Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
PENCARIAN


__ADS_3

Pada saat Jessey Liu tengah memikirkan tentang kemelut dalam keluarganya. Pria itu dikejutkan oleh suara ketukan pintu yang begitu terburu-buru.


"Siapa itu?" Jessey Liu beranjak dari duduknya dan menghampiri pintu.


"Gong Ziiii! Ini saya, Chriss!" Chriss dengan sedikit terburu-buru mengetuk pintu kamar yang didiami oleh Jessey Liu. "Gong Zi cepat buka pintunyaaa!"


"Ada apa dengan Chriss?"


Tanpa banyak bicara Jessey Liu membuka pintu dan mendapati wajah anak buahnya ini dalam keadaan cemas. "Chriss! Dari mana saja kamu ini?"


"Maafkan saya, Gong Zi!" 


"Ada apa, Chriss?" Jessey Liu menjadi sangat terkejut saat pengawalnya ini tiba-tiba saja berlutut di hadapannya.


"Gong Zi, maafkankan saya! Mohon ampunilah saya!"


Jessey Liu semakin bingung dengan tingkah pengawalnya ini. "Chriss, bangunlah! Ceritakan ada apa?" 


"Gong Zi tolong maafkan saya sebelumnya!" 


"Baiklah, coba katakan ada apa? Mengapa kamu jadi sepanik ini?" Jessey Liu memapah pengawalnya supaya bangkit dari berlututnya. "Kau membuatku bingung saja, Chriss!"


"Ha-ha ... maksud saya! Anak hari-mau milik Gong Zi hi-hi hilang!" Chriss berkata dengan terpatah-patah.


"Apa?" Jessey Liu sangat terkejut hingga tanpa sadar tubuhnya menjadi sedikit terhuyung. 


"Gong Ziiii!" Chriss segera menangkap lengan majikannya dengan cepat dan menahan agar Jessey Liu tidak terjatuh. 


"Bagaimana dia bisa hilang?" Jessey Liu berusaha keras menguasai diri dan perasaannya.


"Saya juga tidak tahu, Gong Zi. Saat saya masuk untuk membersihkan keranjangnya, tiba-tiba dia sudah tidak ada lagi di tempatnya." Chriss menjelaskan.


"Di mana terakhir kali kamu letakan dia?"


"Di sana! Di tempat penjemuran seperti biasanya." Chriss berjalan ke luar beranda samping dan menunjuk ke suatu tempat yang biasa digunakan untuk menjemur bayi harimau putih setiap pagi.


Jessey Liu pun bergegas mengikuti ke mana langkah kaki Chriss dan berhenti di tempat yang sama. Dia segera meneliti dengan saksama, tetapi binatang jenis kucing itu tidak juga tampak. Sungguh sangat tidak masuk akal bagi mereka berdua. 

__ADS_1


"Aneh ... bukankah tempat ini sangat tertutup? Bahkan tak ada lubang sekalipun."Jessey Liu mengernyitkan dahi hingga memunculkan beberapa garis kerutan di sana. 


"Benar, Gong Zi. ini sungguh tak masuk akal." Chriss berjalan ke sana dan ke mari guna mencari hewan yang mungkin akan menggegerkan banyak orang jika melihatnya.


"Aku akan mencarinya ke tempat lain, Chriss!" Jessey Liu bergegas hendak keluar dari ruangannya dan ia melihat sekilas menu sarapan Chriss masih utuh. Dia pun berseru, "Jangan lupa habiskan dulu sarapanmu!"


"Tapi, Gong Ziii!"


"Ini Perintah sekaligus hukuman untukmu!" ucap Jessey Liu sembari membuka pintu dan melangkah pergi.


"Gong Zi marah padaku atau bagaimana?" Sekarang Chrisslah yang menjadi bingung dengan sikap tuannya ini. "Baiklah, aku habiskan dulu. Setelah itu kulanjutkan pencarian."


Sementara itu, Jessey Liu berlarian menuruni anak tangga tanpa memeduilkan apa pun lagi. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya pun menjadi heran dengan seseorang yang asing bagi mereka.


"Ye Kai! Ye Kaaaaaaai!" Jessey Liu berteriak memanggil sscara langsung nama tuan mereka dan membuat para pelayan tak habis mengerti. "Ye Kaaaaaaai!"


"Eh, siapa orang itu?" Seorang pelayan wanita merasa penasaran dengan pria muda tampan yang berlarian melewati mereka.


"Entahlah. Tapi dia sangat tampaaan!" Kawannya menyahut sembari menopangkan tangan di dagunya sendiri. "Benar-benar pria paling tampan yang pernah kulihat selain Tuan Muda Jing."


"Sudahlah jangan dipikirkan lagi! Mereka tidak akan pernah melirik atau menyukai pelayan seperti kita." Kawannya menimpali. "Sebaiknya kita meneruskan pekerjaan masing-masing!"


