
"Jessey. Bukan aku melarangmu untuk mengambil kembali harimau itu darinya. Tapi kalau kamu yang memintanya, belum tentu dia akan memberikannya padamu. Dia itu kadang sangat keras kepala." Ye Kai sengaja mencari alasan agar sang kawan mengurungkan niatnya untuk menemui Zike. "Jadi, biar aku saja yang meminta dan membawakannya untukmu. Okay?"
Jessey Liu tampaknya tetap ingin meminta sendiri bayi harimaunya. "Aku akan berusaha memintanya dengan cara yang paling lembut. Aku tidak akan membuatnya terkejut. Percayalah, Ye Kai!"
Ye Kai tiba-tiba saja berseru, "Aku melarangnya!"
"Mengapa?" bertanya Jessey Liu dengan perasaan heran.
"Kau akan tahu nanti. Sekarang kembalilah! Aku berjanji akan mengantarkan Tygra padamu." Ye Kai menepuk bahu Jessey Liu, lalu dia berlalu tampa memedulikan raut wajah Jessey Liu yang terbengong.
"Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dariku dan tak ingin memberitahukannya padaku." Jessey Liu terlihat kecewa pada raut wajahnya.
Jessey Liu tentu saja sangat ingin melakukan protes pada kawannya tersebut. "Tapi ...."
Ye Kai hanya melambaikan tangannya dan meninggalkan Jessey Liu di bawah pohon persik tiruan. Ketua Sekte Elang Emas itu mengusap wajahnya dengan kasar sembari mendengus kesal. "Ye Kai ini! Mengapa dia seperti sedang sengaja ingin menutupi tentang gadis itu dariku?"
"Apa istimewanya gadis itu, sampai-sampai Ye Kai seperti tidak ingin aku mengetahuinya?" Jessey Liu akhirnya memutuskan untuk kembali saja ke kamarnya. "Hummph!"
"Awas saja kamu Ye Kai. Sesuatu yang kamu tutupi itu adalah suatu hal yang ingin aku ketahui juga! Semakin kau melarang, maka aku akan semakin kuat pula memberontak!" Sebelum melangkah pergi, Jessey Liu memukul batang bunga persik dengan keras hingga pohon itu menjadi bergetar dan goyah.
Pria muda itu meninggalkan Paviliun Tanpa Nama dengan langkah panjang melalui jalan semula dirinya masuk ke tempat itu. Sepanjang perjalanan, dia terus memikirkan perkataan Ye Kai yang terasa janggal. "Tidak biasanya dia menutupi sesuatu."
__ADS_1
Jessey Liu akhirnya sampai pada dinding tembok keliling dan menoleh sekali lagi ke arah Ye Kai yang sekarang telah berada di depan pintu Paviliun Tanpa Nama. Pria muda itu kemudian melompat dengan lincah ke atas tembok keliling. Namun, pria itu merasa sangat bodoh dengan kelakuannya sendiri hingga timbul pertanyaan dalam hati. "Hei! Kenapa aku tidak melalui jalan itu saja, ya?"
"Bukankah lebih baik aku lewat sana dan itu lebih mudah?" Jessey Liu mengarahkan pandangannya ke arah dari mana Ye Kai tadi datang ke tempat tersebut. "Sejak kapan Jessey Liu ini berlaku seperti maling? Tapi, dari sini lebih dekat dengan kamarku."
"Jadi, aku sebaiknya lewat mana?"
Tidak ingin terus larut dalam pertanyaan yang tak ada jawabannya, pria itu pun kemudian segera meluncur turun dengan pendaratan yang sangat baik. Namun, lagi-lagi dia dikejutkan oleh banyak pasang mata yang jumlahnya tidak sedikit sedang menatapnya penuh kecurigaan. Jessey Liu lagi-lagi dibuat merasa heran dengan para pria berseragam pelayan yang bersiap hendak menyerangnya.
"Tangkap dia! Bisa jadi dia itu yang telah mencuri hewan peliharaan milik Master Liuuu!" Salah seorang di antara para pria pelayan berteriak yang langsung disertai teriakan-teriakan dari para pelayan lainnya untuk menangkap Jessey Liu.
"Celaka! Mereka salah paham!" pekik Jessey Liu dalam hati sambil bersiap-siap menyambut serbuan para pelayan.
"Tunggu!" Jessey Liu berteriak guna menghentikan serbuan para pria yang tidak bertanya terlebih dahulu padanya. Beberapa orang terlihat menghentikan serbuan dalam jarak tidak terlalu jauh dari Jessey Liu.
