Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 136


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Sedan hitam telah berhenti tepat di depan mansion dengan gerbang menjulang tinggi, seperti biasa ada petugas yang menjaganya. Penjaga segera mendekat untuk mengetahui siapa yang datang.


Penjaga yang tahu jika pria tampan di dalam mobil adalah suami dari anak majikannya. Namun, mengingat tugasnya harus menjalankan.


"Maaf, Tuan, Anda di larang masuk." Ucap petugas jujur.


Kenan yang mendapatkan jawaban dari petugas hanya memasang wajah masam, "Hubungi istriku, jika aku sudah sampai." Kenan tidak menggubris ucapan sang penjaga.


"Maaf, silahkan pergi tuan." Usir petugas.


"Apa kamu ingin aku melakukan hal lebih gila lagi dari beberapa hari yang lalu." Tantang Kenan kepada petugas.


Petugas hanya menghela nafas panjang, "Nona Alice tidak ada di mansion, Tuan." Bohong petugas keamanan.


"Cih, apa kamu pikir aku percaya begitu saja." Decih Kenan kesal.


"Silahkan menunggu jika tidak percaya." Kata petugas yang langsung berjalan kembali ke posnya meninggalkan Kenan.


Kenan memutuskan menunggu di dalam mobil dengan menghalangi pintu masuk, tidak perduli jika William akan menabrak mobilnya. Kenan hanya ingin bertemu Alice dan meminta maaf saja.


Di dalam mansion William, Alice yang menerima telfon dari penjaga keamanan hanya menghela nafas pelan dan menutup panggilan tanpa mengizinkan Kenan masuk ke mansion.


"Nona, Tuan Kenan ada di depan gerbang.Apakah perlu saya bukakan?" Tanya penjaga kepada Alice.


"Tidak perlu, Pak." Jawab Alice pelan.


"Baik Nona." Kata penjaga.


Alice berjalan kembali ke lantai dua menuju kamarnya, beruntung kamar Alice besar dengan satu balko menghadap ke gerbang di mana Kenan berada. Alice tidak keluar hanya mengintip sedikit dari balik tirai, sejenak pandanganya terkunci pada mobil yang biasa dia tumpangi.

__ADS_1


Gerakan lembut dan pelan, Alice mengusap perutnya. Perasaan rindu bergejolak di dalam hatinya. Namun, Alice tidak ingin gegabah dalam memutuskan semuanya.


Mentari nampak mulai bersiap kembali di tempat peraduannya, waktu menunjukkan pukul empat sore. Burung-burung bergerombol di langit yang akan kembali ke sarang mereka. Kenan akhirnya membuka pintu mobilnya, Alice yang melihat pintu mobil terbuka segera menatap dengan seksama pria yang dia rindukan dari kejauhan.


Entah apa yang di bicarakan oleh Kenan dan juga penjaga gerbang, Alice langsung kembali bersembunyi saat Kenan menatap ke arahnya. Apakah dia ketahuan atau hanya kebetulan saja Kenan menghadap ke arah kamarnya.


Melihat mobil Kenan bergerak meninggalkan mansion William. Alice segera berjalan keluar dari dalam kamar untuk menuju pos satpam, dia sangat penasaran apa yang di berikan oleh Kenan. Dengan langkah tergesa Alice melangkahkan kakinya menuju pos satpam.


Penjaga yang melihat kedatangan Alice segera menghampiri, "Non, ini titipan Tuan Kenan." Ucapnya.


Alice menatap buket bunga lily putih lagi dengan pembungkus warna pink, "Terima kasih, Pak." Jawab Alice.


Alice segera berbalik berjalan kembali menuju mansion, seulas senyum terbit di bibir tipisnya. Entah dirinya yang senang atau bawaan bayi. Alice tidak tahu, yang jelas dia senang mendapatkan buket bunga dari Kenan.


Kenan yang tengah menyetir begitu gusar karena tidak mudah menemui Alice, "Padahal sudah jelas jika Paman William dalang dari hadirnya Selena, kenapa mereka tetap tidak membiarkanku bertemu Alice." Ucap Kenan menggerutu.


William dan Elizabet yang tengah berada di luar kota mendapatkan laporan kedatangan Kenan hanya meminta penjaga tetap menjaga Alice.


