Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
KABAR BURUK


__ADS_3

"Jessey!" Agustin terpekik keras karena merasa sangat terkejut saat melihat Jessey Liu dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir keluar dari sela-sela rambut poninya yang panjang menjuntai.


Pria itu bahkan sampai tak menyadari, jikalau teropong dalam genggamannya terlepas dan hampir jatuh. Untung saja Devil segera menangkap benda tersebut. "Kamu bilang apa, Agustin?"


"Itu Jessey yang terlukaaa!"'


"Jessey?" Devil tertegun. Dia merasa sangat tidak percaya mendengar Agustin menyebut nama itu. "Jessey terluka?"


"Jadi, itu rombongannya si Jessey?" Devil bagaikan baru saja tersadar dari sebuah mimpi.


Agustin segera mencari para pelayan rumahnya yang ternyata sedang bersembunyi karena takut melihat rombongan orang berpakaian serba hitam dan terlihat garang. "Di mana semua orang-orang ini?"


"Bahaya! Tuan kelihatannya sangat marah!" Seorang pelayan berbisik. Ia hanya sanggup mengintai dari balik persembunyiannya dengan ketakutan dan juga keheranan saat melihat majikannya tengah berjalan ke sana dan ke mari mencari para pelayannya.


Agustin mencurigai sebuah pergerakan di beberapa tempat yang bisa dijadikan persembunyian.


"Apa yang kalian lakukan di sanaaa?" Agustin berkacak pinggang dengan wajah marah. "Keluar kalian semuaaa!"


"Tu-Tu ... Tuan! Ka-kami takut, Tuan!"


"Keluar kalian semua!" Agustin membentak dengan sangat marah saat melihat para pelayannya yang berjejalan di sebuah almari.


"Mengapa kalian jadi sepengecut ini? Mereka semu adalah orang-orang Elang Emaaas!"


"Elang Emas?" Para pelayan yang baru saja keluar dari almari besar tempat barang-barang saling berpandangan satu sama lain.


"Mereka orang-orang Elang Emas!"


"jadi, mereka dari Elang Emas? Aku pikir mereka adalah para perampok yang sedang viral di tivi-tivi itu."


"Sudah, cukuuup! Tunggu apa lagi? Cepat buka pintu gerbangnya dan biarkan mereka masuk!" bentak Agustin dengan wajah marah sekaligus panik.


"Apa kalian tidak ada yang tahu atau mengenal mereka? Haaaa?" Agustin menjambak kerah salah seorang pelayannya. Terang saja kelakuan sang majikan membuat para pelayan ketakutan setengah mati karena merasa bersalah.


"Ba-baik! Baik Tuaaan!" Seorang asisten rumah tangga segera berlari ke arah pintu gerbang dengan ketakutan karena melihat majikannya semarah ini.


"Bodoh kalian semuaaa!" Agustin bahkan memaki-maki para pelayan. "Kenapa kalian membiarkan mereka berada di sana tanpa menyapanya?"


"Ma-maaf, ka-mi ... kami!" Pelayan pria yang biasa berjaga dan melaporkan setiap ada tamu pun merasa bersalah. "Kami takut kalau mereka adalah orang jahat."


"Bodoh!" bentak Agustin dengan suara keras. Agustin lalu memerintahkan beberapa orang untuk bersiap-siap. "Kalian! Cepat siapkan tempat untuk mereka!"


"Jessey! Jesseeey!" Devil segera berlari tanpa memedulikan orang-orangnya yang menatap penuh tanda tanya.


Sementara itu, Agustin pun segera begegas menemui orang-orang yang sudah sangat lama menunggunya. Devil dengan tak sabar menerobos begitu saja menyeruak masuk ke dalam barisan orang-orang yang ternyata sudah dikenalnya.


"Chriis! Apa yang terjadi?" Devil bertanya sambil mengikuti Chriss yang berjalan dengan tergopoh-gopoh. Pria itu bahkan seperti tidak merasakan sakit pada luka memar cukup parah pada bahu kirinya.


"Nanti akan saya ceritakan. Sekarang yang terpenting adalah menangani Gong Zi terlebih dahulu," jawab Chriss sambil mengangkat tubuh tuan mudanya untuk dibawa masuk.

__ADS_1


"Chriss cepatlah!" Agustin memberi jalan pada pengawal pribadi Jessey Liu ini.


