
Suasana menjadi hening tanpa ada yang bersuara. Ye Kai kemudian menoleh ke arah Jessey Liu. "Silakan, Jessey!"
Jessey Liu menganggukan kepala dan mulai bersiap-siap untuk memulai apa yang ingin dia sampaikan. Namun belum sempat dia bicara, tiba-tiba saja para pelayan menjatuhkan diri dan berlutut di hadapan Jessey Liu. Salah seorang dari mereka bahkan memeluk lututnya sambil menangis.
Jessey Liu terkejut dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?"
"Master Liu tolong maafkanlah saya! Maafkanlah kami semuaaaa!" Pria itu menangis penuh penyesalan. Air matanya berderaian membasahi celana Jessey Liu.
"Benar, Master! Kami sungguh tidak tahu kalau itu adalah Master Liuuuuu!" Pelayan yang lain ikut meratap. "Mohon maafkanlah kami, Master!"
"Benar, Master! Kalau Master Liu tidak memaafkan kami, maka tuan kami pasti juga tidak akan mengampuni kami semua!" Pria berbadan kurus mengusap air matanya dengan punggung tangan. "Sekali lagi. Maafkan kami, Master!"
"Tentu saja aku tidak akan mengampuni kalian, kalau Master Liu tidak memaafkan kalian semua! Perbuatan kalian memang sudah sangat di luar batas! Memalukan!" Ye Kai membentak dengan sangat marah.
"Ye Ge! Tenangkanlah dirimu!" Mei Lan segera berlari ke arah Ye Kai dan segera memegang lengan suaminya.
"Kamu tenanglah!" Ye Kai berkata kepada Mei Lan, setelah berhasil sedikit meredakan amarahnya. "Jangan khawatir!"
"Baiklah." Mei Lan merasa sedikit lega.
"Tuan, ampunilah kamiiiii!" Para pelayan segera bersujud di depan kaki Ye Kai dan Jessey Liu.
"Bangunlah kalian semua! Kami bukan Tuhan yang harus kalian sembah. Jangan mendewakan kami seperti itu!" Jessey Liu membangunkan para pelayan satu-persatu, sedangkan Ye Kai hanya diam saja sambil masih berusaha meredam amarahnya.
"Tapi, Master!" Pria bertubuh gempal yang paling merasa bersalah pun seperti tidak ingin bangkit dari posisi sujudnya.
"Bangun! Atau tubuhmu akan aku jadikan samsak hidup?" Ye Kai kali ini yang membentak. "Sudah lama juga tanganku ini tidak memukuli orang. Rasanya gatal juga."
Ye Kai berucap sembari memutar kepalanya beberapa kali hingga terdengar sendi-sendi saling bergemeretak. Pria itu juga melakukan pengkretekan pada kedua tamgannya dengan sikap siap bertarung. Wajah Ye Kai terlihat sangat berbeda dan dipenuhi oleh aura membunuh.
__ADS_1
Melihat tuannya demikian, pria bertubuh gempal menjadi ketakutan hingga wajahnya pucat pasi. Pasalnya dia sering melihat Ye Kai berlatih dan mengikuti pria itu ke ring-ring pertandingan. Jelas sekali dia tahu akan sepak terjang sang tuan dalam menggetarkan panggung pertarungan dan menumbangkan setiap lawannya.
"Ja-jangan! Jangan, Tuan!" Pria bertubuh gempal pun akhirnya bangkit karena sangat takut akan ancaman sang tuan. Dia sungguh tak bisa membayangkan, seperti apa rasanya dibuat bulan-bulanan oleh Ye Kai.
"Ye Ge. Jangan lakukan hal yang membuatnya takut!" Mei Lan merasa tidak tega melihat wajah-wajah pucat para pelayannya. Beberapa di antaranya bahkan sudah gemetaran disertai keringat dingin.
"Aku sangat muak melihat orang-orang yang sudah membuatku sangat malu pada atasanku ini! Bertindak ceroboh tanpa bertanya dan menelusuri kebenaranya!" Ye Kai berjalan mendekati pria bertubuh gempal dan langsung mencengkeram kerah bajunya.
"Tu-tuaan!" Bibir pelayan pria bertubuh gempal bergetaran dengan warna sepucat kapas. Matanya mengalirkan air yang merembes keluar tanpa ia sadari.
"Untung saja dia adalah sahabatku. Jika itu orang lain, mungkin aku sudah langsung dipecat hanta karena kecerobohan kalian!" Ye Kai segera mengayunkan kepalan tinjunya untuk memukul pelayan bertubuh gempal yang sudah pasrah dan bersiap untuk menjadi sasaran kemarahan Ye Kai.
Pria itu sudah tak mampu lagi bergerak dan hanya bisa memejamkan mata, seolah sedang menunggu Dewa Kematian yang akan menjemput serta mengakhiri kehidupannya. Namun, pukulan itu ternyata tidak kunjung datang padanya. Melainkan tangan Ye Kai hanya tergantung di udara tepat beberapa inchi dari wajahnya.
