Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 135


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Cerahnya cuaca tidak secerah nasib seorang wanita, di sebuah ruangan luas dengan nuansa di dominasi warna putih. Tirai tebal nampak tersingkap hingga cahaya mentari yang terang dapat menembus kaca jendela.


Suara gedoran pintu yang kuat terdengar, wanita yang tengah berbadan dua tengah gemetar ketakutan. Dengan mengacak rambut dan juga mengigit kuku jemarinya Selena tengah berfikir harus meminta tolong ke siapa.


"Selena!" Teriak seorang pria yang menggelegar di balik pintu.


"Kenan." Gumamnya cepat.


Selena segera menghubungi Kenan untuk meminta tolong, panggilan demi panggilan dia lakukan dengan perasaan cemas yang tergambar jelas di wajah dan perilakunya. Bejalan ke sana ke mari dengan menempelkan benda pipih di telinga kirinya.


"Cepat buka pintunya! Atau aku dobrak sekarang juga!" Teriak Josh suami Selena.


"Kenan, tolong angkat." Ucap Selena yang sudah menangis.


Kedua mata Selena membulat sempurna saat panggilan operator yang menjawabnya, bersamaan dengan itu pintu kamar Selena sudah di buka dengan paksa. Melihat kemunculan Josh membuat Selena memutar kepalanya dan berjalan mundur dengan cepat, secepat langkah Josh kepadanya.


Josh dan Selena masih berada di Jakarta, karena Josh juga memiliki keperluan di negara asal istrinya. Sehingga Josh membeli sebuah apartemen untuknya dan Selena, menyewa bodyguar agar sang istri tidak dapat kabur dari sisinya lagi.


Mendapatkan tatapan tajam dari Josh membuat tubuh Selena gemetar dengan hebat, hanya merema*t ponsel di tangannya yang bisa dia lakukan. Pandangan Josh turun di benda pipih yang ada di tangan istrinya, dengan cepat Josh merebutnya.


"Jangan!" Teriak Selena dengan mempertahankan ponselnya.


Josh mecengkram rahang Selena dengan kencang hingga membuat wanita itu meringis dan mengendurkan pegangannya. Terdengar suara benda yang menghantam tembok, membuat Selena menutup kedua telinganya karena kaget.


Dengan deru nafas cepat Selena melihat ponselnya sudah hancur akibat Josh yang membantingnya dengan keras di tembok, kedua tangan Selena semakin gemetar hebat karena takut dengan Josh.


Josh segera menarik Selena di dalam pelukannya, begitu posesifnya Josh kepada Selena. Merasakan tubuh istrinya gemetar membuat Josh mengepalkan tangannya.


Selena hanya mampu merema*t pakaiannya tanpa membalas pelukan suaminya, "Ceraikan aku, Josh." Kalimt itu meluncur bersama dengan air mata Selena.

__ADS_1


"Sampai matipun aku tidak akan menceraikanmu, baby." Ucap Josh dengan nafas yang memburu menandakan jika emosi Josh kembali bergejolak.


Selena mendorong dada bidang suaminya dan menatap tajam ke arahnya, "Aku muak denganmu Josh! Lihat, aku sudah hamil anak dari pria lain untuk apa kamu masih menjeratku!" Jerit Selena yang masih terus menangis.


"Tidak masalah, aku tetap akan menjadi Daddy untuk nya. Yang aku butuhkan hanya kamu bukan yang lain." Jawab Josh dengan tegas.


Selena menggeleng dengan cepat, "Kamu gila, Josh." Kata Selena yang sudah putus asa.


"Ya, aku gila karenamu. Akan aku perlihatkan bagaimana gilanya aku, baby." Ucap Josh dengan menyeringai.


Josh dengan cepat menangkup kedua pipi Selena dan menci*umnya dengan brutal, mendapatkan perlawanan dari Selena membuat Josh memojokkan istrinya di dinding dengan mendekal kedua tangan Selena di atas.


Ciuma*n Josh turun ke leher jenjang Selena, Selena akui jika suaminya memang selalu pandai membuatnya melayang hingga langit ke tujuh. Sentuhan lebut Josh selalu membuatnya rindu tapi keposesifan Josh membuat Selena tersiksa.


