
Mereka terdiam untuk beberapa saat lamanya tanpa bicara apa pun juga. Sementara itu di tempat lain, Chriss dan Tygra terlihat asyik bermain-main. Jessey Liu memang berencana memelihara binatang temuannya itu di tempat yang aman, agar tidak menimbulkan pertanyaan dan ketakutan pada orang lain.
Bagaimanapun juga, harimau adalah binatang buas yang bisa saja memangsa sang pawang jika dalam keadaan lapar. Jessey Liu sudah menghubungi para pekerja di rumah pribadinya untuk membuat lokasi dan kandang khusus untuk Tygra. Bagi seorang Jessey Liu, tentu saja itu bukan masalah besar. Terlebih jika mengingat dia adalah tuan muda satu-satunya pewaris sebuah sekte besar dan cukup terpandang seperti Elang Emas.
Jessey Liu tiba-tiba berseru memanggil Ye Kai. "Ye Kai!"
Ye Kai tersentak oleh panggilan Jessey Liu yang secara tiba-tiba. Pria itu sampai merasa sedikit berdebaran saking kagetnya, begitu pula dengan Chriss yang tengah bermain bersama Tygra hingga dia juga menoleh ke arah teriakan. Namun Chriss merasa lega, karena ternyata tidak ada hal yang menakutkan terjadi.
"Gong Zi membuatku kaget saja!" gumam Chriss dalam hati sambil melanjutkan memberi stimulasi pada bayi harimau milik sang tuan.
"Tygra! Ayo cepat tangkap ini!" Chriss kembali memberikan bola plastik untuk mainan anak harimau yang sedang dalam masa lucu-lucunya.
Sementara itu, Jessey Liu memperhatikan tanpa ingin berkedip reaksi racun di ujung jarum pada darahnya. Cairan itu terlihat pekat dan menghitam. Pria itu bergumam dalam hati. "Mengerikan!"
"Ye Kai, lihatlah!" Jessey Liu kembali memanggil sembari menepuk paha Ye Kai yang sedang dalam keadaan tidur-tidur ayam. Pagi hari tanpa melakukan apa pun memang membuat kantuk kembali menyerang.
"Ada apa?" Ye Kai langsung bangun dari posisi santainya. Mata sipit pria itu terbelalak lebar dengan apa yang baru saja ia saksikan. "Ini bereaksi?"
"Jadi ini sudah bereaksi!" Ye Kai masih merasa tak percaya dengan penglihatannya kali ini. "Gila! Sangat mengerikan!"
"Mmmh." Jessey Liu menunjuk ke arah tetesan darah yang tiba-tiba saja menguapkan asap tipis serta warna darah menjadi lebih pekat dengan pola akar serabut yang menjalar ke mana-mana.
Keduanya cukup merasa dibuat ngeri dan bergidik, saat membayangkan jika itu terjadi pada tubuh seseorang. Mereka juga merasa kasihan kepada para anak buahnya yang saat ini masih menderita akibat pukulan tersebut. Ini sudah selayaknya suatu ilmu hitam.
__ADS_1
"Jadi begini efek dari racun itu?" Ye Kai merasa menemukan sedikit titik terang dari penyelidikannya kali ini. "Meskipun saat dipukul tidak menimbulkan luka luar, akan tetapi dia akan bereaksi beberapa puluh menit setelahnya. Ya, ya, ya ... aku mengerti sekarang!"
"Kemungkinan seperti itu. Tapi masalahnya sekarang adalah, bagaimana cara mereka memasukan atau memadukkan pukulan itu dengan racun?" bertanya Jessey Liu dengan perasaan heran tentu saja. Dia tidak habis mengerti dengan teknik aneh dari Sekte Sanca Perak ini.
Ya! Bukankah sangat mustahil bagi seseorang bisa memasukkan aliran racun dalam pukulannya? Bagaimana mungkin?
^^^Btw, Emak yang nulis ini juga pusing saat memikirkan cara kerja sebuah pukulan yang mengandung racun tak biasa ini.^^^
"Di dunia ini, ternyata ada juga ilmu seaneh ini?" Ye Kai bertanya dalam hati sambil melihat kembali catatan dari Mei Lan. "Dan dahulu, ayah mertuaku juga pernah menderita pukulan ini saat bertarung di arena kejuaraan dengan Nata Praja."
