
Happy Reading 🌹🌹
Pagi yang cerah datang, secerah mentari pagi. Kenan tengah bersiap untuk pegi keluar mansin, saat ini Ken berada di mansion utama semenjak dirinya keluar dari rumah sakit.
Dengan langkah ringan Ken berjalan menuruni anak tangga, hari ini Kenan akan memulai misi menakhlukkan hati wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya. Memikirkan tentang anak, Ken sudah tidak sabar untuk mengelus perut buncit istrinya.
Ya, meskipun perceraian akan tetap terlaksana. Setidaknya saat ini Alice masih sah menjadi istrinya. Kakek Wijaya dan keluarga yang melihat kedatangan Kenan hanya menatap heran.
"Apa yang membuatmu senang, Ken?" Tanya Kalevi dengan alis yang menukik tajam.
Ken hanya tersenyum simpul. "Ken hanya senang, karena akan bertemu Alice." Jawabnya.
Ucapan Ken tidak sepenuhnya berbohong, karena benar Ken akan menemui Alice entah dapat bertemu atau tidak yang jelas Ken akan mencobanya dulu.
"Kamu harus makan yang banyak, Ken."
Citra segera mengambilkan sarapan untuk anaknya, setahu Citra ini pertama kali Kenan akan mendatangi mansion William setelah Alice pergi keluar mansion. Ken dengan semangat menerima piring yang sudah penuh dengan nasi dan lauk pauknya.
Dengan cepat, Kenan menyantap sarapannya pagi ini. Dalam otak Kenan sudah merencanakan pergi ke mansion William dan pergi ke persuahaan William. Kekek Wijaya hanya dapat menatap Kenan dengan datar, entah bagaimana hasilnya yang pasti Kekek Wijaya mendukung perjuangan Kenan.
Citra dan Kalevi juga hanya menatap Kenan dengan pandangan yang sulit di artikan, di bawah meja tangan Kalevi menggenggam tangan istrinya yang nampak bergetar dan berkeringat. Apapun yang terjadi di mansion William kemarin hanya mereka yang tahu.
Citra yang tidak sanggup menahan tangisnya, pergi terlebih dahulu dari meja makan. Kenan yang melihat Mamanya hanya menatap heran.
"Ada apa dengan, Mama?" Tanya Ken kepada Kalevi,
"Mamamu hanya kurang enak badan, mungkin karena tidur di rumah sakit menunggumu kemarin." Bohong Kalevi.
__ADS_1
"Hari ini kamu ke kantor tidak, Kal?" Tanya Kakek Wijaya yang menyantap sarapannya.
"Iya, Ayah. Kalevi akan di perusahaan sampai Kenan siap kembali ke perusahaan." Jawab Kalevi.
"Maafkan Kenan, Ayah ... Kakek. Kenan berjanji akan membawa pulang menanantu dan cucu kalian." Kenan berkata dengan penuh keyakinan.
"Tentu saja, kamu harus bertanggung jawab." Jawab Kakek Wijaya.
Kenan meneruskan sarapannya dengan Kakek Wijaya, sedangkan Kalevi sudah selesai dan pergi menyusul istrinya. Pintu berwarna coklat dari kayu terbuka perlahan, nampak wanita yang terngah meringkuk di tempat tidurnya.
Dengan perlahan, Kalevi menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Melangkah perlahan menuju sang istri, berjongkok guna mensejajarkan tinggi dengan tempat tidur mereka.
"Jangan menangis." Ucap Kalevi menyeka pelan air mata istrinya.
"Bagaimana nasib Kenan, Ayah?" Tanya Citra dalam tangisnya.
Tangis Citra makin pecah dengan cepat Kalevi memeluk tubuh istrinya dengan lembut, mengelus perlahan punggung wanita yang sudah puluhan tahun menemani hidupnya. Memang penyesalan selalu di akhir, jika di depan maka tidak akan ada manusia yang dapat belajar dari kehidupan di dunia yang fana ini.
