Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Kedatangan Mourin


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Mobil BMW mewah memasuki basement perusahaan, tidak lama setelah itu keluarlah dua pria dengan usia sama.


Dengan langkah lebar dan gagah, Ken juga Ferdy berjalan memasuki perusahaan Wijaya.


Para karyawan yang bekerja di bawah naungannya memberi hormat, seperti biasa Ken hanya acuh hanya Ferdy yang membalasnya meski dengan sebuah senyuman saja.


"Kenan!"


Seru seorang wanita yang berlari menghampiri Ken dan Ferdy dengan senyum lebarnya.


Kenan yang merasa nanya di panggil menghentikan langkahnya begitu juga Ferdy.


Cup!


"Selamat pagi Ken."


Ucap wanita tersebut yang langsung menggandeng lengan Kenan dan mencium pipi kanannya. Ferdy dan para karyawan yang melihatnya melebarkan kedua matanya kaget.


Sedangkan Ken langsung menyentak tangan gadis itu, "Apa yang kamu lakukan!" Seru Ken.


Mourin yang mendapatkan bentakan dari Kenan sedikit takut namun mengingat apa yang di bicarakan oleh Citra dan Mamanya membuat Mourin merasa di atas angin.


"Aku hanya memberikan kecupan selamat pagi kepada calon suamiku." Jawab Mourin dengan nada keras agar semua mendengarnya.


Ken mendelik kesal, "Dasar gila." Ucap Ken yang langsung melangkah pergi meninggalkan Mourin.


Ferdy mengikuti Ken dari belakang, bukan Mourin jika tidak dapat menjerat pria. Tanpa rasa malu Mourin mengikuti langkah Ken dan masuk begitu saja di dalam lift bahkan menggeser tempat Ferdy di samping Kenan.


"Apa kamu sudah sarapan?" Tanya Morin dengan wajah di buat se imut mungkin.


Ken tidak menjawabnya, karena Ken sangat jengah dengan sikap Mourin tidak dulu dan sekarang.


Segera Ken melangkah pergi meninggalkan Mourin menuju ruangannya, karena Ken sudah tidak sabar melihat Alice marah.


Ferdy mengikuti langkah Ken dari belakang, sedangkanMourin tetap tidak ingin kalah dirinya mengikuti kedua pria itu masuk kedalam lift bahkan dengan sengaja menggeser paksa posisi Ferdy yang berdiri di sisi kanan Kenan.


Ferdy dan Kenan sangat jengah dengan wanita yang berada di satu lift bersamanya, "Apa kamu tuli, sudah aku katakan untuk pergi." Ucap Ken menatap Mourin melalui pantulan di dinding lift.


"Aku hanya berkunjung saja Ken." Jawab Mourin santai.


Bunyi denting lift menandakan jika mereka telah sampai di lantai yang di tuju, segera Ken berjalan keluar dengan langkah lebarnya.


Ken berhenti sejenak menatap meja sekertaris yang sudah ada dua gunung dokumen menjulang tinggi di hadapannya, sudut bibir Ken tertarik di atas tanpa orang menyadarinya.

__ADS_1


Mourin mengikuti arah pandangan Kenan, "Ken, kemana sekertarismu? Apakah kamu tidak memiliki sekeetaris lagi, aku bisa menggangikannya Ken. Aku lulusan sekolah luar negri." Ucap Mourin dengan nada sombong.


Ken tidak menjawab, hanya acuh dengan ocehan Mourin. Segera Ken membuka pintu ruangannya yang kebetulan bersebrangan dengan meja sekertaris.


Di dalam ruangan Mourin berusaha menggoda Kenan, "Ken ayo kita makan malam, Mama kita pasti akan senang jika tahu kita dekat." Ucap Mourin.


"Menyingkirlah." Ucap Ken dingin.


"Oh, ayolah Ken. Tante Citra bilang jika kamu begitu stress karena banyak bekerja.".Lanjut Mourin lagi.


Ken menekan tombol melalui telfonnya, "Siapkan dokumen kerjasama perusahaan Santosa ke atas, semuanya tanpa terkecuali. Aku tunggu lima menit."


Ken memerintahkan satu devisi ubtuk menyiapkan segera, Ken bahkan akan membuat Alice lembur selama satu minggu oh tidak dua minggu.


"Mourin! Kamu jangan kurang ajar. Cepat keluar dari ruanganku!" Seru Ken kepada wanita yang berpakain sexy itu.


"Kenapa Ken, aku datang karena merindukanmu." Jawab Mourin dengan wajah sedih.


Hingga suara pintu membuyarkan perdebatan tersebut, "Masuk!" Seru Ken.


Pintu terbuka perlahan seorang oegawai dengan tumpukan dokumen cukup banyak berjalan masuk dengan di susul wanita yang pagi ini dia buat kesal dan marah.


