
Aku akan mengirimkan sesuatu untuknya setelah aku sampai di rumah," ujar Jessey Liu sambil terus melangkah.
"Hadiah?" Ye Kai cukup terkejut akan hal yang satu ini. Tentu saja pria tersebut tidak ingin merepotkan sang kawan, dia pun segera menolaknya. "Tidak perlu, Jessey."
"Mengapa? Aku hanya ingin berterima kasih padanya karena telah menemukan sebuah nama yang cocok dan bagus untuk bayi harimauku. Apakah itu aneh?" Jessey Liu bertanya. Dia tetap bertekat dalam hati untuk memberikan hadiah pada gadis yang sama sekali tak dia kenal.
"Tidak ada yang aneh, tapi kamu pikirkan saja sendiri. Apakah itu wajar? Kalian bahkan tidak saling mengenal, bagaimana dia bisa menerima pemberian dari seseorang yang asing baginya?" tanya Ye Kai sambil menyeret sebuah kursi untuk duduk Jessey Liu.
Jessey Liu pun berpikir, "Benar juga ya?"
"Kalau begitu, bukankah aku bisa memberikan hadiah itu atas namamu?" Jessey Liu bertanya sembari menjatuhkan diri untuk duduk di atas kursi. Sepertinya, dia masih tetap pada keinginannya tentang hadiah untuk gadis pemberi nama. "Tak perlu bertanya ataupun membantah lagi. Aku akan kirimkan hadiah yang pantas untuknya."
"Dasar kepala batu!" Ye Kai hanya bisa menggerutu dengan suara tidak jelas.
"Chriss, mengapa kamu masih saja berdiri?" Ye Kai bertanya pada Chriss yang masih berdiam diri di belakang Jessey Liu.
Chriss terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan dari Ye Kai. Dia memang tak mungkin berani bertindak kurang sopan pasa sang majikan. "Saya ... saya."
Ye Kai segera meraih centong dan menyenduk nasi, lalu meletakkannya di atas piring. "Duduk dan makanlah, Chriss!"
Chriss masih diam tak bergerak di tempatnya saat ini. Ekor mata Jessey Liu melirik kecil ke arah sang pengawal dan berseru, "Chriss. Duduk dan mulailah makan! Kita harus secepatnya bersiap-siap untuk kembali ke sekte."
"Baiklah. Terima kasih, Gong Zi!" Chriss menyahut dan segera duduk di samping Jessey Liu.
Pria itu cukup senang atas perlakuan sang tuan yang tidak pernah meremehkan bawahan-bawahannya. Hal itu juga yang membuat Jessey Liu justru menjadi semakin disegani dan dihormati oleh siapa saja. Baginya, sang tuan adalah contoh pemimpin yang baik dan bisa menjadi panutan.
Jessey Liu sendiri memang selalu bersikap baik kepada siapa pun meskipun dia tidak suka tersenyum, apalagi mengumbar tawa di depan umum. Pria itu juga tidak mudah terbawa perasaan oleh sebuah lelucon atau guyonan yang menurutnya tidak penting untuk ditertawakan.
__ADS_1
Mereka memang telah terbiasa makan dan minum di tempat yang sama. Hal itu dikarenakan, Jessey Liu dan Ye Kai tidak pernah membedakan status mereka dengan pria yang selalu mendampingi majikannya itu. Meski demikian, Chriss terkadang masih merasa canggung dan segan. Dia tidak akan bertindak apa pun tanpa perintah dari sang tuan.
"Makanlah yang banyak, Chriss!" Jessey Liu menambahkan beberapa kerat daging domba muda berbumbu tajam dan pedas, saat melihat Chriss hanya meyenduk nasi putih.
"Terima kasih, Gong Zi!" Chriss menyahut dan mulai menyantap makanannya tanpa bersuara.
Begitu pula dengan Jessey Liu dan Ye Kai yang makan tanpa bericara hingga selesai. Mereka memang memiliki kebiasaan makan tanpa bersuara. Karena menurut adat kesopanan dalam sektenya, hal tersebut memang tidak diperkenankan dan selalu dipegang serta dijalankan dari masa ke masa.
