Balada ANAK METAL

Balada ANAK METAL
PUNGGUK MERINDUKAN BULAN


__ADS_3

Tiba-tiba pandangannya pun beralih memandang tajam ke arah Ye Kai yang juga jadi balik menatapnya. "Mengapa kamu melihatku seperti itu?" 


"Apa yang sedang dia pikirkan? Apakah Jessey ingin mengetahui tentang Zike?" Ye Kai bertanya dalam hati.


Jessey Liu masih merasa sangat penasaran dengan gadis yang tinggal di kediaman Ye Kai, akhirnya dia pun bertanya, "Katakan! Siapa dia?" 


Ye Kai terlihat sangat cuek dan balik bertanya, "Mengapa harus kuberitahu dan mengapa pula kau sangat ingin tahu?" 


"Sepertinya, dia memang ingin merahasiakannya denganku. Aku jadi semakin penasaran dengan gadis itu." Jessey Liu berkata dalam hati seraya meneguk air putih dalam


"Rupanya, dia masih penasaran dengan muridku." Ye Kai pun berkata dalam hati. "Aku tidak bisa memberitahukannya padamu. Belum saatnya kamu tahu, Jessey." 


"Baiklah, aku tidak akan memaksa. Setiap orang berhak memiliki rahasianya masing-masing." Jessey Liu akhirnya tidak ingin membuat masalah yang lainnya. Dia memang menghormati privacy orang lain. 


"Baguslah. Jadi, aku tak perlu lagi repot-repot memberitahukannya padamu," ujar Ye Kai dengan hati lega, meskipun sebenarnya dia sangat ingin sekali tertawa.


"Dia ... bukan orang yang sedang kita butuhkan, kan?" tanya Jessey Liu secara tiba-tiba dan itu berhasil mengejutkan Ye Kai. 


"Apa maksudmu?" Ye Kai balik bertanya guna menutupi kegugupannya.


"Aku dengar dari anak-anak, kamu baru saja merekrut seorang gadis yang menurut mereka kurang cocok utuk menjadi vokalis kita. Apakah itu ... dia?" Jessey Liu bertanya sembari terus tersenyum. Dia merasa cukup senang melihat Ye Kai terlihat sangat kebingungan kali ini. "jawab, Ye Kai!"


"Sepertinya, dia memang sudah tahu tentang hal itu. Memang sudah jadi rahasia umum," batin Ye Kai. "Haruskah aku berkata terus terang padanya?" 


Ye Kai berpikir keras bagaimana caranya agar sang murid tidak secepat ini terekspos. "Kalian semua akan tahu nanti. Untuk saat ini, aku masih belum bisa mempertemukan dia dengan kalian."


"Tapi kalian tidak usah khawatir, pilihanku pasti tidak akan salah." Ye Kai berkata penuh dengan keyakinan.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu," ujar Jessey Liu sambil membaca pesan masuk pada ponselnya. "Sekarang, aku juga mau pamit." 


"Pamit? Apakah mereka sudah sampai?" Ye Kai merasa cukup keberatan dengan kepulangan Jessey Liu, akan tetapi dia juga tak bisa lagi menahannya untuk tetap tinggal di kediamannya. Pria itu pun ikut berdiri saat melihat Jessey Liu bangkit dengan diikuti oleh Chriss.


"Mmmh. Sebentar lagi mereka sampai," jawab Jessey Liu sembari memasukan ponselnya ke dalam saku celana.


Ye Kai berkata, "Baiklah, mari kuantar kalian. Biar semua barang-barangmu dibawa oleh para pelayanku." 

__ADS_1


 


Ye Kai berjalan mengiringi Jessey Liu guna menyambut para penjemput yang sudah mulai memasuki halaman kediamannya, sedangkan Mei Lan segera memerintahkan para pelayan untuk membawa barang-barang bawaan milik sang master. Semuanya pun bekerja dengan cekatan. 


Namun di antara para pelayan, ada juga yang terlihat sangat bersedih atas kepulangan Jessey Liu. Dia adalah Suri yang telah terlanjur jatuh hati pada sang master. Meskipun gadis berbadan gemuk itu tahu, jika tak mungkin untuk mendapatkan seorang pangeran setampan Jessy Liu, akan tetapi perasaannya tak mudah untuk dihilangkan begitu saja.


"Eh, kalian tahu tidak?" Salah seorang dari para pelayan yang sedang membawa barang-barang milik Jessey Liu terlihat membuka sebuah perbincangan bersama kawan-kawannya. "Ada hal bagus baru saja terjadi kemarin."