Tanpa banyak bicara pria muda itu segera masuk untuk membawa tubuh Jessey Liu yang masih belum juga sadar. Dia menempatkan tuannya di ruangan khusus yang sudah dipersiapkan dengan Heldevi yang terus berjalan mengikutinya.


Chriss segera memasuki ruang perawatan yang kesemuanya berwarna putih dengan bau obat dan peralatan medis lengkap di dalamnya. Agustin memang seorang dokter umum yang menjadi dokter khusus di Sekte Elang Emas serta telah terkontrak secara exclusive oleh sekte tersebut.


Selain itu, Agustin juga merupakan sahabat karib Jessey Liu dan Ye Kai semenjak masa sekolah mereka dulu. Maka tak mengherankan, jika Jessey Liu memperkerjakannya secara exclusive dan menjadi dokter pribadi Keluarga Liu.


"Apakah Ye Kai sudah tahu akan kejadian ini?" Heldevi bertanya setelah Chriss keluar ruangan.


"Belum. Kami tidak sempat menghubungi beliau semenjak kejadian tadi malam. Ponsel Gong Zi juga sepertinya jatuh ke dalam jurang."


"Jurang?" Betapa kagetnya Heldevi mendengar kata jatuh ke jurang. "Jadi kalian ini?"


"Benar, kami baru saja mengalami kejadian yang tidak pernah kami duga sebelumnya. Itu sangat mengerikan saat kami semua hampir saja terjatuh ke dalam jurang!" Chriss terlihat sangat terpukul sekali dengan pengalamannya malam tadi.


"Sebentar, aku akan hubungi Ye Kai terlebih dahulu. Akan sangat salah kalau dia sampau tidak tahu dengan kejadian sebesar ini." Heldevi berkata sambil berjalan menjauh dari Chriss dan menuju ke tepi jendela, lalu memainkan ponselnya guna menghubungi Ye Kai.


"Semoga Ye Kai sedang tidak terlalu sibuk hari ini," gumam Heldevi sambil menunggu panggilannya diterima.


"Hello, Ye Kai!" Heldevi menyapa setelah terhubung dengan nomor yang dia tuju.


"Hello, Devil." Suara Ye Kai terdengar sangat tenang. "Ada apa, kok lu hubungin gue jam segini?"


"Sorry, Ye Kai. Lu lagi ada acara ya?" Heldevi tampak ragu-ragu untuk memberitahukan perihal keadaan Jessey Liu.


"Kagaaak. Gue lagi istirahat ini barusan mimpin rapat di Berlian Hotel." Ye Kai menjawab masih dengan suara tanpa kecurigaan pada nadanya. "Ada hal baguskah?"


"Bilang yang jeals dong, Viil! Ada apaan sih?" Kali ini Ye Ka mulai menunjukan rasa penasarannya.


"Tapi lu jangan kaget ya?"


"Kaget? Kaget apaan?" Ye Kai mulai khawatir. "Udah deh, Viiiil. Kalo ada kabar tinggal bilang aja dah!"


"Okay, okay. Ada dua kabar nih dan lu mau tau yang mana dulu? Kabar baik, atau yang jelek?" bertanya Devil dengan sengaja memberi pilihan.


"Yang baiknya aja dulu aja dah." Ye Kai tak ingin berbasa-basi.


"Yang baik dulu ya? Okay! Kabar yang baiknya adalah ... Jessey udah balik."


"Oohh, kalo itu gua udah tau. Semalam dia kirim pesan ma gue. Bagus lah kalo dia dah nyampe," ujar Ye Kai dengan perasaan lega tentu saja. "Trus, apaan kabar jeleknya? "


"Kabar jeleknya ...."


"Kabar jeleknya adalah ... adalah si Jessey." Heldevi merasa tak sampai hati menyampaikan berita penting yang pastinya akan membuat Ye Kai sangat cemas."


"Kenapa dengan Jessey?" Ye Kai mulai curiga dan merasa tak enak hati.


"Jessey ... Jessey kecelakaan."

__ADS_1


"Apa!" Ye Kai terpekik di seberang sambungan telepon. "Jessey kecelakaan?"


Di tempatnya bekerja Ye Kai langsung panik hingga tanpa kesabaran dia segera berkemas-kemas untuk menuju ke tempat praktek Dokter Agustin. Pria itu terlihat tergesa-gesa untuk menemui para bawahannya.


"Ada hal seperti ini dan aku baru tahu?" Ye Kai merasa tubuhnya menjadi lemas.