Mourin memanfaatkan kondisi saat ini dengan bergelayut manja di hadapan Alice, Mourin menatap tidak suka kepada Alice karena dia begitu cantik dan sexy meski berbalut pakaian kerja.


Kedua pipi Mourin di cekal dengan keras, "Apa kau tuli, hah! Aku sudah berbaik hati padamu agar tidak berbuat kasar dan kau mau mengujiku Mourin!"


Suara teriakan Kenan terdengar hingga luar ruangannya, Alice mendesis kesal karena mejanya begitu penuh dengan tumpukan dokumen.


"Astaga! Bahkan aku duduk tidak akan terlihat karena terhalang tumpukan dokumen ini." Keluh Alice.


Alice menoleh ke belakang menatap kesal ke arah pintu Kenan, "Dasar suami gak ada aqlak! Durhaka kau sama istri." Oceh Alice bersungut-sungut.


Ferdy berjalan keluar dari ruangannya terlihat Alice yang memeluk dokumen dengan menatao ke arah pintu Kenan.


Ferdy ingat jika di dalam ada Mourin, astaga! Apa terjadi perang dunia ke tiga.


"Nona Alice." Sapa Ferdy berjalan ke arahnya.


Alice menolehkan kepalanya, terlihat Ferdy berdiri dengan membawa satu map di tangan kanannya.


"Kamu ingin ke ruangan Kenan?" Tanya Alice to the point.


"Benar, Nona." Jawab Ferdy sopan.


"Tunggu saja dulu di sini, dia lagi berduaan dengan kekasihnya." Kata Alice santai.

__ADS_1


Kening Ferdy berkerut, "Kekasih? Mourin?" Tanya Ferdy.


Alice hanya menaikkan kedua bahunya saja, sedangkan Ken tengah berdebat dengan Mourin di dalam ruangannya.


Ken mengumpat kesal karena Alice tidak segera datang membawa kopi untuknya.


"Ken, aku sungguh mencintaimu." Ucap Mourin dengan suara parau.


"Aku tidak mencintaimu Mourin! Sampai berapa kali aku harus mengatakannya." Seru Ken dengan frustasi.


"Kenapa! Apa kamu belum melupakan Selena, aku bahkan lebih baik darinya Ken." Ucap Mourin dengan berkaca-kaca.


Suara tamparan menggema di ruangan Kenan, dirinya sangat marah saat Selena wanita berhati malaikat itu di sebut bahkan di bandingkan dengan Mouring.


"Tutup mulutmu! Selena wanita baik-baik dan kau maupun wanita lainnya tidak akan pernah bisa berada di levelnya." Kenan berteriak kesetanan.


Mourin berjalan mundur karena tahut bahkan tubuhnya sudah gemetar karena melihat Kenan yang sangat marah, apakah cinta Ken masih begitu besar kepada Selena wanita mura*han itu. Begitu pikir Mourin saat ini.


Dengan kasar Ken, menyeret Mourin keluar dari ruangannya. Suara pintu Kenan terbuka dengan kasar hingga seorang wanita terjerembab di atas lantai yang dingin itu.


Alice dan Ferdy yang tengah mengobrol kaget dengan kejadian yang baru saja mereka lihat. Terlihat Mourin yang menangis terduduk di lantai.


"Jangan pernah kamu menginjakkan kaki di perusahaanku!" Seru Kenan kepada Mourin.


"Ken, maafkan Aku. Aku tidak bermaksud seperti itu." Jawab Mourin dengan mengiba.


"Pergi dari hadapanku sekarangbatau aku lempat kau dari lantai tiga puluh." Ancam Kenan dengan wajah dinginnya.


Mourin menggeleng, terlihat tangan dengan jemari lentik berkulit putih pucat berulur di depannya.


"Ayo berdiri." Ucap Alice.


Mourin menoleh terlihat Alice dengan wajah tanoa ekspresi namun tetap mempesona di mata Mourin, wajah Mourin menjadi masam dan menepis tangan Alice dengan kasar.


"Tidak perlu cari muka di hadapan Kenan, kamu hanya pegawai rendahan dan jangan pernah berani menyentuh konglomerat seperti kami." Kata Mourin dengan sombong.


Alice menegakkan tubuhnya dengan menepuk kedua tanganbya seperti terkena debu, menatap datar Mourin yang tengah berdiri.


"Benar seharusnya aku menjauh dari orang-orang seperti kalian, yang penuh dengan drama ini. Lebih baik kamu pulang dan berkaca betapa menyedihkannya wajahmu saat ini." Jawab Alice dengan bersedekap dada.


Mourin menghentakkan satu kakinya ke lantai karena kesal dengan Ken maupun Alice yang sudah mempermalukannya.


"Aku akan mengingat perilakumu hari ini Ken, kamu akan membayar mahal dan kamu pegawai rendahan saat aku akan memastikanmu di depak dari perusahaan setelah ini."


...🐾🐾...

__ADS_1


__ADS_2