Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
DASAR PEMIMPI


__ADS_3

Mau tak mau gadis itu harus merasa kesusahan untuk menelan air liur yang bagai tanpa henti mengalir dan memenuhi rongga lidahnya. Gadis itu membatin, "Semuanya terlihat lezat. Tapi, aku malu ...."


Tentu saja itu adalah ucapan Zike dalam hati dan hanya rona wajahnya saja terlihat tersipu-sipu, sedangkan Yi Xie yang duduk di sampingnya segera menuang satu gelas air putih untuk dirinya sendiri dan juga Zike.


"Mari kita mulai saja makan, tak usah malu-malu. Silakan!" Ye Kai tampakmya cukup mengerti akan perasaan Zike yang sedang berusaha menahan diri dari godaan hidangan yang ada di hadapannya.


"Terima kasih banyak, Master Ye!" Gadis itu memberanikan diri untuk mulai menyenduk nasi putih yang terlihat masih hangat dan sangat menggodanya.


"Anda sendiri, tidak makan?" Zike merasa heran dengan pria yang masih bergeming dan tak bergerak sedikit pun untuk mengambil makanan.


"Kalian saja dulu, aku tahu kalian pasti sangat kelaparan setelah berlarian sepanjang waktu." Ye Kai mengangkat gelas dan mempermainkan sedotan plastik dengan jemarinya. Pria itu terlihat sangat santai menyesap es jeruk yang masih berembun. "Aku menunggu istriku."


"Oohh! Jadi orang ini sudah menikah?" Zike tampak sedikit terkejut mendengar ucapan Ye Kai. Dia sungguh merasa bersalah atas kecurigaannya selama ini. "Jadi, apa maksudnya dia mengundangku ke mari?"


"Kalau begitu ... kami tak akan segan lagi, Master!" Yi Xie segera mengambil berbagai macam makanan ke atas piringnya.


"Silakan, tak usah sungkan-sungkan lagi. Semua hidangan ini memang sengaja kupesan untuk kalian. Eeh untuk menyambut kedatangan anggota kami yang baru," ujar Ye Kai yang sekarang beralih memainkan posel miliknya. Jika dilihat dari bentuk dan merknya, sudah jelas itu merupakan ponsel kelas atas rilisan terbaru.


"Kapan yaa, aku punya benda itu lagi. Benda yang benar-benar milikku?" Zike hanya bisa membatin dengan perasaan sedih. Sesungguhnya dia hanya ingin agar bisa menghubungi Alexi. "Untung saja aku masih ingat nomor Alexi. Semoga saja dia tak pernah menggantinya."


"Ale, tunggu aku!" Zike berbisik dalam hati.


Yi Xie lagi-lagi mendapati kawannya ini tengah asyik melamun dan tak juga kunjung menyantap hidangan yang sudah singgah dengan cantik dan menarik serta menunggu untuk disantap pemiliknya.


"Zikeee, kau harus banyak makan agar badanmu tidak terlalu kurus seperti sekarang ini." Yi Xie menambahkan beberapa kerat daging sapi dan tumis sayuran ke dalam piring gadis yang masih terlihat diam saja seperti tengah memikirkan suatu hal.


Namun, lagi-lagi dia teringat kepada Nestin sahabat baiknya. Gadis itu berkata dalam hati. "Apakah dia sudah makan?"


Yi Xie melirik kecil ke arah Zike yang sedang menggantung sendok hingga sama sekali belum menyentuh bibirnya. Pemuda itu pun mengerti apa yang tengah dipikirkan gadis ini. Dia pun berbisik di sisi telinga Zike. "Sudaaah! Nanti kalau kita pulang, kita belikan saja anak itu nasi padang atau makanan lainnya."


"Kamu memang paling tahu pikiranku!" Zike tersenyum dan mulai menyantap makanannya.


Baru saja mereka setengah jalan dalam menikmati hidangan santap siang yang agak terlambat. Terdengar suara langkah kaki bersepatu high heels memasuki ruangan tersebut. Zike dan Yi Xie pun secara spontan menoleh ke arah datangnya suara. Dari pintu masuk, terlihat seorang wanita cantik bertubuh sedang, ramping dengan kulit putih yang bersih bercahaya. Jelas sekali jikalau wanita ini bukanlah orang yang tidak pandai merawat diri.


Zike pun sampai dibuat melongo menyaksikan sebuah kecantikan yang membuat hati pria mana pun akan bergetar. Gadis itu dalam hati menjerit, "Wanita yang sangat cantik seperti boneka barbieeeee!"

__ADS_1


Sementara itu Mei Lan terus berjalan semakin mendekat ke arah mereka. Wanita cantk itu dengan ramah menyapa, "Selamat siang semuanyaaa!"


