
"Aa-ampun! Ampuni kami Master Ye!" Pria bercodet terlihat sangat ketakutan melihat sorot mata Ye Kai yang tajam meghujam kalbunya.
Melihat wajah buruknya saja sudah membuatnya sangat muak dan ingin muntah. "Katakan! Siapa yang telah menyuruh kalian menangkap gadis itu?"
"I-itu ... itu!"
"Mereka semua adalah anak buah Hardman, jadi siapa lagi orang yang menyuruh mereka kalau bukan dia?" Zike menyela ucapan preman bertatto kepala serigala.
"Be-benar! Kami hanya menjalankan perintah saja." Preman bertatto serigala terlihat sangat ketakutan menghadapi Ye Kai. Sedikit banyak dia mengetahui tentang orang ini. Meskipun dia Ye Kai tidak seterkenal Jessey Liu, tetapi dia termasuk pria yang disegani di kalangan perguruan bela diri.
"Siapa kamu yang beraninya mencampuri urusan kami para preman Skull Head ini?" Bos preman bertanya keapada Ye Kai yang baru saja menghajar semua anak buahnya hingga mereka tak berdaya sama sekali.
"Aku?" Ye Kai tertawa kecil karena merasa geli dengan pertanyaan bos preman yang tidak mengetahui siapa dirinya.
"Kau!" Bos preman sangat terperanjat saat Ye Kai menyibak rambut gondrong yang menutupi sebagian wajahnya. "Ye-Ye ... Ye Kai! Benarkah kamu Ye Kai?"
"Baguslah kalau kau memang sudah mengenalku." Ye Kai dengan langkah tenang mendekati bos preman yang sekarang menjadi berciut nyali. "Sekarang katakan, siapa yang sudah memerintahkanmu untuk menangkap gadis itu?
"Itu-Itu ... Itu atas perintah seseorang dan kami hanya menjalankan perintah saja!"
"Hanya menjalankan perintah, katamu?" Ye Kai menjadi ingin mengetahui siapakah orang yang telah memerintahkan preman-preman kampung ini untuk menangkap Zike. Pria itu tanpa basa-basi langsung menyambar kerah jaket bos preman yang sudah sangat ketakutan.
"Katakan! Siapa orangnya?" bentak Ye Kai dan semakin mempererat cengkeraman pada kerah jaket bos preman yang telah dengan sengaja mencari masalah dengan gadis incarannya.
__ADS_1
Bos preman terbatuk hingga beberapa kali akibat merasa sesak napas oleh cengkeraman pria yang terkenal cukup mengerikan ini. Ya, di kota ini siapa yang tidak mengenal seorang Ye Kai sang master kedua dari Sekte Elang Emas. Namanya bahkan sering menghiasi papan layar pada setiap kompetisi olah raga bela diri. Pria ini bahkan telah beberapa kali meraih sabuk emas pada pertandingan seni bela diri yang banyak diadakan di berbagai tempat.
"Cepat katakaan!" Ye Kai kembali membentak bos preman yang sebenarnya sudah sangat ketakutan saat mengetahui siapa yang datang di hadapannya sekarang ini.
"Hardman! Bos kami adalah Hardman!" Bos preman Skull Head akhirnya membuka suara karena merasa suda tidak tahan menghadapi Ye Kai yang sedang dalam keadaan marah ini.
"Hardman?" Ye Kai tak tampak terkejut mendengar nama pria brutal yang pernah dia kalahkan secara telak di sebuah pertandingan Muay Thai beberapa bulan yang lalu.
"Jadi, kalian adalah para cecunguk yang ditugaskan si botak itu?" tanya Yi Xie
"Be-benar, dialah yang meminta kami untuk memburunya. Kami bahkan tidak tahu ada dendam apa di antara mereka." Bos preman berkata terus terang dan berharap jikalau pria ini akan segera melepaskan mereka semua.
"Dengar oleh kalian semua! Sekarang gadis itu berada dalam perlindungan pribadiku. Jadi bagi siapa saja yang berniat buruk kepadanya, maka dia harus berhadapan dengan Ye Kai!" Ye Kai mengangkat tubuh bos preman tinggi-tinggi dan dibantingnya ke atas lantai pelataran bangunan yang sudah rusak.
