Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
CINDERELLA GENDUT


__ADS_3

"Mmhh," gumaman disertai anggukan kecil dari Jessey Liu menjadi jawaban yang cukup menyenangkan bagi pelayan gemuk itu.


"Waaahh! Hari ini aku benar-benar beruntung sekaliiiii!" teriak pelayan gendut dalam hati sambil mengucek-ucek kain serbetnya. "Aku bertemu dan berpelukan dengan pangeran tampankuuu!"


Sementara itu, kawannya yang terjatuh di hadapan Ye Kai, tengah meringis kesakitan disertai rasa malu. "Tu-Tuaan!"


"Bangun!" Ye Kai membentak sambil berkacak pinggang dengan mata melotot.


Pelayan berbaju biru terlihat ketakutan dan segera bangkit. "Tu-Tuan ...."


"Apa yang kalian lihat tadi?" bertanya Ye Kai sembari melotot.


"Ka-ka ... kami hanya tidak tahu apa-apa, Tuan!" ucap pelayan berbaju biru dengan terbata-bata dan menundukkan wajahnya. "Sungguh! Kami tidak tahu apa-apa!"


"Ya sudah. Sekarang bantu Master Liu mencari hewan peliharaannnya!" perintah Ye Kai kepada para pelayannya.


"Master Liu?" Kedua pelayan itu tersentak kaget hingaga tanpa sadar mereka langsung menatap kepada Jessey Liu yang masih terlihat gelisah.


"Ma-Master ... Master Li-Liu?" Pelayan berbadan gendut sampai melompat mundur karena saking terkejutnya.


Bagaimana mereka tidak terkejut dengan ucapan Ye Kai jikalau orang yang ada di hadapan mereka saat ini adalah Master Liu yang dikabarkan seorang pria dingin, kaku dan tidak pernah tersenyum. Banyak yang menduga kalau Jessey Liu adalah seorang pria tua galak yang tidak bisa dibantah. Namun setelah bertemu secara langsung, hal itu seperti sebuah omong kosong belaka.


Pria yang ada di hadapan mereka sekarang ,sungguh berbanding terbalik dari yang banyak orang kabarkan. Walaupun memang tidak banyak bicara, tetapi raut wajahnya terlihat ramah dan bersahabat. Terlebih lagi dengan ketampanan pria muda atasan dari tuan mereka yang sungguh mempesona. Hal itu membuat dua pelayan wanita tersebut terdiam dan mematung.


"Kenapa kalian ini?" Ye Kai menjadi sangat heran dengan sikap dua pelayan wanitanya.


Ye Kai terpaksa mengulangi pertanyaannya yang tak dihiraukan oleh para pelayannya. "Hei! Kenapa pula dengan kalian ini?"

__ADS_1


Keduanya terkejut hingga terlonjak sekali lagi. "Maaf Tuan!"


"Ti-tidak! Tidak ada apa-apa, Tuan!" Pelayan gendut tak berani bersitatap dengan Jessey Liu ataupun Ye Kai. Pelayan gendut dalam hati berteriak, "Aaaaa! Hari ini aku benar-benar beruntung sekaliiiii! Ternyata Master Liu tidak seperti yang orang-orang ceritakan. Aaaaaah, jadi tidak sabar rasanya aku untuk memamrkan pada semua orang kejadian hari iniiii!"


"Lihat saja mereka yang sudah habis-habisan memojokkan dan menindasku! Mereka semua pasti akan tutup mulut." Pelayan gendut masih berkata-kata dalam hati. Begitu senangnya ia hari ini. "Ooooh, Master Liu tampanku! Kau benar-benar seorang pangeran yang datang untuk Cinderella ini!"


Pelayan gendut tanpa sadar membayangkan dirinya berpose ala Cinderella dengan kostum dan sepasang sepatu kacanya. Betapa indah saat dia mengkhayalkan seorang Pangeran Jessey Liu memasangkan sepatu kaca di kakinya serta membawa sang putri bergaun indah mengembang, kuning keemasan berkilauan, berdansa di tengah-tengah lingkaran para peserta pesta.


"Aaaaaahh! Indahnyaaaa!" Pelayan gendut berteriak dalam hati akibat merasa sangat bahagia. Wajah berpipi gembil dan lucu itu pun seketika merona merah bagaikan buah jambu air yang mulai meranum.


