
Ye Kai mencengkeram kerah baju salah satu preman yang bertubuh tinggi besar dan menatapnya dengan sorot mata tajam penuh kemarahan. "Kenapa kalian semua melakukan hal keji itu padanya?"
"Tu-Tu ... Tu-Tuan! A-ampuun!" Preman itu ketakutan melihat Ye Kai yang sangat menakutkan baginya.
"Katakan mengapa?" bentakan Ye Kai sekali lagi menjatuhkan mental preman tersebut.
"Perintah! Kami hanya ... kami hanya menjalankan perintah!" Preman tersebut menjawab dengan suara gemetaran dan wajah sepucat mayat. Dia baru saja mendapatkan beberapa kali bogem mentah dari pria di hadapannya ini hingga wajahnya sudah bengkak membiri di beberapa bagian.
Ye Kai kembali membentak, "Perintah siapa?"
"I-itu! Itu-itu dia ... aku tidak bisa mengatakannya, aku takuuut!" Preman itu tak ingin dirinya menjadi pengkhianat bagi pimpinannya.
"Baiklah, kalau kau tak mau mengatakannya. Maka ...."
Ye Kai tiba-tiba mengangkat salah satu tangannya dengan jari-jemari membentuk cakar elang yang siap mencabik siapa saja termasuk preman dalam cengkeramannya. Hal itu membuat preman yang sedang ketakutan semakin merasa lemas pada sekujur tubuhnya.
"Aku tak mau mengkhianati bos kami!" ucap preman yang sudah merasa pasrah dalam kekuasaan Ye Kai. "Aku juga tidak tahu apa maksud dari bos kami! Sekali lagi, kami hanya menjalankan perintah untuk menangkapnya!"
"Bagus! Apa pun maksud kalian dan siapa pun yang memerintahkan kalian! Maka kalian tetap mendapatkan hukuman dariku!" Seusai berucap, Ye Kai mengayunkan telapak tangan yang membentuk cakar itu untuk mencabik muka preman yang tak lagi bisa memberontak.
"Ampuuun! Aaaaaaa!" Preman itu pun pingsan seketika saat jutus Cakar Elang Besi mendarat dengan ganas mencabik kulit wajahnya hingga menimbulkan luka robek panjang melintang dengan darah yang mengucur dari luka-lukanya.
Ye Kai segera melemparkan tubuh korbannya ke arah kawanan preman lainnya yang telah terkapar sambil mengerang kesakitan.
__ADS_1
"Mengerikan!" Preman bertatto serigala bergidik ngeri saat melihat dengan jelas wajah kawannya yang terluka oleh jurus Cakar Elang Besi tingkat tinggi tersebut. Preman bertatto menutup matanya karena tak kuasa menyaksikan wajah yang hancur akibat ulah Ye Kai.
"Ayo! Siapa lagi yang akan maju untuk melawanku?" Ye Kai berjalan di antara tubuh para preman yang sekarang bahkan tak bisa mengangkat jemarinya sekali pun. Sesekali pula pria itu menendang tubuh para lelaki tak bermoral yang hanya bis menjadi sampah bumi.
Zike dan Yi Xie yag melihat sepak terjang Ye Kai pun menjadi ikut bergidik ngeri. Pria yang terlihat biasa saja dan sederhana pada hari-hari sebelumnya telah berhasil membuat lawan yang berjumlah sangat tidak seimbang itu terkapar dengan kondisi sangat mengenaskan.
Ye Kai seperti belum merasa puas dengan aksinya, dia mengangkat tubuh salah sorang preman yang masih terlihat sadar dan segera memutar tangan preman itu ke belakang tubuhnya sendiri. Hal tersebut membuat si preman bukan hanya meringis kesakitan, tapi juga menjerit tanpa sadar menahan kesakitan yang luar biasa.
"Aaaaaa! Ampuuuuun!"
"Ampun? Kalian rupanya memang para anjing liar yang tak tahu malu dengan meminta ampun setelah hampir saja berbuat yang tidak senonoh kepada gadisku!" Ye Kai membentak dengan perasaan geram. Tentu saja penyebutan kata 'gadisku' terhadap Zike itu hanyalah alasan agar terdengar masuk akal jikalau dia membela gadis itu.
