
Happy Reading πΉπΉ
Morin dan Kenan duduk di salah satu bangku yang cukup ramai para oengunjung berlalu lalang.
Seorang waiters datang menghampiri meja Ken bersama buku menu, "Silahkan di pesan Tuan." Ucapnya.
Mourin dengan cepat membuka buku menu dirinya ingin mendominasi jika pilihannya akan Ken sukai juga.
"Kami pesan orange juice dua, steak sirloin dua, dan juga salad sayur satu ya." Ucap Mourin kepada waiters.
Waiters dengan cekatan menulis pesanan dari Mourin, "Apakah ingin tambahan lagi?" Tanya waiters.
"Su...."
"Pesan dua makanan dan minuman yang sama ya." Ucap seorang wanita.
Tubuh Ken menegang, mendengar suara wanita yang sangat familiar di telinganya. Dengan perasaan was-was dirinya mengangkat kepalanya.
Terlihat Alice sang istri yang tersenyum manis dengan Bara yang berdiri di sampingnya.
"A-Alice." Ucap Ken terbata.
"Halo, sayang." Kata Alice dengan ramah.
Tanpa rasa sungkan, Alice mendekat dan mencium pipi kanan dan kiri sang suami.
"Jelaskan nanti." Bisik Alice.
Gluk
Ken menelan ludahnya susa payah, seakan tenggorokannya tercekat sesuatu namun tak nampak.
Bara yang melihat keberanian Alice aedikit kaget, namun mencoba tenang meski dalam hatinya bergemuruh hebat.
"Sabar, Bara. Ingat Alice masih istri Kenan." Ucap Bara pada dirinya sendiri di dalam hati.
Sedangkan Mourin mendelik kesal, melihat sekertaris Ken memanggil sayang juga berani mencium Kenan di depan umum.
"Jaga perilakumu!" Geram Mourin kepada Alice.
Alice menoleh ke arah Mourin dan tersenyum lembut, "Oh, Nona Mourin ada di sini. Maaf, mataku tidak melihat keberadaan Nona." Kata Alice menyindir Mourin.
"Kau! Pergi cari meja yang lain." Usir Mourin kepada Alice.
"Tuan Bara, apa Anda ingin pergi ke meja lain?" Tanya Alice kepada Bara.
"Terserah, berdua juga lebih baik." Jawab Bara yang menyulut cemburu di dalam hati Kenan.
__ADS_1
Ken menyincingkan kedua matanya, menatap tajam ke arah Bara.
"Duduk saja di sini." Kata Ken menepuk kursi di sebelahnya.
"Baiklah jika kamu memaksaku sayang." Jawab Alice mengedipkan sebelah matanya kepada Kenan.
Blush
Semburat merah muncul di kedua pipi Kenan, dirinya mengigut bibir bagian dalam karena gemas dengan tingkah istrinya.
"Astaga, kenapa dia lucu sekali. Apa dia cemburu kepadaku." Gumam Ken dalam hati.
Bara memundurkan dan memajukan kurai untuk Alice duduki, "Terima kasih, Tuan Bara." Ucap Alice lembut.
"Hemm." Bara hanya bergumam dan duduk di kurai yang berhadapan dengan Alice.
(Gambaran mejanya ky gitulah, semoga kalian bisa ngebayanginnya sendiri π)
"Apa ada tambahan lagi Tuan dan Nyonya?" Tanha waiters kembali.
"Sudah itu saja mbak." Jawab Alice lembut.
"Baik, mohon di tunggu sebentar." Jawab waiters yang langsung undur diri dari meja Kenan.
"Ken! Kenapa kamu menyuruh sekertarismu duduk bersama kita. Kita ini sedang kencan." Geram Mourin kepada Kenan.
Alice mendengar ucapan Mourin tersenyum miring, meski tidak terlalu ketara namun baik Bara maupun Ken dapat melihatnya.
"Apa kalian sedang berkencan, sa...yanggg?" Tanya Alice dengan sengaja menekan kata sayang untuk Kenan.
Ken menelan ludahnya secara kasar, karena kaki jenjang Alice meraba kaki Kenan yang terbebas dari kain. Membuat darah Ken berdesir dan mengalir dengan cepat.
