
Beberapa orang segera menyerbu ke arah Jessey Liu yang hanya berdiri menunggu dan membiarkan mereka semua menangkapnya untuk dibawa ke hadapan majikan mereka. Salah seorang dari para penangkap dengan bersemangat hendak menelikung kedua tangan Jessey Liu agar tidak memberontak. Namun, Jessey Liu segera menolaknya.
"Aku tak akan melawan kalian, jadi tak perlu nengikat tanganku dan aku juga bisa jalan sendiri tanpa harus kalian dorong-dorong seperti maling!" seru Jessey Liu dengan nada sangat tidak senang.
"Aaaah! Banyak bacot kau ini. Cepat jalan!" Pelayan bertubuh gempal dengan kasar mendorong Jessey Liu dengan cara menendang bagian bawah pinggang belakang pemuda itu dengan cukup kuat. Tubuh Jessey Liu menjadi terdorong ke depan dan hampir saja menabrak salah seorang dari para pelayan pria.
Hal tersebut membuat Jessey Liu mau tak mau mengikuti orang-orang yang begitu bersemangat membawanya menuju ke sebuah tempat. Namun, saat mereka melewati sebuah persimpangan, seseorang terlihat berlari-lari dengan wajah cemas di belakang rombongan para pelayan pria yang sedang membawa Jessey Liu seperti seorang pesakitan saja.
"Tunggu!" Pelayan gendut secara tiba-tiba muncul dari arah belakang para pelayan pria yang mengeroyok Jessey Liu. Dia sejak tadi memang mencari-cari Jessey Liu menjadi sangat terkejut saat melihat ketegangan pada wajah kawan-kawannya.
Gadis itu segera berlari dan berdiri di depan Jessey Liu semabri merentangkan kedua tangannya guna berusaha melindungi orang yang sedang dicarinya. Gadis bertubuh gemuk itu pun bertanya, "Ada apa ini? Mengapa kalian membawanya seperti layaknya orang jahat saja?"
"Minggir kau, Gendut! Kami hendak menangkap pencuri yang sudah berani-beraninya memasuki kediaman ini!" ucap pria bertubuh kurus berkumis tipis dengan sikap sok jagoan.
"Pencuri? Mana pencurinya dan siapa pencuri yang kalian maksudkan itu?" bertanya pelayan wanita gendut dengan nada heran.
"Siapa lagi? Ya orang yang ada di belakangmu itu, Gendut!" seru pria berkumis dengan wajah garang.
"Orang ini?" Gadis gendut membalikan badannya seraya menatap wajah tampan Jessey Liu yang hanya diam saja tanpa berkata apa-apa. Gadis pelayan kemudian kembali berbalik menatap satu-persatu orang-orang yang telah menjadi kawannya selama bertahun-tahun. "Orang ini yang kalian sebut pencuri? Apakah kalian sedang tidur sambil berdiri ataukah aku yang sudah salah dengar?"
"Apa yang kamu bicarakan, Gendut? Dia ini memang pencuri!" Pria bertubuh kurus merasa sangat yakin sekali atas dugaannya. "Lihat saja pakaiannya ini? Bukankah tampangnya seperti anak jalanan?"
"Walau penampilannya begitu, tetapi bukan berarti juga harus menuduh tanpa bukti yang kuat!" Gadis gendut yang bernama Suri itu berkacak pinggang sambil menunjuk kepada kawan-kawannya.
"Tapi yang kami lihat, dia baru saja melompati dinding di sana itu!" Pria berbadan sedang menunjuk ke arah tembok keliling yang banyak ditumbuhi tanaman rambat daun Sisik Naga.
__ADS_1
"Benar! Kami semua melihatnya melompati dinding setinggi tiga meter di sebelah sana itu! Tempat yang membatasi paviliun kecil milik tuan kita. Jadi, kalau bukan hendak atau baru saja mencuri, lalu apa lagi yang dia lakukan di dalam sana?" Pria bertubuh gempal menjelaskan tentang saat pertama kali mereka menemukan Jessey Liu.
"Meskipun begitu, seharusnya kalian tanya dulu secara baik-baik tentang siapa dia dan apa maksudnya!" Gadis gendut merasa marah kali ini.
"Untuk apa bertanya-tanya lagi? Jelas-jelas dia adalah pencuri!" sahut pria berkumis tipis.
"Bagaimana kalau nanti kalian telah salah tangkap orang?" bertanya gadis gendut sambil berkacak pinggang dengan sangat percaya diri. "Bisa jadi kalianlah yang akan dihukum oleh Tuan Ye!"
