Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
CALON VOKALIS BARU


__ADS_3

Tatap mata keduanya beradu sesaat, Yi Xie hanya bisa melambaikan tangannya karena Zike masih terus memaksanya untuk berjalan menerobos barisan para fans musik under ground yang padat berjubelan.


"Zee, ada apa?" tanya seorang pria tampan berambut hitam panjang sepunggung yang berdiri bersebelahan dengan gadis yang dipanggil Zee.


"Ooh, itu ... tadi gue liat Yi Xie kek sama cewek," jawab Zee.


"Oh ya? Mungkin pacarnya kali," ujar pria tampan teman Zee.


"Baguslah, kalau dia sudah punya pacar," balas Zee.


"Chen, Head bang di sana yook!" Zee mengajak pria yang dipanggil Chen itu untuk berpindah tempat.


Zike dan Yi Xie telah tiba dibarisan terdepan pada konser musik itu, geberan irama bawah tanah mulai dimainkan oleh Evil Grave. Fanspun berjingkrak-jingkrak dan ber-head banging mengikuti alunan musik yang sangat memekakan telinga ditambah lagi dengan geraman vokal growl yang sangar dan menakutkan bagi sebagian orang.


Sekelompok orang berpenampilan sangar dengan kaos hitam gambar logo band idola masing-masing ikut berbaur bersama para Metal Heads yang tengah asyik mengibaskan rambut-rambut gondrong mereka. Sebagian yang lain memilih hanya menonton saja sambil menikmati irama bawah tanah dari Evil Grave. Sesekali Zike berteriak-teriak menirukan lagu kesukaannya dengan vokal growl. Suara Zike cukup mengejutkan bagi seseorang yang ternyata menjadi terus memperhatikannya dari jarak yang cukup dekat.


"Boleh juga suara nih cewek," gumam sosok pria berambut panjang yang berdiri dengan sikap tenang sembari memasukan kedua tangannya di saku celana jeans yang dikenakannya.


Mata sipit pria itu menangkap sosok yang telah dikenalnya sejak lama. "Yi Xie?"


"Sangat kebetulan sekali!" ujarnya dalam hati sambil tersenyum penuh misteri.


"Chen!" panggilnya pada seseorang.


"Yaaa!" sahut William Chen pria yang tadi bersama Megan Zee.


"Lu liat tuh cewek?" tanya pria misterius dengan nada tinggi. Matanya menuju ke arah Zike.


"Oh, iyaa! Gue tadi sempet liat dia, kenapa emang?" William Chen bertanya.


"Gue tertarik sama dia! Coba bini lu suruh deketin tuh cewek!" ujar pria misterius itu.


"Haaaa?" William Chen terkejut.


"Pokoknya gue pengen gaet tuh cewek!" seru Ye Kai.


"Tapi ... kenapa gak lu deketin sendiri aja?" tanya William Chen tak mrngerti.

__ADS_1


"Gue minta Zee yang deketin dia buat gue, biar cepet akrab sama Zee," ujar Ye Kai.


"Oohh!"


"Udah, ntar lu juga tau maksud gue!" Ye Kai mulai kesal.


"Okaylah! Gue bilang dulu ke Zee!" William Chen berlalu dari hadapan Ye Kai untuk menemui Zee yang masih asyik ber-head banging dengan Devil.


"Vokalis baru, datanglah!" gumam Ye Kai sambil tersenyum dan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Tumben amat si Ye Kai bilang tertarik ma cewek yang baru diliatnya," gumam William Chen dalam hati.


"Trus, ntar si Mei Lan mau di kemanain?" William Chen tak habis pikir. Pemuda berwajah cukup tampan itu menoleh ke arah Megan Zee dan menariknya hingga keduanya berpelukan dan seperti berciuman.


"Zee! Ada tugas dari Boss Ye," bisik William Chen pada istrinya.


"Tugas apaan?" Megan Zee bertanya.


"Lu diminta deketin tuh cewek yang lagi bareng sama Yi Yi. Katanya Boss Ye tertarik, mungkin mau dijadiin selir muda," ujar William Chen.


Megan Zee terkejut dengan perkataan William Chen hingga terbelalak dan menjerit kecil, "Selir?"


Megan Zee seperti keberatan, bagaimana mungkin dia rela jika Ye Kai akan beristri lagi dengan gadis yang terlihat masih sangat muda dan cantik itu, "Bodo amatlah! yang penting bukan laki gue!"


Pertunjukan dari Evil Grave berakhir dan seperti biasanya Zike akan menghadang kelima anggota Evil Grave di anak tangga stage. Dia hanya ingin bertemu dengan Angel Andersson gitaris idolanya.


"Zikeeee!" panggil Angel Andersson dengan wajah sumringah disertai senyum yang tak henti-henti tersungging di bibir tipisnya begitu melihat gadis yang pernah bertemu di konser sebelumnya.


