
"Haruskah tuan muda turun tangan sendiri? Bukankah itu cukup berbahaya?" Segara sangat keberatan jika Alexi turun tangan secara pribadi untuk menangani kasus tersebut.
"Aku hanya ingin mengetahui secara langsung, bagaimana kondisi di sana dan sistem keamanan Z Pearls," ucap Alexi sambil menerawang jauh ke luar jendela.
Z Pearl adalah perusahaan rahasia milik Alexi yang dirintis olehnya dengan dukungan sang kakek. Dikatakan rahasia adalah karena perusahaan itu terbentuk tanpa sepengetahuan Nata Praja ayahnya. Meskipun usaha tersebut memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atas nama Alexi sendiri.
Rupanya, Ki Surya praja memang sangat mendukung cucu lelaki kesayangannya. Pria itu bahkan kerap bertengkar dengang sang anak atas perbedaan-perbedaab yang terjadi antara ia dan Nata Praja putranya.
"Baiklah, kami akan mengikuti ke mana pun Tuan Muda pergi," kata Segara dengan sikap hormat dan patuh, sedangkan Abraham hanya terdiam di tempatnya berdiri.
Kemudian, ketiga pria dalam ruangan pribadi Alexi mulai disibukan dengan segala pembahasan dan perundingan mengenai kasus bobolnya tambak kerang mutiara milik Alexi.
Di luar ruangan tempat Alexi tengah dikacaukan oleh laporan tersebut, seorang pria tua mendengarkan semua itu. Dalam hati lelaki berjenggot putih berkata, "Hmm, jadi cucuku sedang dalam masalah besar?"
"Siapa pun yang berani membuat kerugian pada usaha cucuku. Maka, kalian akan menanggung akibat hingga berkali lipatnya." Pria itu berucap dalam hati, sembari berlalu dari depan ruangan sang cucu dengan sebuah rencana yang tidak ia beritahukan kepada siapa pun. "Meremehkan seorang Alexi Nata Praja, itu sama halnya dengan memandang rendah Surya Praja!"
Beralih ke kediaman Ye Kai.
"Ada apa ini?" Ye Kai terkejut saat baru saja kembali dari paviliun kecil di mana Zike ditempatkan. Lelaki itu melihat banyak orang berbaris di pelataran aula utama kediamannya. "Apa yang terjadi dengan mereka semua? Padahal aku baru saja pergi tidak sampai enam puluh menit. Aneh sekali!"
"Tuan Besaaar! Tuan Besaaaaar!" Salah seorang pelayan pria tua terlihat berlari-lari kecil ke arahnya dengan wajah cemas. "Tuan Besar akhirnya kembali!"
"Ada apa, Paman?" Ye Kai bertanya seraya menatap penuh keheranan pada pelayan tua yang dia panggil paman. "Mengapa para pelayan itu berkumpul di sana?"
Pelayan tua menjadi kaget saat melihat anak harimau dalam pelukan Ye Kai. Matanya terbelalak lebar dan berseru, "Tu-Tuaan! Tu-tuan me-membawa bayi ha-harimau?"
__ADS_1
"Benar. Ini adalah binatang milik Master Liu yang sedang kita cari." Ye Kai berkata sambil menenangkan anak harimau yang bertingkah agresif. Sesekali pula anak harimau putih itu menggigit kecil atau mencengkeram Ye Kai dengan penuh kemanjaan.
"Ja-jadi ini yang dimaksud dengan hewan peliharaan milik Master Liu?" bertanya Pak tua dengan perasaan ngeri, saat membayangkan jikalau binatang ini besar nanti. Seberapa banyak daging yang akan dimakan oleh anak harimau ini? Lalu, bagaimana jika sampai terlambat dalam memberinya makan?
Bukan tidak mungkin si pemilik justru akan menjadi mangsa empuk bagi harimau yang dipeliharanya sendiri.
"Benar. Oh ya, ada apa dengan mereka semua?" Ye Kai terpaksa mengulangi pertanyaannya.
"Celaka, Tuan! Mereka semua telah melakukan sebuah kesalahan besar!" Paman tua lalu menceritakan kejadian yang baru saja menimpa Jessey Liu.