Ye Kai yang saat itu baru saja mendapatkan laporan mengenai hilangnya anak harimau milik Jessey Liu pun segera memerintahkan orang-orangnya untuk mencari ke semua tempat. Dia sendiri juga segera menemui Jessey Liu yang juga sedang mencarinya.


"Jessey!" Ye Kai menyongsong kedatangan Jessey Liu yang berlarian ke arahnya.


"Ye Kai! Di-dia!" Jessey Liu mencoba mengatur jalan napasnya yang tak beraturan.


"Jessey, tenanglah!" Ye Kai menepuk-nepuk punggung sahabatnya dengan lembut. "Kami sedang mencarinya. Mudah-mudahan dia segera diketemukan."


"Lihat! Tuan kita memperlakukannya demikian!" bisik pelayan yang tadi berpapasan dengan Jessey Liu menyiku lengan kawannya . "Orang ini pasti sangat tidak biasa."


"Benar sekali. Sikap tuan kita bahkan terlihat sangat lembut pada orang itu." Kawannya menyahut.


Keduanya saling berpandangan. "Master Liu?"


Mereka pun tertegun dengan dugaan mereka. Jika penglihatan mereka kali ini, itu adalah hal yang benar. Maka perkiraan mereka selama ini tentang sosok Master Liu adalah salah besar.

__ADS_1


"Kalau benar pemuda tampan itu adalah Master Liu, maka dugaan kita selama ini sangat salah." Pelayan wanita masih merasa tidak percaya. "Kupikir dia adalah seorang lelaki tua yang menakutkan. Tetapi ternyata, Master Liu setampan pangeran ...aaaaaa!"


"Benar-benar tampan diaaaa!" Kawannya menyahut.


"Hei, kalian!" Suara Ye Kai mengejutkan keduanya. "Ke mari!"


Kedua pelayan wanita itu bukannya segera menemui tuannya, melainkan saling berpandangan satu sama lain. Hal itu membuat Ye Kai nenjadi kesal bukan main.


"Hei! Apakah kalian tidak mendengar panggilanku?" Ye Kai berteriak sekali lagi dengan nada marah.


"Ooh! Tuan memanggil kita!"


Kedua pelayan yang sejak tadi mematung di anak tangga akibat terpesona oleh ketampanan Jessey Liu pun, segera bergerak untuk menemui sang majikan dengan wajah takut.


"Ya, Tuaaaan!" sahut keduanya secara serentak.


Pelayan berbaju biru segera menarik kawannya dan menuruni anak tangga dengan sangat tergesa-gesa. Akibatnya, keduanya saling berlarian hingga salah satu dari mereka menginjak ekor gaun kawannya. Injakan itu membuat sang kawan terjatuh di hadapan Ye Kai, sedangkan tubuh si penginjak pun tiba-tiba ikut terhuyung dan hampir saja menimpa kawannya. Namun, pelayan berbaju putih tampaknya beruntung saat tiba-tiba dia merasakan lengannya disambar oleh seseorang.


"Aaah!" pekikan kecil keluar dari mulut pelayan bertubuh gemuk dengan wajah yang bisa dikatakan tidak cantik.


"Hati-hati!" Suara tegas namun lembut seorang pria membuat pelayan gemuk terkejut hingga mendongakan wajahnya tanpa sadar. Mata pelayan gemuk seketika terbelalak dengan mulut terbuka lebar, tetapi serasa terkunci.


Pelayan gemuk mendapati seraut wajah yang sangat tampan tengah menatapnya dengan sorot kecemasan. Sementara tangannya yang kokoh masih memegangi lengan si pelayan gemuk, sedangkan tangan lainnya merangkul bahunya yang berisi. Jarak wajah yang begitu dekat, membuat si pelayan gemuk serasa hendak pingsan saja. Ketampanan ini sungguh membius, bagai sebuah sihir yang mampu menghilangkan ingatan.


"Hampir saja!" Jessey Liu segera melepaskan diri dari pelayan gemuk yang masih melongo dan membuat wanita itu tersadar dan wajahnya seketika merona merah.


"Te-terima ka-ka .. terima kasih, Tuan!" Pelayan gendut berucap disertai kegugupan dan debaran jantungnya yang tidak menentu.


"Mmhh," gumaman dan anggukan kecil dari Jessey Liu menjadi jawaban yang cukup menyenangkan bagi pelayan gemuk itu.


"Waaahh! Hari ini aku benar-benar beruntung sekaliiiii!" teriak pelayan gendut dalam hati sambil mengucek-ucek kain serbetnya. "Aku bertemu dan berpelukan dengan pangeran tampankuuu!"


Sementara itu, kawannya yang terjatuh di hadapan Ye Kai, tengah meringis kesakitan disertai rasa malu. "Tu-Tuaan!"


"Bangun!" Ye Kai membentak sambil berkacak pinggang dengan mata melotot


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2