Pria berdarah campuran itu turun dari stage melalui anak tangga dan langsung memeluk Zike dan disambut oleh Zike dengan pelukan pula, sebagian penonton menatap iri ke arah mereka dan mengira mereka adalah pasangan kekasih. Yi Xiepun sedikit terkejut


"How are you, Angel?" tanya Zike seraya melepas pelukannya. Ia harus mendongak karena tubuh Angel Andersson yang jauh lebih tinggi darinya.


"I am fine, Honey." Angel Andersson menatap gadis di hadapanya dengan binaran mata birunya.


Merekapun lalu berbincang-bincang dengan asyiknya, tampak sekali mereka terlihat sangat senang dengan kehadiran Zike yang cantik, ramah dan supel.


Dari kejauhan Ye Kai dan kawan-kawannya terus memperhatikan Zike dan Yi Xie yang masih asyik mengobrol dengan Angel Andersson dan kawan-kawannya. Terlihat mereka juga berfoto bersama dengan berbagai macam pose. Setelah puas melepaskan kerinduannya kepada band musik idolanya, Zike dan Yi Xie berpisah dengan Evil Grave yang masih harus melanjutkan konser mereka di tempat lain.

__ADS_1


Pada saat mereka hendak berpisah, tiba-tiba Angel Andersson menghampiri dan mencium pipi gadis itu sambil tersenyum. Zike yang tak sempat menghindar menjadi tertegun untuk beberapa saat dengan mata terbelalak tanpa disadarinya.


"Bye! Sweety!" Angel Andersson melambaikan tangannya ke arah Zike yang masih terpaku di tempatnya.


Yi Xie tak kalah kagetnya. Pemuda itu merasa tak terima atas perlakuan Gitaris Evil Grave kepada sahabatnya.


"Sialan dia, main nyosor aja!" geram Yi Xie dalam hati dengan wajah marah. Yi Xie dengan cepat segera menyambar lengan Zike dan menariknya lalu bertanya, "Lu apa-apaan sih? Pake main pasrah aja!"


"Lah gue juga kagak tau tadi," sahut Zike membela diri.


"Tapi mustinya lu nolak kek! Biar gak berkesan kalo lu itu cewek mauan!" kata Yi Xie jengkel sambil menarik lengan gadis itu dan mengajaknya pergi dari tempat itu.


Ye Kai dan kawan-kawannya yang melihat kedua anak muda itu pergipun segera mengikuti mereka dari kejauhan karena tak ingin kehilangan jejak. Ye Kai telah menegaskan jika gadis yang bersama Yi Xie harus berhasil mereka gaet hari ini juga.


"Ya, yaaa ... gue salah!" ucap Zike yang tak ingin berdebat lagi. Dia terus berjalan di belakang Yi Xie.


Keduanya sampai di tempat yang agak longgar dan cukup jauh dari stage. Yi Xie segera melepaskan pegangannya di lengan Zike yang kecil dan sedikit menjadi lebih kurus dari sebelumnya.


"Lu kek bocah kurang gizi deh," ujar Yi Xie sambil menjatuhkan dirinya di lantai.


"Gue akhir-akhir ini lagi banyak pikiran. Gak enak ngapa-ngapain rasanya." Zike pun ikut duduk tak jauh dari pemuda itu.


"Lu lagi mikirin apa? Atau jangan-jangan lu suka betulan sama bule nyosoran itu?" tanya Yi Xie tampak tak suka.


"Kagaaak! Gue cuma ngefans doang ma dia kok. Gak ada sedikitpun gue ngrasa cinta ma dia," ujar Zike dengan nada enteng.


"Gimana gue bisa suka ma orang lain? Sedangkan di hati gue udah ada dia." Zike berkata dalam hati sambil membayangkan wajah tampan Alexi yang telah membuat pikirannya menjadi kacau. Zike bahkan tak pernah memberitahukan hal itu kepada siapapun termasuk Yi Xie. Bagi gadid itu, masalah dengan Alexi adalah sesuatu yang sangat ingin dirahasiakannya.


"Oh, syukurlah kalo lu gak suka ma dia. Jujur aja, gue keberatan kalo lu jatuh cinta ma dia!" ujar Yi Xie, "Rumornya dia playboy tau gak?"


"Aaah, bodo amatlah! Lu tenang aja, gue gak kepincut kok sama dia," ujar Zike.


"Okay, baguslah!" Yi Xie merasa lega sekarang. Mereka terus bercakap-cakap sambil menikmati makanan ringan dan air mineral sebagai temannya.


"Yi Xie!" panggil seseorang dari kejauhan.


Yi Xie menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Willy?"


...Bersambung...


__ADS_2