"Maaf aku sedikit terlambat," ujar Mei Lan yang segera menyalami tangan Zike. "Perkenalkan, namaku Mei Lan istri dari Master Ye."


Zike segera meletakan sendoknya dan menyambut uluran tangan wanita cantik berkulit putih tersebut. Zike berseru dalam hati. "Waaaah, alangkah lembut tangannya iniiii!"


"Oh, jadi ini Nyonya Mei Lan. Perkenalkan, saya adalah ...."


"Zain Kamila atau Zike, kan?" Mei Lan bertanya.


"Oohh, iya benar! Itu memang saya." Zike menjadi sedikit salah tingkah saat Mei Lan memperhatikannya dengan saksama keadaan dirinya. "Anda sudah mengetahui tentang saya rupanya."


"Yi Xie dan suamiku yang bercerita tentang kamu belum lama ini." Mei Lan tampak mengerti akan perasaan gadis ini. "Baiklah, lanjutkan saja acaranya. Silakan!"


"Terima kasih, Nyonya!"


"Sama-sama." Mei Lan pun segera menghampiri sang suami yang sudah sejak tadi sengaja menahan lapar hsnya untuk bisa makan bersamanya.


"Ye Ge!" Mei Lan memilih duduk di hadapan Ye Kai seraya mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Aku baru saja menjemput Ah Xuan," jawab Mei Lan.


"Ah Xuan?"


"Ya, Ah Xuan." Mei Lan lalu menceritakan apa saja yang baru dia lakukan hingga terlambat datang ke tempat itu.


Sementara itu, Zike masih terpesona dengan kecantikan Mei Lan hingga dia masih saja termangu-mangu. Yi Xie segera menyadarkanya. "Hei! Kau mau duduk lagi, tidak?"


"Oh!" Zike pun tersadar dan kembali duduk di samping Yi Xie.


"Sungguh cantik! Kulitnya benar-benar halus dan berseri ... aaaahh! Aku jadi malu dan mindeeeeer!" Tanpa sadar Zike melihat kulit tangannya yang kusam dan tidak menarik sama sekali. "Jauh sekali kalau dibandingkan dengan dia!"


"Ssst, Yi Xie! Siapa dia?" Zike bertanya sambil berbisik.


"Oohh, dia itu Mei Lan istrinya Master Ye. Cantik ya?" jawab Yi Xie yang juga berbisik.

__ADS_1


"Iya, cantik bangeeet! Dan aku ...."


"Dekil?" Yi Xie tertawa terkikik setelah mengatai temannya ini.


"Iya! Aku emang dekil!" Zike merengut karena dikatai dekil. Walaupun itu memang benar, tapi setidaknya mungkin Yi Xie bisa sedikit berbohong untuk membuatnya senang. "Aku memang dekil! Tapi asal kamu tahu aja yaaa ... aku punya pacar yang sangat tampan!"


Pffffttt!


Yi Xie menyemburkan air putih yang sedang diminumnya hingga menyebabkan pemuda itu terbatuk akibat tersedak. Dia pun harus bersusah payah meredakan batuknya. Yi Xie bertanya dengan napas tersengal-sengal. "Pa-pacar apaan?"


Zike pun balik mentertawakan temannya yang sedang menderita akibat tersedak air minum. "Kamu kenapa siiih?"


"Kenapa? Masih juga nanya!" Yi Xie terlihat kesal. "Kalimat kamu yang terakhir gak enak banget kedengerannya. Mana ada cowok yang suka sama cewek buluk dekil kayak gini!"


"Ya ada, lah! Buktinya aku punya cowok cakepnya selangit!" Zike tak mau kalah.


Yi Xie menyela, "Mana buktinyaaa? Dasar Pemimpi!"


"Pokoknya ada dan belum saatnya kamu tahu siapa dia."


"Paling juga cuma khayalan kamu." Yi Xie benar-benar tak percaya.


"Pokoknya ada, titik!" seru Zike.


"Aku gak percaya titik!"


"Bodo amat, titik!"


"Sampe ke langit sembilan juga gak bakal ada cogan yang naksir kamu," sahut Yi Xie dengan masih tak percaya..


"Gak masalah kalo gak ada cogan langit yang suka sama aku. Yang penting ada satu cogan yang mau sama aku dan juga, satu coganku itu udah kayak dapetin seribu cogan. Kamu aja bukan tandingannya!" Zike bicara panjang lebar demi membela diri. "Dan dia bucin gila sama aku."


Ye Kai hanya menggelengkan kepala berulang kali seraya mendesah saat mendengar celotehan kedua anak muda yang baru saja menyelesaikan makan siangnya.


"Dasar anak muda!"

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2