"A-am-ampun, ampuuun!" Preman itu sangat ketakutan saat tangannya telah ditelikung dengan sangat kuat oleh Ye Kai.
"Ka-kami, kami tidak berani mengatakannya!" Yang ditanya sepertinya ingin menutupi tentang orang yang sudah menyuruhnya untuk mencelakai Zike. "Kami juga ta-takuuut!"
"Pengecut!" Ye Kai dengan kejamnya menyarangkan bogem mentah di wajah preman yang tidak mampu lagi mengelak dari kepalan tangan Ye Kai yang dengan sangat kuat dan keras menghantam rahangnya. Tak ayal lagi, rahang preman itu pun retak dan membuat pipi bagian dalamnya pecah akibat beradu dengan gigi-giginya.
"Sampah!"
"Aaaaaaaggh!" Preman itu hanya bisa menjerit saat tubuhnya terpental bagai terbang akibat terkena tendangan dari Ye Kai. Tubuh itu pun melayang dan menimpa kawan-kawannya yang terkapar di atas lantai pelataran. Seteguk besar darah segar pun langsung terlempar dari mulut dan hidung pria itu.
"Sadis sekali Master Ye!" Zike menyembunyikan wajahnya di balik punggung Yi Xie karea merasa sangat ngeri.
__ADS_1
"Dia memang kejam saat berhadapan dengan lawannya, sama seperti Master Liu. Dia bahkan lebih tidak berperasaan lagi kalau dibandingkan dengan Master Ye." Yi Xie berkata dengan suara lirih.
"Master Liu?" Zike bertanya dengan rasa penasaran. Jika Ye Kai saja sudah semenakutkan ini, lalu bagaimana dengan seorang Master Liu itu dan seperti apakah sosoknya? Zike sungguh penasaran dengan orang yang baru dia dengar namanya ini. "Eh, Yi-Yi! Siapa lagi dia?"
"Nanti kamu juga akan tahu siapa dia, yang jelas dia adalah orang yang paling sulit dimengerti apalagi ditundukkan. Dia adalah orang terkuat di Sekte Elang Emas perguruan yang dikelola oleh Master Ye." Yi Xie tampaknya sudah tahu cukup banyak tentang sekte nomor 1 di propinsi Guangbei ini. "Nanti saja kita ceritanya, sekarang kita lihat bagaimana para preman itu bisa pulang ke bos mereka nantinya."
"Ooohh." Zike hanya bis menurut saja sementara waktu ini karena memang keadaan yang tidak memungkinkan untuk mereka bercakap-cakap tentang banyak hal.
"Ayo! Siapa lagi yang ingin kujadikan kambing potong seperti mereka semua?" Ye Kai sengaja menantang dengan suara keras sambil menginjak tubuh salah seorang preman. Hal itu membuat Ye Kai tak ubahnya seperti seorang dewa perang dalam film-film action di televisi atau layar lebar keluaran Hollywood.
"Dasar pria sialan! Beraninya ikut campur urusan preman Skull Heaaad!" Bos preman yang sejak tadi hanya menyaksikan anak buahnya menjadi bulan-bulanan oleh Ye Kai pun, akhirnya maju untuk membuat perhitungan dengan pria yang sekarang balik menatapnya.
"Tentu saja aku harus mencampuri urusan kalian, karena dia adalah temanku!" Ye Kai mulai bersiaga kembali.
"Temanmu? Kalau begitu tolong kau tunjukan pada kami, bagaimana caramu menolong dan merebutnya dari kami!" teriak preman pongah berkepala botak
"Kalian semua sudah selayaknya sekumpulan banci yang beraninya cuma menggertak seorang perempuaan!" Ye Kai membentak kepada salah seorang pria bercodet dengan kepala botak yang berkilat.
"Aa-ampun! Ampuni kami Master Ye!" Pria bercodet terlihat sangat ketakutan melihat sorot mata Ye Kai yang tajam menghujam kalbunya.
Melihatnya wajah buruknya saja sudah membuatnya sangat muak dan ingin muntah. "Katakan! Siapa yang telah menyuruh kalian menangkap gadis itu?"
"I-itu ... itu!"
__ADS_1
...Bersambung...