Mendengar teriakan kata maling untuk dirinya, Jessey Liu mulai tersulut emosinya. Tetapi pria itu berusaha meredamnya dengan mengepalkan telapak tangan kuat-kuat secara diam-diam sambil mengatupkan gigi geraham. Dalam hati dia berbisik. "Sabar, Jessey Liu! Bukankah perbuatanmu tadi memang seperti maling?"
"Maafkan saya, para Tuan-Tuan semua!" ujar Jessey Liu setelah sedikit berhasil menguasai diri. "Saya akan menjelaskannya nanti pada kalian semua. Sekarang ijinkan saya pergi dari sini!"
"Permisi!" Jessey Liu berusaha berbicara dengan nada suara setenang mungkin untuk menghindari pertikaian lebih lanjut. Pria muda yang saat ini hanya mengenakan celana levis dan kaos hitam pun segera beranjak untuk pergi dari tempat tersebut agar tak terjadi keributan yang tidak seharusnya. Bagaimanapun juga dia merasa sudah cukup membuat sahabatnya kerepotan mengurusi dirinya.
"Berhenti!" Salah seorang pelayan pria bertubuh gempal tiba-tiba menyambar lengan Jessey Liu yang berjalan berpapasan dengannya. Jessey Liu pun seketika menghentikan langkahnya. Mata keduanya saling bertemu dan bertatapan untuk waktu yang tidak sebentar. Mereka seolah sedang mengukur kekuatan lawan masing-masing.
__ADS_1
Pelayan bertubuh gempal mengernyitkan dahi hingga berkerutan sembari menyeringai dengan sinis. Sepertinya dia terlihat sedikit meremehkan pria muda berpakaian ala anak metal ini. Pelayan bertubh gempal berkata dalam hati. "Huh! Hanya tampang saja yang kelihatannya sangar, tapi pasti dia tidak bisa berbuat apa-apa!"
"Mudah sekali mau melewati kami!" seru pelayan bertubuh gempal tanpa melepaskan cengkeraman tangannya pada lengan kanan Jessey Liu.
Jessey Liu melirik dengan sangat tidak suka atas perlakuan pelayan bertubuh gempal yang dia anggap telah kurang ajar sekali padanya. Namun, dia masih harus memandang kepada tuan mereka yang merupakan sahabat baiknya. Sekali lagi, kesabaran dalam dada harus ia tumpuk setinggi bukit.
"Ada apa lagi, Tuan?" Jessey Liu bertanya pada pria bertubuh gempal dengan sikap hormat. "Lepaskan dan biarkan saya kembali ke tempat saya sekarang juga!"
"Semudah itu kau meminta kami untuk melepaskanmu?" Salah seorang pelayan bertanya dengan nada sinis dan mencemooh, seolah lelaki muda yang sedang disergapnya ini hanyalah seorang anak jalanan yang tidak tahu apa-apa.
"Kamu pikir kau ini siapa yang bisa seenaknya masuk dan keluar di tempat ini dengan begitu bebas? Kamu pikir kau ini siapa?" Pria bertubuh gempal bertanya dengan sorot mata garang, seolah pria yang sedang dicengkeram lengannya ini hanyalah seorang lemah tanpa kemampuan. "Kuharap kau menyerah saja, agar urusannya tidak rumit atau wajah tampanmu itu akan hancur oleh tinjuku ini!"
"Tapi Tuan, aku tidak mencuri dan bahkan aku tidak membawa apa pun," ujar Jessey Liu berlagak seolah dia hanyalah orang biasa saja yang sedikit bodoh. "Kuharap Tuan-Tuan semua memaafkan saya. Atau saya akan meminta maaf sendiri kepada Ye ... eh maksud saya, tuan pemilik kediaman ini. Bagaimana?"
"Maaf? Cuihh!" Pelayan bertubuh gempal meludah ke arah samping, kemudian dengan sangat kasar menghempaskan lengan Jessey Liu hingga pemuda itu pun bergerak mundur beberapa langkah dari posisinya semula. "Kamu pikir semudah itu minta maaf, setelah kepergok meloncati tembok itu?"
"Dasar pencuri ya tetap pencuri!" Gelak tawa riuh memecah suasana dan menimbulkan rasa kaget banyak orang dan mereka pun berlarian ke arah sumber suara tawa.
"Keterlaluan sekali mereka ini! Atau aku bilang saja pada mereka, kalau aku adalah Master Liu?" gumam Jessey Liu dalam hati. "Tapi, apakah mereka nanti akan percaya? Bisa jadi malah mereka semakin kurang ajar dan menuduhku telah berani mengaku-ngaku sebagai Master Liu."
Jessey Liu kembali berpikir, "Tapi, apa salahnya mencoba dan kalaupun mereka tidak percaya juga tidak jadi masalah bagiku."
__ADS_1
"Baiklah. Sebaiknya aku akui saja tentang identitasku ini."
...Bersambung...