Dia juga tak mengira sama sekali, jikalau semua itu dilakukan oleh orang yang baru dua kali dia temui. Mereka bahkan tidak mengenal secara pasti latar belakang masing-masing dan apa maksud dari tujuan Ye Kai kepada dirinya.
"Apakah dia tulus melakukan ini semua?" Zike bertanya dalam hati dan mulai merasa curiga pada pria yang dengan terang-terangan membelanya ini. "Aaah! Semoga saja dia memang tulus melakukannya padaku dan tidak ada maksud tertentu yang dia sembunyikan."
Ye Kai segera mendekati kedua kawannya yang masih berdiri terpaku menatapnya dengan pandangan yang berbeda. "Kamu tidak apa-apa, Zike?"
Zike hanya bisa menggelengkan kepalanya yang terasa kaku. Bagaimanapun juga dia masih merasa terkejut dan trauma. Ye Kai dan Yi Xie pun tampaknya paham akan situasi gadis ini yang masih belum bisa menguasai perasaannya secara penuh.
"Ya sudah, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini secepatnya!" Ye Kai tidak ingin mental gadis yang dibelanya ini akan semakin buruk jikalau mereka masih terus berada di tempat yang sangat tidak bersahabat ini. "Yi Xie, Zike! Aku akan mengajak kalian ke suatu tempat dan kita bisa bicara di sana dengan tenang."
__ADS_1
"Baiklah!" Yi Xie hanya bisa menuruti saja ajakan Ye Kai, karena dia mengetahui secara persis akan maksud Ye Kai kepada sahabatnya ini.
"Zike, ayo ikuti kami!" Ajak Ye Kai sambil menyeret lengan Zike.
Akhirnya, mereka pun memilih pergi meninggalkan tempat yang sangat tidak menyenangkan ini dan membiarkan begitu saja para preman yang terkapar dalam keadaan mengenaskan.
Ye Kai dengan sengaja membawa Yi Xie dan Zike ke sebuah hotel mewah yang ada di pusat Kota Da Ha. Walaupun penampilan Ye Kai tampak biasa saja, akan tetapi para staf dan pelayan Berlian Hotel tampak sangat sopan kepadanya. Bahkan dengan begitu mudahnya, Ye Kai mendapat tempat yang dia pesan tanpa harus berlama-lama menunggu seperti para pengunjung hotel lainnya.
"Siapakah sebenarnya orang ini?" Zike bertanya-tanya dalam hati sambil mengamati suasana hotel berbintang yang megah dan mewah ini. Mereka bertiga tengah menuju ke sebuah ruangan khusus yang sudah dipesan oleh Ye Kai. "Sepertinya, dia memang menyembunyikan sesuatu. Tapi apa?"
Yi Xie sendiri berjalan di samping Ye Kai dan sepeti sedang membicarakan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Zike. Hal itu juga semakin menambah rasa penasaran dan kecurigaan bagi gadis itu, mengapa dirinya dibawa ke tempat semacam ini. Ada hal yang tidak bereskah?
Zike ingin menanyakan namun dia tidak memiliki keberanian sama sekali, sedangkan dia tak bisa mencurigai Yi Xie yang tentu saja tidak akan berpikir untuk mencelakai atau mengkhianati dirinya. Bukankah Yi Xie sudah sangat mengenal dan memahami keadaan dia selama ini?
Gadis itu terus memikirkan tentang semua kejadian hari ini. Dia terus melamun di sepanjang perjalanan. Hal tersebut sungguh membuatnya merasa pusing tujuh keliling, terlebih lagi kelaparan juga sudah mulai menyerang lambung yang belum diisi sejak tadi pagi.
Tentu saja itu karena saat baru saja dia hendak keluar untuk mencari bahan makanan, serombongan preman telah mencegat dan berusaha keras menangkap dirinya hingga dia lupa pada tujuan awal.
"Nestin pasti sedang menungguku," bisik gadis itu dalam hati. "Apakah dia sekarang juga masih belum makan sepertiku?"
"Kita sudah sampai. Masuklah!" Suara Ye Kai mengagetkan Zike yang tengah larut dalam lamunan.
"Ayo, Zike! Apalagi yang kamu tunggu?"
__ADS_1
...Bersambung...