Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Selena dan Josh : Meminta Maaf


__ADS_3

Happy Reading


Selena tengah duduk di sofa singel yang menghadap ke jendela apartemen Josh, sudah tiga hari yang lalu Selena kembali pulang. Dia menjalani perawatan di dalam apartemen, selama tiga hari Selena masih mendiamkan Josh seakan percuma mengajak pria yang berstatus suaminya itu berkata dengan tenang.


Lebih baik diam agar Josh muak dan meninggalkannya, itulah pikiran Selena. Selena tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya duduk, dia memandang lurus pemandangan yang di sajikan dari atas apartemen Josh.


Pandangannya bergerak ke bawah, tepat di sebuah taman apartemen. Indra pendengarannya menangkap suara tawa anak kecil yang melengking membuat Selena penasaran apa yang membuat anak kecil laki-laki itu tertawa ternyata tengah bermain kejar-kejaran dengan ayahnya.


Netra Selena tidak lepas dari anak kecil berponi itu,  tawanya yang renyah membuat Selena betah berlama-lama memandanginya dari lantai apartemen. Pandangan yang semula biasa saja kini berubah jadi sendu, kedua netra Selena sudah berkabut, air mata sudah siap tumbah membasahi wajah cantik wanita tersebut.


Melihat keluarga kecil di bawah membuat hati dan dada Selena sangat sesak, perlahan namun pasti. Kedua pundak nya bergetar dan isakan tangis yang tersendat memenuhi kamar itu. Selena pernah bermimpi memiliki keluarga bahagia bersama Josh, memiliki anak untuk menemaninya, pergi ke taman bermain bertiga, semua hal yang ingin Selena lakukan saat kepergian sang Ayah dan Ibunya.


Josh yang berada di ambang pintu kamar Selena hanya berdiri dan diam. Dia mengetuk pintu namun tidak mendapatkan jawaban membuat Josh membuka pintu kamar sang istri tanpa permisi.


Melihat pemandangan di depan membuat hati Josh kembali berduka dan menyesal, dirinya juga mendengar suara anak kecil yang tertawa. Dapat di pastikan jika istrinya pasti tengah mengenang anak kandung mereka dan janin yang baru beberapa hari lalu juga pergi.


Menghirup udara dengan dalam, Josh berusaha baik-baik saja dan tidak menyesali perbuatannya. Dia melangkahkan kakinya menuju ke arah Selena dengan mebawa nampan karena sejak siang Selena tidak makan apapun, sudah di pastikan jika wanita itu juga tidak meminum obatnya.


"Apa yang kamu lihat, beb?" Tanya Josh dengan meletakkan nampan di atas nakas.


Selena yang kaget dan tidak menyadari kedatangan Josh segera mengusap air matanya cepat, "Siapa yang menyuruhmu masuk ke kamarku!" Sentak Selena kepada Josh.

__ADS_1


Josh hanya menatap wajah sayu dan mata sembab milik istrinya, "Kenapa harus meminta izin jika ini juga kamarku." Jawab Josh membuat Selena menatap tajam dan penuh kebencian.


"Biarkan aku pergi." Ucap Selena tegas.


"Ribuan kali jawaban aku tetap sama, tidak akan pernah membuatmu pergi dari sisiku." Jawab Josh tidak kalah tegas dengan Selena.


Selena memutar kepalanya kesal dengan bersedekap dada, berbicara dengan Josh hanya membuatnya marah dan pusing kepala. Sama halnya dengan Selena, Josh juga hanya akan emosi jika berbicara dengan istrinya.


"Makanlah, setelah itu minumlah obatmu beb, Kamu harus segera sembuh dan kita kembali pulang." Perintah Josh tegas yang membuat Selena mendelik kesal.


"Pulanglah, aku akan tetap di sini. Ini negaraku." Ucap Selena tanpa melihat ke arah Josh.


"Dan kamu adalah istriku." Kata Josh.


"Tidak banyak, aku ingin kita memperbaiki hubungan kita dan membuat keluarga yang damai." Josh mengutarakan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya.


