Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
BAYANGAN HANTU


__ADS_3

Di sisi lain, beberapa waktu yang lalu ....


Sebuah sepeda motor berhenti tepat di halaman rumah kost bercat biru yang terlihat sederhana dan layak huni. Bangunan kecil itu berdiri sedikit terpisah dari bangunan rumah lainnya yang besar dan megah. Meski demikian, tempat itu tampak bersih dan nyaman.


"Jadi, dia tinggal di sini?" Ye Kai menghentikan sepeda motornya tepat di halaman sempit rumah kost tersebut.


"Yupz, bentar gue cek dulu dianya ada di rumah atau kagak," ujar Yi Xie sembari turun dari sadel belakang motor butut Ye Kai.


"Okay, jan lama-lama ya?" Ye Kai masih belum melepaskan helmetnya. Pria muda berusia dua puluh empat tahun itu memilih menunggu Yi Xie yang sedang berjalan ke rumah kost sederhana itu.


Tak seberapa lama menunggu, Yi Xie sudah kembali dengan raut wajah kecewa. Hal itu membuat Ye Kai sudah bisa menebak, jikalau orang yang dicarinya pasti sedang tidak ada di tempatnya.


"Gak ada dianya?" bertanya Ye Kai sambil menatap ke arah Yi Xie yang berjalan ke arahnya dengan langkah tak bersemangat.


"Iyaaa," sahut Yi Xie dengan nada malas. "Kata temennya dia udah pergi sejak tadi. Katanya sih, dia pamit mau nemuin gue di bengkel."


"Tapi sampe kita pergi tadi, dianya gak nongol juga, kan?" Yi Xie merasa tak habis pikir, karena dia tahu secara pasti tentang Zike.


"Jadi kira-kira, dia pergi ke mana ya?" Ye Kai menjadi tak habis mengerti. "Atau mungkin, dia pergi ke warung atau ke mana gitu?"


"Ya udah, sekarang kita cari aja. Semoga dia masih ada di sekitar perkampungan ini dan kita bisa cari pelan-pelan." Yi Xie berkata sembari naik kembali ke sadel belakang motor milik Ye Kai. "Cuss dah!"


"Okaylah!" Ye Kai pun segera melajukan kendaraannya ke tempat-tempat yang mungkin saja didatangi oleh Zike.


Sementara itu di bangunan tua yang konon angker, para preman Skull Head secara perlahan mulai memasuki ruangan demi ruangan dalam rumah bertingkat tersebut. Pada awalnya mereka bergerombolan karena merasa takut dengan kisah hantu yang sering mereka dengar dari mulut ke mulut.


"Hei, berpencar kalian! Jangan malah jadi penakut kayak perempuaan!" Ketua preman membentak anak buahnya yang terlihat takut-takut.


"Bos, rumah ini sangat menakutkaaan!" Salah seorang dari mereka merasa sangat ketakutan saat terpaksa harus memeriksa sebuah ruangan gelap.


Sesekali pula, tikus-tikus liar berlari dan berloncatan mengejutkan para preman hingga beberapa di antaranya menjerit ketakutan serta saling bertabrakan satu sama lain. Hal itu membuat suara kegaduhan di lantai bawah. Sementara orang yang dicarinya tengah bersembunyi di suatu tempat yang tidak pernah terpikirkan oleh para preman.

__ADS_1


"Dasar b*nci kaliaan! Sama tikus aja takut!" Bos preman Skull Head menjadi semakin kesal. Pria itu lalu menyambar salah seorang anak buahnya dan mendorongnya hingga menabrak pintu ruangan lain.


"Aaaaaaaaa!" Pria botak itu jatuh bergulingan menimpa pintu hingga hancur berantakan. Pria itu meringis kesakitan sambil berusaha bangkit dari jatuhnya. "Bos jahat sekali!"


"Diam kau, tengik!" Bos preman merasa sangat kesal. "Cepat cari gadis itu dan jangan buang waktu lagi!"


"Tapi, Bos!"


"Cepaaaat!"


"Baik-Baiklah, Bos!"


Secara serentak mereka berpencar guna mencari buruannya yang masih belum juga terlihat sehelai rambut pun. Wajah-wajah mereka terlihat tegang dan pucat saat merasakan betapa hawa mistis begitu mencengkeram perasaan mereka.