Kedua orang tua Kenan dan Alice tidak akan mencampuri urusan anak-anak mereka, biarkan keduanya mencari jalan keluar dari masalah mereka. Terlebih, Kenan sudah menyesali perbuatannya dan memilih mempertahankan pernikahannya.


Terbukti jika Kenan berusaha mengagalkan surat perceraian yang tengah di proses. Namun, sebanyak apapun yang keluarga Wijaya keluarkan tidak dapat merubahnya terlebih tandingannya adalah keluarga William yang di belakangnya perusahaan Santosa.


Tidak ada yang ingin cari mati di tengah pertarungan dua keluarga tersebut, lebih baik memproses sesuai prosedur perceraian seperti warga negara yang lainnya. Usaha Kenan sia-sia, surat persiadangan tetap sampai di tangannya.


*


*


*


Pagi kembali menyapa, seorang pria sudah berdandan rapi dan bercermin di depan lemari. "Semangat Kenan, jika kemarin kamu gagal tidak untuk hari ini." Ucap pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Kenan segera berjalan menuruni anak tangga dengan cepat, karena waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, semalaman suntuk Kenan tidak dapat memejamkan kedua matanya karena terbayang wajah Alice yang dia lihat sekilah di mansion William.


Berjalan cepat keluar dari mansion untuk menuju toko bunga yang kemarin dan juga memberikan sedikit hadiah untuk istrinya, sejuta rencana sudah Kenan rangkai agar mendapatkan maaf dari istrinya. Melajukan dengan cepat mobil yang dia kendarai hingga mampir di dua toko sebelum ke mansion William.


"Aku tahu kamu wanita yang baik, Alice. Hanya saja kamu kurang beruntung mendapatkan pria yang penuh dengan kekurangan ini." Ucap Ken dengan memandang dua hadiah di kursi sampingnya.


Seakan tidak lelah, Kenan kembali mendatangi mansion William mengirimkan sendiri buket bunga Lyly dengan satu paper bag kecil berwarna putih senada dengan warna bunganya.


Alice hanya menatapnya dari dalam kamar, melihat kepergian mobil Kenan. Penjaga segera berjalan menuju mansion untuk mengantarkan pesanan dari Kenan.


"Nona, titipan Tuan Kenan."


"Terima kasih."


Alice menerima satu bucket bunga dan juga papar bag kecil, seperti biasa ada satu surat terselip di sana. Alice berjalan menuju kamar pribadinya.


Mengambil kertas surat berwarna putih dan membukanya perlahan. Kedua mata Alice berkaca-kaca membacanya dengan mengelus perutnya yang sudah membuncit.


Istriku, mungkin maafmu tidak bisa mengubah masa lalu. Namun, aku yakin jika maafmu bisa mengubah masa depan hubungan kita. Jagalah buah hati kita aku akan menjemput kalian. Salam sayang dari suami bodohmu.*


Alice meletakkan bucket bunga dan surat Kenan, membuka paper bag yang membuat Alice penasaran. Terlihat kotak berwarna putih dengan tulisan Guylian. Tidak lupa di percantik dengan pita berwarna merah.


Guylian adalah perusahaan coklat lainnya yang bersalah dari Belgia memang Belgia sendiri terkenal dengan produksi coklatnya karena banyak perusahaan dan merk coklat Belgia yang menjadi merk coklat ternama.


Secarik kertas ada di selipan pita merah, Tolong makanlah perlahan aku tidak ingin ketika bertemu denganmu menjadi lebih manis. Love you.


Alice mengulum senyum dan mengusap air matanya dengan kesal. Di bukanya kotak coklat itu dengan perasaan campur aduk, nampak sangat menggiurkan. Bebagai bentuk coklat ada di dalam kotak dan juga berbagai rasa  seperti napolitains, truffle, dan Chocolate Sea Shells. Semuanya memiliki rasa yang unik dan memiliki khas itulah mengapa merk Guylian menjadi salah satu merk coklat enak di dunia yang memiliki banyak penikmat.


Jemari lentik mengambil salah satu coklat dan memakannya, dengan gemetar Alice memakan coklat pemberian suaminya itu. Namun, tangis Alice pecah dirinya tergugu seorang diri di dalam kamar dengan bibir yang masih mengunyah coklat pemberian Kenan.


"Hiks ... pria menyebalkan!" Ucap Alice dalam tangisnya

__ADS_1


...🐾🐾....


__ADS_2