Bukan karena hidup yang pas-pasan. Namun, Selena merasa terbelenggu dengan cinta Josh yang terlalu berlebihan kepadanya. Mendekati Kenan bukan tujuannya kembali ke tanah air hanya saja, jika menjadi istri Kenan Wijayakusuma membuat Selena aman dari jangkauan Josh.


"Ah..."


"Aku tahu, kamu pasti merindukan sentuhanku. Selena." Ucap Josh dengan suara halus dan pandangan yang teduh.


Selena tidak mampu berkata tapi respon dari tubuhnya cukup menjadi jawaban untuk Josh, Josh kembali melancarkan aksinya kepada sang istri dan tidak mendapatkan penolakan penuh dari Selena. Di ruangan luas itu hanya ada suara lengu*han dan jeritan kecil dari keduanya.


Bulir keringat menuruni pelipis Josh dan tubuh atletisnya begitu mengkilap karena keringat, sama halnya wanita yang berada di bawahnya. Josh masih terus bergerak di atas sang istri mendengar suara istrinya yang manja saat menyebutkan namanya membuat Josh semakin terbakar semangat.


"Oh,Josh!" Jerit Selena dengan menjambak rambut suaminya.


"Yeah, baby. Sebut namaku terus." Jawab Josh dengan nafas terengah-engah.


"Hentikan! Aku lelah Josh, sangat lelah." Ungkap Selena dengan tidak berdaya.


"Ini hukuman untukmu yang berani kabur dariku." Kata Josh tegas dan semakin keras bermain.

__ADS_1


"Josh! Ah ... auwhh perutku Josh." Selena meringis merasakan perutnya yang nampak kram atau apa dia tidak tahu yang pasti sangat sakit.


"Jangan membohongiku, baby." Ucap Josh yang tidak lagi mudah percaya kepada Selena.


"A-aku tidak berbohong, Johs. Sakit." Ucap Selena lirih dengan menyerengitkan dahinya dalam.


Josh menghentikan aktivitasnya, melihat Selena yang sudah memejamkan mata membuat Josh segera bangkit dari atas tubuh istrinya.


"Darah." Gumamnya.


Segera Josh bangkit dari kasur dan mengenakan kembali pakaian serta celananya, panik tentu saja. Josh segera melilitkan selimut tebal di tubuh istrinya dan segera menggendongnya dengan bridal style. Dengan tergesa-gesa Josh berlari keluar apartemen.


"Cepat siapkan mobil." Teriak Josh kepada pengawal yang menjaga di depan pintu apartemen.


Segera kedua pengawal berlari memgikuti Josh, ke empat orang masuk ke dalam lift menuju lantai basement. Josh menatap wajah Selena yang pucat dan masih setia menutup kedua matanya.


Posisi kepala Selena yang miring bersandar di dada bidang Josh terkadang juga terkatung-katung, memperlihatkan jejak merah di seluruh lehernya. Pengawal yang melihatnya hanya mampu membayangkan seberapa ganasnya Josh saat melakukan hubungan dengan wanita yang berstatus istrinya itu.


Tidak membutuhkan waktu lama, ke empatnya telah sampai di lantai basement. Pengawal yang memegang kunci mobil segera berlari terlebih dahulu untuk mengambil mobil dan menyetir menuju Josh yang berdiri menunggunya.


Suara pintu mobil tertutup dengan keras, decitan suara ban mobil yang nampak melaju dengan cepat menggema di dalam basement yang sepi itu. Bodyguard menyetir dengan cepat sesuai GPS yang ada di dalam mobil, karena mereka bukan asli orang Indonesia tentu tidak tahu letak rumah sakit.


"Selena, bangun! Baby, pleas your open eyes." Ucap Josh yang menepuk-nepuk pelan wajah istrinya.


Josh panik karena Selena semakin lemah, "Kapan kita akan sampai?" Tanya Josh tidak sabar.


"Sebentar lagi Tuan." Jawanya.


"Cepatlah, aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan istriku." Kata Josh dengan wajah panik bercapur khawatir.


Kedua pengawal hanya mengangguk, mereka juga sudah berusaha menjalankan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit. Josh yang di belakang mempererat pelukan ke tubuh istrinya yang berselimut tebal itu, Josh merutuki dirinya yang selalu lepas kendali saat berhubungan badan dengan Selena.

__ADS_1


__ADS_2