Mendengar ucapan Josh membuat Selena tersenyum kecut, apa dia bilang memperbaiki hubungan dan membangun keluarga damai?


"Hubungan kita sejak awal sudah salah Josh, kamu membohongiku dan untuk keluarga damai aku rasa tidak akan pernah bisa, kamu yang merusak semuanya sejak awal Josh. Bukan aku." Jawab Selena dengan nada rendah penuh penekanan.


"Itu sudah kejadian di masa lalu, beb. Manusia juga memiliki kesalahan tapi masih bisa di perbaiki asalnya ada keinginan memperbaikinya. Aku ingin menjadi suami dan ayah yang baik untuk mu juga anak kita kelak, maafkan kesalahan terbesarku di masa lalu." Ucap Josh dengan nada mengiba dan memohon.

__ADS_1


Kedua mata Selena kembali memanas, matanya berkaca-kaca. Tenggorokannya terasa tercekat dan dadanya merasa sakit mengingat masa lalu. Buah hati yang Selena dambakan harus mati di tangan suaminya sendiri.


"Kamu tidak tahu bagaimana hancurnya hatiku, kamu tidak tahu bagaimana seorang ibu kehilangan anaknya Josh. Kamu hanya menyesal tapi tidak menanggung sakit seperti yang selalu aku rasakan setiap saat." Jawab Selena dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya.


Josh bersimpuh di samping Selena sehingga tingginya menyamai lutut istrinya, "Aku meminta maaf, a-aku belum siap menerima kehadiran seorang anak beb. Kamu tahu sendiri bagaimana masa laluku, aku hanya anak yang tidak di inginkan oleh kedua orang tuaku, aku besar di panti asuhan dan itu membuatku belum siap memiliki anak. Memang caraku salah untuk mendapatkanmu, aku berbohong mengenai pekerjaan dan juga kekayaanku tapi lihatlah beb. Aku bekerja keras bahkan aku bisa menyewa penjaga, membeli apartemen, dan mengejarmu kembali." Josh berkata panjang lebar dan berkaca-kaca.


Selena memutar kepalanya kearah Joh, "Josh kamu melupakan sesuatu, aku juga anak yang di tinggalkan kedua orang tuanya. Perbedaannya kamu di tinggal sejak bayi, sedangkan aku di tinggalkan begitu saja saat ayahku meninggal dunia." Selena mengigit bibirnya dalam karena bergetar.


Josh semakin menundukkan kepalanya dalam, Josh melupakan satu hal yang menjadi luka terdalam sang istri. Sungguh egois dirinya di masa lalu, hanya memikirkan dirinya yang seolah paling terluka dan tidak di inginkan di dunia ini.


"Maafkan saku, sayang." Ucap Josh yang sudah menangis di pangkuan Selena.


Selena menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tubuhnya bergetar dan suara isakan tangisnya sungguh pilu. Keduanya menangis menumpahkan perasaan sesak di dalam hati masing-masing.


"Maaf."


Hanya kata maaf yang dapat di ucapkan oleh Josh, jika saja waktu dapat di putar. Josh akan memutar waktu dengan cara apapun agar tidak melakukan kesalahan terdalam, hyper se*x bukanlah keinginannya tapi itu memang kekurangan Josh.


"Sakit Josh." Ucap Selena dalam tangisnya.


Josh mengangkat kepalanya dan bangkit memeluk sang istri, "Maaf beb, maafkan aku. Jika dengan menukar nyawaku untuk masa lalu akan aku lakukan. Maaf sudah membunuh anak kita, maafkan aku." Ucap Josh dengan berderai air mata.

__ADS_1


Selena semakin menangis kencang dengan kedua tangan memukuli tubuh Josh meskipun tidaklah sakit, Josh mengeratkan pelukannya dan membiarkan sang istri memukuli tubuhnya. Ini belum seberapa rasa sakit yang dia torehkan di hati sang istri.


__ADS_2