Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
BANDOT BOTAK


__ADS_3

"Konser kita di beberapa kota cuma tinggal dua minggu. Apa bisa ngelatih dia dadakan gitu?" Sebuah suara pria terdengar dari lain meja yang ada di belakang Jeremy Bierk. Pemilik suara adalah seorang anak muda tampan dengan hidung mancung dan mata tajam namun terlihat nakal. Dia adalah Devi


"Bisa, pasti bisa!" Ye Kai meletakan garpunya dan segera menyambar beberapa lembar tisu. "Gue liat dia cukup berbakat dan perhitungan gue pasti gak akan salah!"


"Okay, yang penting sebelum hari H dia udah harus lu boyong ke sini!" Jeremy Bierk menegaskan. Sebagai seorang manager yang mengurusi segala hal tentang Danger Death, tentunya dia tidak ingin segala rencana hancur di tengah jalan hanya karena saat ini mereka baru saja kehilangan vokalis lama.


"Pasti! Gue pasti bisa ngebujuk dia buat dia ke band kita." Ye Kai sepertinya sudah sangat yakin pada gadis pilihannya.


"Yakin betul dia." Devil sang penggebuk drum hanya melirik ke arah Ye Kai yang terlihat sedang bersiap untuk pergi. "Lu mau ke mana, Tong?"


"Gue mau ke tempat Yi Xie. Kita gak punya banyak waktu lagi, apalagi ini juga termasuk dadakan." Ye Kai menjawab sembari merapikan sedikit penampilannya. dan menileh ke arah Jeremy Bierk. "Jer, lu mo ikut kagak?"


"Ajak Devil aja dah, gue males ke mana-mana," sahut Jeremy Bierk yang enggan bertemu Zike.


"Sorry, Tong! Gue juga ada acara ntar jam lapan!" Devil mengangkat tangannya demi sebuah penolakan.


"Ini!" Ye Kai merasa heran dengan sikap para anak-anak band yang seperti tidak menyukai calon vokalis pilihannya. "Ya udah! Gue bisa pergi sendiri!"


Ye Kai segera beranjsk pergi dari tempat tersebut dengan wajah kesal. Bagaimanapun juga dia su gguh merasa sangat kecewa pada kawan-kawannya. Pria berusia 24 tahun itu melangkah keluar dari cafe tanpa menoleh lagi menuju ke sebuah sepeda motor butut kesayangannya. Namun, sebelum dirinya melajukan kuda besi jaman old nan antik keluaran tahun 1980an tersebut, dia menyempatkan mengirim sebuah pesan singkat kepada istrinya.


Kemudian, Ye Kai berusaha menghubungi Yi Xie melalui telepon seluler. "Aneh, kenapa gak diangkat sih?"


"Apa boleh buat? Gue musti ke sana sekarang!" Ye Kai segera melajukan sepeda motor bututnya secara perlahan meninggalkan pelataran cafe. Tujuan utamanya adalah bengkel mobil tempat di mana Yi Xie bekerja.


Di dalam cafe ....


"Heran gue, kok bisa-bisanya sih dia mungut anak orang sembarangan gitu?" Jeremy Bierk masih merasa dongkol dengan keputusan Ye Kai.


"Kayak kagak tau aja kek apa dia. Dia tuh kalo udah punya mau, kagak bakal bisa dibantah lagi!" Devil berkata dengan suara sedikit keras. "Padahal gue liat tuh cewek juga biada aja. Cuma penampilannya aja yang ala-ala anak metal gitu."


"Yupz, kulitnya aja gue liat dekil en buluk. Gue malah khawatir ntar si Jessey gak bakalan suka ma dia," sahut William Chen sambil masih menikamati kopi susunya. "Zee gue nih, baru cakep seksoy, bohay. Aaahh! Pokoknya gak ada lawan cantiknya bini gue!"

__ADS_1


"Gombreng lu, Wil. Di depan muka bini lu aja belagak setia." Devil sengaja memancing emosi pasangan pengantin baru ini.


"Emang di belakang gue, lu ngapain?" Megan Zee melototi suaminya dengan wajah sefikit memerah.


"Kagak adaaa! Lu kok percaya amat sih sama ocehanya si Devil?" William Chen terlihat tak suka dengan gaya bercanda seorang Devil yang sering merusak suasana pertemuan.


"Betulan?" Megan Zee menjewer telinga William Chen dengan kasar, hingga pria muda itu meringis kesakitan.


"Iyaaaah, suwer sesumprit-sumpritnya demi orok yang masih di dalem buntingan perut emaknya. Gue gak pernah main-main sama mantan-mantan gue lagiiii!" William Chen masih meringis kesakitan karena Megan Zee tidak kunjung melepaskan jewerannya.