"Sebaiknya aku nanti tanyakan saja pada kakek," pikir Jessey Liu sambil masih menopangkan telapak tangannya di bawah dagu.
Keduanya masih larut dalam pemikiran tentang cara memasukkan racun melalui sebuah pukulan. Tentu saja apa yang mereka bayangkan sangat berbeda satu sama lain. Jika Ye Kai berpikir si pemukul mungkin menggunakan sebuah benda yang diletakkan pada tangan-tangan si pelaku, maka Jessey Liu menduga itu adalah teknik penyaluran tenaga dalam dengan racun yang terdapat pada darah mereka.
"Tenaga dalam!" Jessey Liu juga merasa tak salah atas dugaannya dan kedua orang itu berseru di saat yang bersamaan dalam satu waktu.
Kedua sahabat itu saling menunjuk dan sama-sama tertegun, karena masing-masing tidak jelas pada ucapan lawan bicaranya. Mereka tertegun, terdiam tanpa bersuara lagi sambil berpandangan.
"Eeeh ... kamu dulu, Jessey!" Ye Kai mempersilakan Jessey Liu untuk berbicara terlebih dahulu. Bagaimanapun juga dia masih harus menghormati sang boss yang tidak menyukai acara-acara pertemuan rapat perusahaan dan membuat dialah yang kerap mewakili pimpinannya ini.
"Kamu saja dulu." Jessey Liu balik memberi kesempatan pada Ye Kai untuk berbicara.
"Baiklah." Ye Kai juga tidak ingin terus memperpanjang waktu. "Tadi aku berpikir akan adanya benda yang dirancang secara khusus untuk menyalurkan racun ke dalam tubuh korban. Bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
Jessey Liu tidak langsung menjawab. Dia bahkan tidak memikirkan sama sekali tentang cincin yang kemungkinan dipakai para pelaku saat memukul korbannya. "Meski itu juga masuk akal, tetapi aku justru tidak memikirkan pemakaian suatu benda pada tubuh para pelaku."
"Lalu?"
Jessey Liu menghabiskan sisa minuman dalam kalengnya dan berucap setelah melemparkan benda itu ke tempat sampah. "Tenaga dalam."
"Tenaga dalam?" Ye Kai masih belum memahami apa maksud dari ucapan sahabatnya ini. "Bagaimana mungkin?"
"Tenaga dalam ... apakah ada, teknik tenaga dalam untuk memasukkan racun ke dalam tubuh orang lain?" Ye Kai berusaha keras untuk memecahkan teka-teki tentang misteri racun aneh ini.
"Awalnya aku juga tidak yakin akan dugaanku, tapi kurasa juga bukan hal yang mustahil." Jessey Liu lalu membuka ponselnya untuk membaca pesan dari seseorang, lalu menutup kembali dan melanjutkan apa yang masih ingin dia sampaikan.
"Mempelajari ilmu ini?" Sekarang Jessey Liulah yang merasa heran atas keinginan kawannya. "Untuk apa? Bukankah itu bukan ilmu dari perguruan kita?"
"Aiyaaaaa! Kamu ini!" Ye Kai melototi kawannya kali ini. "Aku hanya ingin tahu tekniknya dan bukan berarti akan mempelajarinya juga. Kamu pikir Elang Emas sudah kehabisan ilmu hebat, sampai-sampai harus menyeberang ke perguruan lain untuk menambah kekuatan?"
"Kamu benar juga, mungkin saja suatu saat itu akan berguna bagi kita." Jessey Liu hanya berusaha berpikir positif pada niatan Ye Kai. Dia juga tahu, jikalau Ye Kai saat ini juga sedang gemar mempelajari ilmu pengobatan tradisional dari leluhur mereka.
"Baiklah, lanjutkan saja penelitianmu itu!" Jessey Liu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah Tygra. Namun tiba-tiba saja dia berhenti, lalu menoleh lagi dan berseru dengan suara sedikit keras. "Aku sudah menyuruh orang untuk mengirimkan hadiah kepada gadis itu!"
"Apa?"
...bersambung...
__ADS_1