Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
KEMBALI KE SEKTE


__ADS_3

Suri pun tak kalah kaget dengan ucapannya sendiri. "Maksudku ... eeh, maksudku!" 


"Maksudku ... kita harus secepatnya membawa barang-barang ini, karena Master Liu pasti sudah lama menunggu." Suri segera bergegas setelah ucapannya selesai. Gadis itu merutuki kebodohannya sendiri dalam hati. "Bodoh! Bodohnya kamu, Suriiii!" 


Gadis gemuk itu meninggalkan rombongan kawan-kawannya yang tak mengerti atas sikapnya tersebut. Para pelayan pun saling berpandangan satu sama lain melihat tingkah gadis gemuk tersebut. Mereka merasa Suri mulai bersikap tidak biasa saja sejak pertemuannya dengan Jessey Liu.


"Kalian lihat? Sepertinya, Suri sudah jatuh cinta pada Master Liu," bisik gadis pelayan bertubuh kurus yang sudah menduga jika kawannya telah jatuh hati pada seorang Jessey LIU.


"Haaaa?" Ketiga wanita pelayan merasa sangat kaget dengan ucapan kawannya.


"Aku jadi sangat penasaran. Seperti apa rupa wajah Master Liu itu," ujar gadis berlesung pipi.


Gadis berhidung pesek menyahut. "Aku juga!"


"Kalau begitu, kita harus secepatnya mengantar barang-barang ini agar bisa melihat Master Liu itu!" Gadis pelayan bertubuh kurus mengajak kawan-kawannya.


"Ayo!" Gadis lain yang sedari tadi hanya di saja dan hanya jadi pendengar terlihat bersemangat.


Keempat pelayan wanita itu mempercepat langkahnya agar segera tiba di tempat yang mereka tuju. Benar saja, orang yang sangat ingin mereka lihat sedang berdiri di beranda bersama dengan Ye Kai dan juga Mei Lan. Ketiga pelayan wanita yang baru pernah melihat Jessey Liu pun menjadi sangat terpesona dengan ketampanan pria yang dikabarkan sebagai lelaki tua dan kaku.


"Itu dia Master Liu," bisik si pelayan bertubuh kurus pada teman-temannya. "Yang memakai jas hitam yang berdiri di dekat tuan besar."


"Oooh, jadi itu?" Si gadis berlesung pipi mengangguk-angguk.


Keempat pelayan itu harus pintar-pintar untuk mencuri-curi pandang ke arah Jessey Liu, sembari melakukan tugasnya. Mereka takut jika perbuatannya akan diketahui oleh Ye Kai atau Mei Lan. Demi melihat sosok Jessey Liu yang saat ini memakai pakaian casual moderen layaknya para aktor, membuat siapa saja yang menatapnya akan merasa terkagum-kagum. Wajahnya yang oriental dengan sepasang mata tajam namun teduh memang sangat memikat. 


"Bagaimana menurut kalian?" tanya pelayan bertubuh kurus.


"Jadi, itu ... Master Liu?" Gadis berhidung pesek bertanya dengan rasa tak percaya hingga tanpa sadar barang bawaannya hampir saja terjatuh. "Ternyata Master Liu tidak kalah tampannya dengan Tuan Muda Ah Xuaaaan!" 


"Waaaahh! Sangat tampaaan! Pantas saja si gendut itu menyukainya," ujar pelayan berhidung pesek. 

__ADS_1


"Hanya saja dia menempatkannya pada orang yang tidak seharusnya. 


"Iya benar. Kurasa si gendut itu terlalu bermimpi untuk bisa meraih bulan, sedangkan dia sendiri sungguh sangat tidak sepadan dengannya." Gadis berhidung pesek sedikit meremehkan kawannya. "Dasar tukang mimpi!"


"Sudahlah, sebaiknya kita segera kembali. Lihatlah! Tuan dan nyonya melihat ke arah kita," bisik gadis pelayan berlesung pipit memperingatkan kawan-kawannya.


Keempatnya pun segera meningglakan beranda kediaman setelah tugasnya selesai. Namun, mereka tidak melihat Suri yang sudah mendahului menyelinap entah ke mana. 


Sementara itu, Ye Kai dan Mei Lan masih berdiri mendampingi Jessey Liu. Mereka semua tengah bersiap untuk menyambut para penjemput yang datang secara langsung dari markas pusat Sekte Elang Emas. Tak seberapa lama kemudian, para penjemput Jessey Liu sudah tiba di kediaman Ye Kai. Mereka semua adalah sekelompok pengawal elit yang sengaja disiapkan untuk mengawal kepulangan sang Master utama.


Sekitar sebelas mobil mewah telah berbaris di halaman kediaman milik Ye Kai. Hal itu adalah wajar, karena mereka harus mengawal dengan ketat sang ketua sekte yang baru saja mengalami kejadian mengerikan. Mereka bergerak atas perintah dari Wan Liu yang merupakan salah seorang dari enam tetua Sekte Elang Emas. Beliau juga salah satu paman dari Jennie Liu, ibunda Jessey Liu.


