Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 121


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Buka lagi mulutmu." Bara menyondongkan tubuhnya ke arah Alice dari belakang, menyodorkan gula kapas untuk ibu hamil itu.


Melihat Alice hanya diam, Bara mengikuti arah pandang Alice. Terlihat jelas jika Kenan bersama Selena.


"Cih, bodo*hnya kau Kenan." Geram Bara dalam. Hati.


Kenan masih terus menatap Alice dan Bara. Membuat Bara dengan terpaksa menangkup wajah Alice agar menghadap ke arahnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alice.


Jelas nampak wajah emosi Kenan, pria itu ingin keluar dari mobil dan membawa Alice pergi. Namun, harus di urungkan karena mobil keduanya kembali bergerak.


Senyum miring nampak menghiasi wajah Bara dengan menatap tajam ke arah Kenan, hingga mobil yang di tumpangi Bara berbelok ke kanan untuk mengantarkan Alice kembali ke mansion William.


Alice, Jundi, dan sopir perusahaan hanya mampu menahan nafas mereka karena melihat aksi Bara yang hampir mencium Alice.


Padahal sebenarnya tidak, Bara hanya menipu Kenan karena dari sudut pandang Kenan dan Selena melihat jika Bara mencium Alice.


Suara batuk terdengar membuat Bara tersikap dengan posisinya saat ini, "Ma-maaf, Alice." Ucap Bara gugup.


"Tidak apa-apa, maaf." Jawab Alice pelan.


Bara menyerahkan permen kapas ke arah Jundi dan membersihkan permen kapas yang sedikit menempel di rambut Alice karena tindakan Bara tadi.


"Jangan menangis Alice, ingat bayimu nanti sedih." Ucap Bara dengan menyeka air mata di pipi Alice.


Alice tidak menghiraukan ucapan Bara, dirinya tetap menangis tersedu-sedu. Segera Bara membawa Alice ke dalam pelukannya.


Sedangkan Kenan, yang masih menatap nanar di luar jendela tiba-tiba menitikan air mata. Hatinya begitu sakit dan sesak melihat Alice berciuman dengan pria lain.


"Apakah ini yang kamu rasakan kemarin, sayang." Ucap Kenan dalam hati.

__ADS_1


Kenan melepaskan rangkulan tangan Selena dan mengusap air mata yang keluar dari kedua matanya, Selena terpaku menatap Ken yang menangisi seorang wanita.


Selama kenal dengan Kenan, Selena belum pernah melihat Ken menangis karena seorang wanita bahkan saat di tinggalkan oleh dirinya. Kenan tidak pernah menangis hanya ada amarah di dalam hatinya.


Bagaimana Selena tahu? Tentu saja dari Citra, calon mertuanya.


*


*


*


Sedikit membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Kenan dan Selena telah sampai di mansion utama. Tanpa berkata apapun Kenan keluar begitu saja meninggalkan Selena.


"Ken, tuggu aku!" Seru Selena yang sedikit berjalan cepat agar dapat menyusul Kenan.


Ken tidak menggubrisnya, dalam pikiran Kenan hanya ada bayangan Alice yang tengah di cium oleh Bara tepat di depan kedua matanya sendiri.


"Iya, Ma. Tadi di jalan macet jadi lama." Jawab Selena lembut dengan memeluk tubuh calon mertuanya.


"Oh, tidak apa-apa. Mama kira kamu susah mengajak Kenan untuk datang ke mansion." Ucap Citra jujur.


"Tidak, Ma." Kata Selena lembut.


"Kenan sudah di sini, apa yang ingin Mama katakan?" Sela Ken to the point.


Melihat Kenan telah duduk di sofa segera Citra mengajak Selena juga duduk di sebelahnya sehingga keduanya saling berhadapan.


"Ken, lusa kalian akan menikah." Ucap Citra tanpa berbasa basi.


Kening Kenan berkerut dalam, "Kami? Siapa, apa makhsud Mama?" Tuntut Kenan dengan perasaan yang mulai tidak menentu.

__ADS_1


"Kamu dan Selena, Ken. Lihat perut Selena akan tambah membesar. Mama tidak ingin ada berita jelek di luar sana." Jelas Citra dengan mengelus perut Selena pelan.


Ken langsung berdiri dari duduknya, "Jadi, Mama memanggilku ke sini hanya untuk omong kosong ini. Sampai kapan pun, Kenan tidak akan bercerai dengan Alice. Hanya Alice satu-satunya Nyonya Kenan." Kata Kenan panjang lebar dengan perasaan marah kepada Citra.


"Ken...."


"Kenan, jelas kita tadi melihat sendiri bagaimana Alice bahagia bersama Bara. Kalian memang tidak berjodoh, biakan Alice bahagia dengan pilihannya dan kita bahagia juga." Selena memotong ucapan Citra.


Mendengar ucapan Selena membuat kedua tangan Ken mengepal dengan kuat, bahkan urat-urat tangannya sampai menonjol.


"Apa! Bara dan Alice, apa makhsudnya?" Tanya Citra yang tidak tahu persoalan cinta segitiga tersebut.


Selena akhirnya menjelaskan bagaimana dirinya melihat Alice yang satu mobil bersama Bara, bahkan keduanya nampak romatis karena Bara menyuapi nya kembang gula.


"Lihat, Ken. Sudah Mama katakan jika Alice hanya mengincar harta Wijaya. Dia memang tidak jauh dari kata mura*han, kalian mau tidak mau harus bercerai, dan untuk pernikahanmu dengan Selena lusa harus di laksanakan. Mama tidak ingin mendengar bantahan apapun." Ucap Citra yang sudah berdiri dengan emosi meletup-letup.


Baru saja Citra mulai luluh karena perbuatan Kalevi. Namun, kembali kedua matanya tertutup untuk melihat hal yang baik dari Alice karena berita yang baru saja dia dengar.


"Benar apa yang di katakan Mama, Ken. Bagaimanapun perutku akan mulai membesar bertambahnya waktu, aku tidak ingin anak kita menjadi bahan cemoohan kedepannya. Jika hanya aku yang menjadi bahan cemoohan tidak masalah Kenan." Selena berkata dengan suara parau yang ingin menangis.


Kenan menatap Selena dengan tatapan yang sulit di artikan, "Baiklah, tapi aku tidak ingin mengurus apapun." Jawab Ken yang kemudian melangkah pergi meninggalkan kedua wanita berbeda usia tersebut.


"Mama sudah siapkan semuanya, Ken! Undangan sudah di sebar!" Citra berseru karena Kenan begitu saja pergi.


Langlah kaki Kenan terhenti karena dirinya kecolongan satu langlah dari sang Mama. Namun, Kenan tidak merespon dirinya tetap pergi menuju kamar pribadinya saat masih tinggal di mansion Wijaya.


"Lihat Sel, Kenan pasti masih begitu mencintaimu. Mama bahagia karena Kenan dapat menikah dengan wanita yang dia cintai." Ucap Citra yang kembali duduk menghadap Selena.


Selena hanya mampu tersenyum palsu, "Cinta Kenan sudah bukan untukku, namun untuk Alice." Ucap Selena dalam hati.


...🐾🐾...

__ADS_1



__ADS_2