Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 101


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Kenan mengendarai mobilnya menuju salah satu toko ponsel, mengingat jika ponselnya rusak sehingga susah untuk menghubungi Ferdy maupun Alice.


Tidak membutuhkan waktu lama, Ken sudah keluar dengan membawa ponsel barunya, segera Ken kembali mengendarai mobilnya.


Nampak wajah yang bimbang, bahkan Ken nampak mengetuk-ngetuk kemudinya dengan fokus menyetir.


"Apa aku harus ke apartemen Selena." Ucapnya Ken pelan.


Sejenak Ken menepikan mobilnya, dengan dahi yang bertumpu di kemudinya dengan memikirkan kondisi rumah tangga serta hatinya.


"Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun, ayolah Ken coba ingat lagi kejadian lalu." Ucap Kenan frustasi.


Ken menegakkan tubuhnya dan menghela nafas kasar, "Baiklah, sepertinya aku harus turun tangan sendiri." Ken memutuskan mendatangi apartemen Selena sendiri.


Sebebarnya, Ken bisa saja meminta bantuan sang Kakek. Namun, mengingat sang kakek yang begitu menyayangi Alice dan Ken bisa di butuh di tempat saat ini juga.


Membutuhkan waktu lima belas menit, Kenan menghentikan mobilnya agak jauh dari apartemen mewah yang dia berikan kepada Selena.


Sejenak, Ken kembali bimbang. Di sandarkan tubuhnya di jok mobil. Selama satu jam sudah Ken berdiam diri tidak melakukan apapun, hingga kedua netranya menyincing saat melihat seseorang yang sangat dia kenali keluar bersama Selena.


"Kenapa bisa Selena kenal dengan dia." Ucap Ken pelan.


Ken memutuskan mengikuti ke mana orang itu dan Selena pergi, dengan jarak yang agak jauh agar tidak ketahuan. Namun, semua gagal saat orang itu menurunkan Selena di sebuah halte bis.


"Si*al, aku harus menyelidiki ini. Aku membutuhkan bantuan kakek."


Ken tidak menghampiri Selena, namun terus melaju begitu saja melewati wanita masa lakunya begitu saja untuk berkunjung ke mansion utama.


*


*


*


Kenan bekerja dengan perasaan yang tidak tenang, dia merasa sangat merindukan istrinya yang dulu. Alice yang lembut dan penuh perhatian, tak lagi ia dapatkan perhatian dan kehangatan dalam pernikahan mereka.


Suara pintu terbuka membuat Kenan menoleh ke arah pintu dan melihat sosok Selena yang tersenyum manis seraya menenteng rantang makanan. Sudah sebulan pasca kejadian tak mengenakan bagi Alice dan Kenan.


Gara-gara pria itu menyebut nama Selena. Selama itu pula Alice tak lagi mengantarkan bekal untuknya. Bahkan memasak pun jarang, dia hanya menyiapkan kebutuhan kerja Kenan saja.


Selena yang mengetahui hal itu pun memanfaatkan dengan baik. Dia setiap hari datang ke kantor Kenan dengan membawa bekal untuk pria itu.


Kenan menghubunginya untuk ke kantor setelah keributan yang terjadi, membuat Selena kembali melenggang bebas. Kenan benar-benar merindukan masakan Alice namun hubungan mereka semakin jauh dan dingin.


Alhasil Kenan merasa sangat terhibur. Dia tak lagi memikirkan tentang bekal dari Alice karena ada Selena yang membawa untuk nya setiap jam makan siang meskipun berakir mengenaskan.


"Tara … aku bawa makanan kesukaan kamu, Sayang … eh Kenan!", ujar nya semangat membuat Kenan tersenyum manis. Dia merasa terpana dengan penampilan Selena yang anggun dan cantik membuat dirinya merasakan debaran jantungnya. Persis seperti di masa lalu.

__ADS_1


Katakanlah Kenan sudah masuk ke dalam perangkap Selena secara perlahan. Wanita berbisa itu sangat pandai menjebak Kenan membuat pria itu tertarik padanya kembali.


Sebab Selena sudah lama mengenal Kenan.


"Emang apa yang kamu bawa?" tanya Kenan santai dengan mata berbinar. Lalu bangkit berdiri melangkah duduk di sofa bersama dengan Selena.


"Aku bawa ikan bawal tauco dan capcay kesukaan kamu! Coba rasa deh … aku yakin kamu bakal suka!" ujar Selena senang.


Padahal makanan tersebut adalah masakan warung yang berada di dekat apartemen. Wanita itu tak pandai memasak, dia hanya pandai menggoda pria.


"Hmmm … Apa ini semua kamu yang masak?" tanya Kenan dengan tatapan penuh kekaguman membuat Selena menganggukkan kepalanya.


Wanita itu berbohong pada Kenan. Toh, nanti bila dia berhasil mendapatkan Kenan kembali, dia akan belajar memasak agar pria itu betah makan masakan nya di rumah.


Jadi, tidak apa-apa bila berbohong saat ini. Itulah pikir Selena. Dia sangat berharap rumah tangga Kenan dan Alice rusak agar dia bisa masuk ke dalam kehidupan Kenan sepenuhnya.


"Waw … semakin hari aku semakin kaget dengan perubahan mu, Sel. Lebih banyak ke positif nya!" balas Kenan mbuat Selena merona. Dia merasa sangat senang di puji oleh Kenan.