Gadis itu lalu membalikkan badan dan tersenyum kepada Jessey Liu. "Master tenanglah! Aku akan membuat mereka semua jera!"
Jessey Liu hanya menganggukan kepala tanpa bersuara apa pun juga. Dia ingin mengikuti permainan yang sangat menarik pada siang itu. Diam-diam dia merasa cukup terhibur dengan kejadian ini. Bagaimana tidak?
Ya. itu karena selama hidupnya dia hanya dikeilingi oleh kesenangan dan hampir semua orang mengaguminya, menyukainya, memujinya dan menjilat padanya seperti seekor anjing yang minta perhatian agar diberi kedudukan istimewa di sampingnya.
Gelak tawa pun segera bergema kembali saat para pelayan mendengar gadis gendut menyebut nama Master Liu. Sungguh sangat lucu bagi mereka semua. Bagaimana mungkin seorang Master Liu yang sering mereka dengar sepak terjangnya dari majikan mereka. Tidk ada satu orang pun yang percaya, selain pria jangkung yang berpikir lain dari teman-temannya.
"Suri menyebutnya Master Liu? Apa jangan-jangan hal itu benar?" tanya pria jangkung dalam hati sambil memperhatikan Jessey Liu dari jarak yang tidak terlalu dekat ataupun jauh. "Kalau dilihat dari rupa wajah dan kulitnya yang bersih, memang bisa saja kalau itu Master Liu. Tapi, bukankah katanya Master Liu itu seorang pria yang lebih tua dari Tuan Ye?"
"Siapa tadi kaubilang?" bertanya pria bertubuh gempal dengan nada mencemooh. "Master Liu?"
"Master Liu apanya?" Yang lain menyahut juga disertai gelak tawa pula.
"Bagaimana mungkin seorang Master Liu begini lemah seperti anak kurang gizi? Dari yang kudengar, Master Liu adalah orang yang sangat kuat dan ditakuti!" Pelayan berjenggot yang sejak tadi hanya menonton ikut angkat suara. "Suri! Jangan coba-coba menakuti kami dengan berkata hal tak masuk akal. Master Liu huh! Master Liu apanya?"
"Kalau dia bebar-benar Master Liu, Maka aku bersedia jalan merayap bolak-balik sejauh dua ratus meter!" ujar pria berkumis tipis sambil tertawa.
__ADS_1
"Kalian tidak percaya ya sudah! Kuharap kalian nanti tidak menyesali perbuatan kalian ini!" Suri merasa sangat geram.
"Aku juga bersedia merangkak dan menggonggong seperti anjing kalau dia itu benar-benar Master Liu!" Pelayan bertubuh gempal juga berseru.
"Sangat lucuuuu! Sungguh sangat lucu sekali. Meskipun dia cukup tampan, tapi kalau untuk menjadi seorang Master Liu itu rasanya mustahil." Pelayan pria paling muda tertawa.
"Master, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini!" Gadis pelayan yang bernama Suri mengajak Jessey Liu agar segera pergi dari tempat tersebut.
Jessey Liu menggelengkan kepala seraya berkata, "Aku ingin melihat pertunjukan bagus hari ini."
"Tapi, Masteeeer! Mereka sangat keterlaluan sekaliiii!" Suri merasa sangat marah dengan para pelayan pria yang tak bisa diberi pengertian.
Pada saat para pelayan pria tengah mentertawakan Suri dan Jessey Liu. Mei Lan secara tidak sengaja melewati tempat di mana sedang terjadi keramaian. Wanita itu merasa sangat penasaran dan bergegas mendekati kerumunan orang-orang.
"Ada apa ini? Bukankah aku menyuruh kalian untuk mencari hewan milik Master Liu?" Mei Lan bertanya dari arah belakan kerumunan. "Mengapa kalian semua malah berkumpul di sini dan bersenang-senang?"
Orang-orang segera menghentikan tawa mereka dan segera membalikkan badan secara serentak. "Nyonya!"
"Maaf, Nyonya! Kami semua memang sedang mencari binatang peliharaan Master Liu dan belum juga kami temukan." Pelayan pria bertubuh gempal berkata sambil membungkukan badan.
"Lalu mengapa kalian semua malah berkumpul di sini, kalau memang hewan itu belum kalian temukan?" Mei Lan merasa heran sekaligus kesal kepada para pekerjanya.
"Karena kami baru saja menangkap seorang pencuri!"
...Bersambung...
__ADS_1