"Apa?" Ye Kai sangat terkejut dan seketika dadanya dipenuhi oleh badai kemarahan yang luar biasa. "Benar-benar bodoh dan sangat keterlaluan! Akan kuberi pelajaran mereka semuaa!"
"Tuan Besaar!" Pak tua berteriak sambil mengikuti Ye Kai yang sudah terlebih dahulu berjalan ke arah barisan para pelayan. Pria tua itu berkata dalam hati. "Celaka! Tuan sepertinya sangat marah. Aku tidak tahu, hukuman apa yang akan mereka terima atas kejadian itu."
Ye Kai melebarkan langkah kakinya agar segera tiba di pelataran aula utama. Ketegangan jelas sangat terasa di
Jessey Liu telah berada di sana langsung menerima Tygra dari tangan sahabatnya. "Terima kasih, Ye Kai!"
"Mmhh." Ye Kai menganggukan kepalanya. "Aku akan mengurus para manusia sialan ini untukmu."
"Hanya sedikit salah paham saja dan tak usah teralu diperberat," ujar Jessey Liu dengan nada datar sembari mengusap-usap kepala anak harimaunya. "Yang penting dia sudah diketemukan dan kembali padaku."
"Tapi itu membuatku sangat malu padamu, Jessey!" Ye Kai berkata sembari menatap sahabatnya dengan perasaan bersalah. "Aku akan memberi pelajaran pada mereka semua!"
"Kalau begitu, sekarang aku akan kembali ke kamarku. Mereka adalah urusanmu. Aku tidak punya masalah lagi dengan mereka semua," ujar Jessey Liu dengan nada tenang. "Biar aku bicara sedikit pada mereka semua."
__ADS_1
"Baiklah. Silakan, Jessey!" Ye Kai mengangkukan kepala dan memberi jalan kepada Jessey Liu.
"Chriss!"Jessey Liu memanggil Chriss.
Yang dipanggil pun dengan sigap dan patuh segera mendekat. "Saya, Gong Zi!"
Jessey Liu menyerahkan anak harimau dalam gendongannya kepada Chriss. "Pegang dia dan jagalah!"
"Siap, Gong Zi!" Chriss segera menerima anak harimau yang diulurkan padanya. Wajah Chriss terlihat sangat lega dengan diketemukannya harimau putih milik sang tuan.
Master utama Sekte Elang Emas pun maju beberapa langkah ke depan dengan sikap santai dan tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Raut wajah Jessey Liu bahkan terlihat sedikit senang meskipun tak ada seulas tipis pun senyum yang mewarnai bibir merah mudanya. Entah apa yang membuat pria ini menjadi sedikit memiliki keceriaan yang jarang ia perlihatkan di depan umum.
Ye Kai mengikuti sang master lalu berdiri di samping Jessey Liu. Mereka memiliki sikap yang serupa, yaitu berdiri tegak dengan kedua tangan saling bertautan dan tersembunyi di belakang pinggangnya. Jessey Liu menatap satu-persatu wajah-wajah para pelayan pria kediaman milik sahabatnya yang tampak ketakutan dengan perasaan iba.
"Kalian semua! Dengarkan baik-baik apa yang akan disampaikan oleh Master Liu!" Ye Kai berkata dengan suara lantang.
"Baik, Tuan Besar!" Para pelayan menyahut secara serentak dengan kepasrahan dalam hati masing-masing. Mereka sudah siap menerima hukuman apa yang akan dijatuhkan oleh sang tuan.
"Ternyata dia benar-benar Master Liu. Celaka! Apa yang harus aku lakukaaan?" jerit hati pelayan berkumis tipis dengan tubuh gemetaran.
"Dia sungguh-sungguh Master Liu?" Pelayan bertubuh gempal merasa ketakutan sekarang. Dia masih ingat perlakuannya terhadap pria itu.
Suasana menjadi hening tanpa ada yang bersuara. Ye Kai kemudian menoleh ke arah Jessey Liu. "Silakan, Jessey!"
Jessey Liu menganggukan kepala dan mulai bersiap-siap untuk memulai apa yang ingin dia sampaikan. Namun belum sempat dia bicara, tiba-tiba saja para pelayan menjatuhkan diri dan berlutut di hadapan Jessey Liu. Salah seorang dari mereka bahkan memeluk lututnya sambil menangis.
__ADS_1
Jessey Liu terkejut dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?"
...Bersambung...