Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
KECURIGAAN KOSONG


__ADS_3

"Master Kedua!" panggil Chriss dengan sebuah bisikan lirih. Ternyata, dia juga merasakan hal serupa seperti apa yang dialami oleh Ye Kai.


Ye Kai menyahut, "Ya?"


Chriss bertanya, "Apakah Anda merasakan sesuatu yang sedikit janggal pada kamar yang tadi itu?"


"Kamar yang mana?" Ye Kai hanya ingin menguji ketajaman perasaan Chriss.


"Kamar sembilan ratus sembilan puluh sembilan." Chriss menjawab disertai perasaan merinding yang bagai memberatkan  tengkuk dan langkah kakinya. Dia memang merasa sangat aneh saat melewati kamar bernomor pintu 999 yang baru saja mereka lewati.


"Eh!" Ye Kai sengaja memepetkan badannya dekat sekali dengan tubuh Chriss, lalu berbisik di sisi telinga pria itu. "Aku penasaran dengan isi di dalam kamar itu. Bagaimana kalau kita selidiki, Chriss?"


"Tapi, Master!" Chriss berniat mencegah, karena tidak ingin terlambat sampai ke kamar Jessey Liu. "Bagaimana kalau ...."


Ye Kai segera memotong ucapan Chriss. "Kamu juga penasaran, kan?"


Tak bisa dipungkiri, Chriss pun merasa penasaran dengan kamar bernomor 999 yang terlihat sangat misterius. Tetapi, dia juga teringat akan Tygra yang tertidur dengan gelisah. Kebimbangan melanda pria berambut cepak dan masih lajang ini.


"Tapi, bagaimana dengan Gong Zi kalau dia terbangun?" bertanya Chriss sambil memperlambat langkahnya. "Dan saya juga mengkhawatirkan anak-anak itu, Master!"


Ye Kai berpikir sejenak sambil menoleh ke arah kamar misterius yang telah membuatnya sangat penasaran. Entah ada daya tarik apa yang membuat pria itu masih ingin ke sana. Tetapi dia juga teringat, jika kedatangannya saat ini bertujuan untuk melihat dan menangani kasus tentang pukulan beracun yang sedang diderita para anak buah Jessey Liu yang juga anak buahnya.


Ye Kai beralih menatap Chriss sambil berucap "Kalau begitu, kamu kembalilah terlebih dahulu, sedangkan aku ingin kembali ke sana."


"Tapi, Master Ye. Tidak bisakah ditunda dulu keinginan Anda itu?" Chriss bertanya dengan harapan Ye Kai akan mengurungkan niatnya. Sejujurnya dalam hati dia pun sedikit takut dengan hal-hal yang berbau mistis. Bagi pria itu, lebih baik dia disuruh berduel baku hantam daripada harus bergelut dengan hal-hal yang berkaitan dengan dunia lain.


"Aku hanya sebentar. Percayalah!" Ye Kai berbalik badan dan melanjutkan langkahnya kembali ke arah kamar bernomor 999. "Aku akan mencari kalian nanti!"


"Master Ye ini!" teriak Chriss dalam hati. Dia sungguh tak mengerti dengan niat Ye Kai yang masih terus melangkah ke kamar misterius tersebut. "Aku juga penasaran sekali dengan kamar itu. Tapi ... bagaimana dengan Gong Zi?"


"Master Ye dan Gong Zi sama-sama punya kebiasaan semacam ini!" gerutu Chriss dalam hati sambil mengepalkan tinju kanannya dan memukul telapak tangan kirinya sendiri sambil berjalan mondar-mandir. "Aku susul Master Ye atau aku kembali saja ke kamar?"

__ADS_1


Kebimbangan pun melanda Chriss. Sejenak dia tertegun sambil memikirkan, antara kembali ke kamar atau ikut Ye Kai. Matanya masih terus mengawasi pergerakan sang master kedua Sekte Elang Emas yang kian menjauh dari pandangannya, lalu menghilang di balik tikungan lorong hotel. Namun pria itu terlonjak kaget, saat sebuah suara mengejutkannya.


"Sedang apa kamu di sini, Chriss?"


"Ya Tuhaaaan!" pekik Chriss dengan tubuh sedikit terlonjak, matanya melotot lebar dan perasaannya bagai membeku. Pria itu kemudian menoleh ke arah samping setelah berhasil menguasai diri. "Gong Ziiiiiii!"


"Anda mengagetkanku sajaaa!" Chriss mengusap dadanya hingga berulang kali guna mengatasi rasa kagetnya dan dengan susah payah pula dia berusaha menenangkan perasaan takut yang membuat dadanya berdebaran tidak menentu. 


"Ada apa, Chriss? Mengapa kamu sampai terlonjak kaget seperti itu?" Jessey Liu menatap lekat-lekat dengan keheranan ke arah Chriss yang masih sedikit pucat. "Di mana Master Ye?"


"Master Ye tadi sudah bersama saya. Tetapi beliau kembai ke arah sana, Gong Zi!" Chriss menunjuk ke arah di mana Ye Kai berjalan.


"Mau ke mana dia?" tanya Jessey Liu sembari mengernyitkan dahi, hingga menimbulkan beberapa garis kerutan. 


