Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Kebahagiaan Pagi Hari


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Terlihat Alice dan Kenan tengah bersiap untuk tidur, Ken hanya mampu menatap punggung Alice yang tengah menyiapkan tempat ternyaman untuk mengarungi mimpi malam ini.


Terdengar suara saklar lampu yang di padamkan hingga menyisakan lampu tidur saja, memberikan kesan remang-remang di ruangan yang luas tersebut.


"Selamat malam, Mas." Ucap Alice yang meniringkan tubuhnya ke arah Kenan.


Ken tersenyum lembut, tangan kirinya terulur mengelua surai hitam milik Alice.


"Selamat malam juga sayang." Jawab Ken.


Alice terseyum dan memejamkan kedua matanya, mendapatkan usapan yang tulus dari Kenan membuat perasaan Alice membuncah bahagia.


Ken ikut merebahkan tubuhnya menghadap ke arah Alice yang sudah terlelap, di pandangnya lekat-lekat wajah sang istri yang sangat cantik itu dengan intens.


"Maafkan aku sekali ini saja, aku harus berbohong kepadamu sayang." Ucap Ken dalam hati.


Ken mendekat ke arah Alice setelah melempar guling ke sembarang arah, sedikit menggeser tubuh Alice agar dapat Kenan dekap.


Kedua mata Ken terpejam menghirup aroma tubuh Alice dalam, "Maafkan aku." Kata Ken pelan.


*


*


*


Mentari nampak keluar dari peraduannya, menyapa para penghuni bumi untuk memulai aktivitas hari ini.


Baik Kenan maupun Alice saling mengeratkan pelukan mereka, nyaman. Salah satu kata yang mendefinisikan keadaan saat ini.


Perlahan kedua mata Aloce.engerjab pelan untuk membiasakan matanya menerima cahaya, seulas senyum Alice terbitkan pagi ini.


Memandangi pria yang mengajaknya mengarungi bahtera rumah tangga, terlihat pahatan yang sangat indah dari dewa.


Hidung mancung, daguruncing, mata siput, dan alis tebal.

__ADS_1


"Aku tahu, aku sangat tampan." Ucap Ken yang masih memejamkan kedua matanya.


Alice terlonjak kaget dengan cepat Ken mengeratkan pelukannya agar Alice tidak keluar dari rengkuhan lengan kokoh miliknya.


"Ish, kenapa tidak membuka mata jika sudah bangun Mas." Ucap Alice mencebik kesal.


"Hemm, aku tidak akan memergoki istriku yang terpesona dengan ketampananku ini." Jawab Ken dengan terkekeh pelan.


Suara Ken terdengar merdu dan indah karena suara serak baru bangun tidur, begitu juga bagi Kenan.


Suara Alice yang serak-serak basah menambah kesan sexy di telinganya.


"Pede sekali." Ucap Alice.


Ken hanya tersenyum saja menanggapi ucapan sang istri, "Apa kita berangkat bulan madu saja hari ini?" Tanya Kenan tiba-tiba.


Semburat merah muncul di kedua pipi Alice, "Masih pagi mesum." Jawab Alice menukul lengan Ken pelan.


"Tidak apa-apa dengan istri sendiri, apa salahnya." Bela Ken pada dirinya.


"Mas harus mengantarkan Mama arisankan hari ini, aku juga masih banyak pekerjaan di kantor." Ucap Alice pelan.


Alice menggelengkan kepalanya dalam pelukan Kenan, "Tidak, untuk apa. Apa Mas mau Mama semakin membenci Alice karena sudah nelarang putra kesayangannya pergi arisan." Jawah Alice tertawa pelan.


"Pasti Mama akan menerimamu sayabg, kita akan melaluinya bersama." Kata Ken menenangkan hati sang istri.


"Tentu saja, siapa yang akan menolak menantu sepertiku. " Ucap Alice dengan kepercayaan diri tinggi.


Keb tertawa mendengarkan ucapan Alice, "Apa kamu akan pergi ke proyek lagi hari ini?" Tanya Ken pelan.


"Hem, tidak tahu Mas. Tuan Bara tidak mengatakan apapun kepadaku." Jawab Alice jujur.


"Jika ke proyek hati-hati jangan sampai tergores sedikitpun." Perintah Ken dengan tegas.


"Memangnya kenapa jika tergores?" Tanya Alice yang mendongakkan kepalanya mebciba mebatap wajah sang suami.


"Tidak akan aku maafkan Bara." Jawab Ken serius.

__ADS_1


Alice tertawa mendengar ucapan sang suami, "Kenapa jadi Tuan Bara? Yang melukaiku kan benda mati." Ucapnya.


"Karena Bara sebagai pria tidak becus menjaga seorang wanita." Kata Kenan dengan serius.


Alice semakin tetawa di buatnya, kenapa pagi-pagi sudah membuat hati Alice meleleh.


"Sepertinya aku sudah benar-benar jatuh cinta kepadamu Mas." Ucap Alice dengan tertawa pelan.


"Aku tidak kaget, karena wanita akan mudah jatuh cinta denganku saat pertama kali bertemu." Kata Ken sombong.


Alice semakin terpingkal mendengar oenuturan Kenan, "Pede sekali, nyatanya aku bertemu dengan Mas tidak jatuh cinta justru sebal." Ucap Alice jujur.


Ken membuka kedua matanya dan menjauhkan Alice agar dapat melihat wajahnya secara penuh.


"Kenapa bisa begitu? Kamu sungguh wanita yang aneh." Cecar Ken seakan tidak terima.


"Mas juga pria aneh yang pernah Alice temui." Ucap Alice tidak mau kalah.


"Apa! Rasakan ini...."


Ken menggelitik pinggang Alice secara serampangan membuat Alice dan Ken tergelak pagi hari.


Suana pagi hari dengan obrolan ringan sepasang suami istri yang cukup intens dan membangun cerita dalam rumah tangga.


"Hahaha... Sudah Mas, Alice mau pipis." Teriak Alice yang menghindar.


"Dasar wanita menyebalkan." Oceh Kenan.


"Yaya... Wanita menyebalkan ini istrimu Mas." Jawab Alice terkekeh dan beranjak dari kasur menuju kamar mandi.


"Benar, kamu istriku yang menyebalkan namun cantik." Kata Ken tidak sungkan memuji Alice.


Alice hanya dapat tertawa saja mendengar ucapan Kenan, hingga menutup pintu kamar mandi dengan rapat.


Tawa Ken surut bersamaan dengan tertutupnya pintu kamar mandi. Menatap dalam dan penuh permintaan maaf yang hanya dapat Ken ucapkan di dalam hati.


...🐾🐾...

__ADS_1


...Untuk Novel RAHIM PENGGANTI WANITA MALAM autor take down dulu ya πŸ™ masih banyak yang harus autor perbaiki. ...


__ADS_2