Kenan sudah masuk ke dalam mobil sedan berwarna hitam, menyalakan mesin mobil dan bergerak meninggalkan area mansion Wijaya. Kenan mencoba menghubungi nomor Alice, tersambung namun tidak ada jawaban. Ken kembali lagi untuk menelfon berharap jika di angkat namun sama saja hasilnya.
Ken menghela nafas panjang, mengirimkan voice note untuk istrinya.
"Dapatkah kita bertemu, sayang?"
Ken tetap fokus menyetir dan sesekali mengecek ponselnya, takut jika Alice membalasnya dan dia terlalu menjawab pesan Alice. Namun, sudah lima menit tidak ada balasan dari Alice.
Kendaraan roda empat itu berheti di salah satu toko bunga, bangunan berukuran kecil dengan cat berwarna pink muda. Etalase yang di penuhi dengan bunga-bunga segar berbagai jenis dan warna membuat mata siapa saja yang memandangnya menjadi bahagia.
__ADS_1
Kenan keluar dari mobil dan berjalan keluar menuju toko, mendorong pintu kaca dengan gagang stainlisstell. Seorang florist (sebutan karyawan toko bunga) dengan celemek pink bermotif kotak-kotak menutuppi rok sepanjang lutut dengan mengenakan kemeja putih menyambut kedatangan Kenan.
"Selamat pagi Tuan, ada yang bisa kami bantu?" Tanya nya.
"Bungkuskan bunga Lily putih yang segar." Jawab Kenan
"Baik, silahkan di tunggu sebentar."
Sang florist segera berjalan untuk mengambil bunga Lily putih yang ada di toko, menyusul agar menjadi satu kesatuan yang padu dengan di tambahkan beberapa daun hijau agar lebih cantik dan nampak segar. Memotong atau memangkas ujung batang bunga.
Membungkus dengan kertas tisu berwarna pink dan putih yang biasa di gunakan untuk membuat buket bunga. Pegawai nampak sangat cekatan dan ahli dalam membuat buket bunga. Tidak membutuhkan waktu lama pesanan Kenan telah selesai.
"Bisakah aku menambahkan pesan di situ?" Tanya Ken menunjuk buket bunga.
"Bisa, Tuan. Silahkan di pilih kertas ucapannya." Florist segera mengelurkan kotak berisi ratusan kertas ucapan.
Kenan mengambil satu kertas dengan gambar yang pasti sangat di sukai oleh Alice, dengan wajah tersenyum sempurna Kenan menuliskan kata-kata kepada istri dan anak yang masih di dalam kandungannya.
Selesai membeli bunga, Kenan segera kembali melajukan mobilnya menuju mansion William untuk bertemu Alice. Mengecek ponselnya kembali berharap mendapatkan balasan dari Alice, tapi zonk. Tidak ada pesan masuk apapun dari istrinya.
Justru, kening Kenan berkerut karena mendapatkan panggilan masuk dari Selena. "Ada apa wanita ular ini menelfonku." Ucap Ken pelan.
Ken menekan tombol merah, menolak panggilan dari mantan kekasihnya. Cukup kesalahan Kenan yang membuat keluarganya hancur, Kenan tidak akan berhubungan apapun lagi dengan orang-orang yang berada di masa lalunya termasuk Selena.
Panggilan terus masuk dari Selena, sebanyak itu pula Kenan menolak panggilannya. Ken, menepikan mobilnya sebentar untuk melakukan sesuatu dengan ponselnya. Nampakk Kenan mengeluarkan sim card dan mematahkannya menjadi beberapa bagian.
"Persetan denganmu, Selena. Cukup aku menjadi pria paling bodo*h di dunia ini dan kehilangan Alice serta anakku." Ucap Ken yang langsung melempar serpihan sim card di dalam selokan.
__ADS_1
...🐾🐾...