Chriss merapatkan sedikit tubuhnya kepada Jessey Liu, lalu berbisik dengan hati-hati. "Master Ye sedang merasa penasaran dengan kamar bernomor sembilan sembilan sembilan, Gong Zi." 


"Kamar bernomor sembilan sembilan sembilan?" Jessey Liu berpikir tentang kamar yang bernomor sedikit aneh tersebut. "Ada apa di kamar itu? Sampai-sampai seorang Ye Kai bahkan kembali ke sana?" 


Pria itu tidak bisa terus dihantui oleh rasa penasaran pada tingkah laku Ye Kai yang tidak biasanya. Dia pun akhirnya memutuskan untuk menyusul sahabatnya. Jessey Liu menoleh ke arah Chriss dan berkata, "Chriss, kamu kembalilah dulu sebelum Tygra terbangun! Aku akan menyusul Ye Kai." 


Chriss ingin protes dengan niat tuannya. "Tapi, Gong Zi ...." 


"Lakukan saja! Selain aku, tidak akan ada orang yang bisa menghentikannya." Jessey Liu berucap sembari bergerak pergi dengan langkah panjang dan cepat. 


"Kalian ini hanya menuruti kata hati kalian saja!" Chriss hanya bisa menuruti apa kemauan sang majikan.


Chriss tidak lagi bisa mencegah sang tuan dan memilih pergi kembali ke dalam kamar hotel sambil menggerutu tidak menentu. Dia masih harus menjaga anak harimau yang ternyata masih dengan nyaman tertidur di dalam keranjangnya. 


"Ya sudah, aku tunggu saja mereka."


Di tempat lain ....

__ADS_1


Ye Kai tiba di kamar yang telah berhasil menarik perhatiannya. Pria itu berdiri di balik tiang dan merupakan tempat yang cukup tersembunyi. Sesekali pula matanya mengawasi keadaan sekitar dan mencari-cari kemungkinan ada kamera CCTV yang mengawasi setiap aktifitas dan pergerakan orang-orang yang berlalu lalang.


Meskipun pria itu baru saja berkendara menempuh jarak puluhan mil. Tetapi tubuhnya masih terlihat sedikit bugar. Hal itu dikarenakan dia memang telah terbiasa dengan berbagai macam pelatihan ilmu bela diri yang keras. Terlebih lagi, dia adalah seorang petarung dan salah satu master dari Sekte Elang Emas yang cukup disegani.


"Aneh sekali. Sekarang auranya sudah tidak sekuat tadi." Ye Kai berkata dalam hati sambil terus mengawasi daun pintu bernomor 999 yang tertutup rapat. "Atau hanya perasaanku saja yang terlalu mencurigai adanya sesuatu yang tidak beres di sana?"


Hingga sampai beberapa lama, Ye Kai tidak mendapati hal yang sejak awal dicurigainya. Semua tampak sepi dan lengang dan hanya ada beberapa pelayan pria yang sedang bertugas malam. Pria itu pun akhirnya memutuskan untuk kembali menemui Jessey Liu di kamar hotel.


"Aaahh, Hanya membuang waktuku saja!" gerutu Ye Kai sambil berbalik pergi dengan wajah kecewa. "Ternyata hanya kecurigaan kosong semata!"


"Ye Kai!" Jessey Liu ternyata telah tiba di tempat itu dan menghadang laju langkah sahabatnya.


"Jessey?" Ye Kai segera bergegas mengampiri sang kawan dengan mempercepat langkahnya.


Keduanya pun bertemu dan berhenti bersamaan. Mereka berdiri berhadapan sembari saling memandang. Kelegaan jelas terpancar di sorot mata Jessey Liu saat melihat Ye Kai dalam keadaan baik-baik saja.


Ye Kai mendahului berkata, "Jessey! Aku baru saja akan menuju ke kamarmu, tapi kamu malah ke mari."


"Aku mengkhawatirkanmu, jadi aku menyusulmu ke mari," jawab Jessey Liu yang lalu balik bertanya, "Ada apa, Ye Kai?"


"Tidak ada apa-apa, Jessey. Aku hanya sedikit merasa penasaran dengan kamar itu, jadi aku memeriksanya sebentar dan tidak ada apa-apa." Ye Kai menjawab dengan nada ia buat santai agar sahabatnya ini tidak merasa lebih khawatir. "Mari, kita bicara sambil berjalan!"


"Benarkah tidak ada apa-apa, Ye Kai?" Jessey Liu mengikuti langkah Ye Kai sambil menolehkan wajah ke arah pintu kamar 999 yang tertutup rapat.


"Iyaaa. Aku tidak menemukan hal aneh lagi. Percayalah!" Ye Kai menyeret lengan Jessey Liu dan membawanya meninggalkan tempat aneh tersebut.


"Baiklah, ayo kita pergi!" Jessey Liu akhirnya menuruti Ye Kai untuk kembali ke kamarnya.


Sesampainya di kamar bernomor 307, Jessey Liu segera mempersilakan sahabatnya untuk masuk dan beristirahat. Ada dua tempat tidur di dalamnya. Jessey Liu membagi tempat tidur untuk Ye Kai, sedangkan Chriss berada di tempat tidur yang lain bersama Tygra.


Jessey Liu tidak ingin rencana tidurnya gagal lagi. Dia pun berkata kepada semua orang. "Jangan dulu bercerita, kita istirahat dan bicarakan semuanya esok hari!"

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2