Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Kebohongan di pagi hari


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Hari berlalu, seperti biasa Ken dan Alice sarapan bersama namun kali ini hanya di temani oleh Kakek Wijaya mengingat jika kedua mertua Alice tengah berada di luar negeri.


"Bagaimana pekerjaan kalian?" Tanya Kakek Wijaya.


"Baik, Kek." Jawabnya serentak.


"Oh, iya bagaimana dengan proyeknya Alice? Kakek dengar ada sedikit masalah?" Tanya Kakek Wijaya kepada Alice.


Ken yang tidak mengetahui apapun tentang masalah di proyek menolehkan kepalanya cepat ke arah sang istri dengan wajah bingung.


"Nanti Alice dan Tuan Bara akan datang ke lokasi Kek, Alice juga baru mendapatkan kabar kemarin siang. Mungkin sampai proyek selesai Alice akan berada di lokasi proyek." Jawab Alice lembut.


"Sayang, siapa yang memutuskan kamu di lapangan? Kenapa tidak ada yang mengatakannya kepadaku." Cecar Kenan dengan wajah bingung, kaget, dan penuh selidik.


"Bagaimana kamu tidak tahu masalah di proyek Ken, sebenarnya apa yang kamu lakukan kemarin di perusahaan?" Tanya Kakek Wijaya yang menatap lekat wajah cucunya.


Kenan nampak bingung menjawab, karena kedatangan Selena membuat Ken tidak fokus dengan pekerjaannya juga pulang cepat. Ken menatap lekan wajah istrinya yang nampak semakin cantik dan juga sexy di kedua mata Kenan.


"Kemarin, suamiku pulang cepat Kek. Mungkin masih kelelahan karena kami juga baru pulang dari Bali." Alice menjawab dengan alibinya.


Kakek Wijaya nampak mengangguk paham, "Fokus bekerja dan keluargamu Ken." Ucap sang kakek penuh sejuta makna bagi keduanya.


"Baik, Kek." Jawab Ken pelan.


Alice dan Ken berpamitan kepada Kakek Wijaya untuk berangkat ke kantor, "Sayang, kenapa kamu tidak mengatakan kepadaku jika proyek ada masalah?" Tanya Ken yang kini sudah duduk di dalam mobil.


"Kamu tidak bertanya Mas, lagipula kemarin kamu seperti orang banyak pikiran. Aku tidak ingin membicarakan pekerjaan jika di rumah." Jawab Alice panjang lebar dengan tutur kata lembut.


Ken menghe nafasnya panjang, "Maafkan aku sayang, sudah membuatmu khawatir." Kata Ken dengan mengelus pipi kanan Alice.


Alice mengulas senyum sempurna, "Mas, apa kamu ganti parfum. Kenapa di mobilmu seperti ada wangi parfum lain?" Tanya Alice yang mengendus dengan dalam.


"A-ah, itu kemarin Ferdy pergi denganku keluarkan sayang. Mungkin parfum Ferdy masih tertinggal." Jawab Ken kelabakan.

__ADS_1


"Oh, yasudah ayo jalan Mas." Ucap Alice yang sudah memasang seat belt dan membuka jendela mobil selebar mungkin.


Ken segera menjalankan mobilnya meninggalkan mansion Wijaya dengan pikiran yang kusut dan perasaan berkecamuk, sesekali Ken melihat ke arah istrinya yang lebih banyak diam dengan memainkan ponselnya.


"Kamu tidak kedinginan sayang jika jendela mobil dibuka selebar itu?" Tanya Ken memecahkan keheningan.


Alice mengangkat wajahnya memandang Ken sekilas, "Tidak, Mas. Aku tidak suka bau parfum yang di gunakan Ferdy, kenapa juga Ferdy menggunakan parfum yang berbau manis. Seperti perempuan saja." Jawab Alice yang menghela nafas panjang.


Ken mencengkram kemudi mobionya dengan erat, dia berbohong lagi hari ini. Entah kebohongan apa lagi yang akan dia perbuat kepada Alice.


"Mas, tolong antarkan aku ke perusahaan Santosa." Ucap Alice tanpa melihat ke arah Kenan.


"Hah? Bukan langsung ke proyek?" Tanya Ken memastikan.


"Tidak, aku akan berangkat dengan Tuan Bara karena laporan proyek berada di tangannya." Jelas Alice yang masih tidak menatap Kenan.


"Baiklah." Ucap Ken pelan.


Membutuhkan waktu hampir empat puluh menit hingga sampai di perusahaan Santosa, karena di pagi hari jalan raya macet banyak orang yang akan berangkat bekerja.


