
"Bisa tinggal di Paviliun Tanpa Nama ini, tentunya dia bukanlah orang yang dianggap biasa saja oleh Mei Lan dan Ye Kai." Jessey Liu bergumam dalam hati. "Jangan bilang kalau dia adalah ...."
"Tapi rasanya tidak mungkin! Ye Kai sangat mencintai Mei Lan dan aku yakin dia tidak akan pernah lupa bagaimana cara dia memperjuangkan Mei Lan." Jessey Liu berusaha keras menepis prasangka yang pastinya tidak akan mungkin dilakukan oleh sahabatnya itu. "Lalu, siapa dia?"
"Minumlah! Kamu pasti haus sekali." Zike menyuapi bayi harimau dengan susu UHT putih yang sempat dia beli sebelum datang ke tempat Ye Kai.
"Oh ya, bukankah kita belum mengenal satu sama lain? Mmmh ... aku Zain Kamila, tapi orang-orang memanggilku Zike. Meskipun terdengar aneh, tapi biarlah." Zike tersenyum kepada bayi harimau putih yang hanya membuka mulutnya untuk meminta suapan selanjutnya.
"Jadi gadis itu Zain Kamila namanya. Bagus juga!" pikir Jessey Liu yang menjadi tahu nama gadis pembawa harimau putihnya. "Dan Zike adalah panggilannya. Baiklah, akan aku ingat-ingat."
Jessey Liu kembali melihat ke celah lupang dengan mata yang sengaja dipicingkan agar bisa lebih jelas menangkap sosok gadis bernama Zain Kamila. Sebegitu fokusnya dia, hingga tidak menyadari sama sekali jikalau ada orang yang sedang mendekatinya secara perlahan. Orang di belakang Jessey Liu memperhatikan gerak-gerik pria muda itu dengan tatapan aneh sambil berkacak pinggang.
"Apa yang dia lakukan di sini?" bertanya orang itu dalam hati. "Sepertinya dia sedang mengintai Zike. Aneh sekali dia."
Sementara itu di dalam ruangan Paviliun Tanpa Nama, Zike masih terus menyuapi bayi harimau dengan sangat telaten. Gadis itu terlihat senang dengan anak bulu berwajah serupa kucing yang masih tampak polos ini. Zike tiba-tiba melihat kaki kiri depan anak harimau putih. "Ada jejak luka gigitan pada kakinya meski sudah mengering."
Gadis itu teringat dengan sebuah artikel yang menjelaskan, jikalau bayi harimau yang terlahir dalam keadaan lemah itu biasanya akan dimangsa sendiri oleh induknya, karena dianggap sakit dan tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama. "Kalau artikel itu benar. Bisa jadi dia adalah korban gigitan induk atau pejantan sang induk. Dan sepertinya, pepatah tentang harimau tidak pernah akan memangsa anaknya sendiri itu hanya sebuah kiasan kosong belaka."
"Hei, aku sudah memperkenalkan diriku padamu. Lalu, siapakah namamu?" bertanya Zike setelah menyuapkan satu sendok susu ke dalam mulut bayi harimau. "Aku tidak tahu kamu milik siapa, jadi aku tidak tahu namamu. Bagaimana kalau aku memanggilmu dengan nama ...."
"Sebentar kupikirkan dulu sebuah nama yang mungkin bagus untukmu." Zike terlihat berpikir hingga beberapa lama.
Jessey Liu merasa sangat penasaran dengan nama yang akan diucapkan oleh Zike. Pria itu pun harus memasang pendengarannya dengan tajam.
"Aaahh!" Zike tiba-tiba berseru dengan wajah cerah. "Bagaimana kalau namamu adalah Tygra! Apa kau suka?"
__ADS_1
Tentu saja bayi harimau tidak akan keberatan sama sekali dengan nama apa saja yang diberikan oleh siapa pun. Lalu, bagaimana dengan Jessey Liu sebagai pemiliknya?
"Tygra?" Jessey Liu berpikir bahwa nama itu cukup unik dan bagus. "Tygra, Tygra ... kurasa itu cukup bagus!"
Jessey Liu justru merasa senang dengan nama Tygra untuk anak harimau jantannya. Pemuda tampan itu pun tersenyum puas. "Baiklah, aku tetapkan juga nama itu untuknya."
"Hei! Sedang apa kau di sini?" bisik seseorang dari arah belakang Ye Kai.