Rupanya, Jessey Liu telah menahan tangan Ye Kai, hingga pelayan bertubuh gempal selamat dari pukulan sang tuan. Ya! Setidaknya untuk kali ini dia sedikit bisa berlega hati. Tapi entah nanti atau lusa, mungkin hukuman akan tetap dia terima dari tuannya. Ye Kai terkenal tanpa ampun kepada siapa pun orang yang telah berani menyinggungnya.
"Mengapa kau malah membela orang yang sudah menuduhmu secara sembarangan?" Ye Kai menoleh dan menatap Jessey Liu dengan pandangan tak mengerti.
"Turunkan dulu dia!" perintah Jessey Liu. "Bagaimanapun juga, mereka tidak sepenuhnya bersalah. Justru akulah yang sebenarnya telah mendahului melakukan kekeliruan."
"Apa maksudmu, Jessey?" Ye Kai bertanya disertai rasa penasaran. Pria itu lalu mengendurkan kepalan tangannya dan melepaskan cengkeraman pada kerah baju pelayannya.
"Humph!" Ye Kai sedikit menyentakan pelayan berbadan gempal hingga tersuruk mundur ke belakang dan hampir saja terjatuh.
"Terima kasih, Tuan Besar!" Pelayan bertubuh gempal membungkuk dan kembali bergabung bersama kawan-kawannya yang masih berbaris sambil menunukan wajah masing-masing.
"Sudahlah, Ye Kai!" seru Jessey Liu.
"Kalau tidak begitu. Mereka akan berlaku kurang ajar pada siapa saja, Jessey!" sahut Ye Kai. "Dan bukan tidak mungkin mereka akan mengulanginya kelak!"
__ADS_1
"Tuan! Kami berjanji untuk tidak akan melakukannya lagi! Lain kali kami akan lebih berhati-hati dan tidak akan berlaku ceroboh dan asal main tuduh." Pelayan pria bertubuh kurus berseru.
"Benar, Tuan Besar! Kami berjanji!"
"Kami berjanji!" Para pelayan berseru secara serempak.
Jessey Liu menyahut, "Baguslah. Semoga kejadian hari ini bisa menjadi pengalaman yang berharga bagi kita semua."
"Kalau begitu, cepat kalian semua meminta maaf pada Master Liu! Setelah itu, kalian tetap harus menjalani hukuman dariku!" Ye Kai tampak masih belum ingin melepaskan begitu saja orang-orangnya. Bagi Ye Kai, yang salah tetap harus diberi hukuman.
"Baiklah, Tuan!" Pria bertubuh gempal berdiri tegak dengan kedua tangan mengepal di depan wajah. Kawan-kawannya pun juga melakukan hal yang sama.
"Saya berbicara mewakili semua kawan-kawan yang terlibat kejadian hari ini ." Pelayan bertubuh gempal berkata-kata tanpa mengubah posisinya. "Kami, para pelayan sekaligus penjaga kediaman milik Tuan Ye. Meminta maaf atas kesalahan kami pada Master Liu. Mohon sudilah kiranya, Master memaafkan kami semua!"
Jessey Liu bicara dengan suara cukup keras dan berwibawa. "Saudaraku semua! Aku sudah memaafkan semua kejadian hari ini. Jadi tak usah lagi kalian perpanjang. Aku pun sebenarnya juga bersalah atas kejadian tadi."
Jessey Liu berhenti sejenak guna mengatur napasnya. "Kuakui kalau aku juga telah bersalah pada Ye Kai. Aku telah dengan seenak hati melompati dinding. Seharusnya aku meminta dia untuk mengambil hewan peliharaanku itu."
"Ye Kai ... aku minta maaf padamu akan hal itu. Aku sudah sangat tidak sopan saat berada di tempatmu ini." Jessey Liu berkata sambil menyatukan kedua telapak tangan mebentuk kepalan tanda permohonan maaf kepada Ye Kai.
"Aaah! Apa yang kamu bicarakan itu?" Ye Kai merasa sangat tidak suka atas pernyataan Jessey Liu. "Kamu membebaskan akau saat berada di tempatmu. Tentu saja aku akan melakukan hal yang sama."
"Tapi, Ye Kai. Aku juga merasa senang dengan kejadian tadi. Karena akhirnya, aku memiliki sebuah pengalaman yang sangat berharga berkat kalian semua." Jessey Liu berkata dengan perasaan terharu. "Akirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi tersangka dengan tuduhan yang tidak aku lakukan."
"Dan itu ternyata sangat menyakitkan," sambung Jessey Liu. "Terima kasih kuucapkan pada kalian semua yang telah membuatku merasakan semuanya. Merasakan sebuah pengalaman pahit yang membuatku mengerti, betapa sangat kejam dan menyakitkannya tuduhan tanpa kebenaran."
"Heeeeh, Jessey, Jessey! Terbuat dari apa hatinya itu?" tanya Ye Kai dalam hati. "Aku akan tetap menghukum mereka semua!"
...Bersambung...
__ADS_1