Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
PERKELAHIAN


__ADS_3

Namun tiba-tiba, terdengar suara lain yang sungguh diluar dugaan gadis itu. Dia pun merasa penasaran dengan apa yang terjadi, karena tidak ada satu orang pun preman yang datang menjamahnya. Lalu apakah yang sedang terjadi sekarang ini?


Benarkah dirinya saat ini benar-benar dalam keadaan baik-baik saja dan tidak ada yang menyentuh kulitnya barang satu kali usapan saja? Gadis itu sungguh tak mengerti. Atau, mungkinkah Tuhan benar-benar mengabulkan permohonannya saat mendengar doa yang terpanjat dari seorang gadis malang lemah tak berdaya ini?


Gadis itu bahkan belum berani membuka matanya untuk melihat hal apakah yang sedang berlangsung sekarang ini. Suara-suara yang sekarang terdengar, lebih seperti suara orang-orang yang sedang disiksa oleh beberapa orang. "Apakah ada orang yang datang ke mari?"


Akhirnya gadis itu akhirnya memberanikan diri untuk membuka kelopak mata secara perlahan, akibat terus terdesak oleh rasa penasaran yang makin menyerang hatinya. Keterkejutan sekaligus perasaan senang pun seketika membuat gadis itu bagaikan mendapat anugrah yang luar biasa hebat dalam hidupnya. Ya! Paling tidak, saat ini dia benar-benar bisa bernapas lega, karena hal yang paing menakutkan telah berlalu dan dia terselamatkan. 


Gadis itu melihat seorang pria yang sudah dikenalnya sedang berkelahi melawan sepuluh preman yang sebagian di antaranya terlihat sudah terkapar dengan kondisi babak belur hingga muntah. Pria itu bahkan bisa begitu tenang dalam menghadapi lawan yang sebenarnya tidak memiliki ilmu bela diri bahkan yang paling dasar sekalipun, sedangkan yang dihadapi oleh para preman saat ini adalah seorang ahli bela diri berilmu tinggi yang sudah sangat terkenal dalam dunia pertarungan.


Ya! Dia adalah Ye Kai seorang ahli bela diri wushu dan salah seorang dari beberapa master di perguruan seni bela diri Sekte Elang Emas yang sudah sangat terkenal dengan sepak terjangnya dalam dunia bela diri. Sekte yang memiliki seorang tuan muda berjuluk Dewa Pedang dengan senjata andalan Pedang Pencabik Langit-nya.


"Bukankah dia ... Master Ye?" Gadis itu tercengang sekaligus merasa sangat terpana melihat ketangkasan Ye Kai dalam menghajar para preman kampung pembuat onar dan selalu menjadi biang kerusuhan di berbagai tempat. Para preman ini bahkan kerap melakukan tindak asusila yang meresahkan masyarakat luas. Perbuatan para sampah negara ini memang sudah sepatutnya diberantas dan dihilangkan darai muka bumi ini.


"Ternyata, dia keren bangeet!" Zike berteriak dalam hati saat melihat bagaimana Ye Kai menghajar para preman yang hendak melakukan tindak brutal terhadap seorang gadis. "Hebat! Master Ye ternyata sangat hebat!"


"Zikee! Kamu gak papa, kan?" Yi Xie tiba-tiba sudah berdiri di samping gadis yang ternyata adalah Zike. Hampir seharian dia bersama dengan Ye Kai berputar-putar dan menjelajah ke pemjuru perkampungan hanya untuk mencari gadis yang saat ini sedang terlalu fokus memperhatikan Ye Kai. Pria gagah itu tengah menghajar para anak buah Hardman hingga wajah-wajah mereka babak belur bagai tak berbentuk lagi.


"Yi Xieee!" Zike terpekik kaget saat mendapati Yi Xie sudah berada di sisinya. Dia pun langsung memeluk pria itu secara tiba-tiba dan menumpahkan tangisnya dalam pelukan pria muda yang tulus menyayangi Zike sebagai sahabatnya ini.

__ADS_1


"Zike, Zike kamu tenanglah! Kami sudah di sini sekarang, kamu selamat sekarang." Yi Xie berusaha menenangkan gadis yang masih merasa sangat terpukul dengan kejadian tadi. 