Hal itulah yang membuat Sekte Elang Emas menjadi berbeda daripada sekte-sekte lainnya. Terutama dalam pengawasan Wan Liu yang terkenal tegas dan tidak pernah pandang bulu dalam menghukum siapa pun.
Setelah semuanya selesai, Jessey Liu kembali teringat akan hadiah yang akan ia berikan pada gadis asing penghuni Paviliun Tanpa Nama. Pria itu hanya ingin berterima kasih kepada orang yang telah melepaskan dirinya dari kebingungan dalam hal penamaan untuk bayi harimau putihnya.
"Ye Kai. Menurutmu, hadiah apakah yang pantas untuknya?" Jessey Liu bertanya dengan serius.
"Terserah kau saja," jawab Ye Kai sembari membersihkan sisa makanan yang menyelip di sela-sela gigi-giginya dengan sebatang tusuk gigi.
"Sebentar aku pikirkan." Sebenarnya, Ye Kai malah tidak sedang memikirkan tentang hadiah untuk muridnya.
"Sudah menemukan ide?" Jessey Liu kembali bertanya.
"Belum. Aku bahkan jadi ikut bingung juga," jawab Ye Kai secara seasalnya saja.
Jessey Liu terlihat kecewa dengan jawaban Ye Kai. "Kupikir kamu memikirkannya. Ternyata tidak sama sekali!"
"Aiyaaaa! Aku tidak tahu dengan kesukaan seorang wanita, Jessey!" Ye Kai berkata dengan sedikit kesal pada dirinya sendiri tentu saja.
"Bukankah kamu sudah beristri? Tentunya kamu pasti tahu akan kesukaan istrimu, kan?" Jessey Liu menjadi heran sendiri pada sikap Ye Kai. "Katakan, hal apakah yang disukai oleh Mei Lan?"
__ADS_1
"Meski begitu, aku sungguh kurang tahu. Selama ini, aku hanya memberi dia uang dan aku bebaskan dia memilih apa saja yang dia suka. Itu saja," jawab Ye Kai sembari membuang tusuk gigi ke tempat sampah.
"Oh, pantas saja." Jessey Liu menjadi kecewa. Dia lalu menoleh ke arah Chriss.
"Gong Zi menatapku!" seru Chriss dalam hati. Dia pun juga tak kalah bingungnya. "Jangan-jangan Gong Zi ingin bertanya padaku juga. Celaka!"
"Chriss. Kamu ada usulkah?" Jessey Liu bertanya kepada Chriss.
"Naaah! Betul, kaaan!" teriak Chriss dalam hati. Dia terlihat sangat bingung hingga asal menjawab, "Mungkin mawar atau ... sebuah gaun?"
"Mawar dan perhiasan?" Jessey Liu merasa kaget dan tampak sangat tidak menyukai usulan tersebut. "Kau pikir dia itu pacarku? Aku bahkan tidak mengenal atau pernah melihat wajahnya sama sekali!"
"Maaf, Gong Zi! Saya tidak bermaksud demikian!" Chriss merasa bersalah atas jawabannya. "Saya hanya berpikir, mungkin seorang gadis akan menyukai bunga, pakaian atau perhiasan mahal."
Jessey Liu hanya menggelengkan kepalanya dan merasa belum menemukan hal yang bagus untuk gadis itu. Hanya untuk sebuah hadiah saja, dia sungguh dibuat bingung dan pusing tujuh keliling jagat raya.
"Mengapa pula harus kupusingkan? Toh, aku bebas memberikan apa saja untuk gadis itu?" pikir Jessey Liu.
Tiba-tiba pandangannya pun beralih memandang tajam ke arah Ye Kai yang juga jadi balik menatapnya. "Mengapa kamu melihatku seperti itu?"
"Apa yang sedang dia pikirkan? Apakah Jessey ingin mengetahui tentang Zike?" Ye Kai bertanya dalam hati.
Jessey Liu masih merasa sangat penasaran dengan gadis yang tinggal di kediaman Ye Kai, akhirnya dia pun bertanya, "Katakan! Siapa dia?"
Apakah Ye Kai akan mengatakan pada Jessey Liu tentang gadis yang sedang dia persiapkan untuk mengisi kekosongan vokalis utama di band musik milik mereka?
...Bersambung...
__ADS_1