"Tahu apa?" Pelayan wanita berpipit lesung merasa penasaran.


Pelayan lain pun merasa penasaran dan bertanya, "Ada berita hangat baguskah?"


"Atau gosip panas tentang para artis yang sedang hits?" Pelayan berpipit lesung segera menyambung.


"Alaaah! Paling-paling cuma kabar yang biasa-biasa saja." Gadis pelayan berhidung pesek dengan bibir tebal pun menimpali.


"Bukaaan! Bukan semuanya. Ini tentang Master Liu," bisik pelayan wanita bertubuh paling kurus.


"Master Liu? Ada apa dengan orang yang katanya tidak mau bertemu dengan orang lain itu?" bertanya gadis berhidung pesek dengan rasa sebal.


"Dari mana kamu tahu?" tanya gadis berpipit lesung.


"Aku dan Suri pernah bertemu langsung dengannya." Pelayan bertubuh kurus menjawab.


Para pelayan lainnya terlihat sangat terkejut. "Bertemu dengan ... Master Liu?"


"Mmh." Yang ditanya menganggukan kepala.


"Benar-benar bertemu atau hanya melihat?" tanya gadis berpipit lesung.


"Bertemu langsung dan mendengar suaranya dari jarak yang sangat dekat." Pelayan bertubuh kurus merasa menang dari kawan-kawannya. "Dan ternyata, Master Liu adalah ...."


"Seorang pria tua yang kaku dan dingin?" tanya gadis berhidung pesek menerka-nerka.


"Mungkin ... seorang pria berwajah jelek meskipun kaya raya?" Gadis berpipit lesung juga asal menebak.

__ADS_1


"Bukaan jugaaa! Bukan semuanyaaa!" Pelayan wanita bertubuh kurus memberi isyarat. "Sini!"


Para pelayan wanita berjumlah empat orang itu saling mendekatkan telinga, sedangkan Suri berjalan agak terpisah dan tidak menghiraukan keempat kawannya yang tengah asyik membicarakan lelaki impian setiap wanita.


"Ternyata Master Liu adalah seorang pria muda yang sangat tampan." Pelayan wanita bertubuh kurus berbisik. "Benar-benar sangat tampaaan!"


"Pria muda yang sangat tampan?" Gadis berhidung pesek merasa tak percaya. "Eh, kalau dia memang pria muda yang sangat tampan. Tentunya dia tidak akan menutup diri dengan terus bersembunyi. Aku tidak percaya!"


"Baiklah, terserah padamu saja."


Sementara itu, Suri masih berjalan sembari melamunkan Jessey Liu yang telah membuat hatinya tercuri. Gadis itu pun meratap dalam ketidakberdayaan.


"Sungguh tidak menyangka sekali, jika aku akan terjebak dalam cinta yang tak mungkin kumiliki." Suri meratap dalam hati sembari membawa sebuah keranjang bayi milik Jessey Liu yang biasa digunakan untuk menidurkan Tygra. 


"Tapi aku sangat bahagia, karena ternyata aku juga bisa merasakan bagaimana rasanya mengenal seseorang yang kita cintai," bisik Suri dalam hati. "Dan itu tidak akan jadi penyesalan dalam hidupku. Meskipun sekarang, aku seperti pungguk merindukan bulan " 


"Suri! Cepat jalannya!" teriak salah seorang kawannya yang melihat Suri sedang berjalan sambil melamun. "Suriiii!"


"Eeeh, iya. Iya, Master Liu!" Suri asal menyahut karena dirinya masih terbawa persaannya tentang Master Liu.


"Master Liu?" Sang kawan menjadi terkejut dan menoleh ke arah Suri. 


Suri pun tak kalah kaget dengan ucapannya sendiri. "Maksudku ... eeh, maksudku!" 


"Maksudku ... kita harus secepatnya membawa barang-barang ini, karena Master Liu pasti sudah lama menunggu." Suri segera bergegas setelah ucapannya selesai. Gadis itu merutuki kebodohannya sendiri dalam hati. "Bodoh! Bodohnya kamu, Suriiii!" 


Gadis gemuk itu meninggalkan rombongan kawan-kawannya yang tak mengerti atas sikapnya tersebut.


Kawan-kawannya pun saling berpandangan satu sama lain melihat tingkah gadis gemuk tersebut. Mereka merasa Suri mulai bersikap tidak biasa saja sejak pertemuannya dengan Jessey Liu.


"Kalian lihat? Sepertinya, Suri sudah jatuh cinta pada Master Liu,"


"Haaaa?"


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2