"Yi-Yiiii! Aku takut sekaliiii!" Zike tak bisa untuk tidak menangis di pelukan Yi Xie yang juga balas memeluknya dengan erat. Pemuda itu melakukannya guna menenangkan perasaan gadis ini. Zike merasa terharu sekali karena sahabatnya ini menemukan dia, meski sekarang mereka di tempat asing yang tak pernah dikunjungi oleh orang selama bertahun-tahun.


"Zike, Maaf!" Yi Xie merasa bersalah juga karena telah mengejutkan sahabatnya ini. "Kami hampir saja terlambat datang." 


"Aku takut sekaliiii!" Zike masih memeluk dengan erat Yi Xie seperti meminta perlindungan.


"Sekarang kamu tenanglah! Master Ye pasti bisa mengalakan mereka semua!" Yi Xie berusaha meyakinkan Zike yang masih dalam kondisi luar biasa shock ini.


"Lihatlah! Mereka semua sudah dihajar sampai babak belur. Semoga setelah ini mereka tidak akan pernah mengganggumu lagi," ujar Yi Xie sambil menatap ke arah jalannya perkelahian yang cukup seru tersebut.


"Terima kasih, Yi Xie!" Zike mengusap air matanya yang mengalir begitu saja. Terutama saat merasakan sakit pada lidahnya yang tadi dia gigit sendiri dengan kuat. 


"Zike, kamu kenapa?" Yi Xie merasa cemas mendengar pekikan kecil gadis itu.


"Tidak! Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil!" Zike tak ingin mengatakan di mana luka itu, dia tidak ingin Yi Xie tahu bahwa dirinya hampir melakukan tindakan yang tidak terpuji. 


Yi Xie merasa jikalau gadis ini sedang menutupi sesuatu. "Benarkah?" 

__ADS_1


Zike hanya menganggukan kepala. "Mmmh." 


"Yi Xieee! Beraninya kamu campuri urusan preman Skull Head!" Salah seorang dari para preman terlihat sangat marah saat mengetahui siapa yang baru saja datang untuk menyelamatkan Zike.


"Zike, mundurlah! Mereka mengenaliku." Yi Xie merentangkan tangannya dan berusaha untuk melindungi temannya ini dari beberapa anggota preman Skull Head yang datang menghampiri mereka.


Sepertinya para preman menjadi sangat geram, karena hasrat untuk menjamah gadis buruannya diganggu oleh dua orang pria yang datang tanpa disangka-sangka ini. Namun sebelum sempat para preman itu sampai ke tempat di mana Yi Xie dan Zike berada. Keempat pria bertampang sangar itu telah terlebih dahulu terlempar akibat terkena tendangan dan pukulan-pukulan yang meninggalkan jejak cakaran yang sangat mengerikan pada tubuh mereka.


"Yi Xieee! Bawa dia agak menjauh dari sini, biar kuhajar mereka semuaaa!" teriak Ye Kai sambil menangkis dan balik menyerang para preman pengeroyoknya.


"Baiklah dan berhati-hatilah, Ye Kai!" Yi Xie segera menarik lengan Zike agar sedikit menjauh dari tempat perkelahian tesebut. "Zike, ayo!"


Zike hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan, mereka pun segera bergeser menjauh agar tidak terkena akibat dari pertarungan tersebut.


Rupanya, Ye Kai dengan tanpa ampun terus menghajar para preman yang hampir saja mencelakai Zike. Betapa kemarahan pria muda itu bagai tak terbendung lagi, sehingga para preman berjumlah sepuluh orang itu tak ubahnya bagaikan samsak hidup yang dijadikan bahan bulan-bulanan olehnya.


Pria itu sempat melihat dengan mata kepala sendiri, saat para preman ini hendak melakukan tindak asusila secara ramai-ramai kepada gadis kecil yang sedang dicarinya sellama seharian ini.


Ye Kai mencengkeram kerah baju salah satu preman yang bertubuh tinggi besar dan menatapnya dengan sorot mata tajam penuh kemarahan. "Kenapa kalian semua melakukan hal keji itu padanya?"

__ADS_1


"Tu-Tu ... Tu-Tuan! A-ampuun!" Preman itu ketakutan melihat Ye Kai yang sangat menakutkan baginya.


...Bersambung...


__ADS_2