Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
PENCURI TIMUN


__ADS_3

"Sampe ke langit sembilan juga gak bakal ada cogan yang naksir kamu," sahut Yi Xie masih tak percaya dengan ucapan gadis yang dianggapnya hanya bualan semata.


"Gak masalah kalo gak ada cogan langit yang suka sama aku. Yang penting ada satu cogan yang mau sama aku dan juga, satu coganku itu udah kayak dapetin seribu cogan. Kamu aja bukan tandingannya!" Zike bicara panjang lebar demi membela diri. "Dan dia bucin gila sama aku."


"Dasar pembual kelas genteng pabrik kamuuuu! Mana ada cogan yang mau bucinin kamu? Aku aja ogah." Yi Xie hanya bermaksud membuat kawannya ini kesal. Dan tujuan pemuda berambut ikal itu pun berhasil. Sebuah cubitan keras yang dipelintir telah mendarat di lengan kanannya.


"Hiiiiiiiihh! Rasain nih!" Zike benar-benar merasa gemas pada pemuda yang selalu menggodanya ini. "Pembual kelas genteng pabrik kamu bilang?"


"Aww! Sakit! Ini sakiiiiiit!" Yi Xie tak bisa lagi menahan rasa perih dan panas disertai pelintiran jemari Zike yang kuat mencengkeram. "Ampuuuun! Ampun, Zikeeee!"


"Enak saja minta ampun!"


"Pliiiis, Zikeeee! Aku bisa pingsan gegara cubitan maut kamu iniii!" Yi Xie benar-benar sudah tidak tahan dengan pelintiran di kulit lengannya yang sudah pasti akan meninggalkan jejak merah. Mata Yi Xie bahkan sampai berair akibat menahan sakit.


"Makanyaaaa! Jangan suka ngatain cewek sekeren Zain Kamila ini seenak jidat!" Gadis itu akhirnya melepaskan cubitan maut yang sangat menyakitkan bagi korbannya. "Baru cubit aja udah mewek! Lunak amad sih jadi cowok?"


"Keren apanya? Mana ada cewek keren buluk gini?" Yi Xie mengusap bekas cubitan hingga beberapa kali dengan muka cemberut sambil masih menahan sakit. Kulit lengannya sekarang terlihat berbekas merah sedikit membiru. "Lihat! Sampai biru begini, kan?"


"Kamu juga yang udah berani ngeremehin aku. Iya, aku dekil kamu bilang dan itu gak papa! Tapi gak usah pake seolah ngatain aku kek gak laku gitu doong!"


"Iya, iyaaa. Aku udah salah ... maafin yaaa?" Yi Xie tak ingin memperpanjang masalah dengan gadis yang biasanya akan selalu mengingat hal yang kurang baik.


Zike menjawab hanya dengan sebuah gumaman kecil dan tertahan sambil menyesap minumannya. "Mmmh!"


"Cuma gitu aja?"

__ADS_1


"Trus aku musti gimana?" Zike kembali menoleh dan melotot hingga matanya yang besar dan bulat pun semakin terlihat menggemaskan. Mata itulah yang telah membuat seorang tuan muda Sekte Sanca Perak menjadi begitu tergila-gila kepada gadis sederhana ini.


"Sebenernya sih kamu cakep, cuma kurang dirawat aja. Cewek-cewek lain pada keluar masuk salon kecantikan, mejeng di mall, nongkrong di cafe en restoran mahal. Lah kamu? Stay di bengkel, kebut-kebutan, blusukan di gang-gang perkampungan kumuh, manjat pohon, nyuri timun orang di sawah ...."


"Apa yang terakhir tadi?" Zike kembali merasa murka karena aibnya dibuka begitu saja, sedangkan Ye Kai tengah duduk tak jauh dari mereka. Hampir saja dia mengangkat gelas untuk menghantam kawannya ini.


Yi Xie dengan tenang menjawab, "Nyuri timun."


"Trus siapa yang nyuruh?"


"Yaaaaa ... aku sih," sahut Yi Xie sambil cengengesan. "Tapi kan itu lagi darurat banget kan ya? Semoga masih bisa diampuni dan gak dikasus kek nenek yang nyuri timun trus didenda lima juta plus penjara. Huufft ... di mana keadilan sosial bagi seluruh rakyat negeri ini?"


"Makanya, aku udah niatin nih. Kalau aku sukses ntar, aku bakal borong timun satu truk buat sedekah." Zike berkata sembari tersenyum-senyum dengan ekspresi lucu.