"Aku sudah merasakan pahitnya hidup, Kenan. Saat menikah dulu aku selalu di pukul bila masakanku tidak enak! Itulah sebabnya aku terus belajar memasak, hingga masakan ku bisa seenak ini!" jelas Selena penuh kebohongan membuat Kenan meras iba dan bersalah karena telah mengungkit masa lalu Selena.


Pasti Selena merasa trauma mendalam karena mantan suami bejatnya itu pikir Kenan.


"Jangan takut! Sekarang ada aku yang akan menjaga mu, Sel. Mantan suami mu itu tidak akan pernah bisa menyiksa mu lagi karena ada aku yang akan melindungi mu!"


Kenan berkata dengan nada sungguh-sungguh membuat Selena tersenyum puas dalam hati. Wanita itu berhasil menjebak Kenan masuk ke dalam permainan nya sekali lagi.


Aroma harum makanan tercium oleh indera penciuman Kenan membuat pria tampan itu merasa mual. Kenan mencium aroma masakan milik Selena merasa sesuatu kembali bergejolak.


Segera Kenan berlari ke dalam kamar rahasia miliknya, dan menumpakkan semua isi perutnya ke dalam WC.


Huek!


Huek!


Huek!


Selena yang akan masuk mengurungkan niatannya, karena Ferdy tiba-tiba menerobos masuk ke dalam ruangan Kenan dan berlari menuju kamar rahasia.


"Saya sudah menelfon Dokter Rasyah, Tuan." Ucap Ferdy dengan memijat leher Kenan.


Huek!


"Fer, buang makan yang Selena bawa dan aeprot ruanganku." Ucap Ken yang masih ingin memuntahkan sesuatu dalam perutnya.


Ferdy mengangguk dan segera berjalan kekuar kamar, Selena yang melihatnya memasang wajah sedih dan khawatir.


"Kenan kenapa Fer?" Tanya Selena mendramatisir.


Tanpa banyak berkata-kata , Ferdy datang dengan membawa bak sampah. Bekalbyang di bawakan oleh Selena di buang ke dalam bak sampah beserta tempat makannya.

__ADS_1


Membuat kedua mata Selena membola, "Apa yang kamu lakukan!" Seru Selena marah.


"Masakan mu membuat perut Tuan Kenan mual, jadi berhentilah membawa makan siang yang kau beli dari warung." Jawab Ferdy menohok.


Kedua tangan Selena mengepal kuat, sejak dulu memang Ferdy tidak menyukainya namun tidak pernah berani secara terang-terangan di depan Kenan.


Ferdy melangkah keluar dengan cepat ke arah sekertaris Kenan, "Buang ini sejauh mungkin." Ucap Ferdy tegas.


Segera asisten Kenan membawa tong sampah itu ke lantai bawah agar OB/OG membuangnya sejauh mungkin sesuai perintah atasan.


Srot! Srot! Srot!


Suara mendesis dari alat pengharum ruangan yang tengah di semprot oleh Ferdy memenuhi ruangan Kenan, membuat Selena yang duduk terbatuk-batuk.


"Hey! Kau sungguh tidak sopan, ada aku di sini." Seru Selena dengan menutup hidung.


"Oh, maaf aku kira serangga." Ferdy berkata dengan sadis.


Selena yang mendengarnya membuat dadanya bergemuruh hebat, "Sabar Selena, sebentar lagi kamu akan jadi Nyonya Kenan dan bisa mendepak pria si*alan ini keluar dari perusahaan."


Melihat Ken yang berjalan gontai keluar dari kamar, membuat Selena menghampiri pria dengan wajah pucat tersebut.


"Ayo, duduk dulu." Ucap Selena.


Selena menuntun Ken untuk duduk di sofa yang mengambil cangkir yang ada di meja kerja Kenan, "Minumlah." Ucap Selena.


"Fer, aku ingin wedang ronde. Tolong belikan." Kenan tidak menanggapi Selena justru meminta hal konyol di siang hari.


"Wedang ronde?" Ucap Ferdy dan Selena bersamaan.


"Iya, wedang ronde. Cepat belikan Fer, aku ingin meminumnya saat ini juga." Rengek Kenan seperti anak kecil di hadapan Selena dan Ferdy.


"Tapi, Tuan. Ini masih jam dua belas siang, minuman itu ada saat sore menjelang." Ferdy menjelaskan kepada atasannya.


Ken tidak mengatakan apapun hanya menatap Ferdy penuh harap, memasang mata kucing ke arah Ferdy.


"Hah, baiklah." Ferdy mengalah dan berjalan keluar dari ruangan Kenan.


"Sel, kamu pulang saja. Maaf lagi-lagi seperti ini, mulai besok tidak perlu membawa makan siang lagi untukku." Ucap Ken pelan.


"Emm, tidak apa-apa. Aku sudah Terima kasih karena kamu sudah banyak membantuku Ken!" Selena memberanikan dirinya untuk mencium bibir Kenan.


Degg


Kenan termangu, tanpa sadar ikut membalas ciuman Selena. Keduanya pun larut dalam ciuman panas itu. Bahkan, Kenan membawa Selena duduk di atas pangkuan nya.


Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang memandang mereka dengan tatapan mata penuh luka.


...🐾🐾...

__ADS_1


__ADS_2