Sedangkan orang yang dicarinya justru sedang memperhatikan pergerakan para preman yang terlihat kian menjauh dari tempat persembunyiannya. Gadis itu bersembunyi di bawah bantalan sofa usang yang sudah hampir hancur. Akan tetapi justru tempat tersebut seperti tidak diperhatikan sama sekali oleh rombongan preman Skull Head.


"Baguslah, mereka tidak melihatku!" Gadis yang tengah jadi buronan merasa sedikit lega saat melihat para preman Skull Head berjalan menjauh dari tempat persembunyiannya. Dia tersenyum menahan tawa karena merasa berhasil mengecoh lawan. "Biarkan saja mereka mencariku ke lantai atas dan aku bisa kabur secepatnya."


Baru saja gadis itu hendak bergerak keluar dari persembunyian, tanpa disengaja tangannya menyentuh sebuah pot bunga keramik hingga jatuh seketika. Kontan saja, suara pecahan vas bunga behasil mengejutkan para lelaki yang sedang fokus mencari buronan mereka.


"Celaka!" pekik gadis itu dalam hati. "Bagaimana ini?"


Salah seorang dari para preman bertanya, "Suara apa itu?"


"Jangan-jangan penghuni rumah ini!" sahut yang lainnya.


"Ha-hantuuuuu!" Beberapa orang preman berteriak karena kaget bukan main.


"Han-hantu? Benarkah ada hantu?" Keributan mulai terjadi, sebagian orang saling berbisik dan yang lainnya terbungkam dalam ketakutan. Tubuh mereka sedikit bergetar serta menjadi lemas. Nyali pun bagai menyusut hingga keberanian serasa menghilang.


"Hiiiiyy!"

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita hentikan saja pencarian ini?" bertanya preman lainnya.


"Benar! Bukankah kita bisa mencarinya di lain waktu, Bos?" bertanya si pria bertatto kepala serigala di lengan kirinya.


"Benar juga kata mereka," pikir bos preman Skull Head. "Tapi, masa iya Skull Head yang terkenal kejam ini kalah oleh hantu?"


Para preman bergidik ngeri membayangkan sosok hantu berwajah buruk dan menakutkan. "Bos, bagaimana ini?"


"Tetap cari gadis itu sampai dapat!" Bos preman Skull Head tetap pada pendiriannya. "Masa kita kalah sama anak bau kencur macam gadis itu?"


"Tapi Boss, suasananya sangat menakutkan. Gimana kalau ada penampakan hantu seperti sering diceritakan banyak orang itu?" Anak buah bos preman bertanya dengan perasaan merinding.


Bos preman merasa sangat kesal dengan anak buahnya yang ternyata sangat penakut ini. Lelaki itu mencengkeram dengan kuat lengan anak buahnya dan menyentakan tubuh itu hingga terhuyung-huyung sambil membentak, "Tetap cari dia! Kalau perlu tangkap juga hantunya biar kukawinin sama kamu!"


"Boooss! Jangan, Boooss!" Si anak buah merasa semakin ketakutan hingga ingin menangis. "Aku takut, Booos!"


"Dasar cemen!" Temannya menyahut dengan nada mengejek. "Harusnya kamu tadi gak usah ikut. Dasar penakut!"


"Kamu malah mengejekku! Awas saja kalau kamu yang nanti ketemu hantunya. Takutnya ntar kamu ngompol di celana saking takutnya."


Yang bersangkutan tertawa geli. "Dasar penakut!"


"Sudah jangan pada ribut sendiri, cepat cari gadis itu sebelum dia bisa kabur lagi!" Bos preman merasa sungguh kesal dengan ulah para anak buahnya ini.


"Li-li-lihat! A-ada bayangan!" Salah seorang preman berseru dengan wajah takut saat melihat beberapa kali kelebatan bayangan hitam dari ruangan lain. "Bayangan hitam!"


"Ba-bayangan hi-hitam?" Temannya bertanya dengan nada heran sekaligus merasa takut. "Bayangan ha-hantu?"


"Bayangan hitam?


"Mungkinkah bayangan hantu?"

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2