Alice melangkah dengan tegap dan tegas menuju perusahaan Santosa, meski kedua mata beningnya menitikan air mata.


"Kamu sudah berani berbohong lagi kepadaku, Mas." Gumam Alice pelan.


Sedangkan Ken masih menatap lekat punggung istrinya yang semakin berjalan menjauh darinya, "Maafkan aku sayang." Ucap Ken lirih.


*


*


*


Seorang wanita cantik itu datang ke perusahaan Kenan dengan rasa percaya diri yang tinggi. Dia tak bertanya pada resepsionis, langsung saja Selena naik ke lantai atas tempat Kenan berada. Wanita cantik dan seksi itu mengabaikan tatapan para karyawan Kenan ke arahnya.


"Sudah duatahun saja aku meninggalkan mu, Kenan, perusahaan ini semakin besar dan dekorasi nya semakin mewah. Menyesal aku dulu meninggalkan kamu! Andai saja waktu itu aku lebih pintar, pasti saat ini kita sudah menikah! Ah …tidak apa-apa, karena sekarang aku sudah kembali dan pasti kamu juga senang dengan kehadiran ku!" gumam nya pelan dengan perasaan senang.

__ADS_1


Dia melangkah santai bak model papan atas, dagunya di angkat dan dadanya dibusungkan. Selena segera membuka ruangan Kenan dan melihat pria tampan yang dulunya menjadi kekasihnya itu sedang bekerja.


Ah … sangat seksi! pekik Selena dalam hati.


Dia pun segera memasang raut wajah sedihnya guna menarik perhatian Kenan.


"Sayang!" panggilnya serak membuat pria tampan itu segera menoleh ke arahnya.


Kenan terkejut, bahkan dia berdiri dengan kasar membuat kursi kebesarannya terdorong ke belakang. Matanya terbuka lebar ketika melihat sosok wanita cantik yang dulunya ia puja dan manja pergi meninggalkan nya dulu dan kini kembali tepat di hadapan nya.


Rasanya seperti mimpi bisa bertemu dengan mantan kekasihnya dulu. Namun, Kenan segera memasang raut wajah datar, dia berusaha mengintip emosi dan reaksinya. Masih membekas dalam hati bagaimana pengkhianatan Selena dulu membuat pria tampan itu merasa gerah, sedih, marah, kecewa juga rindu secara bersamaan.


"Sedang apa kamu di sini lagi?" tanya Kenan datar menatap tajam menatap Selena.


Gleg.


Wanita cantik itu menelan ludahnya saat menyadari tatapan Kenan berubah menjadi dingin. Tidak ada lagi tatapan hangat dan memuja. Dia merasa menyesal sebab dulu telah meninggalkan Kenan.


"A-aku hanya ingin bertemu denganmu lagi sayang. Aku rindu sangat rindu kepadamu." Jawab Selena sendu.


"Selena, aku sudah menikah dan kamu tahu itu. Kamu juga sudah menikah, aku harap kamu menjaga perasaan suamimu begitu juga aku yang harus menjaga perasaan istriku. Tolong jangan panggil 'sayang' jika sampai orang lain dengar akan membuat kesalahpahaman."Kata Ken dengan tegas namun lembut kepada Selena.


Selena menatap wajah Kenan dengan berlinang air mata, menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Selena pun memeluk erat tubuh Kenan, dengan menangis sembari berkata "Maafkan aku, Sayang. Aku terpaksa menikah dengannya karena dia telah merenggut kehormatan ku. Hiks … aku malu sama kamu dan takut kamu tidak mau lagi dengan ku, di tambah dia mengancam akan menyakitiku bila tidak mau menikah dengannya! Hiks … aku kira dia akan membahagiakan aku dan minat ku lupa padamu. Ternyata dia hanya menjadikan ku pelacur pribadinya saja … sampai sekarang aku masih mencintaimu, Kenan. Aku kabur darinya dan kembali ke Indonesia hanya ingin kembali padamu!" tangis Selena pecah saat menceritakan cerita bohong itu, bahkan tidak mengindahkan larangan Kenan untuk memanggilnya sayang.


Kenan terkejut mendengar cerita Selena tak menyangka wanita itu akan mendapatkan kekerasan fisik.


"Kamu di perkosa olehnya?" tanya Kenan terkejut dengan memegang kedua pundak Selena dengan erat.


...🐾🐾...


...Autor membawakan rekomendasi novel bagus untukmu 🌸...


__ADS_1


__ADS_2