Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 87


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Sebuah restoran mewah dan cukup terkenal yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta selatan. Berada di lantai 68 Westin Hotel. Restoran ini menjadi salah satu tempat makan dengan pemandangan perkotaan mewah yang cukup terkenal. Dari tempat duduk yang tertata rapi, para pelangan dapat menikmati sunset yang indah dari balik dinding kaca. Semakin malam, suasananya pun semakin romantis dengan taburan bintang di langit. Selain itu juga bisa lihat lautan cahaya dari kendaraan dan gedung pencakar langit di sekitar The Westin Hotel.


Selain tempat yang menarik, makanan disini juga cukup menarik. Berbeda dari yang lain, Hensin memiliki perpaduan kuliner Jepang dan Peru. Al Fuego, Chino Roll dan Octopus Tiraditos menjadi salah satu yang paling digemari. Tidak hanya makanannya, minumannya pun beragam. Mereka pun punya aneka coctail yang cukup mengugah para penikmat minuman beralkohol.


"Apa kamu menyukai makanan di sini, sayang?" Tanya Ken dengan wajah penuh harap.


Alice menganggukkan kepalanya, "Ya, masakannya enak Mas." Jawab Alice jujur.


Ken tersenyum lebar dengan lembut menggenggam tangan kiri Alice yang terbebas dan megecup punggung tangan istrinya lembut. Alice yang mendapatkan perlakuan tersebut tersipu malu bahkan jantungnya berdebar dengan kencang.


"Mas, malu dilihat banyak orang." Cicit Alice lirih.


"Biar ... biarkan semua orang tahu jika aku sangat mencintai istriku." Jawab Ken masabodoh.

__ADS_1


Semakin memerah wajah Alice, memerah karena antara senang, sedih, marah. Entahlah apa yang keluar dari mulut suaminya apakah benar adanya atau hanya sebagai ucapan terima kasih karena masih memberika Selena hidup nyaman dengan harta milik suaminya.


"Mas, ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Alice pelan dengan menyeka ujung bibirnya.


"Apa, hemm. Katakan saja." Jawab Ken.


"Ayah William menghubungiku untuk bekerja di perusahaa, karena Ayah sudah mulai sakit-sakitan jadi Ayah menginginkanku kembali bekerja. Apa Mas mengijinkan aku untuk bekerja membantu Ayah?"Jelas Alice panjang lebar.


Ken menatap wajah cantik sang istri, menelisik dalam bola mata berwarna coklat itu "Kamu bagaimana, sayang? Apa kamu bersedia jika Mas mengijinkannya?" Tanya Ken lembut.


"Baiklah, Mas akan mengijinkanmu. Tapi, jangan lupakan kewajibanmu sebagai istri sayang." Ucap Ken lebut namun tegas.


"Hemm, pasti Mas. Aku akan mengantarkan makan siang besok ke kantormu, apa boleh?" Tanya Alice pelan.


Selama Alice memutuskan menjadi ibu rumah tangga, selama itu pula Alice tidak pernah menginjakkan kakinya di perusahaan Wijaya. Sampai detik ini para karyawan tidak ada yang tahu istri seorang Kenan Wijayakusuma pewaris kekayaan Wijaya.

__ADS_1


"Tentu saja boleh, Mas tidak pernah melarangmu untuk berkunjung ke perusahaan. Kenapa selama ini kamu hanya mengirim makan siang lewat kurir?" Kata Ken dengan menyantap makanannya.


"Hanya mencari hiburan dengan menanam bunga." Jawab Alice dengan tertawa pelan.


"Kamu tidak ingin liburan ke luar negeri, sayang?" Tanya Ken hati-hati.


"Untuk apa? Aku lebih senang berada di taman." Jawab Alice dengan wajah datar namun terukir senyum kecil.


"Mas akan usahakan pekerjaan cepat selesai dan kita berlibur ke luar negeri, sudah lama kita tidak kencan berdua. Terakir kali di Bali." Ucap Kenan dengan tersenyum hangat.


Alice hanya tersenyum sebagai jawaban, dalam senyum Alice banyak hal yang harus segera dia siapkan dalam peperangan ini. Begitu Alice berfikir, peperangan bukan merebutkan Kenan melainkan mempertahankan apa yang sudah menjadi milik Alice maka selamanya akan seperti itu.


Cinta membuat orang mendadak menjadi tuli dan buta, Alice berada di posisi itu namun otaknya tidak bodoh dengan menerima semua kelakuan sang suami bersama wanita masa lalunya. Stok maaf akan selalu tersedia bagi Kenan, namun cinta yang terkikis dengan perlahan siapa yang tau.


...🐾🐾...

__ADS_1


__ADS_2