"Lah, suka-suka gue dong mau sedekah apa!"


"Tapi ... masa sih timun?" Yi Xie masih merasa janggal dengan niat Zike yang tak masuk akal ini.


"Aku kan suka yang anti mainstream en no yang pasaran."


Dari tempat duduknya, Ye Kai hanya menggelengkan kepala berulang kali seraya mendesah saat mendengar celotehan kedua anak muda yang baru saja menyelesaikan makan siangnya. "Dasar anak muda!"


"Bukankah Ye Ge juga dulu begitu?" Mei Lan berkata sambil menambahkan beberapa lauk ke piring suaminya. "Lebih parah malah, kan?"


"Jangan diungkit lagiii! Itu kejadian sudah lama." Ye Kai menatap Mei Lan yang sedang tersenyum-senyum mengenang kenakalan suaminya di masa lalu. "Kenapa kamu senyum-senyum gitu?"

__ADS_1


"Kenapa? Memangnya aku salah kalau aku senyum di hadapan suamiku?" Mei Lan balik menatap Ye Kai.


"Bukannya salah, tapi senyum kamu seperti lagi mentertawakan aku." Ye Kai melirik ke arah dua anak muda yang masih asyik bercanda tawa. "Jangan sampai mereka tahu masa laluku. Bisa turun derajatku di mata mereka."


Mei Lan tidak memedulikan perkataan Ye Kai, dia hanya meneruskan santap siangnya sambil sesekali tersenyum-senyum sendiri. Hal itu membuat Ye Kai merasa gemas dan ingin melampiaskan pada wanita ini secepatnya.


"Huh, beraninya menggoda di saat yang tidak tepat!" gerutu Ye Kai demgan hati dongkol tentu saja. Niat balas dendam pun telah melintas di benak pria yang sekarang sedang bepenampilan lusuh ala anak jalanan. Dalam hal menyamar, Ye Kai adalah ahlinya.


Setelah mereka selesai makan, Mei Lan dan Ye Kai mengajak kedua tamunya untuk duduk di ruangan yang biasa digunakan untuk mengadakan sebuah pertemuan tertutup. Ruangan itu tampak menyerupai sebuah tempat rapat yang diperuntukan bagi para petinggi perusahaan di bawah naungan Berlian Jaya Abadi Corporation saja yang bisa masuk keluar dengan bebas ke dalamnya.


Sebelum tiba di ruang rapat tersebut, Zike meminta ijin kepada Ye Kai dan Mei Lan untuk melihat-lihat sebentar suasana taman terbuka yang ada di pelataran samping hotel. Tempat tersebut sudah selayaknya sebuah bangunan taman istana pada film animasi Tangled yang sering dia tonton. Gadis itu berlarian di antara tanaman berbagai macam bunga sambil menyeret tangan Yi Xie. Pemuda itu pun hanya bisa menurut meski napasnya hampir habis karena meladeni kelincahan gadis ini.


"Dasar bocah ini! Apa dia gak capek, setelah seharian berlarian dikejar-kejar para preman Skull Head?" Yi Xie menggerutu dalam hati dengan perasaan dongkol dan tak habis pikir. "Merepotkan sekali dia!"


"Zaiiin! Bisa gak sih, kamu berhenti dan gak ngajak aku terus-terusan genjot napas gini?" tanya Yi Xie yang sekarang lebih memilih bersandar pada sepatang pohon. "Aku capek banget ngeladenin kamu tau gak?"


"Ya udah, kamu temeninnya dari situ aja!"


Sementara itu, Zike justru asyik menyusuri tembok bangunan menyerupai kastil dengan telapak tangannya. Dinding tersebut terlihat sangat unik, meskipun dinding itu hanya terbuat dari batu-batu biasa ditata sedemikian rapi hingga menjulang membentuk bangunan yang indah. Namun, ada semacam daya tarik tersendiri bagi siapa saja.


"Bagus dan unik!" Zike sangat mengagumi bangunan kecil itu dan menyusuri dengan mata bulatnya hingga mendongak ke atas. Pada dinding bangunan itu juga seperti dengan sengaja dililit oleh banyak pohon anggur hijau, biru dan ungu yang mulai menampakan bakal calon buahnya. "Jadi ... ini pohon anggur?"


"Waaaaahh! Alangkah indahnya semua iniiiii!"


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2