Seorang wanita muda cantik bersama seorang pria muda tampan berwajah Eropa dengan mengenakan seragam pakaian casual serba hitam keluar dari dalam sebuah mobil dan segera menuju ke arah Jessey Liu dan Ye Kai. Mereka terlihat tidak sedikit pun menampakkan senyum namun sikapnya juga tidak menunjukkan permusuhan.


Keduanya segera melakukan salam gongshou dan menyapa, "Salam Gong Zi!"


Jessey Liu membalas sapaan kedua orang tersebut dengan anggukan kepala. "Mmh. Selamat bertemu lagi, Erick dan juga Rubby."


"Terima kasih, Gong Zi," sahut keduanya secara bersamaan sembari membungkukan badannya.


"Selamat datang, semuanya. Silakan jika kalian ingin beristirahat sejenak!" Ye Kai tentu saja tetap harus membuat suatu perjamuan mendadak untuk menyambut para penjemput Jessey Liu.


"Maaf, MasterKedua. Bukannya kami berniat menolak kebaikan dan keramahan Anda. Tetapi, Tetua Wan meminta kami agar segera membawa Gong Zi pulang ke sekte secepatnya." Erick Martin yang berbicara kali ini.


"Oh, secepat itukah?" Ye Kai terlihat sedikit kecewa.


"Benar, Master. Bahkan ada pesan dari Tetua Wan untuk disampaikan kepada Anda. Isi pesan tersebut adalah, Anda harus segera menghadap juga ke sekte." Rubby menyampaikan pesan dari Tetua Wan.


"Begitukah?" Ye Kai dan Jessey Liu saling berpandangan satu sama lain tanda sedikit bingung. "Ada hal yang sangat penting atau mendesakkah? Sampai-sampai aku juga harus kembali ke sekte?"


"Kami juga tidak tahu, Master. Kami hanya menjalankan perintah untuk menyampaikan pesan tersebut," jawab Rubby dengan wajah tak berani menatap kepada para atasannya ini.

__ADS_1


"Hmm, baiklah. Setelah urusan di sini semua beres, aku akan segea menghadap beliau." Ye Kai tentu saja tidak bisa menolaknya.


Ye Kai dan Mei Lan melepas sendiri kepergian Jessey Liu dan rombongannya. "Berhati-hatilah, Jessey!"


"Mmmh." Jessey Liu menganggukan kepala. "Kau kalian juga harus menyusulku secepatnya ke sekte."


"Tentu saja. Jaga dirimu baik-baik." Ye Kai menepuk bahu sahabatnya berulang kali.


Jessey Liu menatap Ye Kai dan istrinya. "Jagalah diri kalian baik-baik dan setelah bangunan itu selesai, kuharap kalian segera bersiap untuk pindah dari sini."


"Tentu, kamu jangan khawatir. Setelah urusan bisnis di sini ada yang memegangnya, aku dan semuanya akan segera menyusulmu kembali ke Wu Shang."


"Baiklah. Aku menunggumu!" Jessey Liu menepuk bahu sahabatnya dan segera berjalan ke arah mobil yang sudah siap membawanya.


"Selamat jalan, Master!" ucap Mei Lan sambil membungkuk hormat. "Rubby, Erick. Jagalah tuan kalian dengan baik!"


"Tentu saja, Nyonya Mei!" sahut Rubby. Dia dan Erick Martin kembali membei salam gongshou kepada kedua tuan rumah. "Master, Nyonya. Kami mohon pamit!"


"Mmmh," gumaman dan anggukkan dari kedua pemilik kediaman menjadi jawaban bagi keduanya. 


Erick Martin dan Rubby segera bergegas kembali ke mobil yang membawa mereka sebelumnya. Mereka berdua memag bukan orang-orang yang terlihat sederhana. Wajah serius dan sikap tegas cukup menjadi pertanda, jikalau mereka memang telah dipersiapkan decara khusus untuk menjadi pimpinan pengawal elit milik Jessey Liu.


Setelah berada di dalam bersama denga Chriss, Jessey Liu membuka kaca jendela lalu berseru, "Bye, Ye Kai!"


"Bye, Jessey!" Ye Kai melambaikan tangan ke arah sahabatnya.


Rombongan itu pun segera bergerak meninggalkan kediaman besar milik Ye Kai. Mereka memang harus segera sampai di Sekte Elang Emas sebelum hari menjelang tengah malam.


"Geee, ayo masuk!" Mei Lan menggamit lengan suaminya.


"Mari!" Ye Kai hanya menurut tentu saja. "Aku ingin beristirahat siang. Setelah itu, aku harus mempersiapkan diri untuk mulai melatihnya malam nanti."

__ADS_1


"Mmhh," gumam Mei Lan sambil mengangguk. Keduanya segera masuk kembali ke dalam rumah kediaman yang dalam beberapa bulan lagi harus mereka tinggalkan.


...Bersambung...


__ADS_2