
Happy Reading 🌹🌹
Dengan tertatih, Kenan berjalan menuju kamar mandi. Cukup satu hari dirinya merutuki kebodohannya kini Kenan akan menjemput Alice untuk kembali pulang ke istananya.
Ken berdiri di depan kaca dengan tampilan yang acak-acakan, bahkan kemejanya masih mengenakan kemeja yang terakir dia kenakan untuk bertemu Alice yang tersiram air bekas pel.
Dengan kasar, Kenan membuka seluruh pakaiannya dan melemparkannya ke dalam tong sampah. Dia membasahi tububnya sengan air dingin shower.
"Aku akan menjemputmu sayang, kita akan hidup bahagia bertiga. Tunggulah akan aku buktikan jika aku tidak pernah meniduri Selena." Gumam Kenan.
Pintu kamar mandi terbuka, Kenan berjalan keluar dengan melilitkan handuk di pinggangnya sehingga mengekspos dada bidang dengan perut six pack.
Air dingin masih menetes dari anakan rambut Kenan, menambah pemandangan yang samakin tidak ingin membuat mata berkedip.
Kenan berjalan dengan langkah lebar menuruni anak tangga menuju lantai satu, sudah ada beberapa maid yang tengah bekerja dan menyediakan sarapan untuknya.
"Tuan, Anda harus sarapan dan meminum obat terlebuh dahulu sesuai pesan Dokter Rasyah." Ucap maid kepercayaan Alice.
Ken hanya berjalan menuju meja makan, banyak lauk tersaji di atas meja panjang itu namun hanya ada satu piring. Miris, seharusnya ada dua piring dan satu piring kecil untuk anggota keluarga baru.
Namun, ini semua bukan 100% salah Kenan. Tapi, salah orang-orang yang memang berniat menghancurkan rumah tangganya bersama Alice.
Dengan cepat Kenan melakukan sarapannya seorang diri dengan ditemani keheningan, tenggorokan Kenan seakan menelan pil pahit setiap suapannya.
*
*
*
Kenan melajukan mobilnya degan kecepatan sedang menuju ke suatu tempat, nampak seulas senyum terpatri di bibir tipisnya.
Sesekalia Ken melirik ke bangku sebelah di mana bucket bunga lily putih sudah sangat cantik di bakut dengan kertas berwarna dan pita, tidak lupa juga surat yang Kenan tulis sendiri.
Menempuh perjalanan yang cukup lama dari mansion Kenan, kini mobil sedan hitam telah sampai di sebuah mansion yang tidak kalah mewah dengan mansion utama.
Ken tidak langsung keluat, dirinya memberhantikan mobilnya sedikit jauh dari gerbang utama mansion William.
__ADS_1
Terlihat penjagaan yang cukup banyak, bagaimana dirinya akan masuk jika ada enam penjaga di gerbang utama.
"Si*al, William." Umpat Kenan kesal dengan menukul stir mobilnya.
Cukup lama Kenan berdiam diri, "Sudahlah, Ken. Jika kamu di hajar hingga babak belur justru bagus. Kamu tidak perlu meneruskan pernikahanmu besok." Ucapnya pelan.
Ken menjalankan mobilnya mendekat ke gerbang utama, dengan cepat 6 penjaga menghadang mobil Kenan.
Salah seorang dari mereka mengetuk pintu kaca karena belum hafal mobil Kenan, pintu kaca depan turun perlahan sehingga dapat dengan jelas siapa pengendara mobil sedan itu.
"Maaf, Tuan. Anda di larang masuk." Ucap penjaga dengan tegas.
"Aku tidak butuh izinmu untuk menemui istriku, huh!" Jawab Kenan tak mau kalah.
"Terserah Anda, yang jelas Anda tidak boleh masuk ke dalam." Kata petugas tidak terpancing emosi.
Ken mencengkram stir mobilnya dengan erat, kedua matanya menatap tajam ke arah enam penjaga di depan.
"Buka gerbangnya!" Teriak Kenan kepada enam penjaga.
"Kalian tidak ingin membukakannya! Baiklah, aku akan melakukan hal yang gila." Kata Ken yang langsung menutup pintu mobilnya.
Di dalam mansion William, Elizabet dan Alice yang tengah bersantai di ruang tengah merasa terganggu akibat suara bising klakson mobil.