Devil tiba-tiba bangkit dari dudukanya sambil berlari keluar dari cafe. "Bohooong! Kemarin aja dia masih mau kasih tumpangan sama Lave ...."


"Awas lu, Viiiiiil!" William Chen berteriak mengutuki si tukang jahil Heldevi.


"Zeeee ... sakit iniii! Lepasin dong sayaaaang!"


"Heeeeh, terus aja berantem sampe bonyok." Jeremy Bierk juga bergerak meninggalkan cafe yang mulai ramai oleh para pengunjung lain. "Gue mau ke base camp buat siapin berkas-berkas kalian semua."


"Enak aja ampun-ampun!" Megan Zee menyeret sang suami untuk meninggalkan cafe tersebut. "Pokoknya lu harus dihukum!"


"Ampuuun!"


Tentu saja keduanya menjadi pusat perhatian para pelanggan cafe kecil yang berdiri tak jauh dari base camp Danger Death. Para anggota band memang sengaja sarapan pagi di cafe tersebut sebelum melanjutkan kegiatan mereka.


Di bengkel mobil ....


Pukul 08.00 pagi itu, aktivitas dan rutinitas di bengkel tempat Yi Xe bekerja terlihat cukup sibuk. Mobil-mobil berbagai merk dengan masalah yang berbeda terlihat berjajar rapi di pelataran bengkel yang luas. Mereka memang baru saja membuka pintu bengkel, tetapi orang-orang pemilik kendaraan sudah sejak pagi menunggu dengan setia.


"Kamu, tolong tangani mobil sebelah sana!" Seorang karyawan bengkel memberi perintah pada kawannya yang lain.


"Dan kamu!" Lelaki itu menunjuk ke arah Yi Xie yang baru saja mengemas dan membuang kertas pembungkus makanan ke dalam tong sampah yang tak jauh dari posisi duduknya. Anak muda tampan itu baru saja selesai menghabiskan sisa sarapan pagi dengan nasi dan lauk ala kadarnya.

__ADS_1


"Ya, Boss!" Yi Xie masih bergeming di tempat duduknya sembari membuka penutup botol air mineral.


Pria berperut gendut berjalan ke arah Yi Xie dengan membawa buku catatan dan berkata, "Kamu selesaikan mengecat mobil milik tuan Liu. Dan ingat, jangan sampai ada kesalahan ataupun cacat sedikit saja. Mengerti?"


"Siap, Bos! Akan saya usahakan," sahut Yi Xie sembari meminum air mineral untuk membersihkan sisa-sisa makanan pada saluran pencernaanya.


Bos gendut seperti teringat akan sesuatu dan segera mendekati Yi Xie, untuk kemudia duduk di samping pemuda itu. Bos gendut bertanya dengan suara lirih, "Yi Yi, di mana temanmu itu? Apakah dia tidak mau datang ke tempat ini lagi?"


"Ooh, Zike?" Yi Xie terlihat tidak begitu suka kalau pria mata keranjang yang menjadi bosnya ini menanyakan perihal teman perempuannya.


"Ya, memangnya siapa lagi?" Bos gendut terlihat sedikit kesal. Dia sungguh berharap, kalau gadis ini akan menerima tawarannya. Dia bahkan berencana untuk mendekati Zike dan menjadikannya istri muda.


"Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya. Mungkin dia sibuk atau sedang melakukan suatu hal." Yi Xie menjawab tanpa ekspresi apa pun di wajahnya.


"Dasar bandot botak!" Yi Xie menggerutu dalam hati dengan wajah masam. Karena dia mengetahui secara pasti akan niat bos gendut mata keranjang ini.


"Ya sudah, nanti kalau kamu ketemu lagi dengannya. Bujuk dia supaya mau menerima pinanganku."


"Gila gak sih nih bandot? Bini udah tiga aja masih ngiler ma daun muda aja!" Yi Xie menggeram dalam hati. "Dasar Bandot Botak!"


"Maaf, Bos. Dia udah ada yang punya." Yi Xie terpakasa berbohong kali ini, demi melindungi sang kawan.


Bos gendut terkejut bukan main. "Serius?"


"Saya serius lah, Bos. Kan saya temen deketnya." Yi Xie berusaha berakting dengan sangat baik di depan pria hidung belang yang tidak tampan sama sekali.


Tiba-tiba saja mata Yi Xie berbinar saat melihat seseorang menghentikan kendaraan tak jauh dari tempat kedua orang berbeda ruoa dan usia tersebut. Si bos gendut terbelalak lebar saat melihat siapa yang datang kali ini.


"Nah, Bos! Itu dia orangnya!" Yi Xie berseru dengan antusias.


"Dia?"

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2