"Erick! Tolong nanti kamu yang memimpin rapat pada pukul tiga belas!" Ye Kai memberi perintah kepada Erick Martin yang merupakan orang kepercayaan Jessey Liu lainnya.


"Baik, Tuan." Erick Martin tidak akan bertanya jika Ye Kai sedang seperti sekarang ini, tentunya ada hal yang sangat mendesak.


"Terima kasih, Erick!" Ye Kai berlalu sambil menepuk bahu kanan Erick Martin.


Ye Kai tak bisa menunda waktu lagi. Dia segera melesat pergi mengendarai mobil dengan dikawal oleh para pengawal khusus dari Berlian Jaya Abadi Corporation. Tujuan mereka adalah tempat praktek Dokter Agustin.


"Pantas saja tidak ada kabar sama sekali. Ternyata dia kecelakaan!" Ye Kai kali ini menyetir mobil sendiri dengan kecepatan tinggi. "Jesseeey! Jessey! Satu masalah belum selesai, sudah timbul masalah baru lagiiii!"


"Jika bukan tubuh dan otak ini sudah terbiasa sejak dulu. Mungkin aku sudah gila!" Ye Kai sering merasa tak habis pikir dengan masalah demi masalah yang datang dan pergi tanpa henti.


"Lan'er! Aku mungkin nanti pulang agak terlambat. Ada urusan mendadak yang harus kutangani. Makanlah kalau kamu merasa lapar dan jangan menungguku." Ye Kai merekam pesan suara kepada istrinya. "I love you!"


Ye Kai mematikan ponselnya dan kembali fokus menyetir mobil yang dikendarainya. Tentu saja bukanlah hal yang sulit bagi Ye Kai untuk menguasai medan jalanan kota yang padat merayap. Dia adalah seorang pembalap liar di masa lalu hingga bertemu dengan Mei Lan yang membuatnya menghentikan semua kebiasaan-kebiasaan yang sering mempertaruhkan nyawa.


Di tempat praktek Dokter Agustin.


Sementara itu, Agustin masih sibuk dengan yang lainnya dan meminta para asistennya untuk merawat orang-orang Jessey Liu yang juga terluka. "Kalian rawatlah mereka semua!"


"Baik, Tuan!"


Agustin berkata kepada orang-orang yang ternyata adalah para pengawal Jessey Liu. "Kalian masuklah! Kalian juga harus mendapatkan perawatan."


"Baik, Dokter!" Seluruh rombongan Jessey Liu dilayani oleh para asisten Agustin, sedangkan Agustin sendiri segera bergegas untuk menangani Jessey Liu yang sudah berada dalam ruang perawatan.


Dokter muda itu segera melakukan pertolongan terhadap orang paling penting di Sekte Elang Emas. Agustin bekerja dengan tanpa banyak bicara, sedangkan Devil dan Chriss menunggu di luar ruangan. Mereka duduk di tempat yang tersedia untuk para penunggu.


"Chriss kamu juga butuh perawatan, bukan?" Devil memberikan minuman dan beberapa makanan ringan kepada Chriss yang tampak lelah. Dia hanya bermaksud agar pengawal sahabatnya ini beristirahat dan menenangkan diri.


Tetapi pria muda itu menggelengkan kepala sambil menerima segelas teh manis hangat dari tangan Devil. "Terima kasih, Tuan Heldevi. Aku tidak apa-apa dan jangan khawatir!"


"Sama-sama, Chriss." Heldevi duduk di samping Chriss. Mata pria muda sang penggebuk drum di band musik Danger Death itu terus menatap ke pintu ruang perawatan yang tertutup.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Chriss?" bertanya Heldevi setelah melihat keadaan Chriss yang sudah mulai membaik.


Heldevi merasa sangat penasaran dengan kejadian yang menimpa rombongan sahabatnya ini. Mengapa orang seperti Jessey Liu bisa menjadi sangat tudak berdaya hingga tak sadarkan diri sampai berjam-jam lamanya. Benarkah itu mutlak kecelakaan ataukah mereka telah dicelakai oleh pihak lain?


Heldevi masih sibuk dengan pikirannya sendiri, karena Chriss belum tampak ingin membuka suara perihal kejadian tersebut. Menunggu jawaban setelah pengawal pribadi Jessey Liu itu menjadi lebih tenang, mungkin adalah hal yang paling baik.


Chris akhirnya membuka suara dan memulai cerita tentang kejadian semalam. "Semalam, di dalam perjalanan pulang ...."


Apakah yang akan diceritakan oleh Chriss?

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2