"Haduh, siapa sih yang bertamu." Ucap Elizabet.
Elizabet beranjak dari duduknya dengan di ikuti Alice di belakang, kedua wanita menyincingkan kedua matanya melihat mobil di dwpan mansion.
"Siapa, Ma?" Tanya Alice pelan.
Elizabet menaikkan kedua bahunya, "Tidak tahu, sebentar Mama akan ke depan." Jawabnya.
Elizabet berjalan ke depan dengan jarak yang lumayan dan lagi-lagi Alice mengokir Mamanya. Karena terhalau beberapa penjaga sehingga tidak begitu jelas tamu yang membuat keributan.
Tubuh Alice terpaku dengan mata yang membulat sempurna, serentetan kejadian hari lalu langsung berputar di otakknya.
Kedua kaki Alice nampak seperti di paku di tabah, Kenan yang melihat Alice keluar dengan ibu mertuanya. Lantas membuka pintu mobilnya dengan kasar sehingga membuat seorang penjaga yang sejak tadi mengetuk mobilnya terjerembab di tanah.
__ADS_1
"Alice! Sayang, dengarkan aku! Aku minta maaf Alice maafkan aku! Aku salah ... Aku salah Alice!" Kenan berteriak bak orang kesetanan dengan kedua tangan yang sudah di pegangi oleh penjaga agar tidak bisa mendekat ke arah majikan mereka.
Elizabet kaget melihat kehadiran Kenan, Elizabet memutar tubuhnya sebentar untuk melihat Alice apakah ingin menemuinya.
Melihat langkah kaki Alice yang mundur perlahan membuat Elizabet tidak perlu bertanya lagi, "Usur pria itu! Kalian akan bertemu di pengadilan!" Seru Elizabet.
Kenan menggelengkan kepalanya cepat, "Tidak! Kita tidak akan pernah bercerai Alice! Kamu mengandung anakku Alice, kamu tidak berhak memisahkan Ayah dan Anak!!" Teriak Kenan dengan mata berkaca-kaca.
Air mata Alice sudah terjun bebas membasahi kedua pipinya, tangannya reflek memeluk perut yang cukup buncit miliknya.
"Tidak! Dia hanya anakku! Hanya anakku!" Teriak Alice dengan tatapan penuh kebencian.
Alice berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Kenan dengan berderai air mata. "Kamu hanya anak Mama." Ucap Alice pelan.
"Alice! Aku akan buktikan jika aku bukan pria ba*jingan seperti yang kamu pikirkan! Aku akan membuktikannya dan membawamu kembali ke istana kita sendiri." Kenan berteriak dengan sisa tenaganya.
Suara terbatuk terdengar sepertinya oktaf tertinggi Kenan sudah di kerahkan semaksimal mungkin.
Pengawal mendorong Kenan hingga punggungnya terbentur kap mobil depan, "Pergilah Tuan, jangan mencari keributan lagi." Ucap pengawal.
Melihat Elizabet yang akan pergi langsung Kenan hentikan, "Mama, percayalah kepada Kenan. Kenan tidak serendah itu. Kenan ingin menitipkan sesuatu untuk Alice."
Suara Kenan yang mengiba dan memohon membuat Elizabet menjadi gundah, melihat pria yang masih menjadi suami anaknya membuka pintu depan mobil dan membawa bucket bunga lily putih.
"Biarkan dia mendekat." Ucap Elizabet kepada pengawal yang ingin menghadangnya.
"Mama tolomg jaga Alice untuk Kenan, Kenan akan membuktikan jika Kenan bukan pria breng*sek yang mudah meniduri wanita lain. Kecuali, ada seseorang yang ingin melihat kehancuran rumah tangga kami." Kenan berkata dengan sorot mata tajam ke arah Elizabet.
Elizabet berkedip cepat dan mengambil bucket bunga lily putih dari tangan Kenan melalui celah gerbang berbentu kotak kecil.
Tanpa berkata apapun, Elizabet segera meninggalkan Kenan yang masih berdiri di depan gerbang.
Kenan menatap pungginh Elizabet dengan tatapan yang sulit di artikan, hingga Kenan memutuskan untuk kembali berjalan ke arah mobilnya dan meninggalkan mansion William menuju mansion utama.
...🐾🐾...
__ADS_1