Sementara itu Jessey Liu yang masih dilanda kegelisahan pun berkata, "Ye Kai, aku masih harus mencarinya sekarang juga!"


"Baiklah, Jessey. Kita berpencar." Ye Kai menoleh ke arah pelayan gendut yang masih tersenyum-senyum sendiri. "Kau. Ikutlah Master Liu sebagai penunjuk arah!"


Demi mendapatkan sebuah perintah tersebut sang pelayan gendut bahagia bukan buatan. "Baik, Tuan! Saya siap mendampingi Master Liu!"


"Baiklah, kita berpencar sekarang juga!" Ye Kai berkata yang disusul anggukan kepala oleh Jessey Liu sebagai jawaban.


"Hei! Cepatlah!" Jessey Liu berseru tanpa menoleh ke belakang. "Seharusnya kamulah yang menjadi penunjuk jalan!"


"Baiiiiik! Baiklah, Master!" Pelayan gendut terpaksa harus sangat kerepotan mengikuti langkah Jessey Liu yang panjang dan cepat. Napasnya sudah sangat tidak beraturan, sedangkan Jessey Liu sudah tidak terlihat olehnya. "Ke mana Master tampanku itu?"


Mereka pun tiba di halaman samping yang terlihat sepi dan terhalang sebuah tembok keliling setinggi tiga meter. Dinding tersebut memiliki banyak ditumbuhi daun sisik naga yang merambat dan menjalar liar hingga memenuhi permukaan tembok tersebut


"Hmm, halaman ini kelihatannya cukup sepi." Jessey Liu membatin sambil memperhatikan keadaan di sekitar tempat itu.


"Tuan!" Pelayan gendut memberanikan diri untuk menanyakan suatu hal.

__ADS_1


"Ada apa?" Jessey Liu bertanya tanpa menoleh sama sekali.


Pelayan gendut mendekati Jessey Liu dan berdiri beberapa langkah di belakang pria tampan tersebut. "Se-sebenarnya, apakah yang sedang Anda cari?"


"Kekasihku." jawab Jessey Liu dengan sangat singkat.


"Kekasih?" Pelayan gendut sangat terkejut mendengarnya dan angan-angan tentang Cinderella pun buyar seketika. Hampir saja tubuh gendutnya terlonjak saking merasa kaget.


"Mmmh." Jessey Liu bergumam kecil. "Cepat kau bantu aku menemukannya! Dia memiliki warna hitam dan putih."


"Hitam dan putih?" tanya pelayan gendut yang memang belum mengetahui hal apakah yang sedang dicari oleh Jessey Liu ini. "Apakah itu, Master?"


Jessey Liu yang sudah berlalu menjawab dari kejauhan. "Bayi harimau!"


"Oohh, bayi harimau." Pelayan gendut manggut-manggut mendengarnya sambil menyibaki rumpun semak bebungaan. Namun, dia terlonjak saat merasa sadar atas jawaban Jessey Liu. "Apa?"


"Bayi harimau?" Mata pelayan gendut melotot nyaris keluar dari rongganya disertai keterkejutan yang luar biasa. "Itu bayi harimau?"


"Aaaaaahhh!" Pelayan gendut merasa tubuhnya lemas seketika dan hampir terjatuh karena sangat ketakutan. "Ma-Master! Jadi, itu-itu bayi ... bayi harimau?"


"Ya!" Lagi-lagi hanya


"Master! Sa-saya takuuuut" Pelayan wanita tiba-tiba jatuh terduduk di atas rerumputan. Tubuhnya bergetar disertai keringat dingin yang mengalir bagai mandi air es.


Jessey Liu menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah pelayan wanita bertubuh gendut yang sudah memucat. Jessey Liu terpaksa menghampiri gadis itu dan berkata, "Tenanglah! Meski dia anak harimau, tapi dia belum makan daging dan masih menyusu. Jadi, dia tidak akan memangsa orang."


Mendengar perkataan dari master tampan yang sedang berdiri dengan gagah di hadapannya. Hati pelayan wanita bertubuh gemuk itu menjadi lega dan sedikit tenang. Dia pun mulai bisa menguasai perasaannya. Hampir saja dia merasa sesak napas membayangkan seekor harimau yang besar, ganas dan menakutkan akan menerkam lalu memangsanya. "Baiklah. Baiklah, Master Liu!"

__ADS_1


"Saya akan mencarinya, Master."


...Bersambung...


__ADS_2