"Tidak, sayang. Aku hanya menemani Mourin makan siang saja." Jawab Ken dengan menahan sesuatu.
"Nona Mourin Anda dengar bukan, kata kekasih Saya ini bukan kencan namun lebih ke menemani makan siang saja." Ucap Alice kepada Mourin yang sudah merah padam di buat Ken dan Alice.
"Cih, kekasih? Jangan mimpi, Tante Citra tidak mungkin sudi memiliki menantu wanita rendahan sepertimu. Asal kamu tahu, aku dan Kenan sedang merencanakan pertunangan kami." Kata Mourin tegas namun penuh kebohongan.
Sesuatu di dalam hati Alice berdenyut nyeri, bukan karena Mourin yang menghalu bertunangan dengan Kenan. Melainkan, Citra mertuanya sendiri yang merencanakan ini semua.
"Apa permainan sudah di mulai, Ma. Baiklah akan Alice ikuti." Ucap Alice marah di dalam hatinya.
"Benarkah? Namun aku tidak membutuhkan restu dari Tante Citra, karena bagaimanapun Aku sudah mendapatkan Kenan dan tidak menjadi wanita menyedihkan sepertimu Nona Mourin." Jawab Alice tajam kepada Mourin.
"Kau yang menyedihkan! Menjadi selingkuhan tunanganku dan sekarang kamu merusak acara makan siang kami!" Seru Mourin keras hingga para pengunjung restoran memperhatikan meja Kenan.
__ADS_1
Ken ingin menggebrak meja namun di tahan oleh Alice, "Nona Mourin yang terhormat, bagaimana bisa Anda menuduh Saya menjadi aelingkuhan Kenan. Di saat, Saya adalah sitri sah dari pria yang jelas tengah Anda goda saat ini." Jawab Alice dengan tegas dan lantang.
Mourin membelalakkan kedua matanya, kaget! Tentu saja karena selama ini Mourin tidak mengetahui siapa istri dari Kenan.
Terdengar suara bisik-bisik yang membuat telinga Mourin panas, "Jangan membela diri wanita mura*han!" Sentak Mourin.
"Anda yang murahan atau Saya, lihat! Buka matamu lebar-lebar Nona Mourin."
Alice mengankat jari manisnya yang melingkar cincin sederhana yang Kenan sematkan saat pernikahan mereka, Alice juga mengangkat tangan Ken menyodorkan ke arah Mourin agar mata wanita itu dapat melihat jelas.
Geneletuk suara gigi Mourin, kedua matanya berkabut karena merasa dirinya di hina dan di permalukan secara telak oleh Alice di depan umum.
"Wah, bukankah itu Kenan Wijayakusuma?"
"Wanita itu istrinya, aku sangat tidak menyagka."
"Lihatlah wanita muda itu, kenapa dia masih duduk di sana!"
"Dia berteriak tunangan di depan istri sah, sungguh memalukan."
"Dari keluarga mana yang menjadi besan Wijaya?"
Segelintir suara terdengar riuh di belakag dan depan meja yang tengah menguarkan hawa permusuhan.
Banyak video dan foto yang di ambil orang para tamu, dan tidak ada yang dapat mencegah beredarkan berita heboh tersebut.
Berita pertengkaran Alice dan Mourin yang memperebutkan Kenan menjadi trending topic saat ini, banyak judul yang menceng demi views.
#Tranding topic, Istri sah menghajar pelakor.
#Hot news, isti sah yang tersakiti.
Mourin berdiri dengan kasar dan meninggalkan Kenan serta Alice, membawa kebencian yang menggunung di dalam hatinya.
Alice bersandar di sandaran kursi bersedekao dada dengan memandang Kenan seakan menuntut penjelasan.
"Kamu tidak mengejarnya?" Tantang Alice kepada Ken.
"Tidak." Jawab Ken cepat.
Alice ingin menghajar Kenan saat ini, namun teringat jika ada Bara membuat Alice mengurungkan niatnya memaki Kenan.
"Apa kita sudah bisa mulai makan?" Tanya Bara dengan wajah datar.
"Oh, ten-tentu Bara. Pelayan!" Jawab Ken terbata dan memanggil waiters untuk segera menghidangkan pesanan mereka.
...πΎπΎ...
__ADS_1