengatasi masalah ini. Bagaimanapun juga, kalian harus beristirahat dengan baik."
"Oh ... baiklah, Master!" sahut yang sedang diajak bicara.
"Jangan lupa juga suruh Rubby untuk menanyakan perihal luka aneh ini pada Master Ye!" ujar Jessey Liu dengan nada menenangkan.
"Master tidak marah pada kami?" seseseorang bertanya.
"Untuk sementara ini, aku belum akan memutuskan. Tapi jika kalian terbukti bersalah karena telah membuat keributan, maka aku akan tetap menghukum kalian semua!" Jessey Liu mulai menunjukan sisi tegasnya. "Sekarang kalian kembalilah dan rawat luka-luka kalian!"
__ADS_1
"Baik, Master!" sahut para pengawal dari Sekte Elang Emas yang segera membungkukkan badan dengan hormat, untuk kemudian bersama-sama meninggalkan tempat tersebut.
Jessey Liu sendiri segera mencari Chriss yang diketahui sedang berusaha mengejar hewan peliharaan majikannya. Pria itu berjalan menyeruak di antara orang-orang yang masih begitu ramai menyaksikan dan membicarakan perihal kejadian malam ini.
Sementara itu di tempat Chriss yang sedang berusaha keras menenangkan orang-orang yang mulai berpikir untuk menangkap harimau kecil milik Jessey Liu. Beberapa orang lelaki mengepung Tygra yang masih terus memperdengarkan suara geraman-geraman marah dan tingkah agresif-nya.
Seorang wanita berteriak dengan sangat panik. "Tapi, Tuan! Hewan itu sangat berbahaya waalaupun dia masih keciiil!"
"Anda semua tenanglah! Biar saya yang menjinakanannya kembali." Chriss berusaha memberi pengertian kepada semua orang. Sekarang dia sungguh sangat kerepotan sekali. Di pihak lain, dia harus meneangkan semua orang, sedangkan di lain pihak dia juga berusaha agar Tygra tidak menyerang siapa pun.
"Minggirlah kalian semua! Biar saya yang menangkapnya kembali!" Chriss dengan sigap maju ke arah Tygra yang masih menggeram antara ketakutan dan marah.
Orang-orang juga segera menyingkir sedikit menjauh guna memberi ruang kepada Chriss. Setelah keadaan mulai tenang, pria itu mulai melakukan penjinakan dengan berbicara layaknya kepada manusia saja. Walaupun Tygra hanyalah hewan yang baru bebarapa pekan bersama Chriss, tetapi dia juga hewan yang sudah cukup mengenali bau tubuh orang-orang yang menyentuhnya setiap hari.
Pria itu akhirnya berhasil menjinakan Tygra setelah beberapa lama berusaha. Sekarang Tygra telah kembali dalam pelukan Chriss, tetapi hewan itu masih gelisah dengan adanya orang-orang yang masih cukup riuh di seklilingnya. Chriss pun segera membawa hewan itu kembali kepada tuannya.
Sementara itu, sang pelaku pelemparan mungkin tidak menyadari jikalau itu adalah kesalahannya. Tetapi salah satu kawannnya tanpa sengaja melihat gelas berbahan plastik itu telah menimpa seseorang, maka dia pun segera mengajak pelaku agar segera kabur dari tempat tersebut.
"Kalau kamu masih ingin selamat. Segera tinggalkan tempat ini!" ajak sang kawan sembari menyeret dengan kasar lengan pelaku. Namun, si pelaku meronta dan menolak ajakan kawannya.
"Ada apa?" Si pelaku dengan bodohnya bertanya dan mengakibatkan sebuah tempelengan mendarat di kepalanya. Pelaku merasa kalau kawannya hanya ingin segera meninggalkan area parkiran yang masih dijejali oleh banyak orang.
"Dasar bodoh memang tetaplah bodoh!" bentak kawan pelaku.
Siapa yang bodoh?"
__ADS_1
...Bersambung...