Jessey Liu terlonjak kaget hingga dia memegangi dadanya yang terasa hendak meledak, saat suara pria disertai tepukan pada bahunya membuat pria muda itu tersentak. Dia pun segera menoleh dan mendapati wajah Ye Kai yang terlihat keheranan.
"Ye Kaaaaaai!" pekik Jessey Liu dengan suara yang juga berbisik. "Ssstt!"
"Ikut aku!" Ye Kai kemudian menyeret lengan Jessey Liu berjalan menjauh dari jendela hingga jarak yang mungkin suara mereka tidak akan terdengar oleh Zike. Anehnya, Jessey Liu pun hanya menurut saja tanpa protes atau penolakan. Ye Kai melepaskan cengkeraman tangannya pada lengan Jessey Liu yang sedang ingin bertanya banyak hal.
"Sedang apa kamu di paviliun itu?" tanya Ye Kai sambil bersedekap. "Secara diam-diam mengintai seseorang seperti mata-mata saja. Bukankah itu perbuatan yang tidak baik?"
"Mengintip seorang gadis? Jadi itu yang dilakukan oleh seorang Master Liu?" Tentu saja Ye Kai merasa senang, karena ada bahan untuk menggoda sahabatnya ini. Ye Kai menggelengkan kepalanya. "Ck, ck, ck, ck, ck."
"Ye Kai, kau dengarkan penjelasanku duluuuu!" Jessey Liu menunjuk ke arah bangunan paviliun dengan tangannya. "Tygra ada di sanaaa!"
Ye Kai bertanya, "Tygra?"
"Mmhh." Jessey Liu menganggukan kepalanya. "Tygra. Bayi harimauku ternyata ada di sana bersama gadis ituuu!"
"Hewan itu ada di sana? Apakah Jessey sudah tahu itu adalah calon vokalis Danger Death yang akan datang?" tanya Ye Kai dalam hati. "Semoga saja belum."
__ADS_1
Bertanya Ye Kai sembari ikut memperhatikan ke arah jendela. "Benarkah begitu?"
"Tentu saja benar. Aku melihat gadis itu menggendong dan membawanya masuk ke dalam paviliun itu, jadi aku mengikutinya." Jessey Liu memberi penjelasan. "Percayalah, Ye Kai! Aku tidak berkata bohong!"
"Kamu sedang tidak mengada-ada, kan?" tanya Ye Kai yang masih ingin menikmati raut wajah gugup Jessey Liu.
"Aiyaaaaa! Mengapa aku harus berbohong padamu?" Jessey Liu mulai merasa gusar dan kesal. "Kau lihat saja sendiri!"
Ye Kai sebenarnya sangat ingin tertawa melihat kegugupan dan keseriusan Jessey Liu dalam meyakinkannya. Tentu saja dia sangat tahu, jikalau sang kawan ini tidak akan melakukan hal yang kurang terpuji. "Baiklah. Aku yang akan meminta Tygra padanya. Sekarang kamu kembalilah!"
"Tapi, bukankah lebih baik aku sendiri yang memintanya secara baik-baik padanya? Harimau itu punyaku," ujar Jessey Liu sembari menunjuk ke arah paviliun dengan menggerakkan dagunya. "Bukankah akan lebih baik, kalau aku yang memintanya? Aku bahkan bisa memberikan imbalan yang tinggi untuknya."
"Imbalan atas apa?" Ye Kai sengaja bertanya, meski dia tahu tentunya Jessey Liu tidak akan segan-segan memberikan hadiah yang besar pada Zike.
"Imbalan karena dia telah merawat bayiku dan juga memberi nama yang bagus dan cocok untuknya," jawab Jessey Liu tanpa tersenyum. "Bukankah itu layak?"
"Celaka! Aku tidak bisa membiarkan mereka bertemu lebih awal. Kalau tidak, maka kejutan dariku akan gagal." Ye Kai berkata dalam hati.
"Jessey. Bukan aku melarangmu untuk meminta harimau itu. Tapi kalau kamu yang memintanya, belum tentu dia akan memberikannya padamu. Dia itu kadang sangat keras kepala." Ye Kai sengaja mencari alasan agar sang kawan mengurungkan niatnya untuk menemui Zike.
Jessey Liu tampaknya tetap ingin meminta sendiri bayi harimaunya. "Aku akan berusaha memintanya dengan cara yang paling lembut. Aku tidak akan membuatnya terkejut. Percayalah, Ye Kai!"
Ye Kai tiba-tiba saja berseru, "Aku melarangnya!"
"Mengapa?"
__ADS_1
...Bersambung...