
Sementara itu, Zike justru asyik menyusuri tembok bangunan menyerupai kastil dengan telapak tangannya. Dinding tersebut terlihat sangat unik, meskipun dinding itu hanya terbuat dari batu-batu biasa ditata sedemikian rapi hingga menjulang membentuk bangunan yang indah. Namun, ada semacam daya tarik tersendiri bagi siapa saja.
"Bagus dan unik!" Zike sangat mengagumi bangunan kecil itu dan menyusuri dengan mata bulatnya hingga mendongak ke atas. Pada dinding bangunan itu juga seperti dengan sengaja dililit oleh banyak pohon anggur hijau, biru dan ungu yang mulai menampakan bakal calon buahnya. "Jadi ... ini pohon anggur?"
"Waaaaahh! Alangkah indahnya semua iniiiii!"
Zike sekali lagi harus berdecak kagum melihat semua penampakan indah yang ada di hotel itu. Dia memang tidak pernah menginjakkan telapak kaki di sebuah tempat mewah seperti sekarang ini. Maka tak mengherankan, jikalau gadis itu sangat terkagum-kagum menyaksikan suasana Eropa klasik bagaikan sebuah kastil nan anggun dengan taman-taman bunganya yang mempesona.
"Apakah kamu masih ingin jadi Rapunzel?" Lagi-lagi Yi Xie tidak bisa diam saja tanpa menggoda kawannya ini.
"Yaaaaa. Bukankah akan terlihat bagus? Bangunan ini serupa kastil dan yang di sebelah sana itu, mirip menara tempat Rapunzel dikurung!" Zike menunjuk ke arah sebuah bangunan mirip menara kecil.
"Apakah mungkin dulunya, orang tua Master Liu atau leluhur Keluarga Liu itu sangat menyukai cerita itu ya?" Yi Xie hanya mengira-ngira tentu saja.
"Bisa jadi, kan?" Zike sekarang tidak bisa membayangkan seberapa kekayaan Keluarga Liu ini dan seperti apa sosok pewarisnya yang sekarang menjadi gitaris utama dan pemilik Danger Death band.
"Eh, Yi-Yi ... apa kamu pernah melihat dan bertemu dengan Master Liu?" Zike tiba-tiba bertanya sambil berjalan-jalan di antara tanaman bunga mawar yang sedang bermekaran. "Sudah setua apa dia?"
Sembari berjalan mengikuti gadis yang sudah mengejainya ini, Yi Xie menjawab, "Sudah pernah tapi baru sekali sih."
"Apakah dia lebih tua dari Master Ye?" Zike memang mengira jikalau sosok atasan dari Master Ye Kai pastilah jauh lebih tua dan tidak akan sekaku Ye Kai.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menerka-nerka tentang usianya, tapi yang jelas dia sangat sulit untuk diajak berkomunikasi oleh siapa pun. Dan konon, hanya Master Ye saja yang berani bicara banyak dengannya."
"Ooohh, jadi sesulit itukah Master Liu?" Zike sungguh merasa semakin penasaran.
"Eh, tapi kurasa kamu bisa jadi Rapunzel di sini," bisik Yi Xie setengah tak terdengar.
"Caranya?"
"Caranya pasti akan sangat sulit tentu saja."
"Cosplay dan mengambil lokasi di sini sebagai latar belakangnya? " bertanya Zike sambil memikirkan kostum gaun Rapunzel dan sebuah kamera mahal yang tentunya tidak akan bisa dia beli untuk saat ini.
"Aaah, lupakanlah! Aku tidak ingin lagi cosplay jadi Rapunzel." Zike menarik tangan Yi Xie untuk segera kembali ke ruangan di mana Ye Kai dan Mei Lan sudah menunggunya.
"Lagian kamu ini apa-apaan sih? Aku juga gak mau sama orang yang aku belum tahu bentuknya itu!" Zike bergegas mempercepat langkahnya. "Aku juga sudah punya seseorang yang aku sukai dan dia menyukaiku juga. Dia ... sangat tampan dan lembut juga menggemaskan. Gak kayak kamu yang nyebelinnya gak ada obeng!"
Pertarungan antar mulut terus berlangsung hingga mereka sampai di depan ruangan yang sudah disiapkan secara khusus untuk pertemuan kecil antara Ye Kai, Zike, Yi Xie dan Mei Lan. Sementara itu di dalam ruangan, Ye Kai sudah terlebih dahulu menempatkan diri di kursi paling ujung dengan didampingi oleh sang istri.
"Lan'er, apakah sudah kamu siapkan semua yang kita butuhkan?" bertanya Ye Kai kepada sang istri.
"Ye Ge tenanglah! Semua sudah kubawa dan hanya tinggal menunggu persetujuan darinya." Mei Lan menjawab sembari mengeluarkan sebuah map biru berisi beberapa lembar kertas. Wanita itu kemudian menyodorkan map tersebut ke hadapan Ye Kai.
__ADS_1
Ye Kai segera membuka map biru guna memeriksa isinya. Suasana ruangan menjadi begitu hening dan sedikit menegangkan. Bahkan jika ada sebatang jarum terjatuh ke atas lantai pun, suaranya akan terdengar dengan sangat jelas. "Baguslah, semua sudah tertata dengan sangat baik. Semoga saja kali ini, kita benar-benar menemukan orang yang tepat."
"Ya, Ge. Aku juga berharap demikian." Mei Lan bangkit dari duduknya dan bergeas menuju pintu ruangan yang masih tertutup. "Biar kupanggil mereka, hari sudah semakin siang."
Setelah kedua orang yang ditunggu hadir dan duduk dengan manis di hadapan Ye Kai, pembicaraan pun dimulai. Ye Kai menjelaskan maksud dan tujuannya mengundang Zike dan berbicara secara pribadi dengannya. Mendengar semua penuturan dari orang yang baru saja dikenalnya ini, jelas membuat gadis ini merasa ragu untuk menerima semua tawaran dan berbagai macam fasilitas dari pihak Ye Kai.
"Bagaimana, Zike?" Ye Kai meminta kepastian dari gadis itu.
"Aku-aku ...." Gadis itu merasa masih bimbang dan bingung untuk menjawabnya. "aku masih bingung dan juga merasa heran ... mengapa Master bisa sebaik ini pada seorang yang baru Anda kenal ini?"
"Mungkin itu karena kita sudah ditakdirkan untuk bertemu dan bekerja sama. Jujur saja, aku sudah menyukaimu sejak awal aku melihatmu di konser itu." Ye Kai memang lebih suka berterus terang. "Dan aku yakin sekali, kalau pilihanku kali ini adalah yang paling tepat.
"Benar, Zike. Apalagi yang bikin kamu ragu?" Yi Xie mencoba memberi dorongan agar gadis ini menepis semua keraguan yang masih menjeratnya. "Kapan lagi ada kesempatan bagus kayak gini. Ini adalah hal langka yang tidak datang kepada setiap orang!
"Zain Kamilaaaa, dengar! Kau harus berusaha keras melupakan kejadian tadi dan ingatlah juga, kalau kamu harus bangkit dari semua masalahmu." Yi Xie berkata demikian karena tidak ingin gadis itu terus merasa trauma atas kejadian kekerasan yang belum lama terjadi.
"Mmh, aku tahu. Tapi tidak bisa secepat itu melupakan hal seburuk kejadian tadi. Itu sungguh membuatku sangat takut. Takut sekali!" Zike bergidik ngeri saat teringat kejadia yang hampir saja merenggut kehormatannya.
"Maka dari itu bangkitlah! Ayo bangkit dan libas mereka semua yang sudah menindasmu!" Yi Xie terus mencoba untuk meyakinkan sahabatnya ini.
"Kamu benar, Yi Xie!" Zike mulai mengerti sekarang.
__ADS_1
"Kami sudah menyiapkan semua keperluanmu dari A sampai Z. Jadi kamu hanya harus berlatih vokal dan berlatih olah panggung selama lima belas hari ke depan tanpa henti." Ye Kai memberi penjelasan lebih lanjut kepada gadis yang masih terlihat bimbang ini. "Zike, kamu jangan khawatir tentang tempat tinggal, makan ataupun segala kebutuhan lainnya. Kami management Danger Death sudah memastikan berbagai macam jaminan yang tidak akan